Mag-log inMendengar suara itu, ekspresi penguasa agung menjadi muram. Dia bergumam, "Um? Siapa yang bisa diam-diam masuk ke istana tanpa membangkitkan formasi perlindungan?"Penguasa agung juga sedikit marah karena bagian istana yang dihantam tadi tepat di atas kepalanya. Kalau bukan karena respons penguasa agung cukup cepat, dia pasti sudah dihantam potongan emas.Alis Hasana berkerut. Dia mengomel, "Lancang sekali, beraninya orang itu membunuh penguasa agung? Sepertinya dia cari mati!"Whoosh! Setelah mengenakan pakaian, Hasana berkelebat, lalu memelesat ke udara melalui lubang di istana dengan memancarkan niat membunuh yang intens.Penguasa agung menyipitkan matanya. Dia mencibir dan berkomentar, "Menarik sekali. Aku mau lihat siapa yang datang untuk cari mati."Penguasa agung buru-buru memakai baju dan juga memelesat ke udara. Dia melayang di udara, lalu berdiri di depan Hasana.Pada saat yang sama, para wanita suci yang dikurung di dalam kamar istana juga mendengar suara yang menggelegar ta
Anjing hitam mengomel, "Sialan, aku memang buta! Ini Rumput Kelam, bisa-bisanya aku menganggapnya sebagai obat spiritual! Ah, sakit sekali! Jangan-jangan anjing hebat sepertiku akan mati di sini?"Ternyata anjing hitam terlalu antusias sehingga memakan rumput beracun. Racun yang kuat membuat anjing hitam langsung tumbang.Tubuh anjing hitam kejang-kejang dan mulutnya berbusa, seakan-akan dia punya penyakit lama yang kambuh lagi. Sudah jelas racun dari rumput itu sangat kuat. Untung saja, fisik anjing hitam tidak biasa. Mungkin makhluk hidup lain langsung mati setelah mengonsumsi racun itu.Nova yang sedikit khawatir bertanya, "Apa kita nggak perlu menyelamatkannya?""Nggak usah, anjing sialan ini sangat tangguh. Kamu nggak usah khawatir, sebentar lagi dia pasti kembali aktif. Ayo, kita masih harus membereskan urusan penting," ujar Tirta.Selesai bicara, Tirta merangkul pinggang Nova dan langsung melangkahi kepala anjing hitam."Pemuda sialan ... masa kamu nggak menyelamatkanku? Aku aka
"Cih, memangnya aku selicik itu?" celetuk anjing hitam. Dia yang kecewa mencebik. Anjing hitam tidak menyangka Tirta langsung tahu dia berniat jahat.Shanaya berkomentar, "Aku rasa kamu memang begitu.""Tsk, tsk ... hati manusia memang rumit. Kalian suka memutarbalikkan fakta," timpal anjing hitam. Dia menunjukkan ekspresi tidak bersalah.Nova tidak bisa menahan tawanya lagi.Tak lama kemudian, anjing hitam sudah berhasil memecahkan formasi. Dia berdiri, lalu menepuk kedua kakinya dan berujar, "Sudah beres. Ikut aku masuk."Sesudah itu, anjing hitam mengendalikan kerangka inti formasi yang padat di tanah dengan kesadaran spiritualnya. Kerangka inti formasi langsung diam-diam menyatu dengan formasi perlindungan di tempat ini. Muncul sebuah pintu terbuka dan tidak terdengar suara sedikit pun.Bahkan Tirta juga takjub dengan kehebatan anjing hitam. Teknik formasi anjing hitam makin hebat.Shanaya berpesan kepada Tirta, "Aku tahu kemampuanmu hebat, tapi kamu nggak boleh anggap remeh pengua
Anjing hitam menanggapi dengan bangga, "Tentu saja, aku ini keturunan asli klan anjing langit. Kalau aku membangkitkan garis keturunanku sepenuhnya, menelan bulan juga sangat mudah bagiku. Pemuda ini nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan denganku."Tirta menggeleng dan menegur, "Baru dipuji sedikit saja sudah besar kepala. Benar-benar nggak tahu malu. Orang yang bermuka tebal memang nggak bermoral."Nova tidak bisa menahan tawanya. Dia terlihat sangat menawan.Anjing hitam kalah berdebat dengan Tirta. Dia marah-marah sembari memelotot, "Huh, kamu jangan terlalu sombong! Nanti kamu pasti akan meminta bantuanku. Aku pasti akan membuatmu menangis!"Anjing hitam memang sangat menyebalkan, tetapi dia bisa membuat Nova tertawa. Tanpa sadar, kesedihan yang dirasakan Nova berkurang.Shanaya membawa mereka terbang sekitar dua jam. Dia menunjuk sebuah gunung tinggi yang berjarak 50 kilometer di depan sambil berkata, "Yang di depan itu istana penguasa agung. Aku ... cuma bisa bawa kalian sampai
Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular
Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua
Genta meninju tubuh Tirta dengan kuat lagi hingga meledak. Namun, dalam sekejap Tirta muncul lagi di hadapan Genta dengan ekspresi mesum.Tirta berucap, "Kak, kenapa kamu nggak lanjut menginjak aku lagi? Sebenarnya aku lebih suka kamu menginjakku. Kak, cepat injak aku lagi."Sekarang Tirta sudah tah
"Eh ...." Tirta sebenarnya tidak menyangka bahwa Marila bisa sekompetitif itu dalam hal seperti ini. Namun, dia tetap menatap tubuh Marila dari atas sampai bawah dengan serius, lalu berkata, "Marila, sebenarnya postur tubuhmu cenderung lembut dan anggun.""Ukuran sebesar jeruk bali itu sudah sangat
Tirta mendengus dan berkata, "Aku memang mau membuat perhitungan denganmu! Sekarang kamu yang cari aku, jadi aku bisa menghemat waktuku!"Tirta melihat dengan menggunakan mata tembus pandang. Ternyata Jamil yang pergi tadi sudah kembali. Dia membawa Jayadi dan belasan ahli serangga di Desa Benad. Me
Sudah jelas Jamil yang bersikap seperti ini tertarik pada Susanti. Bahkan, dia berinisiatif memperkenalkan latar belakang keluarganya.Jamil lahir di sebuah desa terpencil di Provinsi Naru. Dia tidak pernah melihat wanita muda, seksi, dan cantik seperti Susanti. Ditambah lagi, tubuh Susanti sangat w







