Share

Bab 271

Author: Liazta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-05 22:57:04

Suasana di antara mereka perlahan berubah.

Tidak lagi sekadar hangat tapi mulai terasa… lebih dalam.

Lebih dekat.

Alicia masih duduk diam.

Jantungnya belum juga kembali normal sejak tadi.

Tatapannya sesekali mencuri pandang ke arah Devan lalu buru-buru mengalihkan lagi.

Apakah ini nyata? Seorang Devan Alexander, menyatakan cinta kepadanya?

Pria tampan, kaya raya, dan seorang pengusaha tersukses dan termuda saat ini. Namanya tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun juga didunia internasional.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tina Maryani Simatupang
ayi thor...uo lagi penasaran dgn reaksi vivian
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 446

    Panggilan telepon dari Thomas beberapa menit lalu bagaikan detektor ancaman siaga satu di kediaman keluarga Soedirja. Pasalnya, dalam sambungan singkat itu, Thomas sama sekali tidak menjelaskan secara detail apa tujuan kedatangannya. Pria itu hanya mengatakan ada hal yang sangat krusial dan mendesak yang harus dibicarakan malam ini juga, terkait dengan Rayan putranya dan juga Rebecca.Sontak saja, Letnan Jenderal (Purn.) Hartono Soedirja langsung gempar. Tanpa membuang waktu satu detik pun, sang jenderal menelepon seluruh putra perwiranya untuk pulang dan merapat ke rumah utama malam ini juga.Suasana kediaman berarsitektur megah dan bernuansa militer itu mendadak tegang luar biasa. Rebecca yang baru saja selesai mengganti pakaian santainya dibuat kebingungan setengah mati saat melihat dua abangnya—Danu dan Arya—tiba di rumah dengan seragam dinas yang masih melekat rapi di tubuh tegap mereka."Sebenarnya ada apa ini? Mengapa mereka datangnya mendadak seperti ini? Kita belum ada persia

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 445

    "Mami, selama ini ketika Mami tanya kenapa aku tidak pernah bercerita tentang wanita yang aku cintai, atau wanita yang ingin aku nikahi, itu semua karena aku memang tidak memilikinya. Bukan karena aku ingin menyembunyikannya dari Mami lalu tiba-tiba bicara mendadak begini. Aku benar-benar tidak ada niat membuat Mami terkena serangan jantung," ungkap Rayan dengan jujur dan raut memelas."Maksud kamu bagaimana?" tanya Thomas yang sudah sangat penasaran, memiringkan tubuhnya di sofa."Rebecca itu adik tingkatku waktu kuliah, Pi. Bahkan waktu SMA juga dia adik kelas. Aku kelas dua belas, dia siswa kelas 10. Dulu kami sempat ketemu lagi di universitas, dan kami sangat dekat. Tapi... sempat ada kesalahpahaman di antara kami. Karena itu aku memilih pergi melanjutkan bisnis keluarga di luar negeri," beber Rayan pelan.Sofia tidak menyela. Ia memilih diam mendengarkan terlebih dahulu, membiarkan putra sulungnya menumpahkan seluruh rahasia asmara yang selama ini tersimpan rapat."Dua hari yang

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 444

    Rayan akhirnya tiba di kediaman Thomas. Langkah kakinya tergesa-gesa masuk ke dalam rumah megah itu, mencari keberadaan sang Mami. Wajah tampan yang biasanya selalu memamerkan ekspresi poker face dingin itu kini tampak menanggung beban yang luar biasa berat."Mami!" panggil Rayan setengah berteriak begitu menemukan Mami Sofia di ruang keluarga.Sofia yang sedang duduk santai sambil menikmati secangkir cokelat hangat langsung menoleh. Sorot matanya memancarkan rasa kesal yang sudah mencapai ubun-ubun.Di sebelahnya, Thomas yang sedang menyeruput kopi hitamnya menghentikan cangkirnya di udara. Pria paruh baya itu tidak menguarkan sepatah kata pun, namun tatapan matanya yang tajam tampak sangat menilai dan memendam tawa melihat tingkah anak tirinya."Ada apa?!" sembur Sofia dengan raut wajah sangat kesal dan marah."M-Mami... pernikahanku bagaimana?" bisik Rayan lirih.Pria itu benar-benar bingung dan tidak tahu harus berkata apa lagi. Pada akhirnya, hanya kalimat memelas itu yang sanggu

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 443

    Wajah Devan masih agak pucat. Bagaimana tidak? Setelah berjuang mati-matian melewati masa kritis, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa pernikahannya dengan Alicia kembali tertunda! Dan yang lebih menyebalkan lagi, Rayan—abang iparnya yang selama ini paling dingin, kaku, dan tak pernah sekalipun mengungkit masalah asmara—malah mendadak memotong jalur dan menguasai pelaminan yang sudah dipersiapkannya!"Tunggu dulu! Ini tidak bisa begini!" protes Devan dengan nada vokal yang dinaikkan, mencoba duduk lebih tegak meski punggungnya masih ditahan bantal. "Itu acara milikku dan Alicia! Gedung itu, konsep dekorasinya, kateringnya, semuanya aku yang pilih! Kenapa malah Rayan yang enak-enak naik pelaminan?!"Mendengar ocehan putranya, Luna memutar tubuhnya perlahan. Ia melangkah mendekati brankar dan mendelik, menatap Devan dengan tatapan tajam dan menyeramkan—tipe tatapan maut seorang ibu yang sanggup membungkam siapa saja."Biarkan Rayan yang menikah di tanggal itu!" potong Luna tegas, sua

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 442

    Semua mata seketika tertuju padanya."Kecuali gaun yang sudah dipesan," lanjut Rayan mantap. "Seluruh biaya gedung, katering, dan dekorasi yang sudah dibayar oleh Devan... akan aku ganti rugi seluruhnya."Sofia yang sejak tadi diam terperanjat. Ia menatap putra sulungnya tak percaya. Begitu pula Thomas yang menaikkan alisnya heran."Kamu yakin ingin membayar semuanya, Ray?" tanya Sofia ragu. "Untuk apa kamu mengeluarkan uang miliaran hanya untuk menanggung pesanan acara Devan? Bukankah itu rugi besar?"Rayan menarik napas panjang, menetralkan ritme jantungnya yang berdegup gila-gilaan di balik kemejanya. Ia melirik Rebecca yang berdiri di sampingnya dengan tatapan penuh kepastian, lalu kembali menatap keluarganya."Semuanya sudah dipesan dan rangkaian acaranya sudah matang," jawab Rayan dengan binar mata yang begitu tajam dan berani. "Karena itu... biar aku yang mengambil alih seluruh biaya dan jadwalnya. Dan acara pernikahan di tanggal itu... akan menjadi acara pernikahanku."DEG!Ke

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 441

    Mobil Rayan akhirnya berhenti di area parkir VIP rumah sakit. Namun, Rayan tidak langsung turun. Ia bergeming sejenak, memegang kemudi dengan erat sambil memikirkan bagaimana cara menjelaskan kehadiran Rebecca di sampingnya kepada seluruh keluarganya nanti."Kenapa tidak turun?" tanya Rebecca lembut, menyadari kegugupan pria di sampingnya.Rayan menoleh, tersenyum nyengir lalu menganggukkan kepalanya. "Ayo turun."Pria itu melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobilnya, diikuti oleh Rebecca. Begitu kaki mereka melangkah di koridor rumah sakit, Rayan berjalan seraya menggenggam erat jemari Rebecca. Pria yang biasanya berwajah dingin itu mendadak bersikap seperti remaja yang baru pertama kali jatuh cinta—memegang tangan Rebecca dengan senyum malu-malu yang menggemaskan.Rebecca tersenyum gemas melihat tingkah pria di sampingnya. Apa kata dunia jika publik mengetahui bahwa Rayan—tuan muda yang disegani, kaku, dan terkenal berdarah dingin—memiliki sisi manis dan menggemaskan seperti in

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 359

    Sore berganti malam ketika mereka tiba di sebuah butik eksklusif. Beberapa staf langsung menyambut kedatangan mereka dengan membungkuk hormat. "Silakan pilih gaun yang kamu suka," kata Devan setelah mereka dipandu ke area privat. Alicia memandang deretan gaun indah di sekelilingnya dengan ragu.

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   BAB 358

    ​Thomas menyandarkan punggungnya ke kursi kerja, namun fokusnya sama sekali tidak tertuju pada tumpukan berkas di meja. Matanya terpaku pada layar ponsel yang menyala, menampilkan sebuah foto yang ia ambil secara diam-diam dan kini ia pasang sebagai foto profil. ​Di dalam foto itu, Sofia sedang du

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 357

    Devan tidak langsung menjawab.Dengan gerakan santai, ia meraih tali sabuk pengaman di samping Alicia lalu menariknya perlahan.Klik.“Sabuknya belum dipasang,” ucap Devan tenang.Namun setelah selesai memasangnya, pria itu tetap belum menjauh.Wajah mereka terlalu dekat.Sangat dekat.Sampai Alici

  • Dokter, Jangan Gitu Dong   Bab 356

    "Tuan, cincin yang Anda pesan sudah datang."Bara melangkah masuk ke ruang kerja Devan, lalu meletakkan sebuah kotak beludru hitam kecil di atas meja dengan hati-hati.Saat kotak itu dibuka, kilauan berlian langsung memantul terkena cahaya lampu. Cincin itu begitu indah dan elegan. Berlian langka b

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status