LOGINAku direndahkan, tapi tak ada yang tahu bahwa aku mewarisi ilmu pijat sensual dari leluhur. Tak ada satu pun wanita yang sanggup menolak gairah dari sentuhanku.
View MoreMobil dinas yang membawa Sena melaju membelah hiruk-pikuk lalu lintas ibu kota menuju Rumah Sakit Pusat Kepresidenan. Begitu pintu mobil dibuka, Sena tidak diberikan waktu untuk bernapas legah. Suasana lorong rumah sakit berdesing oleh sirine dan derap langkah tergesa-gesa para tenaga medis.Sesampainya di ruang perawatan VIP yang dijaga ketat, seorang wanita muda berseragam dokter putih melangkah cepat menghampiri Sena. Garis wajahnya tegas, tatapan matanya tajam namun memiliki kehangatan yang sangat familier."Kamu Sena, kan? Tabib dari desa yang direkomendasikan Pak Menteri?" tanya dokter muda itu tanpa basa-basi.Sena mengangguk tenang. "Iya, Dok. Saya Sena.""Saya Dokter Vera, spesialis penyakit dalam yang memegang tim di sini," ujarnya seraya mengulurkan tangan sejenak sebelum berbalik membimbing Sena masuk. "Kondisi di dalam sangat kritis, Sena. Pejabat tinggi dan beberapa pasien di ruang isolasi mengalami kejang saraf misterious. Dokter-dokter senior sudah angkat tangan. D
Hari-hari berlalu dengan cepat. Hubungan Sena dan Ayu tetap berjalan manis seperti biasa—hangat, penuh perhatian, dan dibalut ikatan batin yang begitu erat tanpa terburu-buru mengikatkan diri dalam tali pernikahan. Bagi Ayu, berada di dekat Sena dan membantunya setiap hari sudah lebih dari cukup untuk membuat hatinya penuh.Sementara itu, proyek pembangunan gedung baru puskesmas tiga lantai terus mengepulkan asap aktivitas. Suara deru alat berat dan ketukan palu para pekerja konstruksi menjadi musik harian di desa itu. Dinding-dinding kokoh calon pusat medis modern terpadu mulai berdiri megah, menjadi bukti nyata atas dedikasi dan pengaruh besar yang dimiliki Sena.Seiring berjalannya waktu, keajaiban tangan Sena dan keagungan Hawa Murni miliknya tak lagi hanya menjadi buah bibir warga desa. Nama Sena membumbung tinggi hingga ke pelosok negeri, menembus dinding-dinding istana dan kediaman para pejabat di ibu kota.Pagi itu, sebuah helikopter berlogo kementerian mendarat mulus di l
Malam harinya, suasana gubug kediaman Sena begitu tenang dan hening. Derik serangga malam mengiringi Sena yang sedang duduk bersila di atas balai-balai kayu, menyerap Hawa Murni untuk menyelaraskan energi purnamanya.Suara ketukan pelan di pintu depan memecah keheningan. Sena membuka matanya, lalu berdiri melangkah membukakan pintu. Di balik pintu, berdiri Irma dengan gaun tipis rumahan yang membalut tubuh indahnya. Wajah cantiknya memancarkan rasa cemas sekaligus kerinduan yang mendalam."Sena..." panggil Irma pelan seraya melangkah masuk tanpa ragu."Irma? Ada apa malam-malam datang ke sini?" tanya Sena lembut.Irma menatap Sena erat-erat, matanya menyelidik. "Aku dengar kabar dari warga desa kalau tadi siang paman Ayu datang membawa mobil berkelas dan sempat membuat keributan di rumah Ayu. Bagaimana masalahmu dengan pamannya? Apakah semua baik-baik saja?"Sena tersenyum tipis, mengangguk tenang. "Semua sudah beres, Irma. Paman dan Ibu Ayu sudah merestui kami secara penuh."Me
Tekanan emosional dan rasa malu yang luar biasa menghantam pembuluh darahnya. Tiba-tiba, Paman Ayu meringis kesakitan. Tangannya mencengkeram dada sebelah kiri dengan sangat erat. Cangkir kopi yang berada di meja teras tersenggol jemarinya hingga jatuh dan pecah berkeping-keping di lantai."A-aduh... da... dadaku..." bisik Paman Ayu tercekik.Mata pria paruh baya itu mendelik ke atas. Dalam hitungan detik, tubuh tegapnya ambruk meluruh ke lantai teras. Napasnya terengah-engah makin menyempit, sementara bibirnya perlahan membiru akibat serangan jantung akut yang dipicu oleh syok berat."Paman!" jerit Ayu histeris. Ia langsung berlari menghampiri pamannya yang terkulai lemah.Ibu Ayu ikut menjerit ketakutan, panik luar biasa melihat adiknya sekarat di depan mata. "Sena! Tolong, Sena! Pamanmu kena serangan jantung!"Pak Imam dan para nyonya terkejut, namun mereka tetap berdiri tenang karena tahu betul siapa pemuda yang berada di antara mereka.Sena tidak panik sedikit pun. Langkah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.