登入Selvi yang langsung bisa menebak isi hati Priya pun bertanya."Hmm. Waktu yang Senior bilang sudah hampir tiba. Aku khawatir benar-benar terjadi sesuatu pada Tirta atau dia malah dibawa pergi oleh gadis berambut putih itu," kata Priya sambil cemberut."Hah. Baiklah. Kalau begitu, kita pergi bersama. Tapi, untuk sementara ini tetap kamu yang pegang barang-barang itu. Setelah bertemu Bocah itu nanti, kamu langsung serahkan saja padanya," kata Selvi, lalu langsung membawa Priya terbang dan mereka pun pergi ke luar Kota Suci untuk mencari jejak Tirta.Selvi pun menyebarkan kesadaran spiritualnya hingga menyelimuti wilayah hampir sepuluh ribu mil. Meskipun Tirta telah memasang formasi persembunyian, tetap tidak ada yang bisa disembunyikan di bawah kesadaran spiritualnya."Hm?"Saat merasakan pemandangan itu, ekspresi Selvi langsung menjadi sangat aneh. Ada perasaan cemburu, marah, dan juga tidak mengerti. Dia benar-benar tidak bisa mengerti Jade yang jelas-jelas memiliki kultivasi yang sang
Oleh karena itu, terdengar berbagai suara yang sulit digambarkan dari pegunungan liar itu.Begitu suara itu terdengar, Tirta langsung menggunakan formasi untuk menyembunyikan semuanya. Meskipun ada kultivator yang kebetulan lewat dan selama tingkat kultivasinya tidak melewati tingkat semi pencapaian agung, tidak akan ada seorang pun yang bisa merasakan apa yang terjadi.Oleh karena itu, Jade benar-benar berada dalam keadaan tak berdaya, tidak ada yang menjawab ataupun menolongnya. "Huhu .... Kalau sejak awal tahu kamu akan pakai trik licik seperti ini, lebih baik aku nggak datang cari kamu ....""Huh. Teriak saja sepuas. Makin keras kamu berteriak, aku makin bersemangat," kata Tirta.Jade merasa kesal. "Ck ck ck ...."........Sekitar pukul tiga sore.Selvi sudah mengejar semua orang yang melarikan diri sambil membawa sumber daya penting, lalu memberikan mereka pelajaran satu per satu. Namun, saat dia kembali ke Kota Suci, dia justru tidak menemukan jejak Tirta."Eh. Nona Priya, kenap
"Huh. Dengan tingkat kultivasiku sekarang, memangnya aku masih perlu makan?" jawab Jade dengan sedikit bangga, sama sekali tidak mengerti maksud tersembunyi dalam perkataan Tirta."Bukan. Maksudku, kemampuanmu ternyata cuma begini. Aku bahkan belum merasakan apa-apa, tapi kamu sudah selesai. Nggak puas sedikit pun," kata Tirta yang sengaja menyenggol Jade dua kali dari depan dan sepasang tangannya juga mulai bergerak ke tempat yang seharusnya tidak disentuh."Hm? Benar-benar nggak kelihatan sebelumnya, ternyata kamu ini seorang masokis. Bagus, sangat bagus. Karena kamu sendiri yang mau dipukul, aku tentu saja nggak punya alasan untuk nggak kabulkan itu," kata Jade.Ada pepatah yang berkata pantat harimau tidak boleh disentuh. Jade yang benar-benar langsung terpancing amarahnya pun melempar Tirta ke udara, lalu kembali mempermainkan Tirta ke sana sini seperti sedang menendang bola. Mungkin karena tidak ingin merusak Kota Suci, dia bergerak makin jauh ke daerah yang sepi seiring dengan t
Swoosh!Gerakan Jade sangat cepat dan serangannya juga tidak mengenal tidak pelan ataupun kuat.Karena tidak memiliki pilihan lain, Tirta hanya bisa mengeluarkan teknik rahasia untuk meningkatkan kultivasinya dan melawan.Dong!Keduanya saling beradu pukulan. Akibatnya, Tirta kembali terpukul hingga terbang mundur sejauh ratusan mil."Jade, cukup sampai di sini saja. Kalau kamu terus buat masalah, jangan salahkan aku pakai peta bintang untuk kirim kamu ke dunia terpencil yang entah di mana," kata Tirta yang lengannya sudah mati rasa karena benturan itu. Dia buru-buru mengeluarkan peta bintang untuk menakuti Jade. Pada saat yang bersamaan, dia juga sangat terkejut dengan peningkatan kekuatan Jade yang begitu cepat.Perlu diketahui, sejak Jade dibawa pergi hingga sekarang, waktu baru berlalu sekitar dua bulan. Namun, sekarang Tirta sudah meningkatkan kultivasinya dengan sekuat tenaga, dia tetap dipukul hingga terus mundur. Itu pun masih dalam kondisi Jade menyerangnya dengan santai. Dari
Saat Tirta dan Priya hendak pergi ke tempat lain untuk sekadar berjalan-jalan dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa mereka dapatkan, tiba-tiba terdengar teriakan seorang gadis yang nyaring. Beberapa saat kemudian, sebuah energi pedang yang sangat murni langsung melesat ke arah Tirta."Sialan. Dasar wanita gila. Tiga ratus tahun yang lalu aku bahkan belum lahir, kamu salah orang," teriak Tirta yang langsung murka setelah menghindar pada gadis berambut putih di depannya."Huh. Kamu masih berani sangkal .... Salah. Kamu memang belum begitu tua, berarti aku salah ingat. Mungkin tiga tahun lalu atau ... tiga bulan lalu kamu sudah menodai kesucianku. Pokoknya, ceritanya memang begitu. Peduli amat waktunya benar atau nggak, aku tetap harus balas dendam," kata Jade yang tidak ingin menyerah, lalu sembarang mencari alasan hanya untuk memberi Tirta pelajaran.Swoosh!Setelah itu, tubuh Jade bergerak dengan secepat kilat. Dalam sekejap, dia sudah muncul di depan Tirta."Hm? Wanita ini terlihat
"Sudah nggak sabar sampai seperti itu?" gumam Selvi yang juga terkejut saat melihat gadis berambut putih itu menghilang dari pandangannya hanya dalam sekejap. Dia mulai penasaran bagaimana dulu Tirta menyiksa gadis itu."Semoga setelah aku kembali nanti, si bocah Tirta itu masih bisa ikut menjelajahi harta rahasia di dalam jurang bersamaku. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi. Selama gadis berambut putih itu bisa diandalkan, ajak dia juga sama saja," pikir Selvi.Namun, Selvi langsung menggelengkan kepala dan menyingkirkan pikiran-pikiran itu dari benaknya. Setelah itu, dia kembali terbang dan mengejar orang-orang yang melarikan diri sambil membawa sumber daya.....Kembali ke pihak Tirta.Saat Priya dan Priya tiba di Kebun Obat Suci, dua penjaga di pintu masuk langsung bereaksi. Dalam sekejap, mereka berlari masuk ke balik tembok halaman. Jelas sekali, selama beberapa saat terakhir ini semua sekte besar dab kecil di seluruh Kota Suci sudah tahu Tirta adalah orang yang mewakili Jangkrik Suc
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar
"Dasar jalang ...." Melati memegang kepalanya yang terasa agak pusing sambil kembali ke ruang privat dengan wajah berlinang air mata.Ketika melihat air mata Melati dan bekas tamparan di wajahnya, Tirta segera bertanya, "Kak, kamu kenapa? Siapa yang menamparmu?"Wanita lainnya bergegas menghampiri. Me
"Hahaha ...." Putro tidak segan-segan mengejek keputusan Afrian. Aina juga tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk mengejek Tirta.Dia menyindir Tirta, "Kalau mau mati, langsung bilang saja. Kenapa malah nyeret orang lain? Kamu ini benar-benar orang baik ya."Bahkan beberapa orang di samping mer
Aina berlari sambil menangis. Dia benar-benar menyesal telah menyinggung Tirta. Tirta adalah tipe orang yang pasti akan membalas dendam jika disinggung. Pelajaran dari kejadian sebelumnya seharusnya membuatnya berhati-hati, tetapi sekarang sudah terlambat.Yang membuatnya semakin putus asa adalah dil







