Suasana mendadak tegang. Apalagi saat Kiran melihat Dania menatap tajam padanya. “Bukan seperti itu maksud saya, Bu. Saya hanya–” “Aku tahu, mungkin kamu sulit percaya pada orang lain, apalagi posisimu sekarang bisa dibilang lebih tinggi dari staff lain di divisi pemasaran.” Dania memotong ucapan Kiran dengan cepat. Dia bicara dengan nada pelan, tetapi penuh penekanan. Sikap Dania begitu tenang, meski kalimat yang meluncur cukup menusuk. “Maaf, Bu Dania. Saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu.” Sebagai staff baru, Kiran tidak ingin ada masalah. “Kemarin, Pak Elvano menolak kopi hitam yang saya buat, jadi saya mencoba membuatkan yang lain.” Ketegangan di bahu Kiran sedikit mengendur saat menjelaskan, meyakinkan untuk menghindari masalah. Wajah Dania begitu datar, meskipun dia berkata, “Kalau memang itu permintaan Pak Elvano, aku bisa paham.” “Tapi aku perlu mengingatkan lagi. Jangan terlalu mencari muka di depan Pak Elvano, karena beliau tidak suka staff yang seperti itu.
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-03 อ่านเพิ่มเติม