Home / Romansa / Dikejar-kejar Brondong / Bab 72 Sadarnya Ryuji

Share

Bab 72 Sadarnya Ryuji

Author: Leneva
last update publish date: 2024-10-20 19:59:34

Hari berganti, pekan pun dilalui, Ryuzaki belum mendapatkan titik terang akan keberadaan Sofie dan keluarganya, yang seakan hilang ditelan bumi.

Tetapi, hilangnya Sofie kemudian tergantikan dengan berita baik mengenai Ryuji, dimana tanda-tanda akan kesadarannya mulai tampak. Dokter pun meminta agar Ryuzaki dan Harumi untuk lebih intensif dalam mengajaknya berbicara dan memberikan semangat untuk pulih, karena pasien dalam kondisi tidak sadar, masih tetap dapat mendengar suara-suara di sekeliling
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 82 Dia Bukan Brondong

    Akad telah usai, perayaan hari bahagia itu telah menyisakan bangku-bangku yang hampir kosong di halaman. Petugas katering merapikan meja dan membereskan makanan yang tersisa ke wadah-wadah penyimpanan tahan panas.Beberapa kerabat dan teman masih asyik bercengkrama di kursi tamu, sambil menikmati kudapan yang tersisa. Sementara yang lain asyik menggunakan fasilitas berfoto yang disediakan panitia. Lampu-lampu hiasan dan lampion masih menggantung menantikan gelap agar ia dapat mengeluarkan sinar terangnya.Bagaimana dengan dua tokoh utama cerita ini?Keduanya sedang menikmati kudapan dan semua minuman dingin yang tersedia.Tetapi, ada satu hal yang mengganjal di hati Sofie dan belum sempat meminta penjelasan lebih dari pelaku utamanya, yaitu Ryuji."What should I call you now?" tanya Sofie."Hmm tuan muda Ryuji yang paling tampan menarik hati dan jenius." Jawaban yang sudah jelas tidak aman tetapi tetap diucapkan oleh Ryuji dengan wajah super lempeng, membuat Sofie hampir tersedak es

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 81 Bersama Berdua ... Tapi

    Dua bulan telah berlalu, mentari pagi naik dengan tenang di atas pelataran sebuah resor privat di kawasan dataran tinggi yang asri. Sesuai dengan impian yang pernah tertuang dalam sketsa samar di buku harian Ryuji, lokasi pernikahan mereka disulap menjadi perwujudan dari rumah dan taman yang hangat.Area outdoor tersebut menghadap langsung ke lembah hijau yang berkabut tipis. Rangkaian bunga melati, mawar putih, dan sentuhan dedaunan hijau menghiasi setiap sudut venue. Lampu-lampu untaian kristal kecil yang memantulkan cahaya matahari pagi laksana berlian. Bagi Sofie, ini adalah tempat paling romantis yang pernah ia bayangkan—sebuah tempat di mana alam dan desain berpadu sempurna.Di barisan kursi tamu, seluruh rekan kerja dari Chokusen_tempat mereka dulu bernaung telah hadir. Wajah-wajah yang biasanya tegang di depan meja gambar kini dipenuhi senyum haru. Abe berdiri di barisan paling depan dengan setelan jas hitam formal, wajahnya yang biasa datar kini menyiratkan rasa lega yang ter

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 80 Malam yang Panjang

    Malam turun perlahan, menyisakan halaman rumah yang tadi siang riuh kini sunyi. Lampu-lampu taman masih menyala redup, pita silver dan pink bergoyang lelah, seolah ikut menghela napas setelah seharian menjadi warna utama dekorasi. Sofie duduk bersandar pada kursi tamu, lelah terlihat jelas di wajahnya. Ia menikmati keindahan dekorasi di malam hari, terutama saat rangkaian lampu yang bergantungan mengeluarkan cahayanya laksana bintang. "Kirei naa," lirihnya. Dua sahabat yang sedari pagi telah menghadiri acara sakral itu, mendekati perlahan dan mengambil tempat di samping Sofie. Sambil memberikan segelas kopi susu hangat, Rina berucap, "Sof, minum dulu.""Makasih. Aduh, maafkan diriku yang tidak dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi kalian berdua," sahut Sofie. Rina dan Riga menggelengkan kepala dan menghembuskan napasnya bersamaan, seolah menunjukkan kelelahan yang sama. Tetapi ada sesuatu yang menggelitik batin Rina, sehingga ia tidak bisa untuk menunda pertanyaannya. "Sof, ta

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 79 Kejutan yang Tak Terduga

    Rumah Sofie di kaki gunung Salak, Bogor mendadak ramai didatangi para tamu undangan pernikahan Shafa dan Rain. Para tetangga turut serta meramaikan acaranya dengan bergotong-royong memasak dan menyulap halaman depan menjadi pelaminan dan area buffet. Sofie dengan pembawaannya yang santai, terlihat asyik memandangi Shafa yang sedang dirias oleh make-up artis, kenalan Sofie dari Jakarta. "Mbak, nggak usah ngeliatin aku kayak gitu. Aku tahu aku cantik dan saat ini, aura kecantikanku sedang dalam tahap maksimal." "Kecantikanku memang menurun, ah senangnya," sahut Sofie santai. Lalu, tanpa permisi, ia keluar dari kamar pengantin untuk memeriksa persiapan di luar. Seperti biasa, Sofie dengan sifat perfeksionisnya, ia harus memastikan semuanya tampak sempurna. Tenda putih dengan dekorasi pita berwarna silver dan pink, tampak megah dan elegan di tengah halaman. Dekorasi manik-manik di setiap sisi atas tenda, bagaikan kristal mewah yang menangkap cahaya pagi dan memantulkannya dal

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 78 Rain dan Shafa

    Setahun pun berlalu, Ryuji dan Sofie yang terpisah ribuan kilometer, telah disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Ryuji kembali ke bangku kuliah, guna mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin Ryu Corporation, sementara Sofie tengah membangun bisnisnya sendiri. Pelatihan yang ia berikan kepada warga desa Sukamaju telah menelurkan karya-karya yang memiliki daya jual tinggi, sehingga tawaran untuk mengikuti pameran UMKM berulang kali diterimanya. "Mbak, kayaknya sekarang kita sudah siap untuk ikut pameran di Jakarta," ucap Shafa. "Hmm kayaknya sih begitu, tapi aku males ngurus registrasi sama semua perintilannya itu," sahut Sofie. Shafa pun berpikir sesaat, kemudian ia mengusulkan sebuah nama untuk mewakili Sofie, "Mbak, gimana kalau aku telpon Rain? Dia kan pengacara, pasti dia sanggup untuk ngurusin semua printilan ini. Ya minimal, dia bisa bantuin pakai kenalannya." "Baiklah, kuserahkan kepada dirimu, adikku tersayang. Oiya, kalau Rain belum nikah, lamar sekalian aja. Kan sud

  • Dikejar-kejar Brondong   Bab 77 Abe The Tutor

    "Kamu ... ah kamu siapa? Maaf, aku sama sekali nggak bisa mengingatmu, tapi aku merasa kalau kita berdua sangat dekat dan aku merasa kamu mengetahui rahasiaku," ucap Ryuji. Abe pun terkekeh mendengarnya, lalu ia melangkah lebih dekat, lalu menarik kursi untuk ia duduki di depan Ryuji. Lalu, dengan tersenyum, Abe menjawab, "Kamu benar, aku adalah orang yang menyimpan semua rahasiamu. Aku mengetahui sisi terbaik dan terburukmu. Aku juga mengetahui kekuatan dan kelemahanmu." "Berarti kamu adalah orang yang penting dalam kehidupanku. Nah, karena kamu adalah orang yang memegang rahasiaku, tolong ceritakan tentang aku, siapakah aku dan dimanakah aku sekarang? Karena aku merasa ini bukanlah tempat tinggalku yang sebenarnya," ucap Ryuji. "Memang benar, ini bukanlah tempat tinggalmu. Apakah kamu tahu, sekarang berada di negara apa?" tanya Abe. "It's easy, I'm in London. I can tell by their accent and the weather, lots of rain," jawab Ryuji. "That's right, so do you know who is your

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status