แชร์

Berubah Manis

ผู้เขียน: Aililea (din din)
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-28 05:07:52

Kiran baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi samping kemudi saat mendengar Elvano bicara.

“Jadi, aku ini atasanmu, ya?”

Kiran menoleh pada Elvano yang sudah menatapnya. “Kalau bukan atasan, lalu apa?” Senyum Kiran terangkat kecil. “Mana mungkin aku balas kamu mantanku, ‘kan?”

Bibir Elvano terbuka dan siap menyanggah tetapi tertahan. “Benar, sebutan atasan sepertinya lebih baik.”

Elvano benci kata mantan yang beberapa tahun ini menghantuinya.

Kiran lagi-lagi senyum melihat sikap Elvano yang sek
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (10)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
apakah dania tau??
goodnovel comment avatar
eva nindia
El blum balikan z udh MLS kerja...gmna nnti udh pacaran lagii mkin ogah2n ....hahaha
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Ayo kalian balikan dong .....cepat biar ada yg panas membara
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dimanja Mantan Posesif   Masalah Lain

    Kening Elvano berkerut dalam. Ponsel di tangan sang mama kini dia ambil. Elvano memperhatikan apa yang ingin Alina sampaikan.Elvano membaca pesan teratas, pesan yang Kiran ketik untuk ayahnya.Sampai pandangannya turun ke deretan kalimat yang dikirim dari nomor Ayah Kiran.[Pantas aku sulit menghubungimu, ternyata kamu mengganti nomormu.][Bagaimana? Apa kamu baik-baik saja?][Aku ingin memberitahumu, aku sedang bersama Ayah tersayangmu.]Elvano tersentak.Dia menoleh pada Theo yang ada di sampingnya.Ternyata benar, tempat persembunyian yang aman untuk Yessica, adalah tempat yang tak pernah Elvano dan yang lain curigai.“Dia menyandera ayah Kiran.” Rahang Elvano mengetat melihat foto yang Yessica kirimkan.Surya diikat di kursi, mulutnya ditutup kain.Elvano kembali membaca pesan di bawahnya lagi.[Jika kamu menginginkan ayahmu. Pulanglah sendiri. Kalau aku melihatmu datang bersama orang lain, akan kupastikan hanya mayatnya yang bisa kamu lihat.]Elvano langsung menatap pada Alina

  • Dimanja Mantan Posesif   Tempat Yang Aman

    Di rumah sakit.Alina menunggu perawat mengganti perban. Dia terus memperhatikan, memastikan jika Kiran mendapatkan pelayanan terbaik.“Sudah selesai, jahitannya masih basah, jadi usahakan agar jangan terlalu banyak bergerak.” Perawat memberi nasihat.Kiran mengangguk pelan. “Terima kasih, Sus.”Setelah perawat pergi.Alina mendekat ke ranjang Kiran.Perlahan Alina menurunkan satu persatu rantang dari susunannya.“Aku memasak sup iga, jadi kamu harus makan banyak agar bisa lekas sembuh.” Alina menoleh pada Kiran, Senyumnya sangat tulus untuk kekasih putranya ini.“Bibi harusnya tak perlu repot-repot.”“Apanya yang repot?” Alina menyambar ucapan Kiran dengan cepat. Sambil memberikan rantang berisi sup pada Kiran, Alina kembali berkata, “Sebentar lagi, kamu dan El juga mau nikah, kita akan jadi satu keluarga, jadi tidak ada yang namanya merepotkan.”Senyum Kiran terangkat canggung, walau senang mendapatkan calon mertua sebaik Alina.“Sudah, makan dulu supnya. Nanti keburu dingin.” Alina

  • Dimanja Mantan Posesif   Lega

    Di rumah sakit.Elvano mencengkram kuat ponselnya saat mendapat kabar kalau Yessica kabur lagi.Wanita ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Terlalu licik dan begitu berambisi sampai rela melakukan hal-hal gila.“El.”Elvano menoleh pada Kiran. Dia tatap sang kekasih yang tampak cemas.“Apa ada kabar dari Theo atau Noah?” Kiran memastikan.Ekspresi wajah Elvano saat ini tampak sangat kesal. Kiran yakin jika ada sesuatu yang kembali terjadi.Elvano mengembuskan napas kasar. Elvano takut Kiran terlalu cemas. Sehingga dia tak memberitahukan informasi dari Theo, sebelum Yessica ditangkap.Namun, kondisinya sekarang berbeda.Mau tidak mau Elvano harus memberitahu Kiran agar mereka bisa sama-sama waspada.“Yessica tadi menyamar dan pergi menemui Kenny.” Kiran tersentak.“Dia senekat itu?” Kiran tak percaya.Elvano mengangguk. “Polisi mencoba menangkapnya setelah aku mengonfirmasi kalau benar itu Yessica, sayangnya Yessica berhasil kabur lagi.”Kiran menggigit bibir bawahnya.Dia tidak men

