Mag-log inRumah keluarga Moreno dan Ilona dihias begitu cantik hari itu. Mereka mengadakan sebuah pesta sederhana untuk merayakan satu bulannya bayi kembar mereka, Mateo dan Zanneta. Tentu saja sederhana untuk Moreno, tidak sederhana bagi Ilona karena Moreno mengundang semua warga kampung ke rumah, bahkan Mo
"Aakkhh, sakit sekali, Reno! Sakit sekali!" Ilona memekik kesakitan saat ia sudah berada di ruang bersalin malam itu. Beberapa bulan telah berlalu dan saat yang Ilona nantikan pun tiba yaitu saat di mana kedua bayi kembarnya akan segera lahir. Ilona sudah memutuskan untuk melahirkan secara nor
Saat Ilona masih begitu menikmati awal kehamilannya, Adrianna sendiri juga begitu menikmati akhir kehamilannya. Di umur kehamilan yang sudah masuk ke sembilan bulan, nafsu makan Adrianna pun makin bertambah sampai Tobias kewalahan mengikuti kemauan Adrianna yang sangat banyak. Tentu saja terkada
Moreno dan Ilona langsung pergi ke dokter keesokan harinya setelah melihat hasil tespek Ilona. Mereka belum berani memberitahukan kabar bahagia itu pada orang lain selain Sena sebelum melakukan USG untuk memastikan kehamilan itu benar adanya dan tanpa gangguan. Ilona pun menunggu dengan begitu t
Saat Tobias dan Adrianna masih begitu bahagia setelah pulang dari bulan madu, tidak begitu dengan Ilona yang sebenarnya juga sangat bahagia, tapi ia kelelahan dan sakit. Sena sampai mengunjungi rumah Moreno setiap hari untuk merawat menantunya yang lemas itu padahal Sena hanya masuk angin. "Teri
"Tobias, pelan-pelan!" Adrianna memekik tertahan saat akhirnya dirinya dan suaminya melewatkan malam pertama pernikahan dengan begitu menggebu. Tobias sendiri sama sekali tidak mau menunggu sedikit pun untuk memiliki istrinya lagi dan lagi. Dan Adrianna pun hanya bisa pasrah melayani suaminya
Sebuah sandal jepit dipukulkan ke arah kepala dan bahu Hansel sampai Hansel dan Sena begitu terkejut. Hansel pun sontak melepaskan Sena dan Sena pun membelalak saat melihat ternyata wanita yang menjadi penyelamat dadakannya adalah Eleanor. Eleanor sendiri awalnya masih duduk sarapan dengan kesal
"Zara, kau baik-baik saja?" Zara terus bergerak gelisah saat akhirnya Jacky sudah membawa Zara ke kamar wanita itu. "Hei, Zara, buka matamu!" seru Jacky sambil membaringkan wanita itu ke ranjangnya. Zara sendiri antara sadar dan tidak sadar, rasa panas di tubuhnya benar-benar membutuhkan pelam
Eleanor masih duduk di dalam restoran bersama seorang pelayan restoran dan seorang ibu yang menemaninya sejak tadi. Ibu itu beserta beberapa orang menolong Eleanor tadi dan menawarinya ke rumah sakit, tapi Eleanor menolak. Bahkan, Eleanor pun minta diantar mengejar Andrew, tapi para ibu-ibu itu
Semua orang masih mematung mendengar sapaan Zara pada Jacky, termasuk Jacky yang tidak menyangka Zara bisa mendadak agresif seperti ini. "Apa-apaan, Zara?" sahut Jacky sambil langsung menarik lengannya lepas dari Zara. "Ups, maafkan aku, Sayang!" Zara segera menutup mulut dengan tangannya dan ga







