Masuk“Kalau kau ingin tetap hidup, rawatlah lima suami buas itu dengan cinta dan kasih sayang!” Vania terbangun di penjara bawah tanah—diracun, dicekik, dan hampir dibunuh oleh tunangannya sendiri. Lebih buruknya lagi, ia terjebak dalam tubuh Violetta, villainess kejam yang terkenal karena menyiksa lima Abyss. Untuk bertahan hidup, Vania harus membuat kelima suami buasnya itu mempercayainya, melindunginya, dan tidak membunuhnya lebih dulu.
Lihat lebih banyakVania menatap telur hitam berukuran masif di hadapannya. Serat merah di cangkangnya berdenyut. Ini bukan sekadar barang sitaan. Vania tidak peduli seberapa bahayanya telur yang dikatakan oleh sistem. Yang ia pikirkan saat ini hanya ingin pergi dari tempat ini. Membawa serta ke empat pria yang masih tak sadarkan diri sejak lima belas menit yang lalu. Vania tampak berpikir keras. Takut jika Rayner kembali. "Sistem," panggil Vania. [Ya, Tuan Rumah?] "Apa kau sudah menemukan tempat yang aman untuk mereka? Yang tidak bisa dijangkau oleh Kekaisaran maupun pemburu?" [Sistem masih memproses rute pelarian yang aman. Dan saat ini, server masih sangat sibuk...] Vania memijat pelipisnya. Kepalanya kembali berdenyut keras. Deg. Sebuah ingatan asing mendadak merangsek masuk. Samar, namun terasa sangat tajam. Seperti pecahan kaca yang tiba-tiba menyusun dirinya sendiri di dalam otak Vania. Hamparan tanah tandus. Langit berwarna ungu pekat. Danau hitam yang memantulkan keputu
"Kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu hanya karena kau berlagak baik, hmm? Aku tidak akan menurut dengan manusia kejam sepertimu!" ujar Lycan. “Kalau kau mati karena gengsimu itu,” balas Vania datar, “siapa yang akan melindungi mereka?” Tatapan Lycan berubah. Vania melirik ke arah Aegir yang gemetar, lalu ke sisi lain sel. Di sana, dua sosok lain masih dirantai. Seorang pria bertubuh ramping dengan pupil vertikal seperti ular sedang bersandar malas di dinding batu. Rambut hitam kehijauannya jatuh berantakan menutupi sebagian wajah tampan yang terlalu tenang untuk ukuran tahanan. Tatapannya licin, berbahaya seperti racun yang tersenyum. Zephyr. Di dekatnya, seekor chimera duduk membungkuk. Tubuhnya lebih kecil dari bayangan monster pada umumnya—padat, berotot, dengan surai singa kusut, tanduk kecil melengkung, dan sayap pendek terlipat kaku di punggungnya. Matanya keemasan, tapi kosong seperti anak kecil yang terlalu lama dikurung. Gargantua. Vania kembali
“Merawat mereka dengan cinta dan kasih sayang?” Suara Vania naik setengah oktaf. Ia menatap gumpalan merah muda di depannya dengan tatapan tidak percaya. “Aku baru saja dicekik, diracun, lalu hampir mati dua kali. Dan sekarang kau menyuruhku menjadi perawat berhati malaikat untuk monster yang jelas-jelas ingin mencabik wajahku?” Sistem Eros berputar riang di udara. [Benar sekali, Tuan Rumah! Ini adalah Misi Kedua yang menjadi penentu!] “Demi Tuhan! Aku benci hidup keduaku,” gerutu Vania dalam hati. Vania menoleh ke arah jeruji besi di ujung ruangan. Di balik sel gelap itu, empat pasang mata menatapnya tajam. Salah satunya milik Lycan, pria serigala yang menatap Vania liar seperti binatang buas yang siap menerkam kapan saja. Yang satunya lagi duduk di sudut paling gelap, tubuhnya kurus bersisik biru—Aegir si duyung yang gemetar hebat hanya karena melihat Vania berdiri. [Parameter kebencian mereka terhadap Anda: 100%!] Vania menghela napas panjang. Ingatan tentang game itu
[Waktu dihentikan sementara!] Semua yang bergerak mendadak terhenti. Seperti ditekan tombol pause. Tenggorokan Vania terasa terbakar. Di depan hidungnya, sebuah gumpalan merah muda bersayap kelelawar melayang riang. [Selamat datang, Tuan Rumah! Selamat datang di dunia Game Lima Suami Buas: Versi Upgrade!] Vania mengerutkan kening dalam-dalam. Nama game itu memicu sengatan samar di ingatan lamanya. Sebagai dokter bedah yang selalu sibuk, ia hampir lupa kapan terakhir kali punya waktu bermain game. Tapi nama dan wajah tokoh ini... Ah. Iya. Itu adalah game otome yang pernah Vania mainkan dulu—game yang sempat ia beri rating bintang satu karena kesal dengan plotnya, lalu langsung ia hapus tanpa penyesalan. “Tapi… kenapa judulnya berubah?” gumam Vania bingung. Makhluk itu tersenyum lebih lebar. [Karena ini bukan versi biasa, Tuan Rumah. Ini adalah versi upgrade! Versi di mana Anda akan mati lebih cepat.] Ting! Sebuah angka merah menyala muncul di depan mata Vania.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.