MasukDulu, Celia rela membuang harga dirinya demi mengejar Ethan, pria sedingin es yang tak pernah meliriknya sedikit pun. Namun, ketika keluarganya bangkrut dan terjerat utang, Celia menghilang, hingga bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Celia bekerja sebagai pelayan restoran. Tak disangka, alih-alih acuh seperti dulu, Ethan justru menyudutkannya dengan tawaran gila yang tak bisa ia tolak! "Aku butuh pasangan yang tidak banyak tingkah dan mudah diatur. Dan kau butuh uang. Jika kita menikah, kita sama-sama diuntungkan." Pria yang seharusnya tidak menganggapnya penting itu, kenapa malah repot-repot menawarkannya kesepakatan ini? Posisi Celia yang terdesak oleh hutang membuatnya tidak bisa menolak. Dan yang lebih penting, Ethan juga menekankan satu syarat. "Tidak perlu sampai punya anak, tapi setidaknya, kita harus tunjukkan setiap malam jika kita sedang berusaha memberikan keluargaku keturunan."
Lihat lebih banyak"Selamat atas pernikahan Anda, Tuan dan Nyonya Oldheron. Semoga selalu diberkati!"Ucapan selamat penuh harapan itu membuat Celia lantas menanggapinya dengan senyuman tipis.Pagi ini di kantor catatan sipil, Ethan benar-benar memberikan akta pernikahan padanya dan dalam hitungan menit saja status keduanya sudah berubah.Pria itu terlihat rapi dengan setelan kantornya seperti biasa, sementara Celia dengan gaun putih selutut pemberian Ethan hanya berada di sisinya tanpa banyak bersuara.Menyelesaikan langkah terakhir, mereka berdua keluar dari kantor ini dan berjalan beriringan."Publikasikan pernikahanku hari ini," ujarnya datar pada sang asisten yang lantas menghubungi pihak media terpercaya."Baik, Tuan Muda."Semudah itu, rasanya Celia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.Lelaki yang dirinya puja sebenarnya tidak berubah dari segi karakter.Ethan tetaplah orang yang dingin dan tanpa perasaan. Apa pun yang dilakukan pria ini tidak bisa Celia tebak, termasuk mendaftarkan perni
Setelah pembicaraan itu, kini Celia bersama Ethan tampak memasuki mobil dan menunggu asisten pria itu mengantar keduanya kembali.Memikirkan apa yang dikatakan Gracia membuat Celia menjadi tidak tenang sampai akhirnya ia membuka pembicaraan pada pria di sampingnya."Ada yang ingin kukatakan."Ethan masih biasa saja. Pria itu tetap datar tanpa ekspresi penasaran saat Celia membuka obrolan."Katakan," balas Ethan.Celia menarik napas dalam. Ada banyak hal yang wanita itu pikirkan. Wajah marah Rigel kala itu tiba-tiba menghampirinya dan jujur saja sebenarnya Celia tidak ingin memikirkannya.Perkataan dari nenek Ethan membuatnya takut.Namun Celia tetap berusaha untuk tenang. Ia tidak boleh terlihat rapuh di depan pria ini meskipun keadaannya benar-benar memilukan."Aku tidak bisa memiliki anak denganmu." Ethan tersenyum miring mendengarnya.Pria itu menghela napas dan kemudian membalas, "Kalau kau butuh uang lebih banyak, tak masalah jika kau melahirkan anakku."Celia melotot mendengar
"Tentang apa?"Terdengar jika Gracia tidak sabar mendengarnya, apalagi cucunya itu seperti sengaja membuatnya penasaran."Jangan bertanya soal keluarganya, Nek. Keluarganya sudah lama bangkrut," jelas Ethan kemudian."Bangkrut? Dia dari keluarga perusahaan mana?"Ethan tahu bahwa pertanyaan seperti ini akan tetap neneknya tanyakan. Namun, ia tidak ingin menjawabnya dan jujur saja sudah cukup baginya jika Celia hidup bersamanya."Sudah dulu, aku mau kerja.""Anak nakal, jawab dulu pertanyaan nenekmu!" tukas wanita tua itu dengan nada tegas serta memaksa.Namun Ethan segera mematikan sambungan karena tidak mau menjelaskan. Lagi pula, ia hanya ingin membuat Celia nyaman saat pergi dengannya nanti.***Baru selesai dengan rangkaian perawatan, Celia merenggangkan otot pinggangnya karena terlalu lama duduk.Satu-satunya hal yang amat menyenangkan baginya adalah pergi ke salon dan mempercantik diri. Sudah lama sekali ia tidak melakukannya dan jujur saja menikmati seluruh treatment ini.Dari
Bukti transfer masuk pagi ini, Celia menarik napas dalam dan kemudian ia berdiri seraya mengambil tasnya untuk bekerja sesuai kesehariannya.Baru keluar dari kamar, pemandangan orang tuanya yang masih bertengkar karena kedatangan rentenir semalam lantas membuat Celia menarik napas pelan."Pergilah ke kantor pinjaman itu, Celia. Hanya melayani Pak Bondy dua kali dan setelah itu utang keluarga kita lunas," ucap Julian pada putrinya tanpa belas kasih.Sebenarnya Celia marah mendengarnya.Sebisa mungkin wanita itu bersikap biasa dan berjalan melewati orang tuanya sembari berkata, "Ayah dan Ibu tak perlu khawatir, aku akan membayarnya pagi ini."Mendengar itu, Lidia hanya diam.Tak ada yang menanggapi perkataan Celia kali ini, bahkan Julian mengalihkan pandangnya karena mereka telah berkali-kali mengorbankan putri mereka.Membuka pintu apartemen itu, Celia menutupnya pelan dan wajahnya menatap ke depan.Ethan belum mengabarkan kapan mereka akan bertemu lagi, namun pria itu sudah memberikan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.