Compartir

Bab 2126

Autor: Hazel
Agatha dan lainnya setuju dengan ide Naura. Mereka merasa tidak sopan jika membangunkan senior saat tengah malam pada pertemuan pertama kali seperti ini. Nantinya kesan orang tua Tirta pada mereka menjadi buruk.

Tentu saja Tirta langsung menyetujuinya karena dia juga ingin sampai di ibu kota lebih cepat, "Boleh. Kita naik pesawat terbang saja biar bisa sampai lebih cepat."

Kemudian, Naura menghubungi sopir untuk datang. Mereka semua berjalan ke pintu gerbang desa.

Selama mereka menunggu, Luvia d
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3228

    "Itu artinya kita harus cari jalan lain," kata Tirta.Baru saja dia selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara tangisan dan jeritan dari desa di depan mereka, bercampur dengan suara angkuh penuh penghinaan."Tuan, kami benar-benar nggak tahu apa yang terjadi di tepi laut ....""Kalian bahkan nggak berani mendekati tempat itu?""Kumohon, jangan paksa kami pergi ke sana. Aku masih punya orang tua yang harus kuurus dan anak-anak yang harus kubesarkan. Kalau terjadi sesuatu padaku, mereka nggak akan bisa bertahan hidup.""Huh! Kalau kamu berani banyak bicara lagi, akan kubunuh sekarang juga!""Kalau kami menyuruhmu pergi, ya pergi saja!""Ada apa itu?" Tirta mengernyit. "Ayo kita lihat.""Oke."Semua orang segera memelesat ke sana. Mereka masih mampu meluangkan sedikit waktu untuk urusan seperti ini.Tak lama kemudian, mereka melihat beberapa kultivator tingkat pembentukan dewa sedang memaksa seorang pria paruh baya biasa dengan arogan.Meskipun pria itu tampak ketakutan dan gelisah, mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3227

    Sambil berpikir begitu, Tirta tidak lupa berkata kepada naga berkepala tiga itu, "Bagus. Sebelum datang ke sini, aku memang sudah dengar tentang hal itu.""Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik. Nanti kalau aku datang lagi, pasti akan kuberikan hadiah besar untukmu. Kamu boleh pergi sekarang."Saat ini, Tirta tidak terburu-buru untuk melihat harta karun itu. Dia menyimpan kotak perunggu itu ke dalam cincin penyimpanannya terlebih dahulu.Mata Priya berkilat sesaat. Dia jelas sangat penasaran dengan harta karun itu. Namun, dia tetap tidak bertanya."Terima kasih banyak, Utusan Suci!" Setelah mendengar perkataan itu, salah satu kepala naga itu menunjukkan ekspresi gembira dan menyanjung yang sangat manusiawi.Sementara dua kepala lainnya menunduk dengan hormat kepada Tirta.Tak lama kemudian, tubuh raksasanya yang menyerupai tembok baja mulai bergerak menjauh, lalu tenggelam ke dalam lautan hitam yang gelap, dalam, dan tak berbatas.Tak lama setelah naga berkepala tiga itu pergi, Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1717

    Awalnya Tirta agak kagok. Laju pedangnya tidak stabil. Kadang tinggi, kadang rendah, bahkan tidak lurus.Namun, akhirnya Tirta bisa menguasainya setelah diarahkan Genta. Perlahan-lahan, dia bisa terbang di ketinggian dengan stabil."Wah ... terbang dengan menaiki pedang berbeda dengan menaiki pesawa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1797

    Devika menganga saking kagetnya. Bagaimanapun, dia tidak pernah melihat anjing yang bisa bicara. Devika juga tidak pernah mendengarnya.Pada saat yang sama, Devika memikirkan suatu kemungkinan. Dia bergumam dengan ekspresi bingung, "Selain itu, ternyata baju yang dipakai anjing hitam itu milik Tirta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1685

    Nabila yang tertarik mengomentari dengan ekspresi tidak percaya, "Raja Anjing? Nama apa itu? Anjing itu berjalan sambil berdiri, makan bahan obat-obatan, dan bicara seperti manusia .... Bi Ayu, Kak Arum, apa kalian salah dengar?"Seketika Nabila lupa untuk menelepon Tirta. Arum menyahut dengan yakin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1771

    Belakangan ini, Tirta juga tidak mencari Genta lagi. Dia selalu sibuk bermesraan dengan wanita lain. Genta tanpa sadar merasa dirinya diperlakukan secara tidak adil.Tirta tahu Genta marah. Dia terpaksa menjamin, 'Omonganmu nggak sepenuhnya benar. Kak, jangan marah. Beberapa hari lagi, urusanku suda

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status