LOGINLola, Lulu, dan Lala telah terjebak di Tanah Kebahagiaan selama sembilan tahun. Tanah Kebahagiaan adalah sebuah dunia yang dipenuhi oleh Ramuan, Grimoire, dan Oraclis yang dapat membuat seseorang menjadi Penyihir Oracle. Inilah kisah petualangan mereka di dunia yang diikat oleh: "Hukum Trinitas Sihir Tua dari Awal Zaman."
View MoreBeberapa jam berlalu tanpa terasa. Matahari sudah bergeser cukup jauh, tetapi Lola, Lulu, dan Lala tetap duduk di tempat mereka. Waktu seperti berjalan cepat karena perhatian mereka tidak pernah benar-benar lepas dari arena. Berbeda dengan tes ketiga yang terasa membosankan dan membuat mereka hampir mengantuk, tes keempat ini justru membuat mereka sulit berkedip. Kali ini mereka tidak hanya duduk dan menunggu giliran. Mereka bisa melihat langsung bagaimana calon murid lain menggunakan sihir mereka dalam pertempuran melawan monster yang telah disiapkan oleh Akademi. Selama ini, satu-satunya lawan latihan mereka hanyalah Tn. Apel. Dan itu pun terasa berbeda. Tn. Apel sangat jarang menggunakan sihirnya secara serius saat melatih mereka. Dia lebih sering mengandalkan teknik dasar, gerakan tubuh, atau hanya sedikit manipulasi energi. Dulu mereka mengira itu karena dia ingin mereka fokus pada dasar-dasar. Sekarang mereka mulai menyadari kemungkinan lain, mungkin karena sihirnya memang ter
Lala yang mendengar penjelasan sahabatnya itu hanya mengangguk-angguk, dia menunduk dan menatap tangannya sendiri, saling menggosok satu sama lain. Lulu yang menyadari perilaku Lala segera bertanya, "Lala, apa kau tidak apa-apa?" Lala hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah mereka, dia melirik ke arah tengah lapangan dan berkata, "Aku baik-baik saja. Hanya merasa sedikit gugup, setelah dirimu adalah diriku untuk dipanggil. Aku sendiri tidak yakin dengan kekuatanku. Entahlah, melihat monster-monster mengerikan seperti itu dan melihat cara kelian bertarung membuatku pesimis. Kalian tahu, kan? Kekuatan fisikku jauh lebih lemah dibandingkan kalian bahkan setelah latihan bersama. Ya, memang meminum Ramuan juga meningkatkan kekuatan fisik, tapi tetap saja aku merasa gugup." Mendengar hal itu Lola melunakkan wajahnya dan memeluk sahabatnya itu sambil berkata dengan nada manja, "Ah, sahabatku yang satu ini sepertinya sangat mengkhawatirkan tentang tesnya. Lala, bukankah Tn. Apel sudah menje
Para penonton hanya membelalak, mulut mereka terbuka lebar, terkejut melihat pertarungan yang bisa dibilang singkat itu. Tak perlu memakan waktu banyak, kurang lebih hanya satu menit, Lola berhasil menyelesaikan tes keempat dalam kurang dari satu menit! Para penonton kemudian bertepuk tangan kepadanya dan saling berbisik seperti biasanya, bersamaan dengan itu tubuhnya bercahaya dan kemudian cahaya itu berpencar. Sementara itu Lola, dia hanya berdiam diri selama beberapa detik, bukan untuk menikmati sorakan penonton, melainkan karena dia gugup. Dia tidak bisa menikmati sorakan penonton dalam keadaan seperti ini, dia mengingat bagaimana dia hampir tertusuk oleh monster itu. Dia menghela napas dan setelah tenang, dia kembali, berjalan ke lorong dan naik kembali ke bangkunya. Saat dia melewati calon murid yang sedang duduk, dia tahu mereka sedang menatapnya secara diam-diam, entah mereka merasa kagum, takut, atau malah jengkel, merasa diri mereka lebih baik. Saat jaraknya hanya tingga
Melihat kejadian tersebut, para penonton terdiam. Calon murid yang awalnya semangat ingin menujukkan perkembangan mereka kepada para penonton terutama pengajar, kini wajah mereka secara perlahan menjadi lesu, sepertinya semangat mereka yang awalnya membara kini secara perlahan padam. Lola menarik tangannya, terkejut. Tentu saja, dia tidak menyangka akan memiliki Energi Sihir sebesar itu, dia masih mengingat bahwa saat dia pertama kali mengecek Energi Sihirnya, itu berjumlah 50, tapi saat ini itu bertambah menjadi 200. Lola menjadi bingung, dia tidak tahu apakah ini adalah sebuah keberuntungan, apakah dia harus berbahagia, atau apakah ini adalah sebuah kejanggalan. Di satu sisi dia merasa senang melihat perkembangannya, menganggap bahwa semua latihan yang dia jalani akhirnya terbayarkan, tapi di satu sisi dia juga merasa aneh, apakah dia memang "berbakat" hingga bisa mencapai angka itu? Lola sendiri tidak ingin memikirkannya terlalu jauh saat dia berharap bahwa itu semua adalah hasi
Cairan gelap yang saling berganti warna itu masuk ke tenggorokan dan mengalir ke dalam perut mereka. Raut wajah mereka berubah sesaat setelah meminumnya, menjulurkan lidahnya seperti ular, menyipitkan mata, dan mengerutkan dahi. Tubuh mereka bergetar dengan raut wajah yang kecut, mereka kemudian m
Di luar kamar, dia berjalan menuju dapur sambil membenarkan posisi pedangnya. Di dapur yang cukup mewah, sudah ada meja panjang dari kaca yang dikelilingi oleh beberapa kursi kayu yang indah dengan bantalan empuk. Di sana, sudah duduk tiga orang: Pertama, seorang perempuan yang sangat cantik deng
Beberapa jam telah berlalu, hari kemudian menjelang sore, dan tes keempat telah sepenuhnya dilaksanakan oleh semua calon murid. Seperti yang sudah dijelaskan Tn. Apel sebelumnya, tes keempat ini bisa juga dibilang sebagai tes ketahanan sihir, kebanyakan yang lulus adalah calon murid dengan jumlah E
"Itu adalah tes pertama untuk diterima di Akademi ini: pengukuran energi sihir dan elemen." Tn. Apel menjelaskan kepada ketiga gadis kecil sambil duduk di kursi, dia menyilangkan kaki dan tangannya, dan dengan fokus menatap ke arah tengah lapangan. Mereka bertiga hanya mengangguk paham dan melangk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.