Share

Bab 994

Author: Hazel
"Bella nggak pantas rebutan denganmu," tegas Simon sambil menepuk tangan Camila. Dengan kemampuannya, Simon bisa melakukan hal ini dengan mudah.

"Terima kasih, Simon. Aku ini wanita yang paling bahagia di dunia karena bisa bersamamu," balas Camila dengan ekspresi gembira. Dia bersandar di bahu Simon.

Camila membatin, 'Bella, sekarang Simon ini pacarku. Apa kamu bisa menandingiku? Nantinya kamu akan kupermalukan! Sudah saatnya aku membuat perhitungan atas penderitaan yang kualami selama ini.'

...
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
goodnovel comment avatar
Aditiya Sr
lanjutkan... semangat Tirta...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3186

    Begitu keluar dari gerbang sekte, di bawah pimpinan Tahir, rombongan itu langsung melarikan diri dari tempat itu dengan kecepatan tertinggi.Barulah setelah meninggalkan Istana Samara sejauh kurang lebih 500 kilometer, mereka berhenti. Tidak ada pilihan lain, mereka khawatir jika bergerak terlalu lambat atau berhenti terlalu dekat, mereka akan dipaksa tinggal di Istana Samara selamanya."Seharusnya mereka nggak akan ngejar sampai ke sini. Ayo kita bentuk formasi di tempat ini," perintah Tahir setelah menenangkan pikirannya."Baik ...." Para murid itu masih diliputi ketakutan dan menjawab dengan suara gemetar.Padahal formasi besar itu seharusnya bisa dibangun hanya dalam waktu singkat, tetapi karena rasa takut yang berlebihan, mereka justru menghabiskan hampir 30 menit untuk menyelesaikannya.Setelah kembali ke Sekte Formasi Surgawi, Tahir menyuruh semua orang beristirahat, sedangkan dirinya sendiri pergi menemui pemimpin sekte.Tahir menuju aula leluhur untuk melaporkan seluruh kejadi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3185

    Saat merasakan tekanan yang begitu besar, rombongan yang dipimpin Tahir merasa makin gelisah. Beberapa dari mereka yang penakut bahkan sudah mulai berkeringat dingin."Apa sih maksud Ketua Istana Samara ini? Mengerahkan begitu banyak orang, apa ini untuk menakuti kita?" tanya seorang murid Sekte Formasi Surgawi pada Tahir melalui transmisi suara dengan takut sekaligus marah dan bahkan berhenti berjalan."Ketua Afifah, aku boleh tanya, apa maksud dari semua ini?" tanya Tahir yang memberanikan dirinya."Tahir, di antara Istana Samara dan Sekte Formasi Surgawi, kamu rasa siapa yang lebih kuat dan siapa yang lebih lemah?" tanya Afifah."Masing-masing punya keunggulannya sendiri. Dengan status dan kedudukanku, aku nggak berani sembarangan menilai," jawab Tahir.Afifah berkata, "Kamu memang sangat berhati-hati. Cara bicaramu benar-benar nggak tinggalkan celah. Aku dengar ada seorang murid di dalam sekteku yang sebelumnya berasal dari sektemu. Tapi sekarang, dia sudah bergabung dengan Istana

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3184

    "Kakak-kakak semuanya, orang-orang dari Istana Samara ini terlalu sombong dan nggak tahu sopan santun. Menurutku, lebih baik kita kembali dan laporkan semuanya pada Ketua Sekte. Kita kirim orang lagi untuk beri mereka pelajaran dan hancurkan kesombongan Istana Samara," usul para murid Aula Penegak Hukum yang merasa sangat kesal karena sudah dihina dua kali."Ini bukan masalah kecil, kita nggak bisa putuskan ini sendiri. Jangan bicara sembarangan, kita bicarakan lagi setelah kembali," kata Tahir, seorang pria paruh baya yang memakai kain biru sederhana dan merupakan salah satu dari sembilan murid itu. Semua orang menjadikannya sebagai pemimpin karena dia adalah murid tertua dan yang paling dibanggakan Ganesh.Pada saat yang bersamaan, Tahir juga merupakan salah satu putra haramnya Ganesh. Selain itu, kultivasinya adalah yang tertinggi di antara mereka semua karena dia telah mencapai tingkat penebas dewa tahap akhir. Begitu berhasil mencapai tingkat semi pencapaian agung, dia akan mengis

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3183

    Tirta menjelaskan panjang lebar dengan sangat sabar, "Tapi, bagi para kultivator yang lemah, tempat itu terlalu kejam. Seseorang bisa tiba-tiba kehilangan nyawa di tangan kultivator yang lebih kuat hanya karena sebuah masalah atau kesempatan tanpa alasan yang jelas. Kalian harus tahu, dunia kultivasi bukan tempat yang menjunjung kesetaraan dan perlindungan hukum.""Hukum alam paling primitif berlaku di sana, yang kuat bertahan dan yang lemah tersingkir. Selain itu, di dunia awani juga ada kultivator jalur iblis yang khusus memburu wanita cantik seperti kalian. Mereka akan menangkap kalian, lalu menyiksa kalian. Bahkan mati pun belum tentu jadi akhir dari penderitaan. Belum lagi ada banyak wilayah yang dihuni oleh monster buas yang sangat kuat.""Kalau bertemu mereka, kemungkinan besar nggak akan selamat. Bahkan dengan kultivasiku saat ini, aku juga nggak bisa menjelajahi seluruh dunia awani dengan bebas. Bagaimana aku bisa lindungi kalian? Aku juga terus cari cara untuk mempercepat pen

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3182

    "Kakak-kakak, dari penampilan kalian, sepertinya usia kalian sedikit lebih tua daripada kami. Karena kita sama-sama wanitanya Tirta, jangan marah ya kalau kami panggil kalian Kakak," kata Marila sambil tersenyum dan berjalan mendekat."Bukan hanya lebih tua sedikit, tapi kami lebih tua dua sampai tiga ribu tahun penuh. Hanya saja penampilan kami terlihat muda, tapi kalian juga nggak perlu sungkan. Mau bilang apa, bilang saja langsung," jawab Yumika sambil tersenyum."Benar. Selain Tirta, aku cukup menyukai kalian semua," kata Irena yang juga menganggukkan kepala."Ya ampun, lebih tua dua sampai tiga ribu tahun? Nggak terlihat sama sekali, kalian benar-benar jago merawat diri," kata Marila dengan sangat terkejut.Devika juga merasa sulit memercayai hal itu dan bertanya, "Kakak-kakak, kami boleh tahu tingkat kultivasi kalian? Kalian bahkan bisa pertahankan wajah awet muda, ini benar-benar buat kami iri. Dan dunia tempat kalian berasal seperti apa? Kami benar-benar penasaran.""Kalau soal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3181

    Saat tiba dengan tergesa-gesa sambil membawa tiga ekor harimau, Nabila dan rombongannya malah tidak melihat pemandangan seperti yang diceritakan Devika. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi merasa terkejut dan canggung."Auu ...."Ketiga harimau itu memang sudah lama tidak bertemu dengan Tirta. Namun, setelah mengenalinya, mereka segera menghampiri dengan sangat akrab. Seperti saat mereka masih kecil, mereka menggesek kepala mereka ke kaki Tirta."Aku hanya bercanda. Jangan-jangan Devika benar-benar percaya dan sengaja pergi beri tahu kalian?" kata Tirta sambil tersenyum dan mengusap ketiga harimau raksasa yang bahkan lebih besar darinya. Dia sudah menduga situasi ini akan terjadi."Huh. Kalau begitu, berarti kamu sengaja permainkan kami? Anakku sudah hampir lahir, kamu masih tega menggodaku seperti ini. Kamu ini benar-benar keterlaluan," kata Nabila dengan tatapan yang secara alami tertuju pada Yumika dan Irena. Sambil menopang perut besarnya, dia berjalan mendekat dengan ekspresi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1191

    "Nak, jangan persulit kami!"Para pesilat kuno yang berhasil selamat dan beberapa ketua sekte berusaha untuk bernegosiasi dengan Tirta."Persulit kalian? Hehe .... Kamu kira aku nggak tahu apa yang ada di pikiran kalian? Kalian cuma merasa batu alami terlalu berharga dan nggak mau memberikannya pada

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1149

    Mereka ingin menggali lebih banyak rahasia tentang dunia misterius dari para pesilat tersebut.Sementara itu, perempuan yang memimpin kelompok ini adalah seorang praktisi ilmu mistis yang paling dihormati di seluruh Negara Yumai, baik oleh pejabat tinggi maupun rakyat biasa.Dia adalah Yara dari Kel

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1220

    "Gimana? Abalone ini sangat enak, 'kan?"Elisa yang awalnya menolak dengan tegas, kini begitu serius mengikuti cara yang diajarkan Tirta dalam menyedot jus abalone. Ayu pun tak bisa menahan diri untuk bertanya.Di antara mereka yang ada di ruangan ini, hanya dia dan Tirta yang menyadari betapa memal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1217

    Bella belum menjawab pertanyaan Tirta. Namun, Elisa sudah lebih dulu menatapnya dengan heran dan mengungkapkan kebingungannya. Bella tersenyum lembut sambil menggandeng lengan Tirta, lalu menyahut, "Karena aku menyukainya. Dia telah menyelamatkan hidupku dan memberiku kesempatan kedua untuk hidup."

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status