Mag-log inEllyn mati karena terpleset akibat kesal setelah nonton Drama Putri Yang Terbuang. Namun, apa jadinya jika dirinya justru terlahir kembali dan malah menjadi sang Putri di drama tersebut. Akankah ia bisa mengubah nasib buruknya?
view more"Ugh ... sakit sekali kepalaku."
Sambil memegangi kepalanya yang terus berdenyut, Ellyn membuka matanya perlahan. Tadi, karena terlalu kesal melihat Putri Elloist, tokoh protagonis di drama yang ia tonton, mati begitu saja di tangan pangeran Ivander karena kebodohannya sendiri, Ellyn melempar gelas hingga pecah. Sialnya, sisa air dalam gelas itu justru membuatnya terpeleset hingga kepalanya terbentur lantai. Ellyn perlahan bangkit meskipun pandangannya masih sedikit kabur. Namun, meski begitu ia masih bisa mengetahui bahwa ini bukan tempat kost nya. "Hah ... di mana ini?!" Ellyn mengedarkan pandangannya dengan panik. Namun, alangkah terkejutnya ketika ia menyadari bahwa tangannya pun telah berlumuran darah. Ia menatap sekujur tubuhnya yang benar-benar penuh darah. "Eh ... ini?" Menyadari ada yang tidak beres, Ellyn samar-samar mengingat setiap detail yang ia lihat. "Bukannya ini kamar Putri Elloist? Bajunya juga!" Ellyn langsung bangkit dan berdiri di depan lemari kaca yang ada di sebelah ranjang. Saat itu juga, matanya terbelalak lebar. "Aku ..." "P--Putri Elloist ... Putri b--bangun?" Suara itu langsung membuat Ellyn menoleh cepat. Matanya langsung menangkap sosok pria dengan telinga kelinci yang menatapnya dengan terkejut. "Nggak mungkin ... nggak mungkin aku masuk ke film itu, kan?" gumam Ellyn sambil memegangi wajahnya. Sekali lagi, ia menatap sekeliling dengan bingung dan panik. "Ini mustahil!" gumamnya lagi sambil menggelengkan kepala, menolak tegas semua yang ia lihat. "Tapi—" Ellyn kembali mengulurkan kedua tangan hanya untuk memastikan penglihatan sebelumnya. Mata Ellyn semakin terbelalak lebar. Wajahnya seketika pucat pasi. 'Tapi, kenapa aku harus jadi tokoh paling bodoh di Drama Putri Yang Terbuang?!' "P—Putri ... Anda—" Pria kelinci itu, Ivander, kini justru memasang raut sedih, bahkan meneteskan air mata sambil beringsut merangkak, mendekat. Ellyn jelas tahu kejadian ini, kejadian di episode ke-30 saat Ivander membunuh Putri Elloist demi memuluskan rencana Putri Ariesta, Sang Kakak Sepupu yang berniat merebut tahta dan berkat kejadian itu pulalah, Kerajaan Ellianor runtuh digantikan oleh Kerajaan Ular hitam, dibawah tampuk kepemimpinan Ariesta. Sementara itu, para suami binatang milik Elloist dieksekusi mati karena menolak membuat ikatan dengan Ariesta. 'Gara-gara kebodohan sang putri, semua kena imbasnya!' batinnya kesal. Matanya bahkan terbelalak lebar, 'dan sekarang... Aku justru menjadi sang putri! Bukankah ini berarti aku akan berakhir mengenaskan?!' Namun, belum sempat dirinya bersuara, tiba-tiba telinganya berdengung nyaring. Ngiing! Ellyn bergegas menutup kedua telinganya dengan kedua tangan. [Ding!] Tiba-tiba saja sebuah layar proyektor tembus pandang berwarna ungu, muncul di depan mata dan suara tanpa wujud terdengar, [Terdeteksi amarah Tuan rumah meluap hingga 100%. Selamat Tuan rumah! Anda mendapatkan sistem pembuka awal, Teknik bertahan hidup! Boleh ditukarkan sekarang juga! Gratis!] "Ap-apa?! Teknik bertahan hidup?" Ellyn kembali bergumam. Kebingungan seketika melanda. Ia bahkan memindai ke sekeliling ruangan, berharap menemukan sesuatu yang menjadi jawaban atas kebingungan nya. Beruntung secara tiba-tiba muncul seekor peri kecil dengan sayap berwarna ungu layaknya kupu-kupu, mengenakan gaun sedada berwarna senada yang terlihat ber kelap-kelip seperti bintang di langit, juga tongkat dengan ujung berbentuk bintang berwarna emas, balas menatapnya dengan sorot menggemaskan. Ellyn terkejut. Matanya semakin membeliak lebar. Tanpa sadar ia mengacungkan jari telunjuk. "S-siapa kamu?!" Ivander yang melihat sang putri terlihat syok, justru merasa heran. Ia lantas berdiri perlahan, lalu berjalan mendekat. "Putri lupa pada hamba?" Suaranya terdengar menghiba. Bersamaan dengan itu, sosok peri kecil juga ikut berujar, [Perkenalkan, Tuan rumah. Nama saya adalah Momo! Saya adalah sistem yang akan menemani Tuan rumah menyelesaikan misi di Negeri Lima Bintang ini!] Ellyn mengernyitkan dahinya bingung. Namun, peri kecil itu terus bersuara. [Tugas Tuan rumah adalah menaklukkan 4 suami Tuan rumah dan mengubah level kebencian mereka menjadi rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati.] "Rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati?" Ellyn semakin kebingungan. Momo bergegas mengangguk. Kembali terbang berputar-putar sebentar, terlihat senang, membuat kepala Ellyn tanpa sadar bergerak mengikuti ke mana Momo bergerak. "Apa maksud dari kontrak loyalitas sehidup semati?" tanya Ellyn dengan kening berkerut, menuntut penjelasan. [Maksudnya adalah, jika sesuatu terjadi pada Tuan Rumah. Maka, ke empat suami Tuan Rumah akan merasakan hal yang sama, begitu pula sebaliknya.] Lalu, Momo segera terbang mendekat ke arah Ellyn, membuat Ellyn sedikit memundurkan kepala. "Kenapa harus aku?!" [Itu karena—] Momo terdiam, lalu tiba-tiba menyeringai lebar, membuat Ellyn merasakan firasat buruk. "A-apa maksud seringaiannya mu itu?" [Tidak ada!] Ellyn mendelik sebal. "Mencurigakan?!" Sayangnya Momo justru balas menatap dengan raut polos, membuat Ellyn mendengkus keras. Sadar jika dirinya sudah terlanjur menjadi Putri Elloist, Ellyn lantas menghela napas berat. "Baiklah. Jika aku berhasil melakukannya, apa hadiah yang akan aku terima?" [Hadiahnya jika berhasil menyelesaikan misi adalah Tuan rumah bisa kembali ke dunia asal Tuan rumah dengan selamat dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 100 miliar, rumah mewah di tepi pantai, dan juga sebuah mobil lamborghini.] Mendengar semua hadiah itu, mata Ellyn seketika berbinar, tampak bintang-bintang berpendar di sekeliling tubuhnya. 'Uang, rumah, mobil. Arghhh! Aku kaya! Aku kaya!' batin Ellyn bahagia. Senyumnya bahkan terlihat sangat lebar. Sayangnya euforia itu tidak bertahan lama. Karena begitu Momo melanjutkan ucapannya, [Namun, bila gagal menjalankan misi?] Ellyn mulai merasa gugup. "J-jika gagal, apa yang akan terjadi?" Wajah Momo seketika berubah. Aura jahat tampak menyelubungi sekitar tubuhnya, membuat Ellyn sedikit merinding. [Bersiap-siap mati mengenaskan untuk yang kedua kalinya!] Tawa jahat menggelegar keluar dari mulut Momo, tampak merasa senang dengan apa yang ia katakan. "Apa?!" Ellyn hanya bisa memasang ekspresi syok berat. Ia bahkan tidak mendengarkan ucapan Ivander sedikitpun.'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu terdorong ke depan, menimbulkan bunyi gedebuk nyaring. Hal itu membuat Elloist terkejut dan bergegas mengalihkan perhatiannya. "Jangan sakiti Dia!" pekik Elloist marah. Telunjuk kanannya teracung ke depan, memperingati. Akan tetapi, bukannya takut, Nyonya Celeste justru tertawa terbahak-bahak hingga kepalanya mendongak ke atas memperlihatkan dagu runcing miliknya. Lalu, kembali menatap ke arah Elloist sambil mengubah mimik wajah menjadi datar. "Bagaimana jika Hamba menolak, Yang Mulia?" ejeknya sambil menarik rantai hingga membuat Tabib Anand mengerang kes
Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya Celeste menerima benda tersebut dan melilitkan nya pada tangannya yang terluka. Darah seketika berhenti. Elloist merasa geram, harga dirinya kini dipertaruhkan. "Tutup mulutmu!" Bukannya gentar, Nyonya Celeste justru menyeringai. "Benar, bukan, yang Hamba katakan, Yang Mulia?" ujarnya berpura-pura hormat. Namun, sebenarnya memberikan hinaan terselubung. Ia lantas menoleh ke arah sang pelayan yang bergegas memberikan kipas tangan miliknya. Nyonya Celeste menerimanya, membuka benda tersebut hingga seluruh bagian terlihat, memperlihatkan kain putih bermotif bunga plum merah, lalu mengipasi wajahnya seolah-olah tengah mengusir sesuatu atau menghina seseorang. Elloist mengeratka
"Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok bisa?" tanya Elloist dengan bibir bergetar, tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Matanya bergerak liar, berusaha mengingat alasan kenapa hal ini bisa terjadi, dan tatkala ia teringat penyebab kenapa sang suami berada di sana, yang tak lain dan tak bukan adalah ulah sang pemilik tubuh asli yang menjual pria itu berkat hasutan dari Ivander, dirinya tercekat dengan mata terbelalak lebar. Elloist bergegas kembali menatap sang pengawal dengan sorot tajam, membuat pria itu semakin gemetar. Elloist memang betina level terendah, tapi kekuatan yang mendukung semua tingkahnya adalah level tertinggi sehingga tidak ada yang berani melawannya. "Pengawal! Segera siapkan kereta kuda milikku! E
Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih! Ini semua efek dari racun yang selama ini Tuan rumah minum.] Elloist pun menghentikan tangisnya, terkejut mendengar info barusan. Meskipun penampakannya kini terlihat begitu mengenaskan dengan lelehan ingus di hidungnya yang memerah, juga mata yang sembab. "Apa maksudmu?" Momo bergegas terbang ke arah depan, berhenti dan berbalik cepat dengan jarak sejengkal tangan. [Tuan rumah diracuni oleh Ivander melalui semua makanan dan minuman yang Tuan rumah konsumsi setiap hari dan itu atas suruhan Putri Ariesta.] Elloist terperanjat. Ia lantas teringat kembali akhir kisah dari drama KARMA SANG PUTRI JAHAT, yang bakal mati di tangan pria yang ia cinta karena membuang para suaminya yang se
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu