分享

Bab 266

作者: Hazel
"Cih, aku masih perawan. Selain kamu, nggak ada pria lain yang pernah menyentuhku sama sekali. Mana mungkin ada airnya," ucap Susanti dengan nada manja dan wajah yang merona.

"Kalau kamu nggak mau makan ini, nggak ada makanan lain lagi yang kubawa!" Susanti sepertinya memahami bahwa Tirta tidak berani berbuat macam-macam padanya karena mengingat status Susanti. Hal ini membuatnya semakin ingin menggoda Tirta.

"Haeh, kalau kamu bukan polisi, aku memang ingin mencicipinya," keluh Tirta setelah men
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** semakin seru ceritanya lanjut
goodnovel comment avatar
Adrianus Dery
gaskan lagi mind
查看全部評論

最新章節

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3456

    Harus diakui, perhitungan Sodam kali ini benar-benar cerdik. Alasan dia tidak langsung membunuh semua orang sekaligus, melainkan membunuh mereka satu per satu, adalah untuk memberikan tekanan mental kepada Priya.Hanya dengan cara ini, ada peluang besar untuk memaksanya mengungkap rahasia peta bintang."Aku ... aku nggak akan memberitahumu. Lebih baik bunuh saja aku." Wajah Priya menunjukkan pergulatan batin. Sesaat kemudian, dia berkata dengan nada tegas sambil menggertakkan giginya."Oh ya? Priya, kamu benar-benar tega melihat semua orang mati tepat di depan matamu? Kalau aku nggak salah ingat, dulu kamu bukan orang sekejam ini." Sodam malah tertawa menggodanya.Sret! Dia menunjuk dengan santai. Seketika, belasan orang lainnya jatuh tersungkur. Kali ini, dia memang sengaja melakukannya. Dia tidak membiarkan mereka langsung mati.Kabut hitam yang bagaikan racun paling ganas itu menyelimuti belasan murid. Mereka seolah sedang mengalami siksaan paling menyakitkan."Aah ... sakit sekali!

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3455

    Setiap tetua dan murid yang mencoba melarikan diri semuanya tewas di tangan para roh ganas itu.........Di puncak utama.Selain kelompok Radif, semua murid dan tetua yang tersisa memang benar-benar setia pada sekte. Saat ini, ada sekitar ribuan orang yang telah berkumpul di depan aula utama yang sudah runtuh menjadi puing-puing. Ada yang dipenuhi kebencian, ada yang ketakutan, dan ada pula yang marah hingga hampir meledak. Semua tatapan mereka tertuju pada Sodam.Di antara orang-orang itu, tentu saja ada Priya dan ayahnya. Hanya saja, mereka dilindungi di posisi paling tengah di kerumunan."Hehe. Makin lama, makin menarik. Harus mulai bunuh siapa dulu ya? Sepertinya sama saja. Kalau begitu, mulai dari yang paling luar saja," gumam Sodam sambil tersenyum sinis dan menatap semua orang dengan tenang. Dia sengaja memperlambat langkahnya, seolah-olah sangat menikmati sensasi saat dendam besarnya sebentar lagi akan terbalaskan.Pufft!Terlihat Sodam mengangkat tangan dan menunjuk secara sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3454

    Duarrr ....Sodam kembali menghantamkan satu telapak tangan dan formasi pelindung yang sebelumnya sudah berada di ambang kehancuran langsung tertekan. Namun, sebelum formasi itu sempat memantul kembali, dia kembali menghantamkan telapak tangannya.Krak!Pada akhirnya, seluruh formasi pelindung meledak seperti gelembung yang pecah dan energi yang meledak langsung menyebar ke segala arah. Seperti badai besar yang tiba-tiba muncul, energi itu mengguncangkan puncak utama Paviliun Ufuk dan tujuh puluh dua puncak cabangnya hingga bergoyang hebat."Gawat! Ada orang yang berhasil hancurkan formasi pelindung kita.""Cepat pergi ke puncak utama untuk berikan bantuan.""Semua tetua dan murid dengarkan perintah! Segera pergi ke puncak utama untuk berikan bantuan. Tanah suci sekte kita nggak boleh dipermalukan."Di tengah kekacauan, para tetua dan murid berteriak seperti itu.Swoosh swoosh swoosh!Satu per satu sosok terbang ke udara dari atas permukaan laut dengan ekspresi penuh amarah dan langsun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3453

    Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, Sodam mengulurkan tangannya dan mencengkeram kepala Radif."Argh .... Kenapa ...."Saat itu, tulang tengkorak Radif langsung remuk. Dia merasa seluruh darah, kekuatan spiritual, dan jiwa spiritualnya pun ditarik keluar dari tubuhnya. Rasa sakit seperti itu benar-benar tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, bahkan wajahnya sampai berubah bentuk hingga sudah tidak menyerupai manusia."Sangat sederhana. Karena setelah bunuh kamu, benda ini tetap akan jadi milikku. Aku hanya mau tahu asal-usulnya, itu saja," cibir Sodam.Setelah Sodam melepaskan tangannya, Radif sudah berubah menjadi kulit manusia yang kering dan keriput. Dia pun langsung mengambil peta bintang yang terjatuh dan meletakkannya di telapak tangan untuk diamati dengan saksama. Cahaya indah seperti mimpi dari benda itu memantulkan ekspresinya yang makin dipenuhi keserakahan.Namun, tepat pada saat itu, terdengar suara lain yang serak di dalam lautan kesadaran Sodam. "Bocah, aku hanya ja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3452

    Ternyata, posisi Tirta dan Selvi saat ini tepat berada di atas lokasi Paviliun Ufuk yang sekarang, setelah dikirim oleh formasi teleportasi. Namun, saat mereka melihat ke bawah, formasi pelindung sudah hancur dan bangunan megah milik sekte telah dihantam hingga porak-poranda serta menjadi reruntuhan.Selain itu, sosok-sosok hitam yang bagaikan iblis itu sedang merenggut nyawa satu per satu anggota Paviliun Ufuk dengan kejam. Priya dan ayahnya bersama para tetua dan murid lainnya telah dipaksa berkumpul dalam satu kelompok di bawah Tirta dan Selvi. Dengan darah yang menggenang di mana-mana, pemandangan itu benar-benar terlihat mengerikan."Iblis! Binatang! Berhenti sekarang juga!" teriak Tirta yang sudah tidak mampu menahan diri lagi dan langsung marah.........Tepat saat Tirta dan Selvi masih sedang mencari formasi teleportasi, Sodam sudah membawa dua puluhan roh ganas dan muncul di atas Paviliun Ufuk dengan kuat. Radif juga sedang menyerahkan peta bintang untuk menyerah."Radif tua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3451

    "Tempat ini memang di wilayah timur dunia awani, tapi pasti ada mata laut jauh di bawah tanah yang terhubung dengan lokasi Paviliun Ufuk saat ini. Kalau nggak, mereka juga nggak mungkin susah payah pindahkan sekte dari sini ke wilayah utara yang begitu jauh," jelas Selvi.Mendengar itu, Tirta merasa tercengang. Namun setelah dipikir-pikir, perkataan Selvi memang bukan tanpa alasan. Meskipun terdengar cukup tidak masuk akal.Meskipun berpikir demikian, keduanya tetap tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam laut. Air laut berwarna biru serta sangat jernih dan berbagai monster laut biasa berenang dengan cepat di dalam air, seolah-olah sedang menghindari dua tamu tak diundang ini.Alasan utamanya adalah kesadaran spiritual Selvi yang menyebar ke segala arah. Meskipun tidak ingin melarikan diri, para monster itu juga tidak memiliki pilihan lain."Di bawah sana memang ada mata laut. Bocah, tebakanku tepat. Formasi teleportasinya pasti ada di bawah sana," kata Selvi sambil menunjuk t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 695

    Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 698

    Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 342

    "Dasar jalang ...." Melati memegang kepalanya yang terasa agak pusing sambil kembali ke ruang privat dengan wajah berlinang air mata.Ketika melihat air mata Melati dan bekas tamparan di wajahnya, Tirta segera bertanya, "Kak, kamu kenapa? Siapa yang menamparmu?"Wanita lainnya bergegas menghampiri. Me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 364

    "Hahaha ...." Putro tidak segan-segan mengejek keputusan Afrian. Aina juga tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk mengejek Tirta.Dia menyindir Tirta, "Kalau mau mati, langsung bilang saja. Kenapa malah nyeret orang lain? Kamu ini benar-benar orang baik ya."Bahkan beberapa orang di samping mer

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status