Share

Bab 2250

Author: Hazel
Brianna mencebik dan menanggapi, "Kamu benar-benar bodoh. Aku nggak tahu apa kelebihan pria itu. Barang pemberiannya memang menyelamatkan nyawa kita, tapi kamu juga nggak perlu terus memikirkannya. Kita baru kenal dia setengah hari."

Tiba-tiba, Brianna mengangkat alisnya dan buru-buru bertanya, "Oh, aku baru ingat. Lilian, apa identitas pria berengsek itu? Pria tua itu menarikmu ke tepi danau, sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Sekarang nggak ada yang mengikuti kita lagi. Cepat beri tahu aku dan Bu Kinsella!"

Saat Brianna bertanya, Kinsella juga melihat Lilian.

Lilian yang teringat pesan Hasta menggeleng dan menyahut, "Maaf, Brianna, Bu Kinsella. Aku nggak bisa bilang."

Brianna makin penasaran melihat Lilian menutupinya. Dia mengangkat tangan dan menjamin, "Lilian, kenapa? Hubungan kita begitu dekat, masa kamu nggak mau beri tahu aku? Bilang saja, aku nggak akan beri tahu siapa pun."

Lilian menimpali, "Nanti aku beri tahu kalian kalau ada kesempatan. Pokoknya sekarang aku nggak bisa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2527

    Lagi-lagi, Yelena menyebutkan nama tempat yang tidak pernah didengar Tirta. Akan tetapi, Yelena bisa diandalkan. Dia bahkan sudah banyak membantu untuk membebaskan para wanita di Pulau Wanita Suci, jadi Tirta tidak meragukannya.Tirta memutuskan untuk memejamkan matanya dan menyerap sedikit energi spiritual. Dia baru teringat kultivasinya terhenti di tingkat pembentukan fondasi tahap kedelapan cukup lama.Namun, Tirta mempunyai firasat kultivasinya pasti akan menerobos tingkat pembentukan fondasi tahap kesembilan setelah pulang ke Negara Darsia. Dia akan menaklukkan Linda, Elizabeth, dan Adeline, juga memadukannya dengan Teknik Pasangan.Kalau tidak bisa, masih ada Lilian cantik yang menunggunya.Tirta membatin, 'Oh iya. Aku sudah lama nggak menyentuh gurunya Bi Elisa. Dia itu wanita berkualitas yang sebenarnya. Sekarang aku makin merindukan kenikmatan saat menidurinya. Setelah pulang, aku akan cari dia untuk memuaskan hasratku. Rasanya pasti sangat menyenangkan.'Pikiran Tirta melayan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2526

    "Oh iya, Ade ... eh ... Yelena, apa kamu tahu ibu kota Negara Martim?" tanya Tirta.Sebenarnya Tirta masih belum puas, tetapi dia tetap menyuruh Yelena berhenti. Kalau tidak, rasanya pasti makin menyiksa. Bagaimanapun, tidak ada kesempatan untuk melakukan ke tahap selanjutnya.Yelena yang terkejut menjawab, "Tahu. Tuan, bukannya kamu mau pergi ke Negara Martim? Masa kamu nggak tahu ibu kotanya di mana?"Tirta mengangkat bahu dengan santai dan menjelaskan, "Sebenarnya ini kedua kalinya aku pergi ke luar negeri. Kemarin aku pergi ke Negara Yumai, jadi aku cuma pernah dengar tentang Negara Martim. Bahkan aku nggak tahu lokasi negaranya, mana mungkin aku tahu letak ibu kotanya?"Tirta menambahkan, "Selain itu, aku ini orang Negara Darsia. Kalau bukan karena ada urusan penting, untuk apa aku mencari tahu tentang negara lain?""Apa yang dibilang Tuan benar. Negara Martim juga biasa saja," komentar Yelena. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk meregangkan tangannya yang pegal.Kemudian, Yelen

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2525

    Ketua lain berkomentar, "Kita bisa membuat Negara Darsia mengalami kerugian besar dengan mudah. Benar-benar hebat! Aku sudah nggak sabar setelah membayangkan situasi itu. Mungkin Negara Darsia juga nggak bisa menemukan itu perbuatan kita waktu terpuruk."Suara tawa licik para ketua Black Gloves bergema di ruang bawah tanah. Mereka tidak merasa malu melancarkan trik keji seperti ini, malah merasa bangga.Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Sejarah sudah membuktikannya. Mereka memang negara yang tidak tahu malu dan tidak bisa dipercaya.Hanya saja, mereka tidak menduga sebentar lagi Tirta juga akan memberi mereka hadiah besar yang mengejutkan. Alhasil, bukan hanya Negara Martim yang mengalami kerugian besar. Bahkan Black Gloves juga hampir musnah.....Sementara itu, di dalam Istana Krimlin Negara Raigorou. Beta sudah menjelaskan kepada dua organisasi besar dengan susah payah serta bernegosiasi dan memberikan kompensasi. Akhirnya, dia bisa tenang.Hanya saja, pengorbanan mereka terlalu b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2524

    Tirta tahu Luvia memang agak pendiam. Dia membalas seraya mengedipkan matanya, "Tenang saja, Kak Luvia. Setelah aku pulang, kamu juga puaskan aku ya?"Wajah Luvia memerah. Dia terdiam sejenak sebelum menyahut, "Nanti kita baru bicarakan setelah kamu pulang."Selesai bicara, wajah Luvia makin memerah. Dia menutup pintu kabin dan masuk ke pesawat terbang. Tak lama kemudian, pesawat terbang yang dikemudikan Elizabeth lepas landas.Tirta tertawa lagi dan berucap, "Ayo, Adeline. Sudah saatnya kita berangkat."Yelena mengoreksi, "Oke, Tuan. Tapi, namaku Yelena.""Eh ... salah. Oke, Yelena," timpal Tirta.Yelena naik ke pesawat terbang bersama Tirta dengan perasaan antusias. Setelah beberapa saat, pesawat terbang melaju ke arah lain. Hanya saja, pesawat terbang itu tidak melaju dengan stabil.....Pada saat yang sama, di ruang bawah tanah Gedung Giok yang terletak di Negara Martim. Lucifer mengakhiri panggilan telepon Beta dengan ekspresi bimbang.Lucifer berkata, "Semuanya, Keluarga Randolph

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2523

    Awalnya Yelena tidak terlalu mengerti maksud Tirta, tetapi dia langsung mengerti setelah melihat tatapannya. Ternyata Tirta ingin dia melakukan hal itu sambil mengemudikan pesawat terbang.Tingkat kesulitannya cukup tinggi. Namun, Yelena ingin menantang diri sendiri.Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di bandara. Mereka segera memeriksa mesin dan bahan bakar pesawat terbang.Setelah memastikan semuanya normal, Tirta juga melakukan suatu hal. Dia menghubungi Saba untuk meminta izin bandara Negara Darsia. Takutnya pesawat yang dinaiki Linda dan lainnya ditembak karena dianggap sebagai penyusup setelah sampai di bandara.Mengenai Negara Martim, Tirta berencana meninggalkan pesawat terbang saat hampir sampai di negara itu. Dia akan langsung menaiki Pedang Terbang agar keberadaannya tidak diketahui orang Negara Martim.Tentu saja Saba langsung menyetujui permintaan Tirta sekalian bertanya, "Itu cuma masalah sepele, aku cuma perlu mengabari pihak bandara. Tirta, tapi aku penasaran kapan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2522

    Kapal pesiar besar makin menjauh, tetapi suara para wanita yang bersyukur masih terdengar diiringi embusan angin."Dewa yang baik hati ... kami pasti akan mengingat kebaikanmu seumur hidup!""Pak, kami harap kamu kembali ke Desa Persik secepatnya. Kami ingin membalas kebaikanmu!"Tirta memang tidak mendapatkan imbalan. Namun, dia merasa sangat nyaman setelah menyelamatkan begitu banyak wanita.Tirta tertawa dan berucap, "Rasanya cukup menyenangkan menjadi orang baik."Melihat Tirta tertawa, Luvia juga tidak bisa menahan tawanya.Hanya Linda yang menangis di pelukan Tirta sambil berkata, "Guru ... terima kasih banyak. Aku ... nggak tahu bagaimana caranya membalas kebaikanmu ...."Tirta menanggapi sembari mencubit pipi Linda, "Aduh, ucapan terima kasih nggak cukup untuk membalas kebaikan sebesar ini. Kalau ke depannya ada kesempatan, kamu cukup memuaskanku saja. Hehehe ...."Ucapan dan tindakan Tirta membuat wajah Linda memerah. Linda juga merasa bahagia. Akhirnya, dia perlahan berhenti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status