Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-19
Oleh:  KuldesakBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 Peringkat. 3 Ulasan-ulasan
86Bab
7.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Kalau kau ingin tetap hidup, rawatlah lima suami buas itu dengan cinta dan kasih sayang!” Vania terbangun di penjara bawah tanah—diracun, dicekik, dan hampir dibunuh oleh tunangannya sendiri. Lebih buruknya lagi, ia terjebak dalam tubuh Violetta, villainess kejam yang terkenal karena menyiksa lima Abyss. Untuk bertahan hidup, Vania harus membuat kelima suami buasnya itu mempercayainya, melindunginya, dan tidak membunuhnya lebih dulu.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Tempat Asing

“Ugh! Susah sekali masuknya!”

Suara itu terdengar jauh dan samar, seolah bergema dari ujung lorong panjang yang gelap.

“Dorong terus, paksa!” seru suara itu lagi.

Kepala Vania terasa seperti baru saja dihantam benda tumpul berkali-kali, berat dan denyutnya menjalar hingga ke pelipis. Kesadarannya masih sangat kabur. Terakhir yang ia ingat, ia masih berada di ruang operasi. Dan setelah itu, semuanya terasa gelap.

Iya… pasti ia pingsan. Dan orang-orang di sekitarnya sedang mencoba untuk menolongnya.

Namun entah mengapa… rasanya ada yang janggal.

Kenapa tidak ada bau alkohol atau antiseptik? Yang menyapa penciuman Vania justru aroma tanah basah, batu lembap, dan karat besi.

Dan ... ada satu aroma lagi yang sangat Vania kenali. Bau anyir darah segar.

Deg!

Jantung Vania seketika mencolos.

“Cepat masukkan! Sebelum dia sadar!”

Tiba-tiba, sesuatu yang keras, dingin, dan licin menekan bibirnya dengan kasar. Sebuah benda bulat didorong paksa masuk ke dalam mulutnya, menembus hingga nyaris menyentuh tenggorokan.

“Mmgh—!” Vania tersedak hebat.

Perutnya berkontraksi menahan refleks muntah yang menyerang begitu keras sampai matanya berair.

Ini sama sekali bukan tata cara medis. Tidak ada tenaga kesehatan yang memasukkan alat atau obat dengan cara sekasar ini.

Dengan sisa tenaga, Vania memaksa kedua matanya terbuka. Pandangan itu buram, tapi sukses membuat napas Vania tercekat.

Ini bukan langit-langit putih rumah sakit. Di atasnya hanya ada batu hitam yang retak, dengan lumut di sela-selanya.

Cahaya obor kecil di sudut ruangan membuat tempat itu remang, dingin, lembap, dan pengap. Tempat ini adalah sebuah penjara bawah tanah.

Vania membelalak panik. Kenapa dirinya harus berada di tempat ini? Apakah ia baru saja melakukan sesuatu kesalahan yang fatal?!

Di sela-sela kepanikan dan kebingungan itu, ujung mata Vania tak sengaja menangkap sesuatu di sudut ruangan.

Di balik jeruji besi berkarat, ada beberapa sosok bayangan yang tengah dirantai.

Salah satu yang bisa Vania lihat, dia memiliki bahu bidang. Di atas kepalanya, sepasang telinga runcing bergerak-gerak. Sisanya, mereka berdiri lebih jauh, tersamarkan oleh kegelapan.

Belum sempat otak Vania memproses, sepasang tangan besar tiba-tiba menyambar lehernya.

“Ugh!”

Cekikan itu begitu kuat dan tiba-tiba, memutus paksa aliran udara ke paru-paru Vania.

“Dia membuka mata!” seru seorang pria.

Vania menatap kabur ke depan. Seorang pria berambut pirang kini berjongkok di hadapannya.

Wajah pria itu tampan, nyaris sempurna bak pahatan patung, tetapi sepasang matanya menatap Vania dengan sorot kosong yang dingin.

Tidak ada belas kasihan di sana. Hanya ada kekejaman.

“Apa? Bagaimana bisa dia hidup lagi?!” Kali ini suara seorang perempuan terdengar melengking dari arah belakang. “Dicoba lagi!”

Dengan susah payah, Vania menggerakkan bola matanya. Seorang wanita berambut hitam panjang berdiri di dekat pintu besi

Gaun wanita itu mewah dan terlalu elegan untuk tempat sekotor ini. Wajahnya cantik rupawan, tetapi sorot matanya dipenuhi kebencian.

“Telan ini, Violetta!” bentak si pria pirang.

Siapa Violetta…?

Dalam keadaan tercekik dan kesulitan bernapas, Vania masih sempat kebingungan. Rasanya ia ingin berteriak bahwa ia bukan Violetta dan mereka telah salah orang. Tapi suaranya seolah tertahan di tenggorokan.

Tangan pria itu justru semakin kuat mencekik lehernya, sementara tangan satunya lagi memaksa sebuah kapsul masuk lebih dalam ke mulut Vania yang entah sudah keberapa.

“Ayolah, Violetta. Jangan mempersulitku. Aku hanya ingin menolongmu.”

“Iya, Kak, jangan melawan, Kakak,” ujar Ophelia. “Ini demi kebaikanmu sendiri.”

Tepat pada detik itu, kapsul di mulut Vania terdorong masuk menembus kerongkongan.

“Uhhh!”

Rasa panas seketika menjalar liar dari tenggorokan hingga ke dadanya. Tubuh Vania menegang kaku. Aroma dan rasa yang menempel di lidah langsung membuatnya tahu betul itu apa.

Rasa pahit, tajam, dan khas almond pahit.

Sianida.

Mereka bukan sedang berusaha menolongnya, lebih tepatnya, mereka ingin membunuh Vania!

Kepanikan merayap, jantung Vania berdetak kacau.

Tapi tubuhnya tidak mampu merespons. Tangannya hanya bergetar di atas lantai batu. Jemarinya mencoba mencakar, tapi tak bertenaga.

“Lepas…!”

“Diam!” bentak Rayner, justru mempererat cekikannya.

Pandangan Vania mulai berkunang-kunang, dunia terasa berputar. Tubuhnya semakin melemah hingga ia tidak mampu lagi sekadar mengangkat tangannya sendiri.

Tangan Vania pun jatuh lunglai ke lantai batu.

“Ugh… tolong…” Rintih Vania pelan.

Tak ada jawaban.

Hanya tekanan di leher yang semakin kuat.

Lalu Vania teringat. Tadi, sebelum dicekik, ia sempat melihat sesuatu di sudut ruangan. Dengan sisa tenaga, Vania memalingkan kepalanya ke samping. Lehernya nyaris tak bisa bergerak, tapi cukup untuk membuat matanya kembali menangkap sudut itu.

Mereka masih di sana. Lycan, pria bertelinga serigala itu menatapnya. Sorot mata Lycan begitu dingin. Penuh kebencian yang begitu kentara.

Apakah tidak ada satu pun yang berniat menolongnya…? Apakah yang sebenarnya sudah ia lakukan sehingga mereka sangat ingin membunuhnya?

Vania ingin tertawa, tetapi yang keluar hanya napas patah yang menyakitkan.

Jadi beginikah akhirnya? Mati di penjara bawah tanah yang asing, diracun oleh orang-orang yang bahkan tidak ia kenal.

Kegelapan perlahan menelan kesadaran Vania. Pelan, namun pasti.

Dan, tepat di detik Vania memutuskan untuk menyerah…

Ting!

Suara nyaring berdenting. Memecah keheningan. Cahaya merah muda berpendar dari udara kosong. Lalu sesosok makhluk kecil melayang turun tepat di depan wajah Vania.

Mahkluk itu memiliki sepasang tanduk mungil dan sepasang sayap kelelawar mini. Senyum mahluk itu terlalu ceria untuk situasi seperti ini.

[Halo, Tuan Rumah!]

Suara itu langsung masuk ke dalam kepala Vania, bukan lewat telinga.

Vania membeku.

[Perkenalkan, namaku Sistem Eros Yang Agung!]

Makhluk itu berputar riang.

[Melihat nyawa Tuan Rumah terancam, Sistem memberikan misi pertama: tampar Rayner, pria menyebalkan itu. Hadiah: satu nyawa tambahan!]

Vania menatap makhluk kecil itu. Menatap Rayner yang masih mencekiknya. Menatap makhluk itu lagi.

Otak Vania yang nyaris mati tersentak kembali.

Hah?! Misi?!

Jangan katakan ... ia masuk ke dunia game?!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Kirrun kiyyun
Kirrun kiyyun
"Layani aku, dan buat aku hamil. Hutang adikmu akan aku bayar. Setelah itu, kau boleh pergi." Judul: PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU
2026-06-18 21:32:43
0
0
Istrinya Zen
Istrinya Zen
Terhibur banget sama empat monster. semangat thor
2026-05-24 17:31:27
2
1
Nilam
Nilam
Ceritanya menarik...tidak seperti cerita cinta yg klise... Hanya yang mampu menggunakan imaginasi tinggi yg akan faham cerita ini..... Ada yg berani????
2026-05-23 15:54:22
2
1
86 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status