author-banner
Keke Chris
Keke Chris
Author

Novels by Keke Chris

Di Ranjang Majikanku

Di Ranjang Majikanku

[Khusus dewasa] Belum lama bekerja jadi pembantu di rumah keluarga kaya raya itu, Binar malah menyaksikan tuannya memuaskan diri sendiri di kamar. Tak lama setelahnya, Binar juga kepergok menguping pertengkaran tuan dan istrinya. Tuannya pun murka! "Ini perasaanku saja," kata sang tuan majikan dengan wajah dinginnya, "atau kamu memang hobi mengintip, Binar?" Dalam kebetulan-kebetulan yang mempermainkannya, Binar pun semakin terjerat ke dalam hubungan terlarang antara majikan dan pembantu.
อ่าน
Chapter: 322. Teman Baru
Ponsel Binar berbunyi tepat saat dia selesai menutup laptop. Sore itu rumah sedang tenang. Ardan masih les. Bhaga belum pulang. Cahaya matahari jatuh lembut dari jendela dapur sementara aroma teh hangat masih tipis menguar di meja makan. Binar mengambil ponselnya tanpa terlalu memperhatikan. Namun alisnya langsung terangkat kecil saat melihat nama pengirim pesan itu. Kiara.Binar ingat perempuan itu. Istri salah satu mitra bisnis Bhaga. Cantik dengan cara yang terlihat effortless, padahal jelas tidak. Rambutnya selalu rapi tanpa tampak terlalu diatur. Pakaiannya mahal, namun tidak pernah terlihat berusaha mencolok. Senyumnya lebar. Cara bicaranya hangat. Matanya terlalu cerdas untuk dianggap sekadar sosialita biasa. Mereka pertama kali benar-benar ngobrol di acara sosial amal bulan lalu. Awalnya cuma sapaan ringan. Lalu berubah jadi obrolan hampir satu jam tentang komunitas perempuan, makanan, sampai pengalaman paling memalukan saat pertama kali masuk lingkungan sosial kelas at
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: 321. Perayaan Lanjutan
Bhaga mengembuskan napas panjang saat mobil akhirnya berhenti di depan rumah. Jasnya sedikit kusut. Sementara Binar … Bhaga melirik sekilas lalu tertawa pendek. “Astaga.” Rambut perempuan itu benar-benar berantakan. Lipstiknya nyaris hilang dan ronanya menyebar di seluruh pinggiran bibir, ditambah bahunya masih memerah samar. Binar langsung memukul lengan Bhaga pelan. “Jangan lihat!” “Yang bikin juga aku.” “Bhaga!” Pria itu turun lebih dulu sambil menahan senyum. Malam sudah sangat larut saat mereka masuk ke rumah. Namun lampu ruang tengah ternyata masih menyala. Bhaga mengernyit dan terperangah saat melihat Ardan duduk selonjoran di sofa sambil memegang tablet. Langkah Bhaga langsung berhenti. “Nak, Kamu belum tidur?” Anak itu mengangkat muka santai. “Belum ngantuk, Pah.” Bhaga melirik jam dinding. “Ini udah jam setengah satu malam.” “Tapi aku nunggu papa dan bunda pulang.” Binar yang masih sibuk membenarkan rambut langsung merasa bersalah. “Ardan say—.” “Tidur, Nak!”
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: 320. Perayaan Di Dalam Limo
“Aneh.” Suara Bhaga rendah di tengah sinar lampu dari luar limousine. Mobil melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai lengang. Cahaya kota bergerak samar di balik kaca gelap, memantul tipis pada plakat penghargaan di pangkuan Binar. Binar menoleh pelan. “Aneh gimana?” Bhaga tidak langsung menjawab. Jemarinya mengetuk lutut satu kali sebelum akhirnya mengembuskan napas pendek. “Bukan tidak suka. Bukan juga iri.” Tatapannya lurus ke depan. “Cuma aneh.” “Karena aku yang jadi pusat perhatian?” Bhaga melirik sekilas. Sudut bibirnya bergerak tipis. “Kamu sadar juga.” Binar tertawa kecil pelan. “Aku tadi sampai lupa dan meninggalkan kamu sendirian.” “Aku tidak bilang terganggu.” “Terus?” Bhaga diam beberapa detik. “Hanya belum terbiasa saja.”Kalimat itu keluar begitu saja. Jujur dan tulus. Binar menatapnya sebentar tanpa bicara. Pria di sampingnya ini terlalu besar untuk mengaku kalah pada banyak hal. Bahkan pada dirinya sendiri. Jadi pengakuan sekecil itu terasa lebih berat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: 319. Ucapan Terima Kasih
Satu jam kemudian, ballroom berubah lebih tenang.Lampu utama diredupkan perlahan. Percakapan di tiap meja mulai mengecil saat layar besar di panggung menyala menampilkan kategori penghargaan malam itu.Binar yang duduk di meja depan otomatis menegakkan punggungnya. Jemarinya saling terkait di atas pangkuan.“Penerima penghargaan kategori Pemberdayaan Wanita Ekonomi Lokal tahun ini…”Suara presenter menggema lembut memenuhi ruangan.Layar mulai menampilkan nama para nominasi beserta cuplikan program mereka. Foto-foto komunitas binaan Binar muncul bergantian. Workshop kecil. Ibu-ibu yang sedang menganyam. Ruang sederhana dengan meja panjang penuh hasil kerajinan.Binar menatap layar tanpa berkedip. Napasnya terasa pendek. Dadanya menghangat, melihat hal itu saja sudah membuatnya sangat bangga.“…program yang kami pilih berhasil menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.”Bhaga melirik dari samping. Binar terlihat tenang di luar. Namun jemarinya mulai di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-25
Chapter: 318. Kapan Nikah?
“Bu Binar, tolong lihat sini dulu! Satu foto lagi!”Flash kamera menyilaukan langsung menyambar begitu pintu ballroom terbuka.Binar yang baru melangkah masuk refleks berhenti. Tangannya berpegang erat pada lengan Bhaga. Menyembunyikan kegugupan.Seorang panitia perempuan menghampiri dengan wajah berbinar. “Akhirnya datang juga. Kami takut Ibu terjebak macet.”“Masih aman tadi,” jawab Binar sambil tersenyum kecil.“Boleh langsung ke area tamu undangan ya, Bu. Nanti setelah sesi pembicara kedua, Ibu langsung naik panggung.”Bhaga yang berdiri di sampingnya mengangkat alis tipis.Sesi pembicara? Sungguh mendengarnya masih janggal. Biasanya orang-orang berhenti karena dirinya. Namun malam ini semua mata bergerak ke perempuan di sebelahnya.“Kak Binar!”Seorang perempuan muda datang setengah berlari sambil membawa ponsel. “Boleh selfie sebentar? Aku follow proyek Kakak dari tahun lalu.”Binar terlihat kaget sesaat sebelum tersenyum hangat. “Boleh.”Bhaga mundur satu langkah saat kamera po
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-23
Chapter: 317. Undangan Gala Dinner
“Kenapa namaku yang ditulis duluan?” Tangannya langsung berkeringat begitu membuka undangan yang dia terima baru saja.Binar membaca ulang kartu undangan di tangan untuk sekian kalinya. Iya, dia membutuhkan waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa tulisan dengan tinta emas itu tetap tidak berubah. Atas namanya!Ibu Binar dan pendamping. Bukan yang biasa dia baca saat menerima undangan, kepada yang tertuju dengan nama Bhaga di sana atau nama perusahaan.Bukan embel-embel nama besar yang selama ini tertulis. Itu adalah rangkaian huruf namanya sendiri.Binar menelan ludah pelan. Bibirnya tersenyum tak percaya. Pipinya terasa hangat karena bersemangatUndangan itu datang siang tadi lewat panitia acara, dikirim langsung ke rumah dalam amplop tebal berlogo Yayasan Perempuan Berdaya. Gala dinner tahunan mereka terkenal eksklusif. Acara yang dihadiri pejabat pemerintah, investor sosial, pemilik yayasan besar, sampai pengusaha yang punya pengaruh di program pemberdayaan nasional khususnya wanita.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-23
Menikahi Kakak Ipar

Menikahi Kakak Ipar

Blurb Setelah lepas dari kekasih yang toxic, tak membuat Tamia bisa bernapas lega. Justru kehidupan baru akan di jalani karena dipaksa ibunya menikah dengan pria yang lebih tua 13 tahun darinya. Awalnya Tami mengira semua akan baik-baik saja, toh Satria adalah pria yang ramah dan baik hati. Siapa sangka, di balik senyum ramah pria itu tersimpan banyak misteri. Yang mengejutkan lagi, mantan pacar toxic Tami rupanya adik kandung Satria yang merasa hubungan mereka belum usai. Apakah takdir akan memberikan Tami kebahagiaan atau menghancurkan gadis itu tanpa sisa.
อ่าน
Chapter: 47. Widya Tertangkap
Suara debur ombak yang memecah karang terdengar begitu menghanyutkan. Penuh ketenangan dan mematikan dalam satu saat. Sudah beberapa bulan Widya hidup tenang di pesisir pantai sana walaupun harus menekan diri dari hidup mewah, tapi tak apa. ‘Hanya beberapa tahun dan setelahnya kemewahan akan kembali padanya.’ Pikirnya.Sedari jauh hari, Widya sudah berjaga-jaga dalam menjaga hartanya. Dia sengaja menguras tenaga dan pendapatan Tami agar uangnya sendiri tak tersentuh. Meskipun suaminya tak sekaya Christian, tapi dia mendapatkan harta warisan yang tak sedikit ditambah beberapa aset yang diam-diam dia rebut dari Tami. Belum lagi hasil klaim dari asuransi, sebenarnya dia dan kedua putrinya bisa hidup dengan nyaman tanpa kekurangan.Nyatanya, dia berpura-pura mendadak miskin dan memaksa Tami untuk bekerja keras untuk menghidupi mereka tak peduli apa yang dikerjakan oleh putri sulungnya itu.Lalu kini, meski dia harus bertahan jauh dari semua orang yang terpenting adalah seluruh kekayaannya
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-27
Chapter: 46. Bukti terkumpul
Keadaan Tami perlahan mulai membaik dan hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah dengan beberapa catatan dari dokter.“Ada yang mau dibeli sebelum sampe rumah, Sayang?” tanya Satria.Setelah perdebatan yang memakan waktu, Satria akhirnya berhasil membawa Tami dalam mobilnya. Dia melirik ke belakang lewat spion tengah dan terkikik saat mobil mewah warna hitam itu mengiringi. Wajah mertuanya saat ini pasti sedang cemberut dan itu membuatnya geli sekaligus puas. “Enak saja mau memonopoli istri cantikku,” batinnya.“Enggak usah deh, Mas. Aku hanya mau istirahat,” jawab Tami.Anggukan kepala diberikan Satria sebagai jawaban dan perlahan memelankan laju kendaraan karena jarak rumah mereka yang sudah tak terlalu jauh lagi.“Mau aku gendong?”Mobil mereka sudah parkir dengan sempurna di halaman rumah. Begitu juga mobil Christian, pria itu bahkan sudah turun dan menunggu di dekat pintu masuk.“Enggak usah, Mas. Aku udah sehat,” jawab Tami sambil cemberut.Satria terkekeh dan mencubit
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-27
Chapter: 45. Widya Kabur
Aryo sedang menunggu perintah selanjutnya. Dia tak berani untuk melangkah lebih dulu meski sudah bisa menebak tindakan apa yang akan diambil oleh atasannya. Kembali lagi, dia bukan pria gegabah dan selalu tenang dalam kondisi apa pun.Satria ingin sekali melakukan panggilan telepon kepada Aryo. Akan tetapi, pandangan tajam yang menghunus dirinya membuat dirinya membeku. Seolah sedang terikat kencang, tubuhnya sulit digerakkan saking terpaku pada mata mertuanya.Dia berdeham.Tami meringis melihat itu. Namun tak sedikit pun keinginan untuk membantu suaminya. Mendengar Vania di kasus itu bukan sepenuhnya korban, membuat hatinya kembali perih. Pertanyaan kenapa dan kenapa terus berputar di kepalanya. Mereka bahkan tidak saling kenal. “Saya tidak akan tinggal diam jika Vania benar-benar terlibat. Mantan tunangan kamu telah merampas kebahagiaan putri saya.” Ancaman Christian memecahkan kesunyian yang tercipta.“Papi,” panggil Satria pelan. Dia menyadari kalau saat ini mertuanya itu sedang
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-21
Chapter: 44. Datangnya Petunjuk
