LOGINTerjebak hutang ayahnya yang sudah meninggal, Sasha Briar dijual ke debt collector oleh tantenya dan disuruh melayani nafsu seorang pria bernama Ludwig. Didorong oleh rasa takut, Sasha akhirnya berhasil kabur sebelum menghabiskan malam dengan Ludwig dan menjadi pemagang di firma hukum L&C Law Firm. Tapi, siapa yang menyangka kalau pria yang ia temui semalam ternyata adalah Ludwig Campbell, pemilik L&C Law Firm dan pengacara tersohor di masyarakat! “Sasha Briar, kamu telah memegang rahasia saya. Patuhi semua perintah saya, terutama melayani di ranjang. Itu syarat agar kamu tetap bekerja di sini."
View More“Ini daftar pekerjaan yang harus kau lakukan sebelum sidang besok.”Sasha menelan ludah melihat daftar catatan yang diberikan Isabel. Ia menerimanya dan membaca saksama tulisan yang tertera di sana.Ada banyak sekali tugasnya. Ia perlu mengecek dokumen perkara, mereview kembali jawaban dan bukti-bukti yang sudah disiapkan, menyusun materi, bahkan sampai harus datang ke tempat sidang besok untuk mengecek teknis persiapannya?Bukankah ini terlalu banyak?Sasha merasakan kepalanya kembali berdenyut. Bahkan sekelilingnya terasa berputar-putar membuatnya mual. Meski begitu, ia tidak bisa menunjukkan kelemahannya sekarang di depan Isabel. Apalagi, dia sudah menyanggupinya dengan pede barusan.Sasha akhirnya mengangguk pelan. Ia berusaha mengulas sebuah senyum sebelum menjawab, “Baik, Nona. Saya akan mengerjakannya.”Isabel tersenyum. Mengangguk-angguk puas. “Kamu memang bisa diandalkan, Sasha! Ludwig harusnya lebih memercayaimu. Pria tua itu kadang terlalu meremehkan anak baru.”Sasha tertaw
Kegugupan seketika melanda Sasha. Jantungnya berdegup kencang, takut melihat reaksi Ludwig. Ia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, meski lehernya mulai terasa pegal.Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan?Dasar Sasha bodoh! Padahal, Annelise waktu itu sudah mewanti-wantinya untuk terus memerhatikan penampilan karena bos mereka sangat ketat soal itu. Ia bahkan tidak segan mengkritik karyawannya di depan umum sekali pun, apabila mereka tidak memenuhi standar kerapihannya.Maklum saja karena pekerjaan mereka berkaitan dengan pelayanan, jadi penampilan tentulah nomor satu!“Apa dia sesibuk itu sampai tidak bisa memerhatikan penampilannya?”
Sasha akhirnya sampai di hotel.Ia tidak tahu bagaimana caranya bisa berjalan sampai sana, mengingat kakinya begitu lemas ketika digerakkan tadi. Ia bahkan sempat berpikir tidak akan bisa sampai.Sasha mendudukkan dirinya di atas kasur. Ludwig masih belum datang. Padahal dia bilang akan datang lebih awal. Apa pria itu tidak jadi melakukannya?Padahal Sasha sudah bersusah payah untuk datang tepat waktu.Sasha menghela napas. Menggeleng pelan. Ia tidak seharusnya merasa seperti itu. Memang sudah kewajibannya untuk datang tepat waktu. Lagipula, ia sendiri juga tidak yakin bisa melayani Ludwig dengan baik kalau mereka jadi melakukannya. Ia masih terlalu lemah dan lemas untuk melakukan sesuatu setelah kejadian barusan. Jadi, ini situasi yang bagus.Mengingatnya kembali membuat dada Sasha seketika sesak. Ia meremas rambutnya, berusaha melupakan kejadian itu. Tapi, potongan kejadian tersebut justru mengalir deras di kepalanya.Suasana mencekam. Tatapan tajam mereka. Tamparan. Dan … ancaman p
Sasha terhenyak. Bola matanya menatap tak percaya sekaligus ngeri pada pria di hadapannya setelah mendengar ancaman tersebut.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Ia tiba-tiba dituduh meminjam uang lima puluh miliar dan belum selesai Sasha memproses hal tersebut, sekarang ia diminta untuk mengembalikan uangnya!Ini benar-benar gila. Sasha yakin tidak melakukannya.Sejak ayahnya meninggal dengan hutang ratusan juta ke rentenir, Sasha sudah bersumpah tidak akan mengikuti jejaknya. Dia sudah merasakan sendiri betapa beratnya menanggung hutang-hutang tersebut. Jadi, ia sebisa mungkin menghindari meminjam uang seberat apa pun hidupnya.Karena itu, situasi ini sangat tidak masuk akal. Seseorang pasti menjebaknya!“Kenapa diam saja? Cepat serahkan uangnya!” bentak sang ketua lagi. Wajahnya mulai memerah dan mengeras, tak sabaran.Sejujurnya sangat menyeramkan melihatnya seperti itu. Sasha merasa dirinya menciut lagi karenanya. Tapi, ia tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini begitu saja.Jad
Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih
Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha
“Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Lu
‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.