MasukSejak ibuku menikahi pria yang ternyata adalah target penyelidikanku, aku terjebak di dalam keluarga mafia paling berkuasa di Texas—rumah yang penuh rahasia dan tatapan yang terlalu berani. Tiga kakak tiriku yang berbahaya tak hanya mengawasiku, mereka juga menuntut kepatuhan mutlak…
Lihat lebih banyakWinter meletakkan sumpitnya lalu bangkit dengan hati-hati. Begitu membuka pintu, seorang wanita berdiri di sana dengan tas medis di tangan. Penampilannya rapi, tenang, dan jelas terbiasa datang untuk urusan seperti ini.“Selamat sore, Nona Winter,” ucap wanita itu lembut.“Dokter Isabel.” Winter sempat mencari ke belakang tubuh wanita di depannya. Ada helaan napas lega ketika tidak menemukan Storm di sana.“Sendiri, Dok?” Dia lalu membuka pintu lebih lebar dan bergeser, memberi ruang pada tamunya untuk masuk.“Tentu sendiri. Tuan Storm yang memanggil saya untuk memeriksa luka Anda.”Isabel tidak menunggu lama. Dia masuk setelah Winter memberi jalan, lalu menaruh tas medisnya di meja ruang tengah.“Anda sedang makan?” tebaknya merasakan aroma masakan di sini.Winter tersenyum kecil. “Hehe, begitulah. Dokter sudah makan?”“Sudah. Lanjutkan saja makannya, nanti saya periksa. Anda harus dalam keadaan kenyang nanti.”Meski tidak mengerti maksud Dokter Isabel, Winter tetap menurut saja. Dia
Mobil melaju meninggalkan bangunan tua dengan lancar.“Oiya!” Winter memecah keheningan saat ingat sesuatu.“Apa kita bisa kembali ke markasmu tadi? Tas dan seisinya ada di mobil Mark.” Dengan punggung tegap, dia menatap Storm.“Ponselku juga ada di sana. Stom ....” Tangannya menggerakkan lengan kakak tirinya dengan nada merajuk.Belum menjawab, Storm justru menatap lengannya yang sedang digerakkan oleh Winter.Merasa tindakannya berlebih, wanita itu langsung menarik tangannya. “Maaf. Tapi ... kita ke markas lagi ya? Ini belum jauh,” pintanya melihat ke belakang. Di mana mereka memang sudah keluar dari jalan depan bangunan.“Papa sudah menyiapkan ponsel baru untukmu,” jawab Storm kembali menatap tabletnya.“Ada banyak data di sana, Storm. Kamu pengusaha pasti paham, sepenting apa ponselmu itu.”“Kau tidak gagap teknologi kan? Ada yang namanya email dan sinkronikasi.”Winter menghela napas panjang. “Tetap saja ada yang tertinggal di perangkat,” lirihnya.Dia berniat menyandarkan punggu
Winter langsung berhenti meniup jari telunjuknya yang baru terinjak Storm. Kemudian coba menahan napas ketika mendengar ucapan waspada.“Ada penyusup.”Apalagi mulai terdengar langkah sepatu yang bergerak pelan ke kanan meja. Harusnya Winter tidak tegang. Lagi pula, memangnya kenapa kalau sang ketua mafia sedang bersama wanita? Terlebih wanita ini adalah adik tirinya.Namun, tetap saja Winter terbawa suasana. Seolah dirinya adalah penyusup betulan.“Serahkan ini ke Tuan Zack.” Storm berkata seolah tidak menyadari kecurigaan Mario.Dia menutup berkasnya tenang, lalu menggeser ke arah asistennya. “Katakan padanya, aku akan menunda pengiriman barang kalau masalah kecil di laboratorium belum teratasi.”Fokus Mario jadi terpecah. Dia sekali lagi melihat ke sekitar, barulah menoleh ke berkas yang baru Storm berikan.“Kau tidak mendengarku?” tanya Storm tanpa menatap karena sedang membaca berkas lainnya.“Ada penyusup, Tuan,” jawab Mario.“Aku tidak mendengar dan melihat apapun.”“Saya menden
“Kau benar-benar ingin mati konyol, hm?” Suara itu terdengar pelan dan tajam seperti pisau.Bibir Winter sedikit merengut dan menunduk sambil menggeleng. Jemarinya pun saling memilin, seperti seorang adik yang ketahuan kakaknya sedang bermain di tempat berbahaya.“Ingin anjing-anjing itu mencabik tubuhmu?” Dan lagi-lagi Winter hanya bisa menggeleng tanpa menatap.Storm berdiri di sana dengan aura dingin yang menekan. Tatapannya datar, nyaris tanpa emosi, tapi cukup untuk membuat siapa pun memilih diam. Tak berani melawan.“Tadi kamu menyebut Denzel. Dia yang mengajarimu bermain di tempat ini?”Kali ini Winter langsung mengangkat pandangannya cepat. “Tidak. Aku ....” Netranya melihat ke kanan kiri, mencari alasan yang tepat.“Aku hanya ingin memberi mereka sedikit pelajaran. Dan Denzel yang membantuku,” lanjutnya pelan.Storm mengangkat tangan kirinya guna melihat jarum jam ada di angka berapa sekarang.“Beri penjelasan nanti, sekarang ikut aku,” ucapnya berbalik dan meninggalkan loka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan