author-banner
Lavendulaaa
Lavendulaaa
Author

Novels by Lavendulaaa

Setelah Semua Luka Pulang

Setelah Semua Luka Pulang

Percaya dengan perkataan orang yang bilang, “Semua orang punya kesulitan sendiri-sendiri dalam hidupnya” membuatku tidak yakin. Aku terlalu menyamakan kehidupanku dengan mereka sehingga aku merasa terlalu menyedihkan. Entah hidupku yang terlalu banyak air mata atau hidup mereka yang terlalu rapi menyimpan segalanya. Semua orang yang menyayangi dan mencintaiku perlahan tapi pasti, satu persatu menghilang. Aku dipaksa untuk mengikhlaskan apa yang terjadi di masa lalu dan berdamai dengan masa lalu. Mungkin memang benar bahwa bahagia akan selalu berubah variabelnya, tapi aku tidak yakin akan variabel bahagia yang benar-benar membuatku bahagia. Aku mempertanyakan semua yang terjadi padaku. Apa memang ini takdirku? Mengapa ini terlalu menyedihkan, Tuhan? -- Farina Azzalea --
Read
Chapter: 105: Kenyataan Baru
“Saya tahu, Tuan. Nyonya kembali ke Korea dan kemarin Nyonya keluar dari rumah sakit … jiwa. Den Raka dirawat oleh salah satu dokter di sana yang juga kebetulan teman Nyonya kuliah di Korea dia dari Indonesia.”“Namanya Rio, dia selalu kirim video Den Raka ke saya untuk diupload ke Instagram Nyonya, agar nanti saat Nyonya siap terima kenyataan, Nyonya tinggal lihat video tumbuh kembang dan kegiatan Den Raka dari Instagram-nya. Maaf, saya kasihan sama Tuan, tapi saya juga gak tega setelah tahu Nyonya masuk rumah sakit jiwa,” jujur Bi Yem membuat Arlan membeku.Kenyataan lain yang harus diterimanya adalah istrinya sampai masuk rumah sakit jiwa. Arlan menyandarkan tubuhnya pada meja makan agar tidak terjatuh. Bu Metha terdiam mendengar pengakuan Bi Yem. “Tapi Tuan tenang, Nyonya masuk rumah sakit jiwa bukan karena gila sungguhan. Nyonya hanya menenangkan diri di sana. Nyonya baik-baik saja, Tuan,” cerita Bi Yem. Sulit Bu Metha m
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: 104: Kecurigaan Keluarga
Hampir satu bulan Arlan seperti orang gila. Bi Yem hanya melihat majikannya menggila. Arlan yang hangat sebelumnya, kini berubah kembali menjadi dingin. Senyum Arlan sudah tidak pernah muncul sejak anak dan istrinya pergi. Arlan mencoba mencari keberadaan Farin dan Raka, tapi tidak ada jawaban. Keduanya tidak terdeteksi. Arlan menundukkan kepalanya setelah mendapat laporan dari orang suruhannya. Roland masuk memberitahu Arlan ada tamu yang datang. Arlan menyuruh Roland mengizinkan tamunya masuk. Pak Arkan masuk ruangan anaknya. “Ada apa, Pa?” tanya Arlan yang duduk di sofa bersama Papanya. Pak Arkan memerhatikan anaknya dengan intens merasa ada yang aneh. “Kamu kenapa? Kaya gak ada semangat aja,” ucap Pak Arkan membuat Arlan merasa tersindir karena nyatanya semangatnya memang hilang. “Gak papa. Arlan capek aja,” dusta Arlan. Pak Arkan hanya mengangguk mendengar pengakuan anaknya.“Mamamu kangen
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: 103: Paris?
Setelah kejadian menyakitkan sebelumnya, Farin masih mencoba bersikap seperti biasanya. Bahkan saat ini, dia masih duduk bersama suaminya memperhatikan Raka bermain. Sekuat tenaga Farin menahan sakit hatinya atas kelakuan suaminya. Farin sudah tidak bisa lagi mencoba memecahkan masalah mereka. Rasa sakitnya sudah sangat melampaui batas. Raka berjalan mendekatinya dan memberikan robot untuk dibenarkan.“Kasih Papa. Mama gak bisa betulkan, kalau robotnya gitu,” kata Farin membuat Raka memberikan pada Arlan robotnya. Arlan menerimanya dan membenarkan robot yang kini berubah menjadi mobil. Raka memeluk Farin secara tiba-tiba. “Laka sayang Mama!” Raka membuat Farin tersenyum mendengarnya. Hampir saja air matanya jatuh mendengar apa yang dikatakan Raka. “Mama juga sayang Raka.” balas Farin. “Sayang Papa juga enggak?” Arlan membuat Raka menoleh. Anak itu mengangguk dan menerima robotnya yang berubah jadi mobil. 
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: 102: Shocked
Usia Raka sudah menginjak 2,5 tahun. Farin dan Arlan sering menitipkan Raka ke orang tua mereka karena pekerjaan mereka. Sebisa mungkin Farin selalu pulang tepat waktu dan menjemput Raka di rumah orang tua mereka. Hari ini Farin akan menjemput Raka yang sedang bersama Bi Yem di rumah Bu Metha. Farin terpaksa pulang lebih malam karena pekerjaannya yang sangat menumpuk dan panggilan tiba-tiba dari pemilik yang cukup mengejutkan Farin.Farin menghubungi suaminya sambil menjalankan mobilnya hanya ingin mengabarkan bahwa dia pulang terlambat bersama Raka dan Bi Yem. Wanita itu ingin meminta Arlan makan terlebih dahulu jika belum pulang, karena mungkin tidak akan sempat membuat makan malam untuk suaminya.Cukup lama Farin menunggu suaminya mengangkat panggilannya. Farin tidak ingin berburuk sangka dengan suaminya, meski akhir-akhir ini dia merasa suaminya mulai aneh. Nada sambung berubah menjadi suara berat dan serak dari suaminya.
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: 101: Farin, Are You Okay?
Farin terdiam di depan pintu rumahnya melihat siapa yang datang. Dehaman membuatnya tersadar dan mempersilakan tamunya masuk. Farin masuk setelah tamunya duduk. Arlan yang berada di ruang keluarga bersama Raka melihat istrinya heran. Farin ke dapur meminta Bi Yem membuatkan minuman untuk tamunya. Arlan memanggil saat Farin akan kembali ke ruang tamu. Wanita itu ikut duduk di samping Raka sebentar. “Siapa yang datang?” tanya Arlan.“Kak Dana,” jawab Farin pelan. “Kenapa gak bilang?” tanya Arlan lagi.“Aku mau ngomong dulu, sama Kak Dana. Dia datang pasti mau ngomel. Nanti aku panggil. Bawa Raka ke atas dulu, ya,” kata Farin. “Gak usah. Gak akan dia keluar, kecuali kartunnya habis,” kata Arlan. Farin mengangguk dan kembali keluar bersama Bi Yem yang membawa minuman. Farin duduk di samping Dana dan Aldi yang ikut menemuinya. Dana mengkode untuk memasukkan Aldi dahulu. Farin
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: 100: Jenguk Tante
Arlan menggendong Raka berjalan bersama dengan Farin dan Karin di lorong rumah sakit. Setelah beberapa hari menimbang saran Arlan, akhirnya wanita itu mau mengajak Karin untuk menjenguk kakak Karin. Arlan bersyukur wanita itu mau mendengarkannya. Raka memainkan robotnya di gendongan Arlan tidak peduli dia akan dibawa ke mana. Karin masuk ke ruang rawat kakaknya terlebih dahulu. Arlan melihat istrinya masih menyiapkan diri melihat Tantenya yang mungkin akan terlihat mengenaskan. Arlan merangkul bahu Farin memberi wanita itu kekuatan. Farin menatap suaminya yang mengangguk di sampingnya. Wanita itu menghela napas panjang dan membuka pintu ruang rawat Tantenya. Mereka masuk bersama dan membuat Farin cukup lama terdiