LOGINDi dunia yang sudah hancur karena zombie, kekuatan adalah segalanya. Orang yang bisa mengendalikan api menjadi pemimpin. Orang yang memiliki kekuatan tempur menjadi raja. Sementara Joni? Skill awakening-nya dianggap sampah. Rollback. Kemampuan yang hanya bisa digunakan pada barang-barang konsumsi biasa. Tidak bisa dipakai untuk bertarung. Tidak bisa membunuh zombie. Tidak berguna di medan perang. Karena itu, kelompok Joni menjadikannya umpan saat misi loot gagal. Mereka pikir Joni akan mati. Namun di dunia yang perlahan kehabisan makanan, air bersih, obat, dan perlengkapan… skillnya mulai menunjukkan arti sebenarnya. Saat semua orang sibuk mencari cara untuk bertahan hidup… Joni menjadi alasan mereka bisa bertahan hidup sejak awal.
View MoreMalam itu suasana ruang makan utama cukup ramai.Di salah satu meja besar, Joni sedang makan bersama orang-orang inti kelompoknya. Pak Bram, Putri, Sindy, Deri, Mila, Pak Anton, dan Pak Kusno duduk mengelilingi meja yang penuh dengan berbagai hidangan.Tidak jauh dari sana, tim elit yang baru dibentuk juga sedang makan bersama. Suasana mereka jauh berbeda dibanding beberapa hari lalu. Obrolan terdengar lebih cair, tawa mulai muncul sesekali, dan tidak ada lagi kecanggungan seperti saat pertama direkrut.Pak Bram sempat melirik ke arah mereka lalu tersenyum kecil."Jauh beda dibanding hari pertama."Putri mengangguk."Dulu masih saling jaga jarak.""Kalau sekarang?" tanya Deri sambil menyendok makanannya.Pak Bram tertawa kecil."Sekarang mulai kayak tim."Joni ikut melirik ke arah meja para awakener dan anggota elit itu.Beberapa sedang bercanda dan beberapa lainnya membahas latihan hari ini. Bahkan ada yang sudah saling mengejek dengan santai.Joni mengangguk puas."Nah, gitu lebih e
Mobil yang membawa Charles dan Nada perlahan mendekati kawasan pasar. Namun semakin dekat mereka ke tujuan, laju kendaraan justru semakin melambat hingga akhirnya hampir berhenti total.Di depan, jalan dipenuhi lapak dan orang-orang yang masih beraktivitas meski hari sudah malam. Beberapa gerobak bahkan memakan sebagian badan jalan.Charles mengerutkan kening."Ada apa?""Jalannya penuh, Jenderal."Charles menatap ke depan lalu berkata singkat,"Klakson."Pengemudi langsung membunyikan klakson beberapa kali.TIN! TIN!Beberapa orang menoleh lalu kembali ke urusan masing-masing namun tidak ada yang menyingkir dan Charles mulai tidak senang."Klakson lagi."TIN! TIN!Kali ini seorang pedagang yang sedang duduk santai di depan lapaknya berdiri lalu berteriak ke arah mereka."MAU LEWAT KE MANA LU WOI!!!"Charles membuka jendela."Kasih jalan."Pedagang itu justru terlihat heran."Lah, parkir sana."Charles mengerutkan kening."Kami mau masuk."Pedagang itu menunjuk ke belakang."Ya parkir
Menjelang sore, iring-iringan kendaraan militer akhirnya tiba di kawasan kompleks industri. Begitu memasuki area tersebut, Charles langsung menyadari satu masalah baru.Tempat itu jauh lebih ramai daripada yang ia perkirakan.Jalanan yang dulu sepi kini dipenuhi berbagai kendaraan. Truk, mobil pickup, hingga kendaraan rakitan terlihat terparkir di banyak tempat. Beberapa bangunan pabrik yang masih layak pakai bahkan sudah ditempati kelompok-kelompok survivor lain.Charles memperhatikan keadaan itu dari dalam mobil komando sambil mengerutkan kening."Apa seramai ini sebelumnya?"Nada yang duduk di sampingnya menggeleng."Enggak."Charles kembali melihat ke luar jendela.Di kejauhan terlihat beberapa pos jaga sederhana, lapak perdagangan kecil, bahkan orang-orang yang lalu lalang membawa barang.Tidak sulit menebak penyebabnya yaitu pasar milik Joni.Sejak pasar itu berkembang, kelompok-kelompok kecil mulai berkumpul di sekitarnya untuk mencari keamanan dan akses perdagangan. Akibatnya,
Charles menatap medan perang di luar tembok menatap Rey, menatap para awakener yang baru saja berubah, menatap Zombie King yang masih berdiri diam di belakang semuanya.Untuk sesaat, ia tidak bergerak. Tidak berbicara dan hanya memperhatikan lalu ia mengambil keputusan. Keputusan yang paling tidak ingin ia ambil.BOOM!Charles melompat dan tubuh gorilanya mendarat di atas menara penjagaan tertinggi di dekat tembok. Struktur baja itu bergetar keras di bawah berat tubuhnya.Semua orang langsung menoleh. Prajurit, warga sipil, PPetugas logistik bahkan Nada yang masih berada di atas tembok.Charles menarik napas lalu mengaum sekeras mungkin."SEMUA ORANG DENGERIN GUE!"Suaranya menggema ke seluruh markas sehingga menenggelamkan suara tembakan, menenggelamkan suara zombie dan menenggelamkan semuanya."LARI!"Semua orang membeku."TINGGALKAN MARKAS INI!"Beberapa prajurit membelalakkan mata."SEKARANG!"Charles menunjuk ke arah timur."EVAKUASI TOTAL!""BAWA SEMUA YANG BISA DIBAWA!""TINGG
Tengah malam, Joni terbangun.Perutnya masih hangat karena makanan tadi, tapi telinganya menangkap sesuatu.Suara dari luar, Dia langsung membuka mata penuh. Refleks.Tangannya meraih senjata di sampingnya, lalu dia bangkit pelan dan berjalan mendekati jendela yang pecah.Di luar gelap, tapi cahaya
Darian masuk ke dalam mobil dengan santai, seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia menyalakan rokok, menghisapnya dalam-dalam, lalu berkata tanpa melihat siapa pun secara spesifik,“Perhatiin perimeter. Fokus ke depan.”Beberapa orang hanya melirik sebentar, lalu kembali mengawasi jalan cuku
Satu hari berlalu.Joni duduk di lantai supermarket, bersandar dengan santai. Di belakangnya, barang-barang numpuk—mie instan, air kemasan, makanan kaleng, obat-obatan. Berantakan, tapi banyak.Di tangan kanannya, dia pegang botol air mineral yang udah rusak setengah. Plastik penyok, bagian bawahny
Joni duduk diam di tepi atap, lututnya tertekuk, kepalanya tertunduk.Napasnya perlahan mulai stabil, tapi pikirannya tidak. Semua kejadian tadi terus berputar di kepalanya—tendangan itu, tatapan dingin itu, dan cara mereka pergi tanpa ragu.Tangannya mengepal pelan, lalu makin kuat.“Sialan…”Suar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.