共有

Bab 364

作者: Hazel
"Hahaha ...." Putro tidak segan-segan mengejek keputusan Afrian. Aina juga tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk mengejek Tirta.

Dia menyindir Tirta, "Kalau mau mati, langsung bilang saja. Kenapa malah nyeret orang lain? Kamu ini benar-benar orang baik ya."

Bahkan beberapa orang di samping mereka yang memilih batu juga tidak tahan melihat tindakan Tirta yang konyol dan menghujatnya.

"Kalau nggak pandai milih, nggak usah dilihat lagi. Milih batu giok mentah tentu harus dari zona kelas tin
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (5)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya Lanjut
goodnovel comment avatar
Waren Kahol
Makin asik sayang sekali bonusnya berkurang
goodnovel comment avatar
Tulus Aris
makin seru tpi bonusanya berkurang
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3234

    "Huh huh. Manusia fana yang kecil juga berani sombong di hadapan para kultivator. Aku mau lihat apa tulangmu benar-benar sekeras itu," kata tetua tingkat pemurnian dewa tahap awal, lalu memberikan isyarat mata.Dalam sekejap, seorang tetua langsung keluar dari kerumunan. Dia mengangkat pedang panjangnya dan bersiap menebas kepala salah satu anak itu."Nggak ... jangan!" teriak wanita paruh baya itu dengan pilu sambil berdiri di depan anaknya.Pria paruh baya itu tidak sanggup melihat pemandangan itu, sehingga dia memejamkan kedua matanya dengan hati yang sangat menderita.Namun, tepat pada saat itu, beberapa binatang jurang raksasa di dalam laut hitam meraung dengan dahsyat dan suaranya bergema hingga ribuan mil. Gelombang suara tak kasat mata itu hampir berubah menjadi bentuk nyata dan mengguncangkan langit hingga awan hitam pekat di atas sana langsung lenyap.Puluhan kultivator yang berada di tempat itu sama sekali tidak mampu menahan gelombang suara mengerikan itu. Mereka menjerit k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3233

    "Huh. Kamu hanya seekor semut, aku tentu saja tahu kamu nggak mungkin mampu membunuh ketiga muridku. Kamu tunjuk jalan di depan, cepat jalan," kata tetua itu sambil mendengus.Kesadaran spiritual tetua itu sebenarnya sudah lama menyadari golok dapur yang disembunyikan pria paruh baya itu di dalam pakaian. Namun, dia sama sekali tidak menganggap hal itu sebagai ancaman, malah merasa sangat menggelikan."Baik baik," balas pria paruh baya itu, lalu berjalan di depan. Hatinya dipenuhi kecemasan karena merasa kemungkinan besar dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kejadian ini. Namun, selama dia bisa memastikan Tirta dan rombongannya telah meninggalkan tempat itu, maka kematiannya terasa sepadan.Dengan pikiran seperti itu, pria paruh baya itu tanpa sadar sudah memaksa dirinya melangkah hingga tiba di tepi laut. Saat melihat tidak ada jejak Tirta dan rombongannya lagi di sana, dia diam-diam menghela napas lega.Setelah itu, pria paruh baya itu berbalik dan berkata, "Lapor Tuan, aku te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3232

    "Tuan, ada perintah apa?" tanya naga purba kepala tiga dengan hormat sambil menundukkan kepalanya."Aku mau kamu jaga keamanan desa ini. Kalau ada kultivator berniat jahat yang datang ke sini untuk lakukan kejahatan, kamu harus muncul dan bunuh mereka semua," kata Tirta dengan ekspresi serius."Baik, Tuan," jawab naga purba kepala tiga itu.Byur byur byur!Naga purba kepala tiga juga tidak menanyakan alasan Tirta. Setelah menerima perintah, dia segera mundur kembali ke lautan hitam yang gelap gulita."Baiklah, sekarang kita juga harus berangkat menuju reruntuhan kuno yang dibilang Nona Priya," kata Tirta. Dia meminta Priya berjalan di depan sebagai penunjuk jalan, sedangkan dia dan para wanita mengikuti dari belakang.....Tak lama setelah Tirta dan rombongannya pergi.Keluarga pria paruh baya itu akhirnya memperoleh teknik kultivasi yang selama ini mereka impikan. Mereka memikirkan sebuah cara agar rahasia itu tidak diketahui orang lain, yaitu memperluas gudang bawah tanah penyimpanan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3231

    "Ternyata begitu. Sungguh nggak disangka, orang biasa yang masuk ke wilayah terlarang justru lebih aman. Mereka nggak perlu ditindas pemerintah dan juga nggak perlu khawatir akan jadi korban para kultivator. Kalau dipikir-pikir, peristiwa kerusuhan iblis laut ini juga ada hubungannya denganku."Tirta menghela napas, lalu berkata setelah berpikir sejenak, "Begini saja, aku lihat kedua putramu ini punya bakat yang cukup bagus. Aku akan tinggalkan dua kitab teknik kultivasi, suruh mereka berlatih dengan rajin. Kelak mereka juga akan punya kemampuan untuk melindungi diri. Ingat baik-baik, jangan sampai kabar ini bocor. Kalau nggak, kalian akan hadapi bencana yang mengancam nyawa."Sambil berbicara, Tirta mengeluarkan dua kitab teknik kultivasi dari Cincin Penyimpanannya. Kitab-kitab ini sebenarnya diperolehnya dari Suryana. Saat sedang senggang, dia juga sering membacanya sebagai referensi dan memang menemukan banyak keistimewaan di dalamnya. Jika tidak, dia tidak akan sembarangan memberik

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 484

    Tirta menggenggam tangan Bella untuk sengaja membuat Resnu kesal. Bukankah Resnu menyukai Bella? Jika ingin menyerang seseorang, seranglah hal yang paling menyakitkan baginya."Bu Bella, cuma penyu saja kok, nggak usah marah."Bella yang hampir tak bisa lagi menahan amarahnya, terkejut melihat Tirta y

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 539

    Untungnya, hal yang dikhawatirkan Bella tidak terjadi. Pada saat bersamaan, rasa hangat dan nyaman yang tidak asing menyelimuti seluruh tubuhnya dan membuat Bella tanpa sadar menurunkan kewaspadaannya.Dia menghela napas lega. Namun tiba-tiba, ekspresi Bella berubah. Dia merasa Tirta melepaskannya. D

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 456

    Bisa dibilang, hampir seluruh dunia tahu tentang obat mujarab ini. Para pelanggan yang membeli obat ini adalah iklan terbaik. Jika ada yang tidak tahu tentang Pil Kecantikan, itu mungkin karena mereka baru keluar dari gua.Yang datang bukan hanya para karyawan yang berharap kecantikan dan pesona mere

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 476

    Namun, dengan mengonsumsi Pil Kecantikan ini, semua permasalahan kecil itu langsung menghilang. Bukan hanya itu, wajah ketiga wanita itu bahkan mulai tampak merona, lembut, dan elastis. Kulit mereka tampak sangat lembut, membuat siapa pun yang melihatnya terpesona dan sulit untuk tidak menyentuhnya.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status