LOGINSetelah dibunuh oleh orang yang dicintai, Lunara Windmare malah menemukan dirinya menjadi karakter sampingan sekaligus antagonis yang hanya muncul sekali itupun untuk kematiannya di sebuah novel fantasi berat yang pernah dia baca. Dia telah membaca buku itu sampai habis jadi dia akan menggunakan seluruh informasi untuk menghindari kematiannya. Akankah dia berhasil?
View MoreDarah dimana-mana.
Lunara kesakitan luar biasa karena banyak tusukan di badannya yang dilakukan oleh Tristan, kekasihnya yang sangat dicintainya itu setelah dirinya memergokinya selingkuh dengan teman dekatnya, Zee. Sementara itu, Tristan sibuk berkemas dan mengambil barang-barang berharga Lunara bersama Zee. "Luna, maaf sudah merebut Tristan darimu. Kami saling mencintai sejak dulu. Semoga kamu menemukan kedamaian dalam kematianmu," ucap Zee sebelum pergi dirangkul Tristan. Di apartemen sederhana itu, Lunara memejamkan mata dan menitikkan air mata untuk yang terakhir kalinya dengan kepedihan di hati yang teramat dan rasa tidak terima. *** Samar-samar terdengar suara pertengkaran, Lunara mengerjapkan kedua matanya. Langit-langit yang penuh lampu gantung sangat cantik menjadi pemandangan pertamanya. "Apakah aku di surga?" "Mereka cuma memanfaatkan kita. Jika kita ketahuan dan dihukum mati, mereka tidak akan pernah menyelamatkan kita!" Teriakan yang sangat nyaring itu membuat Lunara mengambil posisi duduk. Lunara pernah mendengar bahwa di surga tidak ada masalah tetapi kalimat yang baru saja dia dengar itu jelas menunjukkan masalah. "Loh! Ini dimana?" Lunara memperhatikan sekitar. Dia berada di sebuah kamar yang sama sekali berbeda dengan apartemennya. Sebuah ranjang besar bertiang dengan kanopi kain tipis berwarna putih gading menjadi pusat perhatian. Tirainya menjuntai ringan, dihiasi lampu-lampu kecil yang menciptakan cahaya hangat dan intim. Headboard berukir elegan dengan cermin oval di tengahnya memberi kesan antik dan anggun. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan seorang pria berusia sekitar hampir 50 tahun dengan pakaian bangsawan. Lunara mengernyitkan alisnya. "Siapa ya? Ini dimana?!" tanya Lunara bingung. Pria itu tertegun sekilas tetapi wajahnya berubah sedikit panik kembali. Dia menghampiri Lunara. "Lunara, besok di ulang tahun putri mahkota Delayna, adalah yang terakhir kamu menarik perhatian Duke Aldridge," kata pria itu dengan nafas memburu. Nama dia memang Lunara tetapi dia tidak tahu putri mahkota Delayna dan Duke Aldridge- Tunggu sebentar. Lunara sebelumnya menjadi kehidupannya sebagai tulang punggung keluarga yang harus bekerja siang dan malam tanpa lelah. Untungnya dia punya pacar sebagai penyemangat meski pada akhirnya pacarnya malah sudah lama berselingkuh dengan teman dekatnya dan mereka memanfaatkan uangnya dan pada akhirnya merampas semua yang dia miliki. Dia bahkan masih tidak terima dengan pengkhianatan itu. Lunara juga melakukan hal lain untuk hiburannya yaitu membaca buku terutama bergenre fantasi. Kedua nama yang baru saja Lunara dengar mirip dengan karakter di buku yang pernah ia baca. Di buku itu juga, sempat muncul nama yang persis dengan namanya. "Kalau tidak salah Lunara Windmere," bisik Lunara. Namun, Lunara di buku itu cuma muncul sekali dan itupun saat dia mati. Sungguh karakter sampingan yang tidak penting. Ditambah dia berada di kubu antagonis. Lalu sekarang... "Tidak mungkin. Aku menjadi Lunara yang itu? Lunara yang akan mati?" bisik Lunara menatap kosong ke bawah. "Lunara, tampaknya kamu baru bangun tidur jadi masih belum sadar sepenuhnya. Dengar Lunara, buat duke menjadi milikmu dan sebelum itu terjadi, jangan dekati kakakmu." Lunara hanya diam. Pria ini juga disebutkan dalam buku. Pemimpin keluarga Windmere yang sangat mencintai putri bungsunya dan rela melakukan apa saja untuknya. Lunara bangkit dari kasur setelah pria itu pergi. Dia menghampiri cermin dan terbelalak takjub. Di pantulan cermin, jelas bukan dirinya. Dia sangatlah cantik dengan rambut hitam panjang bergelombang dan mata merah seperti darah. "Kelihatannya aku benar-benar menjadi Lunara yang itu. Tetapi sebentar lagi, dia akan mati dengan sadis." Di kehidupannya, Lunara dikhianati oleh pacar dan temannya sendiri. Di kisah ini, Lunara malah menjadi tokoh yang berusaha merebut pasangan karakter utama. "Tidak lagi. Aku tidak akan dibunuh lagi oleh orang yang kucintai," bisik Lunara tajam. Lunara Windmere dinarasikan mencintai Duke Aldrigde sejak pandangan pertama tetapi hampir tidak pernah bisa berkomunikasi dengannya karena Duke Aldridge tidak punya waktu untuk sembarangan orang. Surat Lunara tidak dibalas dan dinarasikan Lunara sangat marah terhadap rumor pertunangan duke dan putri mahkota sampai dia bergabung dengan kelompok penjahat yang tidak menyukai keluarga kaisar. Bagaimana Lunara di buku mati? Lunara datang ke ulang tahun putri mahkota dengan niat membunuhnya. Saat suasana sudah sepi, dia mengikuti putri mahkota ke kamarnya. Belum sampai di kamarnya, dia mengarahkan pisau ke arahnya untuk membunuhnya tetapi dicegah oleh sang duke yang dicintainya yang tiba-tiba saja datang. Rencana pembunuhan gagal dan dalam perjalanan pulang, Lunara dibunuh oleh Duke Aldridge. Dinarasikan dalam kematiannya, Lunara melihat mata Duke Aldridge penuh obsesi terhadap putri mahkota sementara hatinya hancur berkeping-keping. "Tidak cukup sampai disana. Duke itu juga menghancurkan keluarga Windmere tanpa sisa. Dia benar-benar sangat mengerikan seperti yang diperlihatkan," bisik Lunara. Untuk menghindari plot yang menuliskan dia mati, Lunara memutuskan tidak datang ke ulang tahun putri mahkota. Dia mengirimkan surat permintaan maaf atas ketidakhadirannya yang disebabkan sakit. "Luna, apa yang terjadi padamu?"Jika Yeshe meninggal, ceritanya sudah pasti berubah bukan? Masalahnya Yeshe adalah pameran utama laki-laki. Lunara tidak peduli jika Yeshe meninggal. Toh pria itu jahat dan menurutnya tidak pantas dengan putri mahkota. Allan Asier lebih pantas. Namun apakah tidak masalah? "Jika tuan duke terbunuh dalam perjalanan ini, yang paling utama duicurigai adalah keluarga Windmere," kata Lunara. "Kupikir bisa terjadi perang antara kekaisaran dan keluarga kami. Aku tidak bisa menempatkan keluargaku dalam bahaya. Ditambah keluarga kami tidak sekuat mereka. Sudah jelas kita kalah. Menghabisi Duke Aldridge sama saja dengan bunuh diri," kata Lunara. Svanhildr terdiam. Namun ini adalah kesempatan emas. Kesempatan yang tidak bisa dilewatkan. Jelas-jelas Yeshe mencurigainya. Pria itu, entah apa yang ia tunggu. "Aku akan membunuhnya," kata Svanhildr. Lunara terkejut. Svanhildr berbalik dan berjalan menuju hutan liar. Lunara mengikuti Svanhildr sambil setengah berbisik meminta
"Apakah lady bermaksud mengatakan kalau keluarga Windmere tidak bersama kaisar? Alasan pengajuan pernikahan hanya sebagai alibi karena kalian berencana bergabung dengan mereka," kata Yeshe. Lunara menjadi cemas saat Yeshe meliriknya dengan tatapan tajam. "Tidak. Aku tidak bisa membiarkan dia curiga. Bagaimana kalau dia malah membunuh kami disini?" batin Lunara. "Tuan duke ini bertanya selalu dengan pertanyaan tidak masuk akal. Keluarga kami dicap sebagai pengkhianat. Meskipun itu hanya rumor. Tetapi bukankah kalian malah sudah merencakan membunuh kami? Tuan duke menawarkan sesuatu kepadaku. Berhentilah seperti itu," kata Lunara. "Katakan saja menawarkan pedang kematian," kata Lunara. "Jika lady merasa tidak pernah berkhianat maka tidak perlu takut. Kalian berada di pihak kaisar bukan? Maka aku akan mendukung keluarga Windmere juga," kata Duke Aldridge. "Kan! Dia tidak akan mudah," batin Lunara. "Tetapi mengambil jenderal perang musuh, cukup brilian meskipun ini sebenarn
Lunara menyukai buku itu karena menurutnya komplit baik dari segi narasi maupun konflik. Itu sebabnya dia sampai mencari tahu informasi lain soal buku tersebut dan salah satu yang dia dapatkan dari penulisnya. Delayna dan Yeshe di akhir mencari pedang-pedang terkuat di dunia. Termasuk di wilayah selatan. Singkatnnya, mereka melakukan perjalanan bersama tetapi hasilnya tidak diketahui. Itu juga hanya diberitahu oleh penulisnya. Di buku tidak ada catatan seperti mereka mengelilingi dunia pada akhirnya secara spesifik. "Kupikir kau juga akan langsung mati kalau kesana," kata Lunara. "Duke Aldridge sepertinya tahu kau memberikan kami tempat tinggal. Aku penasaran apakah kau akan justru berkhianat pada kami. Kau tidak mungkin tanpa alasan yang jelas membawaku," kata Svanhildr. "Aku sudah mengatakan supaya kau juga tahu soal diskusi kami," kata Lunara. "Para ksatria tidak diperbolehkan ikut dalam rapat tadi jadi beritahu aku apa saja yang kalian bicarakan," kata Svanhildr. "Tida
"Dia memang seorang ahli pedang sekaligus pedagang. Aku menemukannya saat berjalan-jalan di pasar. Dia menjadi seorang pedagang tetapi beberapa orang mengatakan bahwa dia sebenarnya adalah ksatria yang hebat," kata Zane. Yeshe mengulurkan tangan kepada Zane meminta berkas informasi orang tersebut. Zane diam karena dia tidak punya berkas mengenai Svanhildr. Svanhildr dan kelompoknya itu datang dari negeri yang jauh. Mereka mungkin sempat tinggal di kekaisaran ini dan berkonflik dengan kaisar. Lunara mengingat lagi cerita mengenai Svanhildr di buku. "Dipikir-pikir, justru kaisar sini yang bermasalah. Dia membuat musuh, dia membunuh ibuku, dan dia yang membuat SVanhildr berencana melakukan pemberontakan," batin Lunara. "Kami tidak punya banyak informasi tentang dia, tuan duke," kata Zane. Yeshe menarik tangannya. Dia menatap ke depan dengan tatapan datar. "Kalau begitu, bolehkah aku membunuhnya marquis? Aku akan mencarikan pengganti dia," kata Yeshe. "Tuan duke, anda bena
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews