MasukKyna tidak bersuara. Dia hanya merekam semua yang dikatakan Aldrian. Ketika kebenaran tentang insiden sukarelawan itu terungkap, dia akan memutar rekaman ini dan menyaksikan bagaimana Aldrian mempermalukan dirinya sendiri."Kata Nenek, gadis sukarelawan itu berperawakan kurus. Gadis itu menyeka tubuhnya, menyuapinya minum obat, juga bantu dia turun dari tempat tidur untuk pergi melakukan pemeriksaan. Dia itu gadis yang teramat sangat baik dan cantik. Setelah bertahun-tahun, Nara masih sama seperti dulu ...." Setelah berbicara sampai di sini, Aldrian seperti tiba-tiba mengingat Kyna. Dia membuka matanya untuk menatap mata Kyna. "Sedangkan kamu? Cuma aku yang mencuci kakimu." Ya, Aldrian memang pernah mencuci kaki Kyna. Itu sebelum lukanya sembuh dan sudah sangat lama. Begitu lama hingga dia tidak ingin lagi mengorek luka lama untuk mengingatnya."Nggak ada yang mau kamu katakan, Istriku?" tanya Aldrian sambil menangkup wajah Kyna."Kalau nggak ...." Kyna berpikir sejenak dan berujar,
Kyna menutup telepon. Biarkan saja Aldrian menginap di rumah Anara. Dia juga tidak keberatan.Kyna meletakkan ponselnya dan kembali tidur. Tak disangka, sekitar setengah jam kemudian, dia mendengar suara pintu dibuka. Aldrian benar-benar pulang?Setelah berpikir sejenak, Kyna bangun untuk memeriksa. Alasan utamanya adalah karena dia mendengar suara Aldrian menjatuhkan barang-barang di foyer. Berhubung Aldrian sedang berada dalam keadaan mabuk, dia khawatir terjadi sesuatu pada surat pernyataan pelepasan hak yang telah disahkan notaris itu.Kyna pergi ke ruang tamu. Benar saja, dia langsung melihat Aldrian berdiri di foyer dengan mata linglung."Kyna, kemarilah." Tak disangka, Aldrian masih mengenalinya. Kyna pun berjalan mendekat dan bertanya secara langsung, "Kamu nggak salah mengenaliku?""Apa mungkin aku salah mengenali istriku sendiri?" Nada Aldrian terdengar membawa sedikit keluhan. Kemudian, dia merangkul bahu Kyna."Kamu ...." Kyna yang diselimuti bau alkohol menyengat itu menc
"Nara nggak berani menatapmu karena kamu terlalu galak ...." Kyna bahkan tidak menunggu Aldrian selesai berbicara. Kebetulan, taksi yang dipesannya sudah tiba. Dia membuka pintu, lalu naik ke mobil dan menutup pintu mobil dengan kuat.Terlalu galak? Menarik. Di mata Aldrian, seorang wanita yang ingin membakarnya hidup-hidup adalah kelinci kecil yang jinak. Sementara dia yang merupakan korban malah dibilang terlalu galak.Di dalam mobil, Kyna memegang dadanya. Dia hanya bersyukur bahwa dirinya benar-benar akan segera meninggalkan pasangan itu. Dia juga bersyukur bahwa kehidupan tanpa beban sedang menantinya. Jika tidak, dia benar-benar takut dirinya akan tenggelam dalam rasa pahit dan penuh keluhan, lalu hidup menderita seumur hidup.Setelah kembali ke rumah, Kyna terlebih dahulu mandi. Setelah itu, dia makan dengan sederhana dan melakukan panggilan video dengan neneknya. Dia tidak berani mengunjungi neneknya di hotel terlalu sering. Dia takut apabila dirinya pergi terlalu sering, kebe
Kyna membuka pintu dan keluar dari mobil. Aldrian keluar dari sisi lain. Baru saja kaki Kyna menyentuh lantai, sudah terdengar suara lembut dan manja seseorang. "Aldri ...."Itu adalah suara Anara. Kenapa Anara ada di mana-mana?Aldrian juga terkejut. "Apa yang kamu lakukan di sini?""Bukannya kamu bilang mau belikan aku teh susu? Dari tempat kamu berangkat sampai tempat untuk jemput aku, cuma mal ini yang jual teh susu yang aku mau. Jadi, aku datang untuk tunggu kamu." Suara Anara terdengar ceria dan manis saat menambahkan, "Aku juga ingin ketemu sama kamu secepat mungkin ...." Kyna berdiri di pinggir jalan dan sudah memanggil taksi. Sopir akan tiba dalam empat menit.Namun, Anara bersikap terkejut seolah-olah baru menyadari keberadaan Kyna. "Oh, ada Kyna juga? Aku nggak tahu ....""Emm, tadi ada urusan yang harus kami tangani." Aldrian melirik ke belakang Anara. "Di mana barang-barangmu?""Oh, aku nggak bisa bawa semuanya sendiri. Jadi, aku tinggalin di pintu masuk supermarket di d
Kyna baru berpikir sesaat dan panggilan dari "Nara Sayang" sudah masuk."Aldri ...." Baru saja Kyna mendengar suara manis dan manja Anara, Aldrian sudah menjawab melalui earphone-nya."Nara." Ketika Aldrian sedang dalam suasana hati yang baik, suaranya secara alami terdengar lembut. Saat menjawab panggilan Anara, suaranya bahkan menjadi lebih lembut lagi.Entah apa yang dikatakan Anara di ujung telepon, Aldrian segera menjawab, "Oke, aku akan segera menjemputmu. Kamu tunggu saja di sana .... Emm, oke .... Mau kubawakan teh susu? Tentu." Kyna tahu bahwa setelah panggilan ini, kata-kata yang akan diucapkan Aldrian kepadanya selanjutnya adalah, 'Kamu pulang naik taksi saja. Aku ada urusan.' Jadi, Kyna dengan "bijaksana" membuka pintu mobil dan keluar."Kyna." Aldrian ikut keluar dari mobil, lalu berjalan cepat ke depan Kyna dan menghalangi jalannya.Ada apa lagi sekarang? Kyna menatap Aldrian dengan tidak berdaya."Nara mau pergi kunjungi para lansia di panti jompo dan membeli banyak b
"Dia adikmu," jawab Aldrian dengan singkat sambil mempercepat laju mobilnya."Tapi dia ...." Kyna tiba-tiba terdiam. Yang ingin dia katakan adalah, 'Tapi dia sama sekali bukan orang yang bisa diandalkan.'Namun, tidak ada gunanya Kyna berkata begitu. Selama bertahun-tahun, keluarganya selalu tidak dapat diandalkan dan bersikap serakah di depan Aldrian. Dia telah menyuruh Aldrian untuk jangan memanjakan mereka ataupun terlalu baik kepada mereka berkali-kali. Akan tetapi, Aldrian selalu menjawab, 'Gimanapun, mereka keluargamu.'Saat itu, Kyna selalu berpikir bahwa dia dan Aldrian memiliki masa depan yang panjang bersama. Hal-hal ini dapat diselesaikan secara perlahan dan Aldrian sebenarnya ingin baik terhadapnya. Siapa sangka bahwa kembalinya Anara akan menyebabkan semua ketegangan yang terpendam meledak begitu cepat?Namun, Kyna merasa keadaan seperti ini juga cukup baik. Biarkan saja Aldrian benar-benar memutuskan hubungan dengan keluarganya sebelum dia pergi."Jangan terlalu bebani di







