(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

last updateLast Updated : 2026-08-25
By:  Fatmah AzzahraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
25 ratings. 25 reviews
123Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ellyn tewas gara-gara tersetrum lalu bereinkarnasi menjadi Putri Elloist, putri gemuk super bodoh di Drama Putri yang Terbuang yang ia tonton tadi malam. Agar dirinya bisa kembali ke dunia nyata dan mendapatkan semua hadiah menggiurkan yang dijanjikan oleh sistem, Ellyn harus menaklukkan 4 pejantan tangguh penguasa istana yang menjadi suami hasil pernikahan paksa sang Putri. Mampukah Ellyn melakukannya, jika ia harus berhadapan dengan Pangeran Alexander, sang jenderal naga yang pernah ia racuni dengan obat perangsang. Jenderal Marcus, sang Leopard yang ia culik saat pria itu masih muda. Lalu, Tabib Anand yang ia renggut paksa suara emasnya yang mana dipercaya bisa menyembuhkan penyakit apapun di dunia. Serta, Penasehat hukum Thomas, yang ingin sekali membunuhnya gara-gara menculiknya dan membunuh adik kandung pria itu hanya karena pria itu menolak menjadi budak nafsu sang putri. Mampukah Ellyn alias Putri Elloist membalikkan keadaan dari benci menjadi cinta agar kontrak loyalitas sehidup semati terbuka dan terhubung satu sama lain, jika tingkat kebencian ke 4 pria itu telah menembus batas 99,9999%?!

View More

Chapter 1

1

"Putri! Anda suka?"

"Suka... suka sekali," sahut wanita yang dipanggil putri sambil sesekali mendesah kala jemari si pemuda berekor kelinci membelai lembut seluruh tubuhnya yang sudah setengah telanjang.

Ia bahkan memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan lembut itu dengan tubuh menggeliat erotis yang sayangnya justru tidak terlihat erotis sedikitpun akibat tumpukan lemak dan gelambir di mana-mana. Belum lagi bau busuk yang menguar dari mulutnya yang sesekali terbuka.

Senyum jahat terukir di bibir pria itu, tangan kirinya perlahan merogoh bagian belakang tubuh, mengambil sebilah pisau perak dengan gagang berlian ungu di bagian tengah, menggenggamnya erat, lalu mengayunkan benda tajam itu ke udara sambil menatap wajah merona sang putri yang tampak pasrah di bawah kungkungan.

"Kalau begitu—" Pisau itu mengayun cepat ke arah leher sang putri, meninggalkan luka menganga besar, tatkala benda tersebut dicabut dengan kuat dari sana hingga warna merah berhamburan keluar, menciptakan noda di mana-mana bersama suara tercekik yang lolos dari mulut wanita itu juga mata yang terbelalak, terkejut dan tidak menyangka jika dirinya akan berakhir di tangan pria yang ia cintai.

Tangan kanannya berusaha menjangkau pria itu, ingin bertanya alasan kenapa dirinya berbuat sekejam ini. Namun, baru terangkat sedikit, tangan itu langsung jatuh lunglai ke bawah bersama roh yang tercabut paksa dari raga, juga mata yang terbelalak, enggan menutup.

Sementara itu, si pria justru tertawa terbahak-bahak dengan kedua tangan terentang lebar sambil mendongak ke atas, merasa sangat senang tugasnya berjalan dengan sempurna.

"Akhirnya!" seru si pria lantang sambil perlahan turun dari atas ranjang, "sudah sekian lama aku menunggu kesempatan ini, Wanita sialan! Akhirnya kamu berhasil aku singkirkan!" ujarnya lagi semakin lantang, benar-benar merasa bangga.

Si pria kelinci lantas berjalan menjauh, masih dengan perasaan bangga di dalam jiwa.

"Akhirnya waktu kebangkitan Putri Ariesta akan tiba! Setelah ini, maka—"

Ia berbalik. Matanya seketika terbelalak, suaranya tertelan sempurna dengan mulut menganga lebar, kala melihat sang putri yang baru saja ia bunuh, tiba-tiba duduk sambil memegangi kepala dengan tangan kanan.

"T-tidak mungkin," ujarnya lirih.

Genggaman tangannya pada pisau tersebut bahkan terbuka, membuat benda tajam yang masih berlumuran darah tersebut seketika terjatuh ke lantai, menimbulkan bunyi denting keras, sebelum tergeletak begitu saja di dekat kakinya.

Ia bahkan ikut jatuh terduduk, tidak menyangka akan melihat hal mustahil seperti ini terjadi di depan mata.

Sementara itu, sang putri justru meringis, mendapati kepalanya berdenyut dengan hebat.

"Ugh ... sakit banget! Apa ini surga?"

"Sepertinya iya," gumamnya lagi.

Hela napas berat lantas lolos dari mulut. "Padahal aku belum selesai nonton Drama Putri Yang Terbuang tadi malam," keluhnya sambil mencebikkan bibir.

"Sudah rela bergadang demi si empat cowok ganteng. Eh, malah ibu kost bikin ulah! Listrik sengaja dicabut!"

Wanita itu mendengkus keras kala teringat ucapan sang ibu kost yang memakinya kala ia meminta listrik kembali di alirkan.

(Kamu nunggak sewa 2 bulan. Jadi, bayar dulu, baru listrik saya buka! Masih untung saya ijinkan kamu tinggal di sini! Coba di kost an lain, kamu sudah pasti kena usir karena nunggak! Jadi, jangan serakah?!)

Decak sebal lantas menyusul. "Untung aku pintar, aku pakai colokan kabel punya Dia yang nyambung ke Jet Pump. Jadi, kan aku bisa lanjut nonton!"

Ia terkikik geli.

"Aku 'kan penasaran akhirnya kayak apa pas si Ivan Ivan itu bunuh Dia? Terus nasib suami-suami gantengnya gimana?"

Ellyn kembali berdecak sebal sembari duduk perlahan. "Tapi, gara-gara kagak liat kalau colokannya terkelupas, jadinya aku terpeleset dan akhirnya kesetrum."

"Ini gara-gara gaji super kecil yang cuma cukup buat bayar kontrakan, beli mie instan buat sebulan, dan kuota biar bisa terus nonton film," gerutunya lagi.

"Untung aja dari pabrik dapat jatah makan siang. Kalo gak, bakal kurus kering ini badan tiap hari makan mie mulu!" Wajahnya merengut.

Namun, seketika berubah menjadi tersenyum lebar saat memindai sekitar. Semua perabotan super mewah terlihat, membuatnya tanpa sadar berdecak kagum.

"Ternyata di Surga seindah ini," kikiknya geli, merasa sangat senang, "tapi, kok, kayak familiar, ya?"

Ia kembali mengangguk-ngangguk mengiyakan pemikirannya sendiri.

Akan tetapi, saat matanya menyorot ke arah depan, ia justru terbelalak lebar, terkejut kala melihat penampakan di sana.

"Ma—manusia kelinci ...? Ah, sepertinya ini benar surga, jadi aku benar-benar sudah mati," gumam wanita itu, sambil menghela napas ia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.

Namun, ketika tubuhnya menabrak kasur empuk itu, Ellyn menyadari sesuatu. Matanya langsung terbelalak lebar menatap langit-langit.

"Hah ... di mana ini?!" Ellyn mengedarkan pandangannya dengan panik.

Saat dirinya mencium aroma amis yang penat, ia perlahan menurunkan pandangan, hanya untuk dibuat terkejut untuk yang kesekian kali.

Tangannya telah berlumuran darah. Ia menatap sekujur tubuhnya yang benar-benar penuh darah.

"Eh ... ini?" Menyadari ada yang tidak beres, Ellyn samar-samar mengingat setiap detail yang ia lihat. "Bukannya ini kamar Putri Elloist? Bajunya juga!"

Ellyn langsung bangkit dan berdiri di depan lemari kaca yang ada di sebelah ranjang. Saat itu juga, matanya terbelalak lebar.

"Aku ..."

"P--Putri Elloist ... Putri b--bangun?"

Suara itu langsung membuat Ellyn menoleh cepat. Matanya langsung menangkap sosok pria dengan telinga kelinci yang menatapnya dengan terkejut.

"Nggak mungkin ... nggak mungkin aku masuk ke film itu, kan?" gumam Ellyn sambil memegangi wajahnya.

Sekali lagi, ia menatap sekeliling dengan bingung dan panik.

"Ini mustahil!" gumamnya lagi sambil menggelengkan kepala, menolak tegas semua yang ia lihat.

"Tapi—" Ellyn kembali mengulurkan kedua tangan hanya untuk memastikan penglihatan sebelumnya.

Mata Ellyn semakin terbelalak lebar. Wajahnya seketika pucat pasi.

'Tapi, kenapa aku harus jadi tokoh paling bodoh di Drama Putri Yang Terbuang?!'

"P—Putri ... Anda—"

Pria kelinci itu, Ivander, kini justru memasang raut sedih, bahkan meneteskan air mata sambil beringsut merangkak, mendekat.

Ellyn jelas tahu kejadian ini, kejadian di episode ke-30 saat Ivander membunuh Putri Elloist demi memuluskan rencana Putri Ariesta, Sang Kakak Sepupu yang berniat merebut tahta dan berkat kejadian itu pulalah, Kerajaan Ellianor runtuh digantikan oleh Kerajaan Ular hitam, dibawah tampuk kepemimpinan Ariesta.

Sementara itu, para suami binatang milik Elloist dieksekusi mati karena menolak membuat ikatan dengan Ariesta.

'Gara-gara kebodohan sang putri, semua kena imbasnya!' batinnya kesal. Matanya bahkan terbelalak lebar, 'dan sekarang... Aku justru menjadi sang putri! Bukankah ini berarti aku akan berakhir mengenaskan?!'

Namun, belum sempat dirinya bersuara, tiba-tiba telinganya berdengung nyaring.

Ngiing!

Ellyn bergegas menutup kedua telinganya dengan kedua tangan.

[Ding!]

Tiba-tiba saja sebuah layar proyektor tembus pandang berwarna ungu, muncul di depan mata dan suara tanpa wujud terdengar, [Terdeteksi amarah Tuan rumah meluap hingga 100%. Selamat Tuan rumah! Anda mendapatkan sistem pembuka awal, Teknik bertahan hidup! Boleh ditukarkan sekarang juga! Gratis!]

"Ap-apa?! Teknik bertahan hidup?" Ellyn kembali bergumam. Kebingungan seketika melanda. Ia bahkan memindai ke sekeliling ruangan, berharap menemukan sesuatu yang menjadi jawaban atas kebingungan nya.

Beruntung secara tiba-tiba muncul seekor peri kecil dengan sayap berwarna ungu layaknya kupu-kupu, mengenakan gaun sedada berwarna senada yang terlihat ber kelap-kelip seperti bintang di langit, juga tongkat dengan ujung berbentuk bintang berwarna emas, balas menatapnya dengan sorot menggemaskan.

Ellyn terkejut. Matanya semakin membeliak lebar. Tanpa sadar ia mengacungkan jari telunjuk. "S-siapa kamu?!"

Ivander yang melihat sang putri terlihat syok, justru merasa heran. Ia lantas berdiri perlahan, lalu berjalan mendekat. "Putri lupa pada hamba?" Suaranya terdengar menghiba.

Bersamaan dengan itu, sosok peri kecil juga ikut berujar, [Perkenalkan, Tuan rumah. Nama saya adalah Momo! Saya adalah sistem yang akan menemani Tuan rumah menyelesaikan misi di Negeri Lima Bintang ini!]

Ellyn mengernyitkan dahinya bingung. Namun, peri kecil itu terus bersuara.

[Tugas Tuan rumah adalah menaklukkan 4 suami Tuan rumah dan mengubah level kebencian mereka menjadi rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati.]

"Rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati?" Ellyn semakin kebingungan.

Momo bergegas mengangguk. Kembali terbang berputar-putar sebentar, terlihat senang, membuat kepala Ellyn tanpa sadar bergerak mengikuti ke mana Momo bergerak.

"Apa maksud dari kontrak loyalitas sehidup semati?" tanya Ellyn dengan kening berkerut, menuntut penjelasan.

[Maksudnya adalah, jika sesuatu terjadi pada Tuan Rumah. Maka, ke empat suami Tuan Rumah akan merasakan hal yang sama, begitu pula sebaliknya.]

Lalu, Momo segera terbang mendekat ke arah Ellyn, membuat Ellyn sedikit memundurkan kepala.

"Kenapa harus aku?!"

[Itu karena—] Momo terdiam, lalu tiba-tiba menyeringai lebar, membuat Ellyn merasakan firasat buruk.

"A-apa maksud seringaiannya mu itu?"

[Tidak ada!]

Ellyn mendelik sebal. "Mencurigakan?!"

Sayangnya Momo justru balas menatap dengan raut polos, membuat Ellyn mendengkus keras.

Sadar jika dirinya sudah terlanjur menjadi Putri Elloist, Ellyn lantas menghela napas berat. "Baiklah. Jika aku berhasil melakukannya, apa hadiah yang akan aku terima?"

[Hadiahnya jika berhasil menyelesaikan misi adalah Tuan rumah bisa kembali ke dunia asal Tuan rumah dengan selamat dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 100 miliar, rumah mewah di tepi pantai, dan juga sebuah mobil lamborghini.]

Mendengar semua hadiah itu, mata Ellyn seketika berbinar, tampak bintang-bintang berpendar di sekeliling tubuhnya.

'Uang, rumah, mobil. Arghhh! Aku kaya! Aku kaya!' batin Ellyn bahagia. Senyumnya bahkan terlihat sangat lebar.

Sayangnya euforia itu tidak bertahan lama. Karena begitu Momo melanjutkan ucapannya, [Namun, bila gagal menjalankan misi?]

Ellyn mulai merasa gugup. "J-jika gagal, apa yang akan terjadi?"

Wajah Momo seketika berubah. Aura jahat tampak menyelubungi sekitar tubuhnya, membuat Ellyn sedikit merinding.

[Bersiap-siap mati mengenaskan untuk yang kedua kalinya!]

Tawa jahat menggelegar keluar dari mulut Momo, tampak merasa senang dengan apa yang ia katakan.

"Apa?!"

Ellyn hanya bisa memasang ekspresi syok berat. Ia bahkan tidak mendengarkan ucapan Ivander sedikitpun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
100%(25)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
25 ratings · 25 reviews
Write a review

reviewsMore

Alfi Fiyanto Yanto
Alfi Fiyanto Yanto
ceritanya seru dan bikin penasaran. Bagaimana kita dah elloist dan keempat suaminya. Yuk gaes baca dan nikmati setiap adegannya.
2026-08-13 19:39:46
1
0
Nining Mulyaningsi
Nining Mulyaningsi
cerita yang sangat menarik,dan bikin penasaran kelanjutan ceritanya .pokonya wajib baca
2026-08-13 10:45:17
1
0
Zaza Sahiba
Zaza Sahiba
Ceritanya bagus , bikin penasaran aja apalagi ada romance nya juga menegangkan....
2026-08-12 08:15:19
1
0
Mila Mila
Mila Mila
Ceritanya makin seru dan bikin penasaran. Konflik serta tantangan yang dihadapi tokoh-tokohnya terasa semakin berat, jadi pengin terus baca untuk tahu bagaimana Ellovist menyelesaikan semuanya. Plotnya juga bikin susah berhenti di satu bab! ...️
2026-08-11 23:52:44
1
0
Kiki Sulandari
Kiki Sulandari
Cerita yg menarik, menegangkan, ,bikin makin penasaran
2026-08-11 21:31:50
1
0
123 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status