LOGINSejak kehilangan kedua orang tuanya di usia sepuluh tahun, Estella Cardenza hidup dalam kesepian dan perlakuan buruk dari keluarga yang seharusnya menjaganya. Selama bertahun-tahun, gadis itu nyaris tidak mengenal dunia luar. Hingga di usia tujuh belas tahun, Estella dibawa pergi dan dipertemukan dengan Benev Castello, seorang mafia berbahaya yang seharusnya tidak pernah ada dalam kehidupannya. Benev tidak pernah tertarik pada perempuan polos seperti Estella. Namun entah mengapa, keberadaan gadis itu perlahan membuat batas yang selama ini ia bangun mulai runtuh. Bagi Estella, Benev adalah pria berbahaya. Tetapi juga satu-satunya orang yang membuatnya merasa aman.
View MoreUntuk beberapa saat, Estella hanya terpaku pada pria yang berjalan mendekatinya. Benev. Pria itu berhenti tepat di hadapannya dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku celana. Tubuhnya yang tinggi menjulang dibalut setelan hitam yang rapi, sementara langkahnya yang tenang justru membuat kehadirannya terasa semakin menekan. Aura dominannya memenuhi ruangan. Tanpa perlu meninggikan suara, semua orang yang bicara dengannya pasti menurut tanpa berani membantah. Tatapan mereka bertemu. Benev tidak berkedip sedikit pun. Tatapannya lurus dan sulit dibaca, membuat Estella tanpa sadar membuka bibir. Namun, tak ada satu kata pun yang keluar. Ia justru menelan ludah dengan susah payah. “Ini bukan tugasmu, Ben.” Jessica segera angkat bicara. “Bagaimana mungkin kamu yang melatih anak baru ini?” Benev tidak menjawab. Tatapannya perlahan turun, menelusuri Estella dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bukan dengan tatapan yang membuat gadis itu nyaman, melainkan seperti seseorang yang sedang me
“Ternyata yang melamar kerja di sini bukan hanya aku,” gumam Estella.Ia memasukkan pakaian terakhir ke dalam lemari kecil yang disediakan untuknya, lalu menutup pintunya perlahan.Sejak awal, Estella mengira dirinya akan pulang pergi jika bekerja di Noir. Ia tidak pernah membayangkan bahwa tempat ini juga menyediakan kamar untuk para pekerjanya.Kamar itu memang tidak besar, tetapi cukup untuk satu orang. Sebuah ranjang berukuran 90 x 200 cm berada di sudut ruangan, sebuah nakas kecil dan lemari pakaian sederhana.Semuanya terasa asing. Namun bagi Estella, memiliki tempat untuk tidur sendiri sudah lebih dari cukup.Beberapa saat sebelumnya, ia bahkan mendapat makan malam bersama para pelamar lain. Dari percakapan yang didengarnya, mereka semua masih berada dalam tahap pelatihan.Estella menghela napas panjang. “Besok aku mulai latihan.” Ia duduk di tepi ranjang, memandangi lantai sejenak. “Entah latihan apa. Mereka juga belum menjelaskan sebenarnya aku akan bekerja sebagai apa di sin
Pagi-pagi buta, ketika langit masih abu-abu dan semua orang di rumah belum semuanya bangun, Estella sudah dijemput. Sebuah mobil gelap berhenti di depan pagar.Lauren berdiri di ambang pintu dengan wajah datar, seolah ingin segera menyingkirkan gadis itu dari pandangannya. Kedua tangannya terlipat di dada.Wanita berusia sekitar empat puluh lima tahun turun dari mobil. Rambutnya disanggul rapi, wajahnya masih menyimpan sisa kecantikan masa muda, matanya tajam dan terbiasa menilai.Ia adalah teman lama Lauren. Bertahun-tahun lalu, ketika usianya masih muda, ia pernah bekerja di tempat yang sama dengan tujuan Estella sekarang.Lauren melangkah mendekati Estella yang berdiri dengan kepala tertunduk. Ia memperhatikan penampilan Estella dari ujung kepala sampai kaki.Rambutnya yang biasanya berantakan ia rapikan. Wajahnya dibersihkan dan diberi sedikit riasan. Bahkan pakaian sederhana yang biasa dikenakan gadis itu diganti dengan pakaian yang jauh lebih pantas.Estella sempat menatap dirin
Estella menggeleng cepat. “Bibi, bukan begitu ... aku tidak melakukan apa-apa.”PLAK!Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Estella.Kepala Estella terlempar ke samping, panas menyengat di pipinya. Ia terdiam, tak mampu berkata-kata.“Dasar jalang!” umpat Lauren.“Bibi, aku tidak melakukan apa-apa ….”“Masih berani berbohong?” bentak Lauren. “Dasar perempuan tidak tahu malu! Anak tidak tahu diuntung!”Lauren terus menyalahkannya, tak memberi kesempatan untuk Estella membuka suara. Magnus berdiri di belakang istrinya sambil memperbaiki pakaiannya sendiri.Pukulan datang tanpa ampun, Lauren tidak memberi ruang pembelaan. Rambut Estella dijambak, tubuhnya diseret, lalu ditampar berulang kali hingga pipinya panas dan perih.Magnus langsung maju dan menarik istrinya sambil mencoba menenangkannya, seolah kejadian ini bukan kesalahannya.“Kami sudah membesarkanmu selama delapan tahun,” ucap Lauren dengan suara penuh emosi. “Menampungmu setelah orang tuamu tidak ada. Memberimu tempat tinggal,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews