Share

Dikejar Cinta si Kembar
Dikejar Cinta si Kembar
Author: Bebas Unyu

One season : Semua yang terjadi begitu saja.

"Taeyang! Segeralah untuk bangun... Kamu harus segera pergi ke sekolah, kamu sebentar lagi akan segera lulus, jadi jangan bermalas-malasan."

"Ya! Aku bangun, pa. Taeyang sarankan, papa jangan suka mengomel di pagi hari. Itu tidak baik untuk kesehatan papa."

"Kau memang anak keterlaluan Taeyang! Kamu pikir berapa lama papa berusaha membangunkanmu?!"

"Sudahlah Pa, kak Taeyang hanya kelelahan saja, setelah menghadiri acara semalam."

"Acara apa? Acara minum, clubbing dan main wanita itu maksudmu?!"

Taeyong terdiam.

Entah harus bagaimana lagi Yunho menghadapi putranya itu, pasalnya sudah sejam lebih Yunho meminta putranya untuk segera bangun namun tidak di gubris dan hanya mendapatkan jawaban menyebalkan seperti itu.

Tiga puluh menit kemudian mereka berangkat pergi ke sekolah.

"Dengar, kalian tidak boleh pulang sebelum papa menjemput kalian nanti. Jalanan sedang rawan, banyak orang-orang yang sedang berdemo."

Taeyang dan Taeyong hanya mengangguki apa saja yang dikatakan oleh papa mereka itu.

"Oh ya, Taeyang! Kamu jangan membuat masalah lagi di sekolah. Papa sudah lelah mendapatkan keluhan dari sekolah."

"Sebentar lagi sekolahmu akan selesai, setidaknya bertahanlah sebentar lagi."

Seperti biasanya Yunho akan terus mengomel sepanjang jalan mengingatkan kedua putranya untuk baik-baik di sekolah, karena terlalu sibuk untuk berbicara dengan mereka di rumah.

Taeyang hanya mengangguk ria lengkap dengan mata malasnya itu.

"Dan kau Taeyong, kau harus menjaga kakakmu. Dan katakan pada papa jika dia mengintimidasi mu lagi."

Taeyang perlahan memicingkan matanya dan menatapnya tajam.

"Katakan saja, iya. Dan aku akan melakukannya lagi padamu. Bersiaplah, hahaha."

Taeyong menunduk.

"Kau memang tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk adikmu Taeyang!"

"Bela saja terus anak kesayangan papa itu."

Taeyong mulai merasa jengah dengan Perdebatan antara papa dan kakaknya itu, dan mulai mencari cara untuk memotong pembicaraan mereka.

"Sudah sampai pa, Taeyong pergi dulu. Bye pa... Sampai jumpa lagi." Taeyong.

"Aku pergi." Taeyang, melenggang pergi.

Yunho hanya terdiam sambil menatap kedua putranya itu dari kejauhan, dalam pikirannya tidak habis pikir. Bagaimana bisa mereka berdua memiliki kepribadian yang bertolak belakang.

"Istriku, aku berterimakasih karena kau sudah melahirkan mereka dengan selamat. Meskipun kau yang jadi taruhannya."

Yunho mendadak sendu, mengingat istrinya Seo Ye ji. Yang meninggal tujuh belas tahun lalu saat melahirkan si kembar Lee Taeyang dan Lee Taeyong.

Lee Yunho adalah seorang duren tampan dengan segala kemapanannya, dia memiliki sepasang putra kembar bernama Lee Taeyang dan Lee Taeyong. Mereka memiliki kebiasaan dan hobi yang sangat bertolak belakang. Lee Taeyang sangat menyukai dunia modeling, pandai dalam akademik, dingin dan tidak tertarik sama sekali dengan dunia bisnis. Sedang adiknya Lee Taeyong lebih tertarik dengan bisnis, pecinta traveling, memiliki kemampuan yang sama pandainya dengan Taeyang, namun, dia memiliki pribadi yang hangat dan lebih tertutup daripada kakaknya yang merasa jika dirinya menjadi seorang model, dengan menunjukkan sisi good looking-nya akan lebih mudah mendapatkan hati siapapun.

Setelah memastikan kedua putranya memasuki gerbang sekolah, Yunho mulai memutar mobilnya dan segera pergi menuju perusahaan Flamingfood, tempatnya bekerja.

Sebuah perusahaan swasta yang di gawanginya bersama mendiang sang istri, Yunho belum menikah lagi karena sibuk bekerja dan merawat kedua putra kembarnya itu.

***

Yunho menghentikan mobilnya saat lampu lalulintas berwarna merah, beberapa detik kemudian handphonenya berdering.

"Halo nak, ada apa?"

"Selamat pagi, permisi. Apakah saya berbicara dengan orangtua dari Lee Taeyang?"

"Benar, saya papanya. Ini siapa? Mengapa handphone anak saya ada pada anda?"

"Tuan saya hanya ingin mengabarkan jika putra anda terkena bom molotov saat berada di kawasan demo."

"B-bom molotov?!"

"Benar tuan, tolong anda segera datang ke rumah sakit, keadaannya cukup mencengangkan."

"Ta-tapi..."

Tin... Tin... Tinnn... Tinnnn...

Yunho langsung terkejut karena di demo para pengguna jalan lain saat dia tidak kunjung berjalan saat lampu lalulintas berubah menjadi warna hijau.

Diantara bingung dan panik, namun Yunho langsung melajukan mobilnya begitu saja. Tanpa dia sadari jika lampu lalulintas sudah kembali berwarna merah.

Sontak saja, dari arah berlawanan sebuah mobil minibus dengan kencang melintas dan kecelakaan pun tidak terhindarkan.

Duarr!

"Astaga, mobil baruku?!"

"Nona maaf, maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukannya, apa kau baik-baik saja?"

Yunho keluar dari mobilnya dengan darah yang perlahan mengucur dengan deras dari kepalanya, sepertinya dia sempat mengalami benturan yang cukup keras.

"Yunho Lee?"

"Yo-yoona?"

Yunho langsung jatuh pingsan, karena darah yang mengucur cukup banyak, sedang Yoona. Wanita yang ditabraknya itu pun ikut pingsan, mungkin karena melihat banyak darah.

Yunho dan Yoona, segera mendapatkan perawatan setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Taeyang dan Taeyong yang mendengar kabar ini langsung pergi ke rumah sakit.

***

"Pa-papa..."

Taeyong menghentikan ucapannya dan mengurungkan niatnya untuk menyapa, dia hanya berdiri di pintu setelah melihat papanya dengan kepalanya yang di perban itu, tengah bercengkrama hangat dengan seorang wanita yang juga terbaring di ranjang yang tepat bersebelahan dengan ayahnya.

"Yoona aku pikir, aku sangat merindukanmu. Aku meminta maaf atas kesalahanku di masa lalu," Yunho.

"Aku juga merindukanmu Yunho, kita lupakan saja apa yang pernah terjadi di masa lalu," Yoona.

Yunho mengangguk, tersenyum.

Yunho dan Yoona mulai saling berpegangan tangan dan saling melempar senyum manis.

"Ekhem! Aku pikir papa sedang dirawat karena mengalami kecelakaan, tapi rupanya papa di sini sedang berkencan."

"Taeyang! Apa yang sedang kamu lakukan disini? Kamu baik-baik saja?"

"Rupanya kamu tadi sengaja mengerjai papa ya?!"

"Sorry pa, sorry... Taeyang hanya bercanda tadi, dan tidak bermaksud menyakiti papa kok."

"Taeyang, kamu memang..."

"Jadi ini putramu Yunho?"

"Ah, iya Yoona. Kau benar," Yunho lupa jika kini seseorang berada disampingnya.

"Tapi, bukankah kamu mengatakan jika mereka kembar? Dimana satunya?"

"Tadi Taeyong sudah masuk untuk melihat papa, tapi dia langsung kembali pergi keluar. Saat melihat papa berkencan disini."

"Taeyang! Jaga bicaramu, dia tante Yoona teman papa."

"Jadi, apa tante Yoona memiliki seorang putri?"

"Taeyang?!"

"Tante Yoona begitu cantik, pasti putrinya tidak kalah cantiknya."

Yunho melotot.

"Sudahlah Yunho, dia masih terlalu muda untuk memahami hal seperti ini."

"Hahaha, sudah aku duga. Tante Yoona pasti akan lebih bijaksana dari papa."

Yunho hanya mengerjapkan matanya dan mengusap wajahnya kasar.

"Taeyang kamu benar, tante memang memiliki seorang putri."

Seseorang mengintip dari sela pintu dan kemudian menerobos masuk.

"Mommy..." panggilnya.

"Nah, itu dia... Nana, masuk sayang."

Nana hanya mengangguk sambil beranjak masuk tanpa melihat, siapapun yang ada di dalam ruangan itu.

"Ini putri tante, namanya Kim Nana. Nana, perkenalkan ini putra teman mommy Lee Taeyang."

Perlahan Nana menatap ke arah Taeyang yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status