Reinkarnasi Helena Dan Misi Menjadi Permaisuri

Reinkarnasi Helena Dan Misi Menjadi Permaisuri

last updateLast Updated : 2026-06-03
By:  NainlonvUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Not enough ratings
13Chapters
34views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Helena, wanita berusia 20 tahun, pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Kalian mau mencari apa? makanan?, minuman?,camilan?, pakaian?, dekorasi rumah?, perabotan? Atau kendaraan?. Semuanya tersedia lengkap di toko milik Helena. Dibalik kesuksesan yang ia miliki, akan ada orang yang berusaha untuk menghancurkannya. Suatu ketika, Helena datang ke toko miliknya karena pegawainya yang tidak datang. Namun, tak disangka ia malah mati terbunuh di tangan sang pencuri. Bukannya masuk surga atau neraka, ia malah masuk ke tubuh seorang wanita miskin yang hidup di pinggir desa. Dengan ditemani sistem yang perhatian, pelan pelan Helena berhasil mendapatkan kehidupan yang layak. Namun, sistem memberikan misi utama yang sangat mustahil-Menjadi permaisuri kerajaan. Ada banyak rahasia yang harus Helena bongkar untuk mendapatkan imbalan yang besar. Seperti apa perjalanan Helena di dunia barunya? Simak kelanjutan ceritanya di sini.

View More

Chapter 1

Kejadian yang tak terduga

Langit Jakarta dipenuhi awan hitam kelabu sejak pagi. Hujan besar seolah tinggal menunggu waktu untuk turun dan menelan seluruh kota.

Namun dibanding memikirkan cuaca, Helena justru lebih kesal melihat kondisi pusat perbelanjaannya sendiri.

Toko itu benar-benar kacau.

Pelanggan memadati setiap sudut ruangan, sementara suara mesin pembayaran dan keluhan pelanggan bercampur menjadi hiruk-pikuk yang memekakkan telinga.

“Helena! Akhirnya datang juga!” Riska berlari menghampirinya dengan wajah frustrasi. “Pegawai hari ini gak ada yang masuk sama sekali!”

“Nanti saja jelasinnya. Layani pelanggan dulu.”Helena langsung membantu di kasir tanpa banyak bicara.

Meski penampilannya elegan dan terkenal sebagai pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, ia tetap bekerja dengan gesit. Tak seperti pemilik pada umumnya, ia tak keberatan mengerjakan tugas seperti ini.

Satu jam kemudian, toko akhirnya mulai sepi.

Riska menghela napas lega sebelum berjalan ke gudang mengecek stok barang.

Sementara itu, Helena duduk santai di dekat meja kasir sambil memainkan.ponselnya.

Tiba-tiba sebuah situs asing muncul di layar.

[Apakah Anda percaya adanya dunia lain?]

Helena mengernyit bingung.

“Aneh.”

Karena bosan dan iseng, ia menekan tombol “Ya”.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan.

Helena menjawab semuanya asal-asalan sambil sesekali tertawa kecil.

Namun setelah pertanyaan terakhir selesai…

layar itu berubah.

[Sistem sedang menganalisis data…]

Firasat aneh langsung muncul di dalam dada Helena.

Dan tepat saat itu—

Kreeet…

Suara langkah pelan menyeret di lantai keramik, bergema di antara lorong rak yang remang.

Helena langsung menoleh, napasnya tertahan.

“Siapa di sana?”

Hening. Hanya dengung lampu yang berkedip di atasnya.

Detik berikutnya, Seorang pria bermasker hitam muncul dari balik tumpukan mi instan. Tangan kanannya menggenggam pisau dapur bergerigi, dengan karat bewarna coklat di ujungnya.

“Jangan teriak atau kau tau akibatnya,” bisiknya seraya mengacungkan pisau di depan wajah Helena. “Serahkan uangnya sekarang!.”

Helena mundur selangkah, dan menatap pria itu tajam.

“Pergi.”

Pria itu menyeringai di balik masker. Tanpa peringatan, dia menerjang menyerang Helena.

BRAK!!

Punggung Helena menghantam rak kayu di sampingnya. Kaleng-kaleng berjatuhan, menghujani lantai dengan dentang denting yang berisik.

Helena mencoba menyerang pria itu dengan sikunya. Belum menyentuh rahang, pria itu mencengkram tangan Helena dan mematahkannya.

"Argh!! Bajingan!," Rintih Helena.

Gerakan pria itu tampak gesit dan terlatih.

Helena meronta, kemudian mengarahkan kakinya menghantam selangkangan si pria.

Pria itu mengerang kesakitan, bukannya melepaskan Helena, pria itu membalasnya dengan kepalanya.

DUK!

Dunia Helena berputar saat dahinya bertemu dengan dahi pria itu. Darah langsung mengucur perlahan, mengalir menuju hidung dan bibirnya.

“Kau mau mati, jalang?!”

CRASSSHH!!

Sesuatu yang dingin langsung menusuk kulit Helena, ralat-menusuk daging Helena dengan sangat dalam.

Waktu melambat. Helena menunduk. Gagang plastik hitam pisau itu menonjol dari perutnya, persis di bawah tulang rusuk. Bajunya langsung berubah merah, basah, dan lengket. Rasa panas menyebar, dan diikuti rasa sakit yang tak tertahankan

"Dasar keparat!. Jika aku mati, aku akan menghantui mu setiap malam. Jika aku hidup, akan aku pastikan, kau akan mendekam di penjara!," Helena menyelesaikan kalimatnya dengan susah payah.

Pria itu membelalak. Napasnya tercekat. Udara mendadak terlalu tebal untuk dihirup. Dengan panik, ia langsung menarik pisaunya keluar.

SRRRT—CRASSH!!

"Ahhkk, sialan!,"

Darah menyembur deras, mengotori semua yang ada di dekatnya. Pandangan Helena mulai berkunang-kunang. Helena memegang rak di belakangnya agar bisa berdiri. Namun, rak itu juga tak kuat menopang tubuhnya hingga kemudian jatuh menimpa sebagian tubuhnya.

Melihat Helena yang terluka parah, pria itu bergegas meninggalkan TKP tanpa meninggalkan bukti apapun.

Lantai toko yang sebelumnya putih kini dipenuhi dengan genangan merah yang terus menyebar dari tubuh Helena yang tergeletak tak berdaya.

Tangannya yang gemetar masih menggenggam ponsel. Dan layar itu kembali menyala.

[Analisis selesai…]

[Proses pemindahan dimulai…]

“R-riska…”

Suara Helena nyaris tak terdengar. Kesadarannya perlahan tenggelam ke dalam kegelapan.

Dan di saat yang sama—badai besar di luar akhirnya pecah sepenuhnya.

***

Gelap.

Sangat gelap.

Helena perlahan membuka mata sambil mencoba mengatur napas. Kepalanya terasa berat, sementara tubuhnya sangat sulit digerakkan.

Ia mencoba menyentuh sekelilingnya. Sempit. Keras. Dan dingin.

Jantung Helena langsung berdetak kencang.

“…Jangan bilang.”

Tangannya menyentuh permukaan kayu tepat di atas kepalanya.

Peti mati.

Napas Helena mulai memburu saat aroma busuk menyengat menyerang hidungnya.

Dan tepat ketika kepanikan mulai menguasai pikirannya—

DING.

Suara itu datang tanpa peringatan, menembus kepalanya langsung. Bukan suara dari luar. Tetapi, berasal dari kepalanya sendiri.

[Unit kesadaran terdeteksi.]

[Sinkronisasi berhasil.]

[Selamat datang, di kehidupan kedua, nona Helena.]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
13 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status