مشاركة

Bab 263

مؤلف: Hazel
Jenny mengabaikan godaan wanita berambut pirang. Dia mengambil sebuah laptop dari samping tempat tidur dan mulai memberi laporan. Fakta bahwa mereka mampu mengumpulkan semua informasi ini tanpa mengusik pihak kepolisian, menunjukkan betapa hebatnya orang-orang dalam organisasi ini.

"Memang agak sulit, tapi jalankan saja sesuai rencanaku." Mata biru wanita itu berkilat dingin.

"Joko, Jack, siapa pun di antara kalian yang telah membuat polisi mengetahui masalah ini, organisasi pasti akan membuat k
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantab ceritanya boss lanjut
goodnovel comment avatar
asep cahyadi
dikit kali
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3456

    Harus diakui, perhitungan Sodam kali ini benar-benar cerdik. Alasan dia tidak langsung membunuh semua orang sekaligus, melainkan membunuh mereka satu per satu, adalah untuk memberikan tekanan mental kepada Priya.Hanya dengan cara ini, ada peluang besar untuk memaksanya mengungkap rahasia peta bintang."Aku ... aku nggak akan memberitahumu. Lebih baik bunuh saja aku." Wajah Priya menunjukkan pergulatan batin. Sesaat kemudian, dia berkata dengan nada tegas sambil menggertakkan giginya."Oh ya? Priya, kamu benar-benar tega melihat semua orang mati tepat di depan matamu? Kalau aku nggak salah ingat, dulu kamu bukan orang sekejam ini." Sodam malah tertawa menggodanya.Sret! Dia menunjuk dengan santai. Seketika, belasan orang lainnya jatuh tersungkur. Kali ini, dia memang sengaja melakukannya. Dia tidak membiarkan mereka langsung mati.Kabut hitam yang bagaikan racun paling ganas itu menyelimuti belasan murid. Mereka seolah sedang mengalami siksaan paling menyakitkan."Aah ... sakit sekali!

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3455

    Setiap tetua dan murid yang mencoba melarikan diri semuanya tewas di tangan para roh ganas itu.........Di puncak utama.Selain kelompok Radif, semua murid dan tetua yang tersisa memang benar-benar setia pada sekte. Saat ini, ada sekitar ribuan orang yang telah berkumpul di depan aula utama yang sudah runtuh menjadi puing-puing. Ada yang dipenuhi kebencian, ada yang ketakutan, dan ada pula yang marah hingga hampir meledak. Semua tatapan mereka tertuju pada Sodam.Di antara orang-orang itu, tentu saja ada Priya dan ayahnya. Hanya saja, mereka dilindungi di posisi paling tengah di kerumunan."Hehe. Makin lama, makin menarik. Harus mulai bunuh siapa dulu ya? Sepertinya sama saja. Kalau begitu, mulai dari yang paling luar saja," gumam Sodam sambil tersenyum sinis dan menatap semua orang dengan tenang. Dia sengaja memperlambat langkahnya, seolah-olah sangat menikmati sensasi saat dendam besarnya sebentar lagi akan terbalaskan.Pufft!Terlihat Sodam mengangkat tangan dan menunjuk secara sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3454

    Duarrr ....Sodam kembali menghantamkan satu telapak tangan dan formasi pelindung yang sebelumnya sudah berada di ambang kehancuran langsung tertekan. Namun, sebelum formasi itu sempat memantul kembali, dia kembali menghantamkan telapak tangannya.Krak!Pada akhirnya, seluruh formasi pelindung meledak seperti gelembung yang pecah dan energi yang meledak langsung menyebar ke segala arah. Seperti badai besar yang tiba-tiba muncul, energi itu mengguncangkan puncak utama Paviliun Ufuk dan tujuh puluh dua puncak cabangnya hingga bergoyang hebat."Gawat! Ada orang yang berhasil hancurkan formasi pelindung kita.""Cepat pergi ke puncak utama untuk berikan bantuan.""Semua tetua dan murid dengarkan perintah! Segera pergi ke puncak utama untuk berikan bantuan. Tanah suci sekte kita nggak boleh dipermalukan."Di tengah kekacauan, para tetua dan murid berteriak seperti itu.Swoosh swoosh swoosh!Satu per satu sosok terbang ke udara dari atas permukaan laut dengan ekspresi penuh amarah dan langsun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3453

    Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, Sodam mengulurkan tangannya dan mencengkeram kepala Radif."Argh .... Kenapa ...."Saat itu, tulang tengkorak Radif langsung remuk. Dia merasa seluruh darah, kekuatan spiritual, dan jiwa spiritualnya pun ditarik keluar dari tubuhnya. Rasa sakit seperti itu benar-benar tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, bahkan wajahnya sampai berubah bentuk hingga sudah tidak menyerupai manusia."Sangat sederhana. Karena setelah bunuh kamu, benda ini tetap akan jadi milikku. Aku hanya mau tahu asal-usulnya, itu saja," cibir Sodam.Setelah Sodam melepaskan tangannya, Radif sudah berubah menjadi kulit manusia yang kering dan keriput. Dia pun langsung mengambil peta bintang yang terjatuh dan meletakkannya di telapak tangan untuk diamati dengan saksama. Cahaya indah seperti mimpi dari benda itu memantulkan ekspresinya yang makin dipenuhi keserakahan.Namun, tepat pada saat itu, terdengar suara lain yang serak di dalam lautan kesadaran Sodam. "Bocah, aku hanya ja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3452

    Ternyata, posisi Tirta dan Selvi saat ini tepat berada di atas lokasi Paviliun Ufuk yang sekarang, setelah dikirim oleh formasi teleportasi. Namun, saat mereka melihat ke bawah, formasi pelindung sudah hancur dan bangunan megah milik sekte telah dihantam hingga porak-poranda serta menjadi reruntuhan.Selain itu, sosok-sosok hitam yang bagaikan iblis itu sedang merenggut nyawa satu per satu anggota Paviliun Ufuk dengan kejam. Priya dan ayahnya bersama para tetua dan murid lainnya telah dipaksa berkumpul dalam satu kelompok di bawah Tirta dan Selvi. Dengan darah yang menggenang di mana-mana, pemandangan itu benar-benar terlihat mengerikan."Iblis! Binatang! Berhenti sekarang juga!" teriak Tirta yang sudah tidak mampu menahan diri lagi dan langsung marah.........Tepat saat Tirta dan Selvi masih sedang mencari formasi teleportasi, Sodam sudah membawa dua puluhan roh ganas dan muncul di atas Paviliun Ufuk dengan kuat. Radif juga sedang menyerahkan peta bintang untuk menyerah."Radif tua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3451

    "Tempat ini memang di wilayah timur dunia awani, tapi pasti ada mata laut jauh di bawah tanah yang terhubung dengan lokasi Paviliun Ufuk saat ini. Kalau nggak, mereka juga nggak mungkin susah payah pindahkan sekte dari sini ke wilayah utara yang begitu jauh," jelas Selvi.Mendengar itu, Tirta merasa tercengang. Namun setelah dipikir-pikir, perkataan Selvi memang bukan tanpa alasan. Meskipun terdengar cukup tidak masuk akal.Meskipun berpikir demikian, keduanya tetap tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam laut. Air laut berwarna biru serta sangat jernih dan berbagai monster laut biasa berenang dengan cepat di dalam air, seolah-olah sedang menghindari dua tamu tak diundang ini.Alasan utamanya adalah kesadaran spiritual Selvi yang menyebar ke segala arah. Meskipun tidak ingin melarikan diri, para monster itu juga tidak memiliki pilihan lain."Di bawah sana memang ada mata laut. Bocah, tebakanku tepat. Formasi teleportasinya pasti ada di bawah sana," kata Selvi sambil menunjuk t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 364

    "Hahaha ...." Putro tidak segan-segan mengejek keputusan Afrian. Aina juga tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk mengejek Tirta.Dia menyindir Tirta, "Kalau mau mati, langsung bilang saja. Kenapa malah nyeret orang lain? Kamu ini benar-benar orang baik ya."Bahkan beberapa orang di samping mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 361

    Irene malah menyetujui persyaratan yang begitu tidak adil. Hal ini membuat Afrian tertegun sejenak, lalu menoleh pada Tirta. "Tirta, bagaimana menurutmu?"Tirta mengangguk. "Aku nggak keberatan. Lagi pula aku nggak akan kalah. Biarkan orang kampungan ini membuka wawasannya." Bisa memenangkan satu tri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 391

    Aina berlari sambil menangis. Dia benar-benar menyesal telah menyinggung Tirta. Tirta adalah tipe orang yang pasti akan membalas dendam jika disinggung. Pelajaran dari kejadian sebelumnya seharusnya membuatnya berhati-hati, tetapi sekarang sudah terlambat.Yang membuatnya semakin putus asa adalah dil

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 203

    "Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status