ANMELDENSena selama ini hanyalah pemuda yatim piatu miskin yang hidup merana di sebuah gubuk reyot di ujung desa. Dicap kurus kering, penyakitan, dan yang paling memalukan—dihina sebagai pria impoten, ia menjadi keset kaki tempat warga desa, preman kampung, hingga kepala desa yang korup menumpahkan cemoohan mereka. Namun, takdir berputar 180 derajat ketika jiwanya digantikan oleh Raden Wicaksana, sosok Tabib Agung Keraton Mataram yang legendaris. Terbangun di raga yang ringkih, Wicaksana tidak hanya mewarisi ingatan Sena, tetapi juga membawa kembali pengetahuan medis magis kuno dan Ilmu Gowok—sebuah teknik pijat meridian eksklusif yang mampu memanipulasi aliran darah, menyembuhkan penyakit kronis, sekaligus membangkitkan sensitivitas gairah terdalam yang tak kasat mata. Satu per satu, wanita-wanita paling berpengaruh di desa yang awalnya memandang Sena sebelah mata, mulai takluk di bawah dominasi jemari saktinya. Mulai dari Ayu, gadis desa polos yang tulus merawatnya; Bidan Irma, tenaga medis judes yang mendadak ketagihan setelah rahimnya disembuhkan; Nyonya Widya, janda kaya raya penguasa lahan yang angkuh namun luruh menjadi budak gairah di tengah malam; hingga Nyonya Sarah, istri Kepala Desa yang anggun namun rapuh karena menjadi korban kekerasan. Di saat para musuh dan konspirasi busuk mulai bergerak untuk menggusur gubuknya, mereka tidak sadar bahwa Sena bukan lagi pemuda lemah yang bisa diinjak. Dengan barisan janda berkuasa dan gadis-gadis desa tercinta yang siap pasang badan melindunginya, Sena siap membalikkan takdir, menghancurkan para penindasnya tanpa perlu menguras tenaga, dan merebut takhta sebagai pria paling berkuasa sekaligus paling disayangi di desa tersebut. Saat jemari sang Tabib mulai menyentuh simpul saraf rahasia, tak ada satu pun wanita yang sanggup menolak kuasanya...
Mehr anzeigen"Nyonya Sarah, lalu apa tujuan asli dari uang suap yang diterima suamimu dari Rio?" tanya Sena, suaranya mendadak berubah berat, menuntut kepastian.Sarah mengusap sisa air matanya, menatap Sena dengan pandangan pasrah. "Besok lusa, Suamiku dan Rio berniat menggunakan dokumen palsu itu untuk menggusur paksa gubuk peninggalan orang tuamu. Mereka sengaja mengkambinghitamkan Ayu dengan alibi bahwa ada sengketa tanah antara keluarga Ayu dan dirimu, jadi warga desa tidak akan curiga ketika gubukmu diratakan."Mendengar rencana busuk musuh-musuhnya, Sena tidak marah. Sebaliknya, sebuah seringai tipis terukir di wajah tampannya. Wicaksana menyadari bahwa inilah momen yang sangat tepat untuk membalikkan keadaan tanpa perlu menguras tenaga atau beradu fisik.Saat ini, posisi Sena di desa sudah tidak bisa diremehkan lagi. Empat wanita paling berpengaruh di wilayah ini, Ayu yang tulus, Bidan Irma yang ketagihan, Nyonya Widya sang penguasa lahan, dan Sarah sang istri kepala desa, kini telah terpi
"Keluarkan saja, Nyonya Widya. Jangan ditahan lagi..." bisik Sena, tepat di samping telinga Widya yang memerah padam. Kalimat itu runtuh bersamaan dengan tekanan jari Sena yang semakin dalam di simpul saraf pinggulnya. Pertahanan Widya jebol seketika. Beberapa menit berikutnya, gubuk reyot itu dipenuhi oleh suara napas yang berkejaran dan lenguhan pasrah seorang wanita matang yang kekeringan raganya baru saja diguyur oleh hawa murni Ilmu Gowok. Setelah sesi pengobatan sekaligus pembangkitan gairah itu selesai, Sena turun dari atas dipan. Nyonya Widya terkapar lemas dengan posisi tengkurap, daster sutranya berantakan dan tubuh sintalnya dipenuhi keringat tipis. Nafasnya masih tersengal-sengal. Dengan sisa tenaga yang ada, janda kaya itu membalikkan tubuhnya perlahan. Matanya yang berkabut menatap Sena dengan kombinasi rasa malu, takjub, dan kepatuhan. Sambil mendudukkan diri di pinggir dipan, tangan Widya merayap turun ke dalam belahan dadanya. Dari balik kutang renda yang membun
Sena menghentikan langkahnya sejenak tepat di ambang pintu warung. Tanpa membalikkan badan, dia menolehkan kepalanya sedikit, melemparkan pandangan melirik dari sudut mata ke arah Nyonya Widya yang masih menahan denyut di pelipisnya. "Pintu gubukku selalu terbuka, Nyonya," ucap Sena dengan santai. "Terutama saat tengah malam nanti, ketika kepala Anda rasanya seperti mau pecah berkeping-keping." Tanpa menunggu jawaban atau makian dari janda angkuh itu, Sena melangkah pergi membelah kegelapan sore. Sepanjang sisa hari itu, Wicaksana fokus memulihkan raga barunya. Daging ayam yang dibeli segera dimasak, dipadukan dengan susu murni untuk mengisi kekosongan nutrisi tubuh Sena. Setelah perutnya terisi penuh oleh kalori dan protein bergizi, Wicaksana duduk bersila di atas tikar. Dia mulai melatih teknik pernapasan kuno. Menarik napas dalam, menahannya di pusar, lalu menyalurkannya ke seluruh jaringan saraf yang layu. Perlahan namun pasti, wadah energi di dalam nadinya mulai terisi kemb
"Sena ini sungguh luar biasa... Terima kasih," bisik Bidan Irma. Ada kilat takjub yang tidak bisa disembunyikan. Namun jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa ketagihan yang aneh terhadap sengatan hangat nan memabukkan dari jari-jari Sena barusan.Sambil merapikan seragam putih ketatnya yang sedikit berantakan, Irma membuka tas medisnya. Dia mengambil dua lembar uang, lalu meletakkannya di atas meja. "Besok malam, datanglah ke klinikku. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan," kata Irma, menatap Sena dalam sebelum bergegas pergi, mengabaikan Dokter Adrian yang berdiri kebingungan memegangi tangannya yang mati rasa. Melihat kekasihnya pergi begitu saja, Adrian mendengus benci ke arah Sena, lalu buru-buru menyusul Irma dengan langkah tertatih-tatih.Wicaksana menatap dua lembar uang seratus ribu di atas meja dengan senyum tipis.“Dengan uang ini aku bisa membeli asupan yang dibutuhkan raga ringkih ini.” Gumam Sena. Dirinya memerlukan asupan gizi untuk memulihkan hawa murni Ilmu Gowok yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.