Di Ranjang Cinta Lamaku

Di Ranjang Cinta Lamaku

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-09-26
Oleh:  Dian WahyuBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
9Bab
32Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Dulu, Celia rela membuang harga dirinya demi mengejar Ethan, pria sedingin es yang tak pernah meliriknya sedikit pun. Namun, ketika keluarganya bangkrut dan terjerat utang, Celia menghilang, hingga bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Celia bekerja sebagai pelayan restoran. Tak disangka, alih-alih acuh seperti dulu, Ethan justru menyudutkannya dengan tawaran gila yang tak bisa ia tolak! "Aku butuh pasangan yang tidak banyak tingkah dan mudah diatur. Dan kau butuh uang. Jika kita menikah, kita sama-sama diuntungkan." Pria yang seharusnya tidak menganggapnya penting itu, kenapa malah repot-repot menawarkannya kesepakatan ini? Posisi Celia yang terdesak oleh hutang membuatnya tidak bisa menolak. Dan yang lebih penting, Ethan juga menekankan satu syarat. "Tidak perlu sampai punya anak, tapi setidaknya, kita harus tunjukkan setiap malam jika kita sedang berusaha memberikan keluargaku keturunan."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Apa Dia Ingat Padaku?

Celia tidak menyangka jika ia akan bertemu cinta lamanya di kuliah dulu, di sebuah restoran mewah di mana pria itu adalah pelanggan yang harus ia layani sebagai pelayan.

Beberapa menit lalu, sang manager memintanya untuk melayani tamu di meja nomor 04. Saat mendekat ke meja yang dimaksud, Celia bersiap untuk mencatat pesanan seperti biasa dengan senyum ramah.

Ketika matanya bertemu dengan sorot mata dingin pelanggan di depannya, senyuman itu hilang dan tergantikan dengan ekspresi tegang.

"Pelayannya sudah datang. Cepat pesan. Jangan buang-buang waktu."

Meski kalimat tajam itu bukan ditujukan padanya, mendengar suara pria di depannya itu membuat Celia langsung menunduk. Kenapa ia bisa bertemu Ethan di tempat seperti ini?

Pria itu adalah Ethanio Kaiven Oldheron. Pewaris Oldheron Grup yang terkenal. Orang dari masa lalu, tepatnya pria yang satu angkatan di kampus Celia dulu. Di depan pria itu, duduk seorang wanita muda dengan penampilan berkelas.

"Melihat menu caviar ini malah membuatku memiliki ide, jika di acara resepsi pernikahan kita nanti harus ada menu ini," ucap sang wanita dengan senyuman sembari menunjukkan menu tersebut dengan tatapan penuh harap.

Dandanan wanita itu sangat cantik. Penampilannya yang modis nan anggun membuat Celia seketika merasa rendah diri.

Melihat wanita di depannya, hal itu mengingatkannya pada kehidupannya yang dulu serba ada. Namun, keadaan telah berubah. Bisnis keluarganya yang dulu sukses telah bangkrut dan membuatnya berada di tempat ini.

Celia tidak jarang melayani orang-orang dari kalangan atas. Bagaimanapun, restoran ini adalah restoran mewah. Ia bisa langsung menyimpulkan jika Ethan dan wanita di depannya sedang berkencan.

"Menu caviar terlalu membuang uang," balas pria itu dengan suara datar.

Si wanita menatap pasangan kencannya dan bertanya dengan nada sedikit tidak percaya, "Ethan, keluarga kita bukan keluarga yang miskin dan kurasa makanan ini wajib ada."

Sebagai pelayan, Celia hanya bisa diam menyimak percakapan mereka. Perasaannya mendadak tidak nyaman.

Sejak tadi, Ethan memang tidak menatapnya sama sekali. Tapi ia berusaha sekuat tenaga menghindari tatapan dengan pria tersebut.

Sudah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kali bertemu dengannya. Dulu, mereka sama-sama berkuliah di sebuah universitas swasta elit. Celia yang hidup dimanjakan hanya punya satu masalah, yaitu perjuangannya untuk mendapatkan hati Ethan yang dingin. Ia rela melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan perhatiannya.

Setelah kebangkrutan usaha keluarga, Celia hilang tanpa kabar, kini menjadi seorang pelayan di restoran. Sementara Ethan masih menyandang status yang sama, tetap berpenampilan rapi dengan setelan jas, dan juga pesona yang semakin bersinar bagi orang yang memandangnya.

Celia sedikit meremas buku kecil yang ia gunakan untuk mencatat pesanan. Hatinya sungguh tidak nyaman, untuk berdiri di sini saja rasanya malu. Ia berharap jika pria di depannya itu tidak mengenalinya. Lagi pula, sejak dulu pria tersebut tidak peduli padanya.

"Kau terdengar cukup yakin kita akan menikah, Marie."

Sebenarnya Celia tidak berniat untuk menguping, sudah menjadi kebiasaannya mendengar pelanggan mengobrol terlebih dahulu sebelum memesan. Tetapi kali ini ia bisa merasakan jika pasangan di depannya mungkin akan bertengkar.

Wanita bernama Marie itu mengedipkan mata. "Apa maksudmu?"

Ethan menyender dengan santai di kursinya dan menatap datar pasangan kencannya, "Aku tidak tahu apa yang nenekku katakan padamu, tapi aku tidak menikahi wanita yang memiliki latar belakang bermasalah."

Wanita tersebut mengerutkan keningnya dan tidak paham, "Apa maksudnya?"

"Aku bilang, latar belakang keluarga yang bersih adalah penilaian untuk pasanganku," jelasnya, lalu tersenyum miring. "Marie, apa kau tahu bisnis macam apa yang dijalankan ayahmu?" 

Marie lantas melayangkan sedikit protes, "Ethan, aku hanya ingin merekomendasikan menu caviar ini. Kenapa kau sampai memeriksa latar keluargaku?"

Pria itu masih mengeluarkan ekspresi yang sama, semacam ekspresi tidak berminat untuk menjalin hubungan lebih jauh.

"Ayahmu melakukan penggelapan dana melalui anak perusahaan milik rekannya karena ada kaitan saham sebelumnya," tukas pria itu.

Marie tercengang, tersinggung mendengar tuduhan yang tak pernah ia dengar, "Ayahku adalah pebisnis yang bersih!"

"Kau mengatakan ini karena belum tahu. Namun, dalam waktu beberapa bulan akan terjadi perampasan aset. Kuharap pada saat itu kau lebih dulu mengamankan hartamu."

"Ethan, kita sedang makan malam. Kenapa membahas itu?" Marie merengek. Sifat cerianya langsung menghilang mendengar perkataan Ethan.

Sementara Celia masih berdiri diam sambil memegang buku kecilnya, tidak mengerti kenapa keduanya membicarakan masalah seperti ini di saat mereka sudah memanggilnya untuk memesan.

"Itukah alasanmu tidak mau menikah denganku?"

Pria itu tidak memberikan jawaban melalui ekspresi tubuh. Bibirnya langsung berbicara dengan sebuah kalimat sebagai penjelas hubungan mereka.

"Aku tidak mau calon istriku berasal dari keluarga yang bermasalah, makanya aku tidak mau kita menikah."

Sontak Marie bangkit dari tempat duduknya dan mengambil gelas berisi air mineral yang memang disediakan untuk setiap tamu yang datang. Wanita itu tanpa pikir panjang lantas menyiram wajah pasangan kencannya dengan ekspresi marah.

Ketika air mengenai wajah pria tersebut, Celia terkejut dan mundur selangkah, tidak menyangka jika adegan dramatis ini terjadi di depannya.

Marie lantas berucap dengan kalimat penuh penekanan, "Ingat, Ethan. Aku juga tidak mau menikah dengan pria yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, apalagi kau sudah menuduh ayahku menggelapkan dana!"

Pria itu tidak protes sama sekali ketika Marie menyiramnya, ia bahkan tersenyum miring, seolah merasa lebih baik jika Marie marah seperti itu terhadapnya.

"Kita batalkan saja perjodohan ini!" tegas Marie dengan suara lantang sembari berbalik badan dengan membawa tasnya untuk meninggalkan tempat ini terlebih dahulu.

Keributan itu cukup mengundang perhatian. Beberapa orang menoleh ke arah mereka saat Marie melangkah pergi dengan bunyi sepatu haknya yang nyaring.

Tersisa Celia bersama pria itu. Rasanya semakin canggung sampai akhirnya sang manager mendekat lalu bertanya padanya tentang keributan yang baru saja terjadi.

"Celia, ada apa ini?"

Belum sempat menjawab, pria yang wajah dan pakaiannya sudah basah karena siraman air itu lantas mengusap wajahnya, lalu menatap ke arah Celia dengan tatapan yang masih sama seperti sebelumnya, dingin dan angkuh.

"Kau, ambilkan aku pakaian baru di mobil."

Ketika ditunjuk seperti itu, Celia lantas mengangguk dan melakukan tugasnya. Ia tahu betul bahwa restoran tempatnya bekerja ini berisi pelanggan kelas atas. Mereka bebas menyuruh para pelayan untuk melakukan sesuatu, sebab ada tip besar yang akan mereka berikan setelahnya.

Celia diberikan kunci mobil, artinya ia harus keluar untuk mencari di mana mobil pria itu terparkir bersama sopirnya, lalu mengambil pakaian yang dimaksud.

Ketika keluar dari restoran dan ia telah menemukan di mana mobil itu, Celia segera meminta sopir yang berjaga tak jauh di sana untuk mengambil pakaian ganti.

Saat melakukannya, ia teringat pada kehidupannya yang dulu. Setiap kali mengalami kendala seperti itu, ia hanya perlu menyuruh orang lain yang bertugas melayaninya. Baru saat jatuh miskin ia menyadari jika untuk hal seperti ini saja menguras banyak tenaga.

Jika ayahnya, Julian Wyn, tidak bangkrut karena tertipu saham, mungkin ia masih menjadi tuan putri yang manja dan tidak akan menghadapi dunia yang kejam seperti ini.

"Apa dia ingat padaku?" gumam Celia. Ia diam sejenak setelah pakaian Ethan ada di tangannya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status