Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

last updateLast Updated : 2026-06-09
By:  Zhu PhiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
22Chapters
347views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Berkat cincin akik gaib warisan kakeknya, nasib Ujang si yatim piatu miskin berubah drastis menjadi pemuda kaya dengan keberuntungan tak terbatas yang kini dikelilingi wanita-wanita paling cantik di desanya. Penasaran seperti apa ceritanya? Ikuti kisah Ujang, hanya di GoodNovel...

View More

Chapter 1

01. Kepergok Basah

“Aah… Terus, Juragan… jangan berhenti!”

Langkah Ujang tiba-tiba terhenti di tengah jalan pintas kebun pisang yang remang.

Ada suara lain. Samar-samar dan tertahan. Seperti erangan.

“Jangan-jangan… kuntilanak lagi?” bisiknya. Tenggorokannya kering. “Tapi masa ada kuntilanak keluar sebelum magrib?”

Tubuhnya meremang. Keringat dingin merayap di punggung. Desa mereka memang bukan tempat asing bagi cerita-cerita menyeramkan. Apalagi menjelang magrib begini.

Sebelumnya, Ujang baru saja hendak pergi ke sawah untuk mencari Swikee. 

Swikee—sebutan untuk kodok yang konon jadi hidangan mahal di kota. Setiap ekor berarti nasi hangat malam ini.

Sampai tiba-tiba, di tengah perjalanan, langkahnya terhenti disebabkan oleh suara aneh yang lewat di telinganya.

Sempat ingin kabur saja, tapi mengingat perutnya keroncongan, akhirnya Ujang memberanikan diri.

Dengan napas tertahan, ia melangkah pelan mendekat. Suara itu semakin jelas. Bukan tangisan. Bukan juga jeritan… seperti hantu yang biasa ia dengar.

Rasa penasaran yang sering kali lebih berbahaya daripada ketakutan mendorongnya mendekati pondok tua yang mirip saung di sawah.

Tapi, apa yang dilihatnya membuat darahnya berdesir lebih keras daripada saat membayangkan hantu.

Bukan makhluk gaib yang ditakutkannya tadi, melainkan dua manusia berlainan jenis.

Tubuh mereka saling menyatu dalam gerakan yang tergesa-gesa dan liar, kulit berkilat oleh peluh senja. Daun-daun pisang layu di sekitar mereka berguncang pelan, debu dan kotoran menempel di lutut dan punggung. 

Gerakan pria di atasnya sangat menggebu-gebu dengan tempo gerakan yang terus menghentak ke depan berulang kali.

“Aah... Maisaroh... kenapa pilih saung jelek seperti ini? Kenapa tidak di rumahmu saja?” ucap pria gendut yang berpeluh keringat di atas perempuan yang kedua kakinya menjepit pinggang pria ini.

Ujang membelalak.

Ia kenal betul suara pria itu…  didukung perut sedikit membuncit yang terlihat menindih tubuh perempuan di bawahnya. Rambut belakang yang mulai menipis semakin memperkuat dugaan Ujang.

Perempuan yang dipanggil Maisaroh ini terus bergerak juga mengikuti tempo gerakan pria gendut di atasnya ini yang tergesa-gesa ingin menyudahi permainan panas ini.

“Bahaya, Juragan… banyak tetangga usil! Di sini aman, Gan… aah!” teriaknya.

Ujang semakin yakin siapa pria gendut dan perempuan di bawahnya.

“Pura-pura gak lihat saja kali ya?” pikirnya.

Tapi rasa penasaran akhirnya membuat Ujang menegur dua manusia berlainan jenis ini.

“Juragan… Baskoro?!” teriaknya spontan.

Gerakan itu langsung terhenti.

Pria setengah baya itu menoleh dengan mata membesar. Wajahnya pucat, lalu memerah. Ia segera meraih pakaian yang berserakan, panik menutup diri sebelum berdiri dengan tergesa-gesa.

Perempuan di bawahnya… rambut panjang terurai, pipi masih bersemu merah, kemudian menoleh dengan napas memburu.

Maisaroh.

Janda Kembang berusia dua puluh delapan tahun. Sosok yang selama ini Ujang pandang dengan kagum dari jauh... selalu berdandan rapi, suara lembut, senyum teduh setiap kali lewat di depan rumahnya.

“Mbak… Mai…” Suara Ujang tercekat, campur aduk antara syok dan… entah apa lagi.

Hatinya seperti dihempaskan dengan kencang ke atas tanah melihat wanita pujaannya menjadi mainan Juragan kaya di desanya.

“Ujang! Ngapain kamu ke kebun pisang sore-sore begini?” tanya Maisaroh cepat. Nada suaranya lebih terdengar sebagai protes ketimbang pertanyaan.

Juragan Baskoro, yang sudah setengah berpakaian, berdehem keras. Ia harus dengan cepat membalikkan situasi yang kacau ini.

“Kami tidak melakukan apa-apa, Jang!” katanya tegas, seolah berbicara pada bocah lima tahun yang tak paham dunia orang dewasa.

Ujang berkedip. Ia tahu apa yang ia lihat. Apa Juragan Baskoro mengira ia begitu bodohnya tidak tahu kalau mereka sedang melakukan hubungan suami istri?

“Mbak Mai… saya cuma lewat. Mau ke sawah. Jalan sini lebih dekat…” katanya pelan, lalu menambahkan dengan nada polos yang dibuat-buat, “Lagipula… kenapa Mbak Mai tiduran di saung sore-sore begini?”

Juragan Baskoro dan Maisaroh saling pandang.

Bingung menjawab pertanyaan Ujang.

“Mbak lagi capek tadi, Jang… jadi coba rebahan dulu di saung tapi malahan ketiduran sampai sore begini. Untung Juragan Baskoro tadi datang dan bangunin Mbak,” jelas Maisaroh.

“Iya… betul itu, Jang!” kata Juragan Baskoro.

“Terus ngapain juga kalian berdua saling tindih-tindihan tanpa pakai baju?” gerutu Ujang dalam hati.

Tepat di saat itu, sesuatu berkilat di mata Ujang. Bukan lagi ketakutan, melainkan kesempatan besar.

Nuraninya telah ditutupi oleh rasa lapar yang mengerogotinya.

“Kenapa tidak?” pikirnya. “Kapan lagi ia punya kesempatan seperti sekarang ini?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Rianoir
Rianoir
wah buku baru nih, dan trope baru juga (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) semangat kak
2026-06-09 06:11:37
1
1
myusrilsayudi
myusrilsayudi
wah kamu udah masuk duluan. semoga sukses ya
2026-06-07 18:43:20
1
1
Teh Pahit
Teh Pahit
Keren ceritanya thor
2026-06-07 01:40:48
1
1
Jimmy Chuu
Jimmy Chuu
wow buku baru. menyala... gem meluncur
2026-06-05 13:10:08
1
1
Zhu Phi
Zhu Phi
Halo sobat readers... Jumpa di buku author yang berbeda. Semoga suka juga dengan ceritanya ya... Update tiap hari minimal 2 Bab dan maksimal 5-7 Bab.
2026-06-03 01:36:50
1
0
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status