Share

Bab 838

Author: Hazel
Hera berujar dengan antusias, "Baguslah! Dia bukan siapa-siapa. Aku sudah nggak tahan lihat dia berlagak di sini!"

"Kalian mau suruh orang lemah itu beri aku pelajaran? Jangan harap!" balas Tirta. Dia tersenyum sinis dan sama sekali tidak menganggap serius ucapan Hera.

Sekitar setengah jam kemudian, polisi yang diutus Susanti menelepon. Mereka menemukan uang tunai sebanyak 200 miliar lebih di rumah Leonel.

Selain itu, mereka juga menemukan brankas yang dipenuhi emas batangan. Setidaknya nilai se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut boss
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3114

    Setelah terdiam sejenak, Tirta baru berkata, "Terima kasih, Kak Yumika. Tapi, aku mau menyelesaikan masalah ini sendiri. Kak Yumika cukup berjaga di sampingku saja."Yumika juga khawatir dia malah akan menimbulkan kecurigaan jika dia terlihat terlalu antusias, sehingga dia langsung mengangguk menganggukkan kepala. "Baik."Dengan begitu, keduanya berjalan hampir berdampingan sambil mengikuti kedua murid Sekte Penguasa Akhirat di depan yang terus bergerak menembus malam."Kak Aska, kamu ... tadi ada dengar? Tadi wanita itu bilang mereka orang dari Istana Samara. Sejak kapan sekte kita begitu buta sampai berani menyinggung pihak yang begitu besar?" kata salah satu yang memimpin jalan itu dengan penuh ketakutan."Aku ... juga nggak tahu. Meskipun kita dilindungi Sekte Asura, kita juga nggak punya nyali untuk menyinggung Istana Samara, 'kan? Levin, apa mungkin ini hanya sebuah salah paham?" kata pria yang dipanggil Kak Aska itu dengan suara gemetar."Dilihat dari sikap dewa pembunuh di bela

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3113

    Pria yang duduk di sisi paling kiri itu tertawa dengan marah, lalu langsung mengeluarkan sebuah pedang panjang yang dipenuhi aura hantu menyeramkan. Pedang itu langsung menebas ke arah kepala Tirta.Tang!Saat Tirta menjentik jemarinya, pedang panjang yang menerjang ke arahnya langsung hancur menjadi bubuk. Tubuhnya bergerak sekilas di detik berikutnya, lalu sudah muncul kembali di belakang pria yang tadi menyerangnya."Aah!!!"Seiring dengan jeritan yang memilukan, terlihat tangan Tirta yang kini sudah memegang sebuah bola emas berlumuran darah. Bola itu adalah inti emas hasil kultivasi pria itu selama bertahun-tahun.Bang!Tirta menggenggam inti emas itu dengan kuat hingga langsung meledak. Energi yang terkandung di dalamnya mengamuk seperti sebuah bom yang baru saja meledak dan membuat seluruh kamar itu langsung hancur berantakan. Keributan itu juga membuat kedua gadis di kamar sebelah ketakutan dan melarikan diri, begitu pula dengan para tamu lainnya yang sedang bersenang-senang di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3112

    Wanita paruh baya itu langsung tersenyum lebar saat melihat uang, lalu menyimpan emas kecil itu sambil berpesan pada kedua gadis tadi. Lagi pula, dia sudah menerima uang Tirta. Meskipun nanti ketiga orang aneh itu menyerang Tirta, itu juga tidak ada hubungannya dengannya lagi."Baik, Bi Ella," jawab kedua gadis itu sambil tersenyum. Sebenarnya mereka juga terpaksa menjual tubuh karena tekanan hidup, tetapi Tirta benar-benar terlalu tampan sampai mereka rela melayani Tirta. Meskipun tidak mendapat banyak uang, mereka tetap bersedia melayaninya.Tak lama kemudian, Tirta tiba di kamar yang bersebelahan dengan kamar tempat ketiga kultivator tingkat inti emas itu berada di bawah tuntunan kedua gadis itu."Tuan, kami datang mengantarkan makanan.""Tuan, kami nggak akan mengganggumu lagi, kami pamit dulu."Tok tok tok.Setelah itu, beberapa pelayan segera meletakkan hidangan yang sudah disiapkan ke atas meja dan buru-buru pergi. Mereka bahkan menutup pintu kamar dari luar dengan cekatan, terl

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3111

    "Boleh tanya, Kak Yumika tahu nggak apa ada sekte kultivasi di sekitar sini?" tanya Tirta yang hatinya tergerak. Intuisinya mengatakan ketiga kultivator itu pasti memiliki hubungan karma dengannya. Dia harus menyelidikinya dengan jelas baru bisa merasa tenang."Kalau soal itu, aku nggak tahu. Aku juga jarang keluar. Tirta, kenapa kamu menanyakan ini?" jawab Yumika sambil menggelengkan kepala."Nggak ada apa-apa, aku hanya mau tahu identitas mereka saja. Kak Yumika tunggu di sini sebentar, aku akan segera kembali."Setelah mengatakan itu, Tirta langsung berjalan menuju Menara Semerbak tempat ketiga kultivator tingkat inti emas itu berada.Yumika berteriak sambil mengernyitkan alis, "Tirta, kembali dulu ...."Namun, Tirta sama sekali tidak menoleh. Dia langsung disambut dua wanita dan digandeng masuk ke dalam Menara Semerbak."Bocah ini benar-benar nggak pilih-pilih," gumam Yumika. Mengenai alasan untuk menyelidiki identitas kultivator itu, dia rasa itu hanya alasan yang dibuat Tirta kar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3110

    "Hehe, kamu benar-benar pandai bercanda." Jantung Yumika langsung berdebar. Dia sempat mengira Tirta sudah mengetahui niat aslinya.Dalam hati, dia terus mengingat-ingat, kalimat mana yang membuat dirinya menunjukkan celah?"Aku cuma bercanda, jangan dianggap serius. Aku ini pria terhormat. Kalaupun kamu ingin tidur sekamar denganku, aku juga nggak mungkin setuju." Saat Yumika masih berpikir keras, Tirta justru tertawa keras."Kamu ini benar-benar jahil, sengaja menggodaku. Kamu nggak takut setelah kembali nanti aku ngadu ke gurumu?" Barulah Yumika sadar, ternyata Tirta hanya bercanda. Dia pun memutar bola matanya."Nggak takut," jawab Tirta terus terang."Kenapa nggak takut?" tanya Yumika."Karena kulihat kamu sangat murah hati, nggak seperti orang yang akan mempermasalahkan hal kecil seperti ini denganku." Tirta tersenyum."Kalau kamu terus bicara sembarangan, aku benar-benar nggak akan memedulikanmu lagi lho." Yumika menutupi dadanya dengan tangan putihnya sambil mendengus manja.Sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3109

    Tak lama kemudian, Yumika berhasil menyusul Tirta."Boleh tahu kamu mau pergi ke mana?" Yumika pura-pura tidak tahu, berjalan berdampingan dengan Tirta sambil bertanya."Kamu juga orang dari Istana Samara?" Melihat pakaian yang dikenakannya, Tirta menurunkan kewaspadaannya sedikit."Benar, aku cuma murid biasa dari istana elemen air, namaku Yumika. Wajahmu kelihatan asing sekali, kurasa kamu baru bergabung dengan sekte kami ya?"Saat pertama kali melawan Tirta, Yumika tidak muncul secara langsung. Karena itu, dia tidak takut Tirta akan mengetahui tujuannya setelah dia menyebut nama aslinya."Benar, panggil saja aku Tirta. Eh, token tugas di tanganmu persis dengan punyaku. Jangan-jangan kamu juga menerima tugas membunuh ular musim semi?" tanya Tirta dengan heran."Oh iya. Sebelum berangkat, tetua memang pernah memberitahuku soal ini. Tugas kali ini diterima oleh dua orang sekaligus. Nggak kusangka kita justru bertemu di sini. Sepertinya kita memang berjodoh." Yumika pura-pura terkejut,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 569

    "Tentu saja, Kak. Sejak kapan aku pernah bohong sama kamu? Kamu tenang saja, nggak akan ada masalah," balas Tirta sambil tersenyum."Kak Melati, aku bisa jadi saksi bahwa ucapan Tirta benar. Waktu dia bicara sama Nabila, aku juga ada di sampingnya." Arum tahu bahwa Tirta hanya ingin menghibur Melati,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 524

    Hingga sekarang, Resnu belum pernah menggandeng tangan Bella, apalagi meremas bokong Bella seperti itu!Sementara itu, Tirta yang merupakan musuh bebuyutan Resnu justru melakukan tindakan erotis di hadapannya. Bagaimana mungkin Resnu bisa mengendalikan emosinya?"Oh, Pak Resnu. Rupanya kamu belum mati

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 503

    Bella merasa tubuhnya sangat panas dan gelisah, bahkan mengeluarkan suara rintihan yang memancing imajinasi liar. Dalam kondisi setengah sadar, dia masih memiliki sedikit ingatan. Sepertinya memang benar bahwa dia yang melepas pakaiannya sendiri.Dia mulai percaya dengan apa yang dikatakan Tirta. Den

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 529

    "Oke. Biarkan saja dia di ruangan itu. Dia nggak bakal bisa ngapa-ngapain," sahut Tirta sambil mengangguk."Tirta, ayah dan kakekku tahu kamu yang menolongku. Mereka menyuruhku membawamu pulang nanti. Mereka ingin bertemu denganmu," ujar Bella dengan wajah tersipu.Ini karena Bella terus memuji Tirta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status