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Bisa Kabur

    Di rumah sakit.Elvano baru saja mendapat pesan dari Theo.[Apa ini Yessica? Dia datang menemui Kenny. Tapi penampilannya sangat berbeda dan mengaku sebagai adik Kenny yang bernama Yuri, cobalah pastikan.]Elvano membuka foto yang Theo kirimkan. Dia memang sudah berpesan agar siapa pun yang menemui Kenny di kantor polisi, maka harus dilaporkan.Elvano menajamkan pandangannya melihat foto dari rekaman CCTV ini. Sampai dia memastikan jika itu benar Yessica.[Itu benar Yessica, tangkap dia.]**Di kantor polisi.Kenny melangkah pelan mendekati wanita yang menunggu.Wanita memakai houdini dengan rambut diikat dan kacamata baca tebal.“Yessica.” Kenny memastikan. Penampilan Yessica sangat berbeda.Tatapan Yessica tertuju pada Kenny, ekspresi wajahnya begitu datar walau melihat kondisi Kenny yang sangat tidak baik.“Duduklah, jangan membuat polisi curiga.” Suara Yessica datar. “Aku hanya sebentar di sini,” katanya lagi.Kenny duduk di kursi yang berhadapan dengan Yessica. “Apa kamu mengata

  • Dimanja Mantan Posesif   Ayah Ragu

    Siang hari di tempat Kiran.Di kamar ini hanya ada Kiran dan Surya.Elvano sedang keluar dan yang lain pulang agar tak mengganggu Kiran beristirahat.“Leya sangat menyukai Ayah, padahal dia itu sangat sulit didekati.” Kiran tersenyum kecil pada ayahnya.“Mungkin Ayah benar-benar punya jiwa keayahan yang membuat anak kecil sangat menyukai Ayah, contohnya kamu.” Satu colekan telunjuk Surya mendarat di ujung hidup Kiran.Kiran menahan senyum. Dia mengangguk-angguk tak memungkiri.Menatap Kiran yang bahagia walau dalam kondisi tak baik, Surya mengingat ucapan Alina tadi.“Ibunya Elvano bilang kalau mereka akan melamarmu ke rumah. Apa kamu sudah benar-benar yakin dengan pilihanmu?” Surya memastikan. “Tapi bukannya Ayah tidak setuju, Ayah tahu bagaimana baiknya Elvano padamu, pada Ayah. Hanya ingin memastikan kamu benar-benar akan bahagia jika menikah dengannya.”Kiran tersenyum malu.Kiran mengangguk pelan. “Ya, Ayah. Aku sudah sangat yakin.”Napas Surya berembus pelan. Pandangannya sediki

  • Dimanja Mantan Posesif   Lamaran Yang Tertunda

    Kamila dan Raihan terdiam.Tatapan keduanya sama-sama tertunduk.“Tidak peduli bagaimana nanti hasilnya. Bisakah kalian berpura-pura semua ini tak pernah terjadi?” Noah menatap penuh harap pada kedua orang tuanya.Melihat diamnya Kamila dan Raihan, Noah kembali bicara.“Aku tahu Mama kecewa pada Papa, tapi semua juga belum terbukti. Untuk Papa, aku juga berharap apa yang Papa akui memang benar. Jangan sampai keluarga kita berakhir seperti ini.”Noah menghela napas panjang, sebelum berkata, “Aku juga salah sudah langsung menuduh Papa yang membuat semuanya berantakan. Hanya saja, aku butuh kepastian dari informasi-informasi yang aku dapatkan.”Setelah menyebut semua kesalahan-kesalahan mereka, Noah kembali memandang Kamila dan Raihan.“Mama boleh marah pada Papa, padaku, tapi jangan lupakan Kiran. Dia tetap berhak mendapatkan kasih sayang kalian yang utuh, setelah bertahun-tahun dia kehilangan kita.” Raihan mengangguk kuat. Dia menoleh pada Kamila, menunggu bagaimana keputusan Kamila.

  • Dimanja Mantan Posesif   Bingung

    Keesokan harinya.Elvano memperhatikan Kiran yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.Elvano memperhatikan wajah Kiran yang lesu. “Ada apa, Ki? Apa ada masalah?”

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Dimanja Mantan Posesif   Untuk Ayah Kiran

    Elvano tersentak mendengar semua omelan sang mama, apalagi kini Aksa juga melotot ke arahnya.Dia menarik napas dalam-dalam dan siap menjelaskan ke sang mama, tetapi sebelum bibirnya sukses bergerak, Elvano kembali mend

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status