“Kalau memang sudah tidak ada yang mau dibahas lagi, saya tunggu laporannya segera dari masing-masing divisi.”Satria mengakhiri rapat mingguannya dengan cepat. Pikirannya sedang tidak fokus, alih-alih mengalihkan pada pekerjaan dia lebih memilih untuk menyelesaikan yang membuat kepalanya riuh belakangan ini.Langkahnya semakin cepat begitu dia keluar dari ruang rapat. Sejak pagi rencananya sudah matang dan itu hanya bisa dilakukan bila tumpukan dokumen di mejanya menghilang. Dan saat ini hal itu yang akan dilakukannya, dengan cepat.“Pak.”Satria gegas berbalik badan dengan wajah kesal. Dia bahkan belum sampai ke mejanya, pintu ruangannya baru tertutup tapi Aryo sudah berani menginterupsinya. Baru saja kemarahan hendak terlontar, tapi bibirnya langsung mengatup lagi begitu Aryo menyampaikan laporannya.“Saya menemukan alamat bengkel yang ada di video Bu Widya. Juga pria yang berbicara dengan Bu Widya kala itu.”Satria mengangkat ujung bibirnya dan mengangguk pelan. Wajah kesalnya aib
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-21
Chapter: 43. Ketakutan Widya
“Apa katamu?” tanya Widya dengan suara tercekat.Tami mengerutkan kening. Dia tidak mengerti mengapa reaksi wanita itu menjadi sedikit berbeda, seperti sedang menahan sesuatu, atau menyembunyikan sesuatu.Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban, Widya sedikit mendesak, “Aku tanya, tadi kamu bilang apa? Christian mencari tahu soal kecelakaan ayahmu? Buat apa?” Sebisa mungkin dirinya bersikap tenang di depan Tami, meski menahan emosi yang siap meledak.Tami yang masih bingung mengangguk pelan, kemudian dia menjawab, “Iya, Ma. Memangnya kenapa? Bukannya itu bagus?”“Buat apa mencari tahu tentang informasi orang yang sudah mati?!”Tami mengerjap kaget. Dia tidak pernah membayangkan bahwa Widya akan berteriak bahkan untuk masalah seperti ini. Jika dilihat-lihat, memang ada yang aneh dari sikap wanita itu semenjak dirinya menyebutkan tentang kasus kecelakaan ayahnya, padahal sebelumnya masih meributkan soal uang. Tami bertanya, “Mama kenapa, sih? Kenapa malah berteriak begitu?”Widya mengg
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-21
Chapter: 42. Mengusut Kecelakaan Ayah
“Itu yang kamu mau, Nak?” tanya Christian pada putrinya.“Iya, Pi.” Tami membulatkan tekadnya untuk mengungkapkan kematian sang ayah. Dia ingin mengetahui fakta di balik tragedi naas itu.Christian terdiam sesaat, kemudian dia akhirnya memutuskan, “Iya, baiklah. Kalau memang itu yang kamu mau, Nak.”Christian merealisasikan niatnya untuk mencari tahu kebenaran di balik kecelakaan ayah Tami. Kejadian itu sudah berlalu sejak enam tahun dan tentunya itu bukan hal yang mudah untuk bisa mengungkap kasus dalam waktu singkat.Namun, bukan Christian kalau tidak bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh sang putri tercinta. Lelaki itu memanggil orang suruhannya untuk mengulik kasus itu, tidak peduli dengan cara dan bagaimana semuanya terungkap.“Papi akan kasih kamu kabar secepat yang Papi bisa,” kata Christian pada Tami.“Aku enggak mau bikin Papi merasa terburu-buru, jadi gunakan waktu yang Papi punya dengan perlahan.” Tami hanya tidak mau terlalu membebani lelaki itu. Dia sudah cukup membuat
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-19
บางทีคุณอาจจะชอบ
Still The Same
Still The Same
Romansa · ayuniarani
2.8K views
Senja yang Ternoda
Senja yang Ternoda
Romansa · Dian Dra
2.8K views
Fake Love
Fake Love
Romansa · Rina Anggriani
2.8K views
Ku Ingin Bahagia
Ku Ingin Bahagia
Romansa · Reny aprilia
2.8K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status