Share

Bab 1529

Author: Hazel
Tirta menegang begitu Yasmin mencengkeram kemaluannya. Tubuhnya bergetar, dia segera menyingkirkan Yasmin sembari menegur, "Sialan .... Yasmin, cepat lepaskan! Itu bukan hadiah, kamu salah! Minggir!"

Tirta juga tidak menyangka Yasmin malah menemukan barang asli dari hadiah tersebut. Melihat Tirta yang emosional, Yasmin mengira Tirta tidak rela memberikan hadiah kepadanya.

Yasmin mendengus dan marah-marah, "Kakak Guru jahat! Jelas-jelas aku sudah menemukan hadiahnya, tapi kamu masih nggak mau men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Afka Ri
bab selanjutnya sudah selesai membaca
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3066

    Begitu pedang itu dikeluarkan oleh Tirta, kabut hitam pekat mulai menyebar. Meskipun tidak sepekat yang ada di Tebing Maut, kabut itu tetap membawa kekuatan misterius yang mengerikan.Ruang hampa yang sebelumnya hancur di sekitar Tirta pun terpengaruh, lalu kembali pulih ke bentuk semula.Buzz! Pedang kecil itu bergetar pelan, secara otomatis menyerap dan mengeluarkan energi spiritual langit dan bumi. Hukum alam yang terukir di dalamnya ikut teraktifkan sebagian.Dalam radius 50 kilometer, segala sesuatu yang berwujud bergetar, ketakutan, seolah-olah ingin tunduk tanpa sadar."Senjata pusaka apa itu? Hanya aura yang terpancar secara alami saja sudah membuat orang merasa sangat gelisah!""Anak ini sebenarnya berasal dari mana? Senjatanya terlalu hebat!"Pupil wanita bergaun putih menyempit. Dia hanya merasa aliran energi spiritual di tubuhnya menjadi sangat lambat, bahkan gerakannya pun sangat kaku, seolah-olah dia jatuh ke dasar rawa sedalam puluhan ribu meter.Di sisi Tirta, Arshala j

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3065

    "Kenapa kamu begitu sewenang-wenang? Apa kamu penguasa dunia awani ini? Dan bagaimana kamu bisa pastikan masa depan Nova akan hancur kalau dia bersamaku? Tingkat semi pencapaian agung itu hebat sekali ya? Aku bisa pastikan kalau Nova bersamaku, masa depannya nggak terbatas. Baru tingkat semi pencapaian agung saja kamu sudah bangga seperti itu?""Menurutku, kalau kamu bawa pergi Nova, justru itu yang akan menghancurkan masa depannya."Menghadapi sikap wanita bergaun putih yang meremehkannya, Tirta pun membalas tanpa menahan diri sedikit pun.Sebelum Genta tertidur, Genta pernah memberi tahu Tirta dengan jelas tentang kondisi tubuh Nova. Nova memang punya Fisik Tujuh Roh dengan masa depan tak terbatas. Jika tidak, Nova juga tidak akan dipilih sebagai wanita suci.Lagi pula, Genta sudah menyiapkan satu teknik kultivasi kuat yang cocok khusus untuk Nova. Hanya saja, saat itu Tirta sibuk menangani urusan dewa utama, sehingga tidak sempat menyampaikannya pada Nova. Setelah itu, Genta pun ter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3064

    "Huhu ...."Saat ini, Nova hanya merasa dunianya telah runtuh, dia mana mungkin masih bisa mendengarkan perkataan wanita bergaun putih itu."Nak, hidup dan mati itu sudah ada takdirnya. Kamu harus mengerti. Selain dirimu sendiri, di dunia ini nggak akan ada yang bisa menemanimu selamanya. Kini, aku juga sudah memenuhi janjiku untuk membantumu mencari orang yang kamu cari. Kini, kamu harus ikut aku pergi."Setelah mengatakan itu, wanita bergaun putih itu menghela napas dan menggerakkan telapak tangannya. Sekumpulan cahaya yang lembut langsung menyelimuti tubuh Nova, lalu dia membawa Nova menembus udara.Nova yang dalam kondisi linglung bahkan tidak menyadari situasinya saat ini. "Guru sudah mati, suamiku juga mati. Apa artinya aku hidup sendirian?"Saat ini, hanya ada satu pikiran itu yang terus berputar-putar di benaknya. Karena terlalu sedih, dia pun akhirnya pingsan."Hah. Anak ini memang berbakat, tapi hatinya nggak cukup kuat. Dia sampai terluka karena perasaan. Tapi, ini wajar jug

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3063

    Melihat sikap Nova yang begitu tegas, wanita bergaun putih itu menghela napas terpaksa menyetujuinya."Terima kasih, Tetua," kata Nova dengan penuh rasa syukur. Dia mana mungkin tidak tahu betapa berbahayanya Tebing Maut, hanya saja itu adalah satu-satunya tempat yang belum mereka cari. Bagaimana jika Tirta sebenarnya belum mati dan berada di sekitar Tebing Maut? Meskipun kemungkinannya hanya satu banding sepuluh ribu, dia tetap tidak ingin melewatkannya.Tak lama kemudian, wanita bergaun putih itu membawa Nova menembus udara dan bergerak menuju Tebing Maut. Bagi seorang ahli tingkat semi pencapaian agung, jarak hampir delapan ribu mil itu hanya butuh waktu sekejap. Dalam sekejap, mereka sudah tiba di lokasi yang berjarak lima puluh mil dari Tebing Maut."Di sini sudah sangat dekat dengan Tebing Maut, kamu cukup menyebarkan kesadaran spiritual untuk memindai. Jangan coba-coba mendekat. Konon, tempat ini bisa mengganggu pikiran manusia. Kalau kamu merasa ada yang nggak beres, segera ber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3062

    "Ternyata benar-benar ada formasi yang begitu ajaib?"Tirta awalnya terkejut saat mendengar itu, lalu mulai mencari-cari di tubuhnya. Pada akhirnya, dia menyerahkan sesuatu pada Arshala dengan ekspresi aneh. "Ini bisa?"Benda yang diberikan Tirta itu sangat halus, seperti sehelai rambut."Ini ... masih bisa," jawab Arshala dengan wajah yang tiba-tiba memerah dan tangannya agak gemetar saat menerima benda itu. Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk menenangkan diri.Setelah itu, Arshala mengikuti warisan Darwin. Dia mengeluarkan puluhan tulang formasi yang aneh, lalu menyusunnya sesuai urutan tertentu.Tak lama kemudian, formasi pun terbentuk. Formasi itu mengecil berkali-kali lipat, lalu menempel pada benda yang diberikan Tirta. Setelah itu, benda itu terlihat seperti ikan yang hidup kembali dan melesat menuju arah barat dengan cepat."Ikuti saja itu, dia akan bawa kita menemukan Nova," kata Arshala dengan ekspresi aneh."Uhuk uhuk. Terima kasih, Arshala," kata Tirta. Meskipun biasa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3061

    "Sayang, kenapa kamu harus mempertaruhkan nyawamu demi aku? Kalau bukan karena bertemu dengan orang sekuat itu, mungkin aku benar-benar nggak akan pernah bisa melihatmu lagi," kata Arshala yang merasa terkejut sekaligus sangat terharu.Saat jatuh ke Tebing Maut, Arshala sebenarnya mengira Tirta sudah pasti mati dan dia juga kehilangan keinginan untuk terus hidup.Namun, saat jatuh, warisan dan tulang formasi yang ditinggalkan Darwin otomatis menyerap Arshala masuk ke gua karena merasa dia juga berasal dari Sekte Formasi Surgawi. Justru karena menyadari itu, dila melihat ada harapan untuk balas dendam dan kembali memiliki keinginan untuk hidup. Apalagi saat tahu demi mencarinya, Tirta melompat ke Tebing Maut dan mencarinya selama sehari semalam.Air mata Arshala langsung tak terbendung, lalu memeluk erat Tirta dan berkata terbata-bata, "Sayang, aku memang sudah hidup ribuan tahun, tapi belum pernah ada yang begitu peduli padaku seperti kamu .... Kalau aku nggak bertemu denganmu, apa art

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2367

    'Kalau Tirta cacat, kalian pasti sedih!' batin Shazana. Namun, dia tetap mengerahkan seluruh tenaganya.Pukulan Shazana memang tidak sakit bagi Tirta, rasanya seperti digelitik. Setelah Tirta dipukul belasan menit, Nabila dan lainnya tahu Tirta pasti baik-baik saja. Amarah mereka juga hampir reda.A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2398

    Seorang pria yang mabuk berjalan keluar dari kabin dengan tubuh sempoyongan. Dia juga dikeliling empat wanita. Pria ini adalah Zargo yang sedang bersantai di laut.Zargo membentak, "Kenapa kamu ribut sekali? Kapal kita tabrak apa? Bisa diperbaiki nggak? Jangan ganggu aku bersenang-senang dengan para

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2409

    Shazana berjalan keluar terlebih dahulu dengan niat membunuh yang intens. Orion kepikiran sesuatu, tetapi dia tidak terlalu yakin.Ayu berkata kepada kekasih Tirta yang lain, "Semuanya, kita juga lihat kondisi di luar."Melihat para kekasih Tirta keluar, Orion mengernyit. Akhirnya, dia juga mengikut

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2459

    Peter mengira Tirta pasti ketakutan melihat auranya yang mengintimidasi, lalu bersikap hormat padanya. Siapa sangka, Tirta malah mengamati Peter sekilas setelah berbalik.Tirta berkata dengan datar, "Kamu bicara bahasa apa? Aku nggak paham. Kalau nggak bisa bicara bahasa manusia, minggir saja. Janga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status