Share

Bab 198 

Author: Belinda
Kyna baru berpikir sesaat dan panggilan dari "Nara Sayang" sudah masuk.

"Aldri ...."

Baru saja Kyna mendengar suara manis dan manja Anara, Aldrian sudah menjawab melalui earphone-nya.

"Nara." Ketika Aldrian sedang dalam suasana hati yang baik, suaranya secara alami terdengar lembut. Saat menjawab panggilan Anara, suaranya bahkan menjadi lebih lembut lagi.

Entah apa yang dikatakan Anara di ujung telepon, Aldrian segera menjawab, "Oke, aku akan segera menjemputmu. Kamu tunggu saja di sana .... Emm, oke .... Mau kubawakan teh susu? Tentu."

Kyna tahu bahwa setelah panggilan ini, kata-kata yang akan diucapkan Aldrian kepadanya selanjutnya adalah, 'Kamu pulang naik taksi saja. Aku ada urusan.'

Jadi, Kyna dengan "bijaksana" membuka pintu mobil dan keluar.

"Kyna." Aldrian ikut keluar dari mobil, lalu berjalan cepat ke depan Kyna dan menghalangi jalannya.

Ada apa lagi sekarang? Kyna menatap Aldrian dengan tidak berdaya.

"Nara mau pergi kunjungi para lansia di panti jompo dan membeli banyak b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 206

    "Aldri! Aldri, aku ada di sini! Aldri, selamatkan aku!" teriak Anara."Nara! Nggak apa-apa! Jangan panik! Jangan takut, aku sudah datang! Aldri sudah datang!" Suara Aldrian terdengar mendesak.Tak lama kemudian, Aldrian muncul di puncak tangga lantai 11. Keringat membasahi pakaiannya, sedangkan rambutnya yang biasanya ditata rapi kini tergerai lemas di dahinya dalam keadaan basah.Hal pertama yang dilakukannya adalah menatap Anara. "Nara, gimana keadaanmu? Apa kamu terluka?" Anara hanya menangis sambil menggeleng.Aldrian terlihat lega, lalu membentak pria berbaju abu-abu, "Lebih baik kalian nggak lukai sehelai rambut pun di kepalanya!" Pria berbaju abu-abu tertawa. "Menarik.""Jangan khawatir, kami cuma incar uang. Selama uangnya sudah disiapkan, semuanya bisa dinegosiasikan," kata pria berbaju kuning.Kemudian, pria berbaju abu-abu itu mengangkat Anara dan menodongkan sebuah belati ke lehernya.Aldrian seketika murka. "Apa yang kalian inginkan? Lepaskan dia!" Pria berbaju abu-abu

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 205

    Apakah Kyna hanya bisa menunggu mati? Setidaknya, dia harus tahu siapa yang telah menculiknya."Apa yang kalian inginkan?" Hanya itu yang bisa Kyna tanyakan dengan tenang.Kedua pria itu tidak berbicara, hanya mengawasi Kyna dari jarak dekat. Berhubung begitu, dia hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Kyna bahkan tidak berani bertanya, 'Apakah kalian menginginkan uang?'Kyna takut orang terlalu serakah. Sebelum mengetahui apa yang mereka inginkan, mengungkapkan bahwa dia memiliki banyak uang adalah tindakan yang tidak aman.Setelah setengah jam, baru ada pergerakan. Kelompok lain tiba dan membawa dua orang yang dikenal Kyna. Ayahnya dan Anara. Mata keduanya juga ditutup. Namun, Kyna melihat mereka diseret menaiki tangga yang pegangannya belum dipasang.Mereka bertiga sama-sama diculik? Sebuah jawaban perlahan-lahan terbentuk di benak Kyna. Penculikan ini kemungkinan terkait dengan Raka. Target penculik adalah Aldrian dan mereka menginginkan uang. Oleh karena itu, Aldri

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 204

    "Kamu bilang .... " Kyna masih tenggelam dalam candaan sebelumnya dan senyumnya tidak berkurang. "Kamu suruh William untuk jaga Nara dengan baik. Kamu teramat sangat mencintai Nara, tapi kamu harus bertanggung jawab atas diriku seumur hidupmu.""Cuma itu?" Aldrian menatap Kyna."Cuma itu. Memangnya kamu pikir, apa lagi yang kamu katakan? Jangan-jangan, kamu lagi merasa bersalah?" Kyna menatapnya sambil tersenyum.Sorot mata Aldrian bergetar sejenak, "Nggak, nggak.""Kalau begitu, ya sudah. Jangan ganggu aku nonton." Kyna menepis tangan Aldrian."Kamu nggak marah?" Aldrian mengamati senyum Kyna dengan saksama."Kenapa aku harus marah? Acara ini sangat lucu kok!" Seusai berbicara, Kyna tertawa lagi.Namun, pada detik berikutnya, Kyna tidak dapat menonton lagi. Sebab, Aldrian tiba-tiba memeluknya dan menekan bagian belakang kepalanya ke bahu. "Kyna, kapan Nenek akan kembali?""Ada apa?" Kyna tiba-tiba merasa tegang. Apakah Aldrian menemukan ada yang janggal?"Gimana kalau lusa? Aku punya

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 203 

    Kyna mengambil ponsel itu dan menempelkannya kembali ke telinga Aldrian. William berteriak beberapa kali, "Aldri, Aldri! Kamu sudah ketiduran?""Emm ...." Aldrian sudah mabuk dan kehilangan kesadaran. "Jagalah Nara ....""Aldri, kenapa harus serepot itu? Kamu kan bisa jaga dia sendiri!" ucap William sambil menghela napas di ujung telepon.Kyna tidak yakin apakah dia salah lihat, tetapi dia merasa seperti ada air mata yang mengalir dari sudut mata Aldrian. Ketika mendengar suara Aldrian yang tercekat, Kyna yakin dia tidak salah lihat. Itu benar-benar adalah air mata.Aldrian benar-benar menangis saat berkata kepada William, "Nggak mungkin lagi. Aku nggak mungkin bisa bersamanya lagi dalam kehidupan ini. Aku harus bertanggung jawab atas Kyna, aku nggak bisa .... Nara ... Nara ....""Ya sudah, kamu istirahat saja. Aku tutup teleponnya dulu. Haih ...."Panggilan itu berakhir dengan desahan panjang dari William. Kyna meletakkan ponsel itu di samping Aldrian. Dia sama sekali tidak merasakan

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 202

    Kyna tidak bersuara. Dia hanya merekam semua yang dikatakan Aldrian. Ketika kebenaran tentang insiden sukarelawan itu terungkap, dia akan memutar rekaman ini dan menyaksikan bagaimana Aldrian mempermalukan dirinya sendiri."Kata Nenek, gadis sukarelawan itu berperawakan kurus. Gadis itu menyeka tubuhnya, menyuapinya minum obat, juga bantu dia turun dari tempat tidur untuk pergi melakukan pemeriksaan. Dia itu gadis yang teramat sangat baik dan cantik. Setelah bertahun-tahun, Nara masih sama seperti dulu ...." Setelah berbicara sampai di sini, Aldrian seperti tiba-tiba mengingat Kyna. Dia membuka matanya untuk menatap mata Kyna. "Sedangkan kamu? Cuma aku yang mencuci kakimu." Ya, Aldrian memang pernah mencuci kaki Kyna. Itu sebelum lukanya sembuh dan sudah sangat lama. Begitu lama hingga dia tidak ingin lagi mengorek luka lama untuk mengingatnya."Nggak ada yang mau kamu katakan, Istriku?" tanya Aldrian sambil menangkup wajah Kyna."Kalau nggak ...." Kyna berpikir sejenak dan berujar,

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 201 

    Kyna menutup telepon. Biarkan saja Aldrian menginap di rumah Anara. Dia juga tidak keberatan.Kyna meletakkan ponselnya dan kembali tidur. Tak disangka, sekitar setengah jam kemudian, dia mendengar suara pintu dibuka. Aldrian benar-benar pulang?Setelah berpikir sejenak, Kyna bangun untuk memeriksa. Alasan utamanya adalah karena dia mendengar suara Aldrian menjatuhkan barang-barang di foyer. Berhubung Aldrian sedang berada dalam keadaan mabuk, dia khawatir terjadi sesuatu pada surat pernyataan pelepasan hak yang telah disahkan notaris itu.Kyna pergi ke ruang tamu. Benar saja, dia langsung melihat Aldrian berdiri di foyer dengan mata linglung."Kyna, kemarilah." Tak disangka, Aldrian masih mengenalinya. Kyna pun berjalan mendekat dan bertanya secara langsung, "Kamu nggak salah mengenaliku?""Apa mungkin aku salah mengenali istriku sendiri?" Nada Aldrian terdengar membawa sedikit keluhan. Kemudian, dia merangkul bahu Kyna."Kamu ...." Kyna yang diselimuti bau alkohol menyengat itu menc

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status