Share

Bab 193

Author: Belinda
"Dia yang kasih tahu kamu?" tanya Kyna dengan nada sinis.

Yasmin memanyunkan bibirnya. "Pak Aldrian nggak perlu kasih tahu aku. Semua orang tahu bahwa Pak Aldrian nggak menyukaimu. Siapa yang nggak tahu bahwa Pak Aldrian manjakan cinta pertamanya seperti seorang tuan putri? Benar-benar buat orang iri ...."

"Begitu iri? Kamu juga boleh coba!" ejek Kyna.

"Co ... coba apa?" Mata Yasmin berkedip dan dia tergagap.

"Coba lihat apa Pak Aldrian juga bisa manjakan kamu seperti seorang tuan putri!" kata Kyna sambil tersenyum.

"Kamu .... Omong kosong apa yang kamu bicarakan?" Wajah Yasmin memerah.

Robert juga merasa malu dan marah. "Kyna! Kamu nggak bisa jaga ucapanmu?"

"Aku? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Hanya saja, entah apa yang dipikirkan beberapa orang!" Kyna mengeluarkan setumpuk foto dari tasnya dan melemparnya ke atas meja. "Jangan bilang kamu nggak kenal orang ini!"

Robert mengambil foto-foto itu dan ekspresinya langsung berubah. "Apa maksudmu? Kamu suruh orang ikuti aku?"

"Nggak p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 230

    "Kalau begitu, aku sudah tenang. Kalau nggak, aku takut dia sedih karena kamu selalu mengutamakan aku," ujar Anara sambil mengamati reaksi Aldrian.Aldrian terdiam sejenak. "Dia mengerti kok. Kita itu sahabat yang sudah melewati masa-masa sulit bersama. Makanya, dia baru punya kehidupan yang nyaman sekarang. Dia akan paham, juga akan selalu ada."Berhubung diinterupsi oleh Aldrian, Kyna juga kehilangan keinginan untuk lanjut berbaring di tempat tidur. Ketika dia keluar dari kamar, Inggrid sudah sarapan roti yang dibelinya saat berbelanja semalam. Mereka sudah menyetok beberapa kardus susu di rumah. Inggrid juga menggoreng sebutir telur. Melihat Kyna sudah bangun, Inggrid tersenyum dan pergi menggoreng telur untuknya."Nenek, aku bisa melakukannya sendiri." Inggrid melambaikan tangannya. "Orang seusiaku perlu aktif. Ini setara dengan olahraga." Kyna tersenyum dan menggeleng. Inggrid akan memberikan alasan apa pun untuk merawatnya. Namun, hari ini, Kyna dan Inggrid memasak makan sian

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 229 

    Malam itu, Kyna dan Inggrid tinggal di apartemen yang baru saja dibersihkan. Aroma samar rumah baru membuat Kyna merasa udara di dunia lebih segar dari sebelumnya.Kyna menonaktifkan ponselnya. Berhubung orang terkasih ada di sisinya, dia tidur nyenyak selama 12 jam penuh tanpa kekhawatiran. Ketika bangun, dia merasa segar dan sangat nyaman.Kyna meraih ponselnya, lalu mengaktifkannya. Dia menemukan beberapa panggilan dan pesan WhatsApp dari Aldrian. Pesan itu berisi serangkaian tanda tanya dan pertanyaan sejenis. [ Kamu lagi ngapain? Kenapa aku nggak bisa hubungi kamu? ]Kyna tidak membalas.Suhu AC sangat pas, sedangkan tirai penutup jendela juga belum dibuka. Berhubung kemarin Kyna dan Inggrid telah menyiapkan sarapan untuk hari ini, Kyna yang masih berbaring di tempat tidur tidak terburu-buru bangun. Dia berniat untuk berbaring sedikit lebih lama.Alhasil, Aldrian malah mengganggu Kyna lagi. Kali ini, dia bahkan mengajukan permintaan panggilan video. Kyna menolak panggilan video t

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 228 

    Untungnya, ruang tunggu sangat sepi. Kyna menjawab telepon dengan suara pelan, "Halo.""Kenapa suaramu begitu kecil? Apa yang lagi kamu lakukan?" tanya Aldrian di ujung telepon."Sarapan di luar. Restorannya sangat sepi, aku nggak bisa bicara kuat-kuat," jawab Kyna sambil menutup telepon dan merendahkan suaranya. "Kenapa kamu sering sekali telepon akhir-akhir ini?" 'Ini benar-benar menyebalkan,' tambah Kyna dalam hati.Suara Aldrian terdengar bahkan lebih kesal lagi dari ujung telepon. "Kenapa? Kamu ngerasa aku nyebelin?" 'Lebih dari sekadar nyebelin!' umpat Kyna dalam hati. Dia memutar matanya dan menjawab, "Nggak sih, cuma agak mengganggu.""Istriku!" Aldrian mencibir, "Waktu terima uang, kamu merasa terganggu nggak?"'Kalau itu ... nggak sih,' jawab Kyna dalam hati."Ada apa?" tanya Kyna langsung ke intinya. Dia ingin segera menutup telepon supaya rahasianya tidak terbongkar."Memangnya aku nggak boleh telepon kamu tanpa alasan?"Kyna pun terdiam. Pria ini makin aneh saja."Boleh,

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 227 

    Aldrian mengirim pesan kepada Kyna untuk mengabari bahwa dia akan segera naik pesawat.Kyna tidak membalas, terutama karena dia tidak terlalu tertarik dengan perjalanan Aldrian. Pikirannya sepenuhnya terfokus pada penerbangan besok. Dia menyetel alarm pukul empat subuh. Setelah menjemput neneknya, mereka akan menuju bandara untuk penerbangan pagi. Sekarang, dia perlu tidur!Namun, Aldrian masih tidak menyerah. Dia malah mengajukan permintaan panggilan video lagi. Mengingat Aldrian belum naik ke pesawat, Kyna menjawab panggilan itu. Di layar ponsel, muncul tampang Aldrian yang sedang berada di lounge bandara.Begitu melihat wajah Kyna, Aldrian pun tersenyum. "Sudah tidur? Aku membangunkanmu?""Ya," jawab Kyna tanpa ragu."Ya sudah, aku cuma mau tahu apa yang lagi kamu lakukan. Tidurlah, aku nggak akan mengganggumu lagi. Aku sudah mau naik ke pesawat." Saat Aldrian berbicara, wajah Anara tiba-tiba muncul di video. Anara melambaikan tangan pada Kyna. "Kyna, maaf. Karena alasan pribadi, a

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 226

    Kyna menyahut dalam hati, 'Mimpi sana!'Namun, Aldrian juga hanya sekadar berbasa-basi, bukan benar-benar ingin Kyna mengemas barangnya. Setelah masuk ke kamar, dia pergi ke kamar mandi untuk mandi. Seusai mandi, dia keluar dan mengemas barang-barangnya. Setelah selesai, dia masih berdiri tanpa pergi.Kyna ingin menelepon neneknya, tetapi tidak bisa karena Aldrian belum pergi. Dia mau tak mau mendesak, "Cepat pergi sana!""Bisa nggak kamu lembut dikit?" Aldrian berjalan ke belakang Kyna.Kyna sedang duduk di depan meja rias dan melepas ikatan rambutnya. Tiba-tiba, Aldrian mengulurkan tangan dan membantunya melepas ikat rambutnya. Kemudian, Aldrian membungkuk dan memeluknya dari belakang. Di cermin, wajah Aldrian sangat dekat dengan wajahnya.Sekarang, Kyna benar-benar tidak suka Aldrian berada dekat dengannya. Setiap kali Aldrian mendekat, dia akan teringat aroma Anara dan itu membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Namun, baru saja dia bergerak sedikit, pelukan Aldrian sudah mengencang

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 225

    Kyna menunjuk ke ruang makan. Ada deretan toples kaca berisi anggur bayberry berwarna merah cerah."Kalau begitu ... makanlah anggur ini." Aldrian bertanya, "Ngomong-ngomong, Nenek sudah pergi begitu lama. Dia belum pulang juga? Kapan kita akan menjemputnya?"Kebetulan, Kyna juga hendak mengungkit tentang topik ini. "Nenek akan langsung ke bandara besok. Nanti, aku ....""Kyna," sela Aldrian.Kyna menatap Aldrian dengan bingung. Aldrian duduk di samping Kyna. Apa yang tidak dia katakan selama makan akhirnya tetap harus dikatakan."Umm ...." Aldrian merasa ragu saat bertanya, "Menurutmu, bisa nggak kita ganti waktu ke Yuncesta?""Ubah waktu?" Kyna melirik Aldrian dari samping."Ya ...." Aldrian tersenyum dan berujar, "Gimana kalau undur seminggu? Kali ini, aku ambil cuti dua minggu. Kita bisa pergi ke Yuncesta seminggu lagi.""Jadi? Apa yang akan kamu lakukan minggu ini?" Kyna menambah dalam hati, 'Pergi ke pulau bersama Anara?'Tebakan Kyna benar.Aldrian menjawab dengan ragu, "Begini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status