共有

134. Aku Pilihanmu

作者: Keke Chris
last update 公開日: 2025-12-24 16:39:05

Nurma duduk di dalam mobil masih dengan tangan yang terlihat gemetar, kakinya lemas, dan dia tak bisa berpikir jernih sekarang. Wajahnya pucat dengan tatapan yang kosong menembus jendela.

Suara Selene terus berputar di kepalanya.

“… aku akan menjatuhkan keluarga itu dan ibunya yang sok suci itu…”

Setiap kata, seperti pisau yang menyayat hatinya.

Nurma tak langsung pulang. Hatinya gelisah, dia butuh pengalihan. Jadi dia memutuskan untuk menjemput Ardan ke sekolah. Bertemu cucunya yang ceria sela
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Fitria Suryanti
dikit banget babnya
goodnovel comment avatar
Nur Hadi
semangat, sehat sehat selalu kak,, makasih makasih ya
goodnovel comment avatar
Kuseri
makasih kak ditunggu lanjutannya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Di Ranjang Majikanku   302. Gengsi Orang Tua

    Jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat ketika Nurma melangkah keluar dari kamar mandi. Malam itu Nurma tidak langsung tidur, dia berpikir bila menyegarkan diri akan cepat mengantuk dan rupanya dia salah. Tubuhnya justru segar dan kantuknya semakin menghilang.Jadi dia memutuskan untuk keluar kamar, melangkah ke taman belakang dan duduk di terasnya, menikmati angin malam dengan pemandangan lampu taman yang indah. Ada yang menganggu pikirannya dan hal itu sejak tadi tak mau pergi.Dia memikirkan Binar.Bukan karena kasihan. Nurma tidak pernah menaruh rasa kasihan ada pada dirinya. Rasa kasihan hanya menempatkan orang di posisi yang lebih rendah dari yang sebenarnya dan Nurma tidak mau melakukan itu kepada siapapun, apalagi kepada perempuan yang tadi berdiri di ruang kerja suaminya dan tidak menurunkan pandangannya meski air matanya jatuh.Meski Nurma tidak menyukainya, tapi kenyataan Binar mampu bertahan dan membuat keadaan rumah juga kondisi anak dan cucunya jadi jauh lebih terurus

  • Di Ranjang Majikanku   301. Rahasia Di Balik Ujian

    Sudah tiga hari berlalu. Tak ada sedikit pun kabar atau respons dari pihak Djati. Seolah tak ada yang terjadi.Binar sendiri tidak mengharapkan kabar itu. Dia kembali ke rutinitasnya. Menghabiskan waktu bersama Ardan, hampir di sepanjang hari, kecuali saat anak itu ke sekolah.Sesekali memasak meski ada juru masak terbaik di rumah itu. Dia juga melanjutkan proyek yang sempat dia tunda berminggu-minggu karena terlalu banyak hal lain yang menyita perhatian.Bhaga tidak memaksanya bercerita atau bertanya, dia hanya mendengarkan apa yang ingin Binar katakan, dan untuknya itu sudah lebih dari cukup. Terlebih Binar sudah terlihat jauh lebih baik dengan suasana hati yang baik.Dia hanya tahu versi singkatnya. Bahwa ada pertemuan yang tidak berjalan baik dan Binar memilih keluar juga menolak tawaran yang diberikan untuk bisa mendapatkan tanda tangan investor itu. Selain itu, ada konfrontasi dengan Djati yang membuatnya menangis dan kecewa.Bhaga mendengarkan tanpa banyak komentar. Lalu dia men

  • Di Ranjang Majikanku   300. Amarah

    Ketika Binar sampai rumah, Bhaga masih belum pulang. “Tadi katanya sudah mau pulang?” tanya Binar pada diri sendiri.Dia duduk di sofa ruang keluarga, membuka tas dan mengeluarkan ponselnya. Ternyata ada beberapa pesan singkat dari Bhaga.[Aku mendadak ada meeting, mungkin sampai agak malam.][Ardan ke rumah mami sama Maryam.][Kamu baik-baik saja.]Binar menatap pesan itu. Dia mendesah berat sekaligus lega. Setidaknya dia bisa menyendiri untuk beberapa saat. Jarinya gegas bergerak untuk membalas pesan itu.[Baik. Sampai ketemu di rumah.]Dia lalu berdiri, membawa tasnya dan naik ke kamar dengan langkah yang lunglai. Sesampainya di dalam kamar, dia meletakkan tasnya asal dan langsung duduk dengan kaku di tepi kasur. Tidak mengganti baju dulu, bahkan sepatunya masih terpasang.Beberapa menit terlewati dan dia hanya duduk. Tak melakukan apapun, diam terpaku dengan pandangan kosong ke depan.Tetapi, wajahnya kemudian mengerut. Dia menelan ludah dengan susah payah dan rasa sesak itu kemba

  • Di Ranjang Majikanku   299. Mengkhianati Bhaga

    Nurma masuk ke kamar itu tanpa mengetuk.Djati tersentak kecil, tapi dia tidak menoleh. Matanya masih di layar, tak ingin kehilangan momen walau hanya sedetik.Langkah Nurma sedikit ragu saat mendekat, tapi dia tetap melangkah dan berdiri di belakang Djati. Matanya memicing saat melihat gambar di layar itu dan mengernyit begitu menyadari jarak keduanya kini sangat dekat."Dia belum pergi?" tanya Nurma pelan."Belum. Sepertinya dia bersikeras mendapatkan tanda tangan itu." Terlihat menarik, Nurma langsung berpindah. Dia gegas duduk di sebelah Djati dan menatap layar dengan ekspresi seseru ketika menonton telenovela."Kalau dia melakukan apa yang diminta pria itu," kata Nurma. "Apa yang akan kamu lakukan dengan rekaman ini?"Djati menyeringai miring.."Kamu berikan ke Bhaga," lanjut Nurma sendiri dengan nada yang tak percaya."Bhaga berhak tahu siapa perempuan yang ada di hidupnya."Nurma menatap layar. "Dan kalau Bhaga tetap tidak melepaskan wanita itu meski melihat rekaman ini?""Itu

  • Di Ranjang Majikanku   298. Hanya Satu Ciuman

    Untuk sesaat, keheningan memenuhi ruangan itu. Binar memilih berdiri dan menjaga jarak,Namun, Arya tidak langsung menyerah dan Binar sudah memperhitungkan itu.Binar sudah ingin pergi, tapi kakinya lemas. Jadi yang bisa dia lakukan hanya berpindah dan duduk di sofa lain. Kepalanya sedikit pusing karena mulai panik, tapi dia bersikap tetap tenang dengan mengatur napasnya diam-diam.Matanya terus menatap dalam siaga, dia bahkan tak berani berkedip. Terus memandang setiap pergerakan yang dilakukan oleh Arya,Sebaliknya, Arya justru kelewat santai. Dia kini berjalan ke minibar kecil di sudut ruangan. Menuang sesuatu ke dalam dua gelas. Lalu dia kembali dan meletakkan satu gelas di depan Binar. Bibirnya menyunggingkan senyuman menggoda. “Untukmu.”Binar tidak menyentuhnya. Dia hanya meliriknya sekilas dan kembali menatap Arya."Santai saja," kata Arya. Dia duduk di sofa yang berhadapan, bukan di sebelah lagi. Seperti memberi jarak yang terasa seperti kebaikan tapi sebenarnya taktik.Dia b

  • Di Ranjang Majikanku   297. Aku Mau Rasakan Bibirmu

    “Aku akan melanjutkannya lagi.” Tegas Binar.Meski sejujurnya perasaannya mulai merasa tak nyaman, tapi dia ingin menyelesaikan ini dengan baik. Dan dia berharap hal itu akan segera terjadi.Namun, sebelum Binar sempat membuka map-nya, Arya itu terbatuk beberapa kali dan memegang kepalanya. Wajahnya berubah merah dan itu membuat Binar mengernyit bingung. Rasanya tadi sebelum ditinggal ke kamar mandi, pria itu baik-baik saja."Maaf. Aku sedang tidak terlalu sehat hari ini." Arya berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepinya. "Kepala agak pusing dari tadi. Bisa kita bicara di sini saja? Lebih nyaman."Binar memandang jarak antara kursinya dan tepi ranjang itu. Jantungnya mulai berdegup lebih kencang. Dia berdeham kecil."Aku nyaman di sini," kata Binar. "Kita bisa di mulai kalau kamu siap."Pria itu menatapnya sebentar, mengelus sprei dengan perlahan, lalu tersenyum. Kali ini senyumnya terlihat berbeda dengan seringai kecil di ujung bibir..Binar tahu instingnya kali ini tidak salah. Ad

  • Di Ranjang Majikanku   152. Ciuman Penghapus Keraguan

    Binar terdiam. Dia kehilangan kata-kata. Saat kalimat itu meluncur dengan isak tangis dari Ardan, hatinya teriris. Baru saja dia dibilang sebagai wanita perebut kebahagiaan orang lain, kini anak yang katanya dirampas merasakan kehilangan ibu kandungnya.Dia tersenyum kecut. Terasa getir di sudut bi

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Di Ranjang Majikanku   150. Mencoba Bunuh Diri

    Bhaga baru saja keluar dari gedung kantor milik Hans. Perasaannya campur aduk, tapi kelegaan lebih mendominasi.Dia baru saja berhenti di lampu merah saat teleponnya bordering. Dia menekan tombol pengeras suara dan suara seorang pengawal yang menjaga rumah pengasingan Celia terdengar."Tuan Bhaga,

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Di Ranjang Majikanku   45. Dari Mana Saja Kau

    Nurma memijit pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang dirasakan sejak hari ulang tahun cucunya. Sudah sekian hari berlalu sejak itu."Rasanya seperti angin lalu saja mereka bertemu, Nyonya besar." keluh Sari pada Nurma yang sedang mengawasi mereka membereskan dapur."Setelah pesta ulang ta

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yan

    last update最終更新日 : 2026-03-29
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status