LOGINMikael Avery, seorang jenderal perang hebat yang baru saja kembali dari medan perang. Setelah menghadiri sebuah pesta di istana yang diselenggarakan oleh raja, ia diserang saat dalam perjalanan pulang. Ia dibunuh dengan kejam dan jasadnya dibuang ke laut. Saat ia berpikir ia sudah mati, ia justru terbangun di sebuah rumah sakit. Sayangnya, ia tidak terbangun di tubuhnya sendiri, melainkan di tubuh orang lain. Tubuh itu milik seorang pria yang sebelumnya mengalami kecelakaan serius. Sayangnya, tubuh yang ia tempati memiliki nasib yang tak kalah mengerikan dari nasibnya sendiri. Bagaimana dia akan mengatasi hal ini?
View MoreMikael Avery merasa kepalanya begitu sakit, sedang sekujur tubuhnya juga terasa kaku. Ditambah lagi, matanya pun terasa berat untuk dibuka.
“Dokter, apa dia sudah mati?” suara dingin terdengar olehnya.
‘Suara siapa ini?’ Mikael hanya bisa berkata dalam hati.
Dikarenakan dia belum bisa memberikan reaksi apapun, dia hanya bisa mendengarkan dengan mata terpejam.
Namun, anehnya tiba-tiba saja berbagai ingatan baru muncul di dalam kepalanya.
‘Ada apa ini? Apa yang terjadi denganku?’ Mikael semakin bingung.
“Oh, justru sebaliknya, Nona Brown. Suami Anda menunjukkan sebuah perkembangan yang bagus. Saya yakin … tidak lama lagi, dia akan segera bangun.”
“Apa maksudmu, Dokter? Dia sudah koma selama satu bulan lamanya. Bagaimana mungkin dia bisa bangun? Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau cederanya itu sangat parah, Dok?”
Yang lebih mengejutkan lagi, rupanya Mikael Avery mengenali suara itu. Itu adalah suara Jenna Brown dan wanita itu adalah istrinya.
Mikael menegang.
Tunggu dulu.
Istrinya?
Dia seketika menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi kepada dirinya.
“Memang seperti itu, Nona. Tapi, mungkin … inilah yang disebut dengan sebuah keajaiban.”
Jenna memekik, “Ti-tidak mungkin. Itu tidak mungkin, Dokter. Dia tidak akan ….”
Namun, wanita itu tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena pintu kamar ruangan itu tiba-tiba saja terbuka.
Mikael yang masih belum bisa membuka mata bisa mendengar suara langkah kaki berjalan masuk. Dia bisa menghitung bahwa ada tiga orang yang masuk ke dalam ruangan itu.
“Jenna.”
Suara seorang laki-laki terdengar oleh Mikael dan Mikael juga tahu pemilik suara itu.
“Bagaimana keadaan menantu saya, Dokter?” suara seorang wanita mulai muncul.
“Tuan Mikael sudah melewati masa kritis dan tidak koma lagi. Saya perkirakan dia akan segera sadar. Saya permisi dulu, Nyonya Brown.”
Setelah sang dokter berpamitan untuk pergi dari ruangan itu, Mikael yang telah mengerti apa yang sedang terjadi pun mulai berpikir keras.
“Ayah, Ibu … bagaimana ini? Bagaimana aku bisa menikah dengan Jack kalau dia sadar?” suara wanita muda itu mulai terdengar lagi.
Mikael bisa merasakan rasa kesal di dalam nada suara Jenna.
“Sayang, jangan berpikir berlebihan! Kita akan tetap menikah apapun yang terjadi.”
“Lagipula, dokter tidak mengatakan dia akan sadar sekarang, bukan?”
Akan tetapi, begitu ibu Jenna berkata demikian, pria yang terbaring lemah di atas tempat tidur itu perlahan membuka kedua matanya.
Mikael mengerjapkan mata, mencoba untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya.
Bobby Brown, ayah Jenna melotot kaget, “Bajingan! Kau sadar?”
“Mike, kau … bagaimana bisa?” Jenna melongo.
“Sialan! Kenapa kau harus bangun, pecundang?” Liza menatap jengkel pada menantu laki-lakinya itu.
“Jenna, cepat panggil dokter!” Jack berkata pelan pada Jenna.
Jenna terlihat enggan tapi dia tetap keluar dari ruangan itu dan memanggil dokter.
Jack menatap penuh kebencian terhadap pria yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya itu. Mikael masih agak pusing sehingga dia mengabaikan tatapan orang yang dia tahu sangat ingin menikahi istrinya itu.
Begitu dokter datang, dia segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh selama hampir tiga puluh menit lamanya.
Jack Rolland, si direktur muda dari sebuah perusahaan perhiasan besar dan semua anggota keluarga Brown tampak berdiri dengan wajah masam sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter.
“Ini sungguh keajaiban. Anda sepertinya akan pulih dalam waktu dekat, Tuan Mikael,” Sang dokter menyampaikan berita itu dengan senang.
Namun, tidak ada satupun dari anggota keluarga Brown yang terlihat gembira.
Saat dokter sudah ke luar dari ruangan rawat itu, Mikael menatap Jack dengan tatapan lurus-lurus.
Kini Mikael Avery telah menyadari sepenuhnya.
Dia telah bangun di tubuh orang lain. Tubuh itu adalah milik lelaki yang bernama Mikael Summer, seorang pria berusia dua puluh delapan tahun yang telah menikah dengan Jenna Brown tanpa rasa cinta.
Mikael Avery bersyukur setidaknya laki-laki yang tubuhnya dia tempati ini memiliki nama depan yang sama seperti dirinya.
Saat Mikael melirik tangan Jack yang sedang merangkul Jenna, Mikael mengangkat alis kanan, “Jack Rolland … Jenna, aku sudah bangun dari koma. Apa kau-”Bobby mendengus, “Kau bangun dari koma atau tidak, semua akan tetap sama. Kau tetap harus menceraikan Jenna.”
“Kenapa aku harus?”
Jenna menggertakkan gigi, “Mike, ayolah. Aku sudah muak hidup denganmu.”
Bobby Brown memukul kaki Mikael tanpa ampun tapi Mikael tidak memberikan reaksi apapun.
Sambil melotot, Bobby menunjuk Mikael dengan jari telunjuknya, “Besok kau harus tanda tangan surat cerai itu. Kalau tidak, aku akan membuatmu menyesal pernah dilahirkan.”
Setelah mengatakan hal itu, mereka pergi dan meninggalkan Mikael sendirian.
Mikael tidak mempermasalahkan hal itu, tapi justru malah bersyukur karena hal itu. Dia bisa mencoba untuk beradaptasi dengan tubuh barunya.
Pria itu menggerakkan tubuh dan mencoba duduk. Tubuhnya terasa sangat kaku dan akhirnya dia memaksakan diri untuk turun dari tempat tidur.
Kakinya terasa berat tapi dia tahu bahwa jika dia hanya berdiam diri saja, dia tidak akan pulih dengan cepat.
Maka dari itu, dia mulai berlatih berjalan dan berhenti di depan cermin.
Mikael Avery menatap wajah barunya dan tertegun saat menyadari bahwa Mikael Summer memiliki wajah yang sangat tampan.
Pria ini memiliki paras yang jauh lebih tampan darinya. Hanya saja memiliki tubuh yang tidak prima, tidak seperti tubuhnya yang berotot dan kuat.
Akan tetapi, tinggi badannya tidak jauh berbeda. Dia tebak, Mikael Summer hanya lebih pendek dua sentimeter darinya.
Tubuhnya memang sangat kurus, tapi Mikael berkata dengan yakin, “Tidak masalah. Aku bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.”
Saat dia masih menatap cermin, kilasan ingatan kejadian yang sebelumnya menimpanya pun muncul di dalam kepalanya.
Pria itu memejamkan mata dan mengingat semuanya.
“Selamat atas kemenangan Anda, Jenderal Avery.”
“Anda memang Jenderal Perang terbaik yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Arans.”
“Hidup Jenderal Avery.”
“Jenderal Avery. Jenderal Avery.”
“Semoga panjang umur, Jenderal Avery.”
Mikael Avery, Jenderal Perang Kerajaan Arans yang berusia tiga puluh lima tahun hanya mengangkat sudut bibirnya sedikit, tersenyum tipis menanggapi segala pujian yang ditujukan kepadanya.
Para prajurit, staf kerajaan dan penghuni istana itu telah menunggu kedatangan sang jenderal perang selama dua jam lamanya. Hal itu mereka lakukan setelah mereka menerima kabar kemenangan dari Mikael sendiri.
Namun, nyatanya Mikael Avery malah tidak berniat berlama-lama di sana. Dia berjalan lurus dengan beberapa prajurit utama yang berjalan di belakangnya menuju raja yang sedang menunggunya di pintu masuk aula utama.
“Selamat atas kemenanganmu, Jenderal Avery. Selamat datang kembali.” Philip Graham berkata dengan kaku.
Sebuah senyum paksa terbit di bibir sang raja yang baru memerintah negeri itu selama dua tahun.
Mikael tidak menanggapinya dan segera memberi hormat pada rajanya.
“Bolehkah saya berbicara, Yang Mulia?”
Philip memperlihatkan senyum palsu lagi, “Bicaralah, Jenderal!”
“Yang Mulia, karena saya sudah melaksanakan tugas seperti yang Anda perintahkan. Maka, izinkan saya bertemu dan membawa pulang adik saya.”
“Oh, tentu saja, itu sudah seharusnya memang begitu. Tapi … tentu saja tidak malam ini.”
Mikael mengerutkan kening, tampak tidak puas dengan jawaban sang raja.
Belum sempat Mikael bertanya tentang alasannya, tiba-tiba saja Philip bertanya pada pelayan pribadinya, “Apa jamuan makan malam sudah siap, Sam?”
“Sudah, Yang Mulia.”
Sang raja pun kembali menatap Mikael, “Mari, Jenderal Avery. Kita bisa menikmati ….”
“Yang Mulia, saya-”
“Aku tidak akan ingkar janji. Kau bisa membawa pulang Diana … besok. Sekarang, ayo kita rayakan kemenangan besarmu ini.”
Mikael tentu tidak bisa menolak ajakan raja yang diucapkan di depan hampir seluruh penghuni istana. Dia pun akhirnya terpaksa mengikuti jamuan makan malam yang telah dipersiapkan raja muda yang masih berusia tiga puluh delapan tahun itu.
Mikael menghindari minuman yang memabukkan sebab dia tahu dia harus mengemudi untuk kembali ke kediamannya yang terletak sedikit agak jauh dari istana.
Sebenarnya raja memberikan dia sebuah kediaman yang bisa dibilang mewah di istana, tapi dia menolak. Dia lebih suka tinggal di luar istana bersama dengan satu-satunya adik perempuan kesayangannya, Diana Avery.
Namun, satu bulan yang lalu raja menunjukkan ketertarikannya pada Diana dan melamarnya. Diana masih berusia tujuh belas tahun dan Mikael berpikir Diana sangat terlalu muda untuk menikah.
Terlebih lagi, Diana hanya akan dijadikan sebagai selir raja, tentu saja dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi kepada adik satu-satunya itu.
Setelah jamuan makan malam itu selesai, Mikael segera mengemudikan mobilnya menuju ke kediaman pribadinya.
Akan tetapi, di tengah perjalanan dia dikejar oleh beberapa mobil sekaligus. Dia dihimpit sampai akhirnya kesulitan bergerak.
Dengan terpaksa dia keluar dari mobil itu dan melawan mereka.
Namun, betapa terkejutnya dirinya saat tubuhnya tiba-tiba melemah hingga dengan mudah dia dihabisi oleh sekelompok orang yang semuanya memakai topeng itu.
Setidaknya itulah yang Mikael ingat sampai akhirnya dia tiba-tiba terbangun di tubuh yang bukan miliknya.
“Siapa sebenarnya mereka? Dan apa yang terjadi denganku sampai aku benar-benar menjadi lemah saat itu?”
Mikael terdiam cukup lama.Diana masih berdiri di hadapannya, sementara Jake memperhatikan mereka berdua dengan tatapan penuh curiga.Akhirnya Mikael mengembuskan napas.Mikael menatap mereka bergantian, “Diana, kau... tidak mengenali kakakmu sendiri?”Diana membeku.Jake langsung mengernyit, “Jangan bercanda.”“Aku tidak bercanda.”Mikael duduk di atas peti kayu tua yang berada di dekatnya. “Aku tahu cerita ini terdengar gila. Bahkan kalau aku berada di posisi kalian, mungkin aku juga tidak akan mempercayainya.”Dia menatap kedua orang di depannya, “Setelah aku dibunuh pengawal-pengawal suruhan raja, aku...”“...terbangun di tubuh Mikael Summer.”Diana menahan napas.Tidak ada yang berbicara.Mikael kemudian menceritakan semuanya.Tentang kematiannya. Tentang bagaimana dia membuka mata dan mendapati dirinya berada di tubuh seorang pemuda bernama Mikael Summer. Tentang enam babak seleksi yang harus dia lalui, hingga akhirnya dia bertemu kembali dengan orang-orang yang dulu menjadi bag
Mikael tidak menjawab pertanyaan Diana.Dia justru berjalan mendekati pintu kamar lalu menempelkan telinga pada permukaannya. Tidak terdengar langkah kaki ataupun suara percakapan dari luar.“Kita harus segera keluar dari istana.”Diana masih memandangnya dengan penuh tanda tanya.“Mikael, aku bertanya bagaimana kau bisa tahu tentang Moonvale.”“Ya, aku tahu.”“Itu bukan jawaban.”“Aku akan menjelaskannya nanti, Diana.”Diana mengerutkan kening, “Kapan?”“Setelah kita keluar dari sini.”Jake yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara, “Untuk pertama kalinya aku setuju dengannya.”Diana menoleh.Jake mengangkat bahu, “Kalau penjaga menemukan kita di kamar ini, kurasa kita tidak akan punya kesempatan untuk membahas apa pun.”Diana terdiam. Mau tidak mau, perkataan Jake masuk akal.Mikael membuka pintu kamar sedikit dan mengintip ke luar. Setelah memastikan lorong kosong, dia memberi isyarat kepada mereka, “Sekarang.”Diana segera mengambil mantel tipis yang tergantung di dekat tempat
Mikael hanya tersenyum tipis.Dia tidak menjawab pertanyaan Jake. Pemuda itu justru berjalan menuju pintu dan memeriksa lorong di luar sebelum kembali menoleh. “Kita tidak punya banyak waktu.”Jake mengerutkan kening, “Maksudmu?”“Diana masih ada di istana.”Nama itu langsung membuat ekspresi Jake berubah. Jake tidak bertanya lagi. Dia segera mengikuti Mikael keluar dari bangunan kosong itu.Keduanya bergerak melalui jalur belakang istana, memilih lorong yang jarang dilewati para prajurit. Mikael beberapa kali berhenti untuk memastikan keadaan aman sebelum melanjutkan perjalanan.Jake berjalan di belakangnya sambil memperhatikan setiap sudut. Dia masih belum sepenuhnya percaya kepada pemuda ini.Namun setelah dibebaskan dari Penjara A, Jake tahu bahwa Mikael bukan orang biasa. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di belakang kediaman keluarga Avery.Mikael berhenti di dekat sebuah bangunan kecil yang hampir tertutup tanaman merambat. Jake memandang tempat itu dengan heran.“Ini apa?”
Mikael menatap Sean tanpa menghindari tatapan sang Wakil Jenderal.“Saya hanya sedang melindungi diri sendiri, Wakil Jenderal Henley.”Beberapa orang kembali berbisik.Namun Sean tidak menunjukkan perubahan apa pun. Dia hanya menatap Mikael selama beberapa detik sebelum mengalihkan pandangan kepada seluruh barisan.“Kalau begitu, kau boleh melindungi dirimu sendiri.” Nada suaranya datar.“Tapi tes ketujuh tetap dilanjutkan.”Mikael terdiam.Sean kembali naik ke panggung dan memberikan beberapa instruksi kepada para prajurit kelas satu. Tidak ada perdebatan lagi. Tidak ada usaha untuk membujuk Mikael agar kembali masuk ke dalam barisan.Keputusan Raja sudah dibuat. Tes terakhir akan tetap berlangsung.Para calon prajurit yang masih bertahan segera diarahkan menuju tempat persiapan. Sebagian tampak tegang, sebagian lain justru bersemangat karena merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan diri.Tidak seorang pun berani memberikan komentar setelah melihat sikap Sean. Bahkan Kevin, Jay,
Mikael tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah tersenyum misterius. Pria itu menoleh ke arah mertua laki-lakinya, “Tuan Brown, sebaiknya kau segera mencari jam tangan tua milikku itu. Kalau tidak, kau … mungkin tidak akan berani membayangkan apa yang bisa aku lakukan.”Setelah berkata demikian
“Habisi dia!” Liza Brown yang berdiri di belakang suaminya ikut menyemangati beberapa pengawal itu.Wanita itu terlihat tidak sabar melihat menantu laki-lakinya itu terbunuh.Sementara Mikael dengan santai malah menoleh ke arah istrinya, “Jenna, keluargamu sampai berbuat seperti ini hanya karena ing
“Ayah, apa kau … yakin ini tidak akan menimbulkan masalah?” Jenna bertanya dengan nada khawatir saat dia melihat ayahnya meminta istrinya untuk menaruh racun di makanan. Bobby mendecakkan lidah, “Tidak akan. Orang hanya akan berpikir kalau dia overdosis obat. Dia baru saja keluar dari rumah sakit,
“Ten-tentu saja.”Begitu Jonah setuju, Mikael segera berganti pakaian dan membereskan beberapa barang-barangnya. Jonah tertegun dan berkedip beberapa kali saat melihat bagaimana Mikael bertindak. Di tengah perjalanan, Jonah berulang kali melirik ke arah Mikael dengan dahi mengerut. “Ada apa?” Mik






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews