MasukSuatu hari, keluarga Bexley menerima lamaran dari Duke Dalton yang ditujukan untuk Freya. Lamaran itu membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga Bexley, tetapi tidak bagi Freya. Beberapa bulan lalu, Duke Dalton menikahi Lady Gresida. Seluruh ibu kota tahu betapa besar cintanya kepada sang istri. Jadi, mengapa sekarang ia melamar Freya? Apa sebenarnya yang terjadi? Dan bisakah Freya menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang hatinya telah dimiliki wanita lain?
Lihat lebih banyakWaktu terus berlalu, begitu pula dengan kandungan Freya yang semakin membesar. Ia semakin tak sabar untuk segera pindah ke rumah kecil yang telah disiapkan untuknya. Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya seluruh proses renovasi selesai. "Nyonya, kediaman itu telah siap," lapor seorang pelayan. "Aku akan memeriksanya," jawab Freya. Matanya berbinar, tak ingin menunda lebih lama. Begitu menginjakkan kaki di sana, ia langsung menyadari betapa telitinya proses renovasi itu dilakukan. Setiap sudut rumah ditata dengan penuh perhatian, seolah setiap detail dipersiapkan khusus untuk dirinya. Dinding-dinding yang sebelumnya kusam kini tampak bersih dan kokoh. Taman yang sempat terbengkalai kembali dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Bahkan seluruh perabot dipilih dengan cermat agar sesuai dengan kebutuhannya. Freya tak perlu bertanya untuk mengetahui siapa yang berada di balik semua itu. Ryan telah melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh demi dirinya. "Siapkan semua barang. Kita aka
Sambil menyusun rencana balas dendamnya, Freya meminta Ryan memindahkannya dari bangunan utama ke tempat lain. Kediaman keluarga Dalton terdiri atas tiga bangunan utama. Satu ditempati Duke Ryan Dalton, satu lagi diperuntukkan bagi istrinya, sementara bangunan ketiga disediakan bagi tamu-tamu terhormat. Namun, Freya tidak menginginkan satu pun dari ketiganya. Selama masih harus tinggal di wilayah keluarga Dalton, ia tidak ingin melihat Gresida, bahkan secara tidak sengaja. Karena itu, ia memilih sebuah rumah tua yang terbengkalai di dekat gerbang belakang perkebunan. Dahulu bangunan itu merupakan tempat tinggal para pelayan, tetapi sudah lama dibiarkan kosong. "Aku ingin menempati rumah tua itu," ucapnya tegas. Keputusan itu membuat banyak orang terkejut. Meski begitu, Freya tetap pada pendiriannya. "Baiklah, jika itu yang Nyonya inginkan." Ryan akhirnya memenuhi permintaan istri keduanya. Ia bahkan menyiapkan sepuluh pelayan untuk melayani Freya. Namun, Freya menggeleng. "Li
Kepalanya terasa seperti dihantam palu. Tubuhnya begitu lemas hingga bahkan mengangkat satu jari pun terasa sulit. Freya mengerjap beberapa kali, berusaha mengusir kabut yang memenuhi pikirannya."Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam?"Dengan susah payah, ia memaksakan diri untuk duduk. Pandangannya langsung tertuju pada gaun tidur tipis yang dikenakannya. Itu adalah pakaian yang biasa ia gunakan sebelum tidur. Jantungnya mulai berdegup lebih cepat. Perasaan tidak nyaman merayap perlahan di dadanya. Kemudian ia menoleh ke samping. Dunia seakan berhenti berputar. Seseorang sedang berbaring di ranjang yang sama. Panik, Freya segera menarik selimut hingga menutupi tubuhnya dan berusaha menjauh. Gerakannya yang tergesa-gesa menimbulkan suara gaduh. Sosok di sampingnya mulai bergerak. Beberapa saat kemudian, Ryan membuka mata. "Kepalaku..." gumamnya sambil memijat pelipis. Lalu pandangannya bertemu dengan Freya. Ekspresi terkejut langsung muncul di wajahnya. "Nyonya... apa ya
Delapan tahun lalu, keluarga Bexley memperoleh gelar bangsawan rendahan yang nyaris tak diperhitungkan siapa pun dalam lingkaran aristokrat. Semua berubah ketika cucu perempuan mereka, Freya Bexley, menghadiri pesta debutnya dan seketika mencuri perhatian seluruh kalangan atas. Rambut pirangnya yang dibiarkan terurai bebas, gaunnya yang kerap melanggar aturan berpakaian, seharusnya membuatnya dicemooh—namun yang terjadi justru sebaliknya. Setiap orang yang hadir seolah tak mampu mengalihkan pandangan darinya. Gresida masih ingat betul bagaimana dulu ia harus bersusah payah demi mendapat perhatian bangsawan berpengaruh, sementara Freya hanya perlu tersenyum untuk mendapatkan hal yang sama. Pangeran Ketiga bahkan pernah berusaha menjadikan gadis itu selir, dan Freya menolaknya tanpa ragu sedikit pun—sesuatu yang tak akan berani dilakukan bangsawan lain mana pun. "Nyonya sudah mencoba mengucilkannya dari lingkaran bangsawan, bukan?" tanya Eva pelan, sambil merapikan gaun majikannya.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.