"Pulang sekarang, Kiran! Atau jangan harap kamu bisa melihat ayahmu untuk terakhir kalinya!"Suara ibunya di telepon masih terngiang, menusuk-nusuk kesadaran Kiran saat dia berlari menyusuri koridor rumah sakit yang sunyi. Aroma antiseptik yang dingin seolah membekukan udara di sekitarnya. Enam tahun. Dia sudah berusaha berlari sejauh mungkin, tapi satu panggilan telepon menyeretnya kembali ke kota ini.Kiran berhenti di depan pintu ruang rawat inap di bangsal penyakit dalam. Napasnya memburu, dadanya sesak bukan hanya karena lelah berlari, tapi karena rasa takut yang menghimpit.Saat pintu terbuka, bukan sambutan hangat yang dia terima. Ibunya, Widya, berdiri di samping ranjang dengan wajah kaku. Tatapannya jatuh pada pakaian kerja Kiran yang tampak kusut, dan itu adalah satu-satunya pakaian yang dia bawa karena terburu-buru mengejar penerbangan paling awal."Akhirnya, Sang Tuan Putri ingat jalan pulang," sindir Widya dingin.Kiran tak menjawab. Matanya tertuju pada sosok pria tua y
Huling Na-update : 2026-01-28 Magbasa pa