ログインSaat Tirta dan Priya hendak pergi ke tempat lain untuk sekadar berjalan-jalan dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa mereka dapatkan, tiba-tiba terdengar teriakan seorang gadis yang nyaring. Beberapa saat kemudian, sebuah energi pedang yang sangat murni langsung melesat ke arah Tirta."Sialan. Dasar wanita gila. Tiga ratus tahun yang lalu aku bahkan belum lahir, kamu salah orang," teriak Tirta yang langsung murka setelah menghindar pada gadis berambut putih di depannya."Huh. Kamu masih berani sangkal .... Salah. Kamu memang belum begitu tua, berarti aku salah ingat. Mungkin tiga tahun lalu atau ... tiga bulan lalu kamu sudah menodai kesucianku. Pokoknya, ceritanya memang begitu. Peduli amat waktunya benar atau nggak, aku tetap harus balas dendam," kata Jade yang tidak ingin menyerah, lalu sembarang mencari alasan hanya untuk memberi Tirta pelajaran.Swoosh!Setelah itu, tubuh Jade bergerak dengan secepat kilat. Dalam sekejap, dia sudah muncul di depan Tirta."Hm? Wanita ini terlihat
"Sudah nggak sabar sampai seperti itu?" gumam Selvi yang juga terkejut saat melihat gadis berambut putih itu menghilang dari pandangannya hanya dalam sekejap. Dia mulai penasaran bagaimana dulu Tirta menyiksa gadis itu."Semoga setelah aku kembali nanti, si bocah Tirta itu masih bisa ikut menjelajahi harta rahasia di dalam jurang bersamaku. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi. Selama gadis berambut putih itu bisa diandalkan, ajak dia juga sama saja," pikir Selvi.Namun, Selvi langsung menggelengkan kepala dan menyingkirkan pikiran-pikiran itu dari benaknya. Setelah itu, dia kembali terbang dan mengejar orang-orang yang melarikan diri sambil membawa sumber daya.....Kembali ke pihak Tirta.Saat Priya dan Priya tiba di Kebun Obat Suci, dua penjaga di pintu masuk langsung bereaksi. Dalam sekejap, mereka berlari masuk ke balik tembok halaman. Jelas sekali, selama beberapa saat terakhir ini semua sekte besar dab kecil di seluruh Kota Suci sudah tahu Tirta adalah orang yang mewakili Jangkrik Suc
Tirta merasa makin banyak obat spiritual, tentu saja makin baik. Terlebih lagi, dia juga bisa memindahkan obat spiritual yang berlebihan ke bumi, lebih tepatnya ke Desa Persik."Baik, Tuan Tirta," balas Priya sambil menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.....Sementara itu, saat Tirta dan Priya sedang menuju Kebun Obat Suci, Selvi sudah berada di ribuan mil di luar Kota Suci. Dia mengejar dan mencegat cukup banyak kultivator yang melarikan diri sambil membawa sumber daya. Dia tidak berniat menggunakan sendiri barang-barang itu, tetapi dia berencana menyerahkan semuanya pada Tirta.Saat Selvi hendak kembali mengejar kultivator yang melarikan diri ke arah lain, sebuah cahaya putih tiba-tiba jatuh dari langit setinggi puluhan ribu mil dan sepertinya akan jatuh di sekitar tempat ini. Meskipun bisa dilihat dengan mata telanjang, kecepatan cahaya putih itu jauh lebih cepat daripada meteor dan bahkan tidak menimbulkan suara."Turun dari langit? Bahkan aku pun nggak bisa lihat tingkat kult
Selvi menjelaskan dengan sangat rinci melalui transmisi suara. "Saat kami turun saat itu, kami hampir berhasil mendekati dasar jurang. Tapi, kami tetap nggak bisa lihat keseluruhannya dengan jelas. Meskipun begitu, kami samar-samar bisa lihat sebuah istana bercahaya. Bentuknya hampir sama dengan bangunan dari era awani.""Di bagian paling atas istana itu juga ada sebuah artefak yang melayang dan memancarkan aroma obat sangat pekat. Di dalamnya mungkin tersimpan sejenis pil kualitas terbaik. Sayangnya, kami bahkan nggak mampu lebih mendekat lagi dengan kekuatan kami saat itu, apalagi menjelajahinya.""Bukannya Kak Tabib Suci juga ikut turun? Kalau memang ada pil di sana, dia harusnya bisa mengenalinya, 'kan?" tanya Tirta sambil mengusap dagunya.Selvi menghela napas. "Jangan diungkit lagi. Di bawah jurang itu ada semacam kekuatan pembatas. Makin rendah tingkat kultivasi seseorang, makin sulit untuk mendekat. Bahkan ada beberapa orang yang terhenti di bagian terluar, salah satunya ya kak
"Pergi sana. Aku nggak tertarik pada wanita yang hanya mengincar keuntungan," kata Tirta dengan terus terang."Tuan, aku benar-benar nggak bermaksud seperti itu. Aku hanya mau berkenalan dengan Tuan saja," kata Meriana dengan ekspresi yang langsung muram, tetapi dia masih memaksakan senyuman."Tapi, aku nggak mau kenal kamu dan kamu juga nggak punya kualifikasi untuk itu," kata Tirta yang bahkan tidak melirik Meriana sedikit pun.Meriana hanya bisa menahan rasa malu dan marahnya dengan ekspresi tak berdaya, lalu berbalik meninggalkan restoran.....Tak lama kemudian, kabar tentang Jangkrik Suci telah kembali pun menyebar ke seluruh Kota Suci dunia awani. Dalam sekejap, seluruh Kota Suci itu bergejolak. Semua sekte yang sudah susah payah merebut berbagai sumber daya di dalam Kota Suci pun mulai kepanikan."Gawat! Jangkrik Suci yang paling kuat ternyata nggak mati. Berapa banyak benda yang sudah kita telan, sekarang kita harus muntahkan kembali tanpa kurang sedikit pun.""Kita mungkin ma
Meskipun tidak mengenali identitas pria dan wanita yang mengerikan di hadapannya, setidaknya ada satu hal yang bisa dipastikan Ketua Sekte Masehi itu. Jika gadis itu ingin membunuhnya, itu adalah hal yang sangat mudah. Bahkan pemuda itu pun bisa merenggut nyawanya dengan sangat mudah.Meskipun gadis itu terakhir terlihat murung dan belum pernah menyerang, Ketua Sekte Masehi itu juga tidak perlu menebak seberapa kuat lagi gadis itu di situasi sekarang."Kamu masih nggak pantas tahu identitasku. Tapi, karena kamu sudah rebut restoranku, berarti sudah ada hubungan sebab akibat di antara kita. Jadi, biar kamu tahu dengan jelas. Aku ini Jangkrik Suci. Kamu sudah mengerti?" kata Selvi dengan tenang.Sejak awal hingga akhir, Selvi bahkan tidak pernah menatap lurus ke arah Ketua Sekte Masehi. Saat ini, dia sedang perlahan-lahan menyuapkan sedikit makanan ke mulutnya. Jika masalah ini tidak berkaitan dengannya, dia sebenarnya tidak akan turun tangan. Dia pasti akan membiarkan Tirta yang menyele
Kebetulan lampu hijau menyala, jadi mobil di belakang membunyikan klakson. Tirta juga tidak memikirkannya lagi. Dia menjalankan mobilnya.....Tirta tidak tahu mobil Mercedes-Benz yang berpapasan dengannya di jalur lain dikendarai oleh orang Negara Martim.Orang itu tiba-tiba berseru kepada wanita b
Tirta sering memandangi pemandangan gunung dari kamar Bella. Dia memutuskan untuk memancing Kurnia ke daerah pegunungan yang belum dikembangkan. Tirta akan melawannya di tempat itu.Tirta berseru, "Kurnia, aku ini orang yang kamu cari! Kalau kamu ingin tahu rahasiaku, ikut aku!"Tirta segera berpesa
"Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A
Begitu Tirta melangkah masuk, Mauri, Saad, dan Susanti pun mengikuti. Situasi mendadak ini membuat para penari di ruang privat buru-buru memakai pakaian mereka, lalu berdiri di samping tanpa berani bergerak. Sekalipun Saad dan lainnya tidak bersuara, mereka bisa menebak identitas pendatang ini."Kali







