Share

Bab 39

Penulis: Lavendulaaa
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-08 23:46:58

Kelas baru saja berakhir, Naya pergi ke kolam renang indoor bersama dengan Sari. Mereka melihat anak fakultas olahraga sedang berenang. Terlihat Rangga berjalan dari pinggir kolam renang dan mendekat ke arah Naya.

“Hai, Cantik.” Rangga menggoda Naya yang duduk bersama dengan Sari.

“Rangga apa sih?” Naya menggelengkan kepalanya melihat pria yang sangat berusaha mendekatinya.

“Kamu ngapain di sini, Ngga?” tanya Sari.

“Tuh disuruh nyamperin temen SMA, eh dia malah renang dulu. Jadinya nunggu di sini. Kalian sendiri ngapain ke sini? Cuci mata, ya?” Rangga menggoda dua gadis yang ada di hadapannya.

“Nah itu tau!” Sari menjawab dengan tegas.

“Nay, sama aku aja nggak cukup?” Rangga memasang wajah melasnya.

“Nggak. Gimana dong?” balas Naya dengan nada bercandanya. “Lihat dong, Ngga, mereka tuh tinggi, atletis, kalau ganteng sih, menurut selera, ya. Cuma kan—”

“Jadi, menurut kamu, aku kurang atletis, Nay?” Rangga memotong perkataan Naya.

“Eh, bukan aku yang bilang, ya. Kamu menyimpulkan se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 71

    Naya menikmati memainkan ponsel lama Reski. Dia membuka room chat milik papanya. Banyak sekali pembahasan di sana.Dimulai dari pekerjaan, persiapan kuliah dan masalah pribadi. Bahkan ada saat papa Naya meminta tolong pada Reski untuk membantu membujuk mama Naya yang sedang merajuk. Naya tersenyum membaca semua hal tersebut.Tidak hanya berhenti di sana, mata Naya seketika melotot saat menemukan isi curhatan Reski pada papa Naya. Dia memastikan kembali dan membacanya berkali-kali. Dia memastikan apa yang dibaca tidak ada yang salah. "Ores beneran diselingkuhin?" kaget Naya yang membaca curhatan Reski. Dia terus membaca isi chat room tersebut, di mana papanya mulai meminta Reski untuk menyelesaikan hubungan dengan wanita yang disebut "menjijikkan" itu. Naya terus membaca melihat betapa kesal papanya pada wanita yang menyelingkuhi Reski."Kan Kakak sudah bilang sebelumnya, dia memang bukan wanita baik. Dia wanita matre yang hanya mengincar harta saja," tulis papa Naya di room chat itu

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 70

    Setelah percintaan yang liar itu, keduanya tidur sebentar untuk memulihkan energi mereka. Naya tidur di dalam pelukan Ardi. Setelah melakukan percintaan, keduanya selalu tidur bersama dan Ardi selalu setia memeluk gadis yang selalu bersama dengannya. Setelah lima belas menit tidur dan cukup untuk menerima energi, mereka akhirnya terbangun. Ponsel Ardi berbunyi dan pria itu segera meraihnya. Panggilan dari istrinya telah masuk. Ardi menaruh kembali dan tidak menghiraukan ponselnya. "Kenapa?" tanya Naya yang baru keluar dari kamar mandi."Miya. Nggak tahu ada apa," jawab Ardi."Nggak mau diangkat aja? Tumben dia telepon jam segini loh, Pak." Naya memberi masukan."Nggak ah. Nanti aja biar ngobrol di rumah. Kalau lagi sama kamu, aku maunya sama kamu," kata Ardi yang sangat serius dengan apa yang dia katakan. Naya pun hanya menganggukkan kepalanya. Dia segera memakai kembali bajunya, saat Ardi masuk ke kamar mandi. Naya duduk di kasur dan mulai merapikan riasan wajahnya. Naya menatap

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 69

    "Ponsel lamanya Ores."Naya yang mendengar itu, langsung menatap wajah mamanya dengan serius. Dia tidak percaya kalau mamanya masih menyimpan barang Reski. Mama Naya membalas tatapan anak yang terlihat sangat heran."Papa yang minta buat simpan, karena banyak kenangan di ponsel itu, Nay. Foto-foto, bahkan video, Nay. Papa nggak mau kehilangan hal itu," kata mama Naya."Bukannya, pesawat Ores jatuh di laut? Kenapa ponselnya masih bisa diselamatkan?" tanya Naya heran."Ores pergi menggunakan ponsel lain. Dia meninggalkan ponsel lamanya itu dan menyimpan di rumah Nenek, Nay. Itu ponsel baru Ores yang dibawa. Lalu, saat kecelakaan, Papa ambil ponsel lama itu dan buka, ternyata semua kenangan ada di sana, termasuk tentang masa lalu Ores." Mama Naya menjelaskan."Jadi, Ores sempat ganti ponsel?" tanya Naya meyakinkan kembali."Iya. Kamu mau lihat?" balas mama Naya.Naya menganggukkan kepalanya dan menatap mamanya dengan sangat serius. Semua tentang Reski, dia sangat ingin tahu. Pria yang se

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 68

    "Nama Ores sebenarnya itu, Reski. Om Reski."Satu kalimat dari Naya, mampu membuat Ardi terdiam. Nama yang sangat dia ingat. Namun, banyak lagi nama yang sama dengan nama orang yang dia kenal. Jadi, masih belum tentu, itu adalah orang yang dia kenal.Melihat Ardi yang terdiam setelah apa yang dia katakan, membuat Naya menatap heran pria di hadapannya tu. Naya mengetuk meja, membuat Ardi kembali Ardi kembali menoleh ke arahnya. Pria itu terlihat mencoba tersenyum padanya."Bapak kenapa? Ada yang salah dari saya atau cara bicara saya?" tanya Naya yang tidak tahu salah apa, tetapi Ardi malah terdiam begitu saja."Oh, nggak ada yang salah, Nay. Saya hanya kepikiran sesuatu aja, Nay. Maaf," jawab Ardi. "Oh, kirain kenapa." Naya tidak lagi memperpanjang permasalahannya dengan Ardi. Mereka pun melanjutkan makan yang diselingi dengan obrolan ringan. Setelah makan bersama, Ardi membayar bill dan mengajak Naya untuk segera pulang, karena hari semakin gelap. Naya pun masuk kembali ke mobil Ard

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 67

    Naya berlari ke pinggir lapangan, saat melihat Ardi memberi kode untuk berganti dengan temannya. Dia mengambil tumblernya dan segera menegaknya. Naya duduk dan memperhatikan punggung Ardi, di mana pria itu sedang sibuk mengatur strategi. Mata Naya berganti menatap teman-temannya, meski sesekali dia berganti dengan menatap Ardi. Dia sangat menyukai Ardi, pria yang masuk ke hatinya yang paling dalam. Namun, dia sangat sadar, bahwa dia tidak bisa memiliki pria yang sangat dikagumi itu. Rangga menghampiri Naya dan duduk di sampingnya. Pria itu menyenggol bahu Naya perlahan, agar gadis itu sadar bahwa ada dirinya di sampingnya. Naya pun menoleh ke arah pria tersebut dan menatap heran. "Kenapa?" tanya Naya heran. "Kamu kenapa akhir-akhir ini jarang banget latihan, Nay?" tanya Rangga basa-basi. "Akhir-akhir ini? Perasaan aku cuma sering izin beberapa hari aja deh, Ngga. Itu juga ada alasannya dan Pak Ardi juga tahu alasannya. Aku sudah bilang sama beliau," jawab Naya. "Memang apa alas

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 66

    “Dia kecelakaan pesawat dan meninggal.” Satu kalimat yang mampu membuat es krim rasa coklat vanila yang dinikmati Ardi, terasa seperti kopi. Ardi yang sedang menikmatinya, seketika menaruh sendok es krim tersebut dan menelan ludah dengan susah payah. Dia menatap Naya yang masih menundukkan kepalanya. “Nay?” Ardi memanggil gadis yang ada di hadapannya. Dia sungguh tidak menyangka apa yang tidak diceritakan Naya adalah hal pahit yang sangat tidak nyaman untuk diingat. Namun, sekarang dialah yang membuka luka itu.“Kenapa, Pak?” tanya Naya. “Kamu nggak papa? Masalah kayak gini menimbulkan trauma yang cukup besar pasti,” kata Ardi. “Ada traumanya. Cukup besar, tapi aku janji sama Aunty, kalau akan lebih menerima lagi, bukan hanya mencoba melupakan aja, Pak. Aku mau melakukan sesuai janjiku," balas Naya dengan sangat yakin."Aku tahu rasanya, Nay. Kamu akan jauh lebih baik nantinya. Tenang aja, di dunia ini, kamu masih banya yang sayang kamu. Aku, Daffa dan keluargamu, Nay. Jadi, janga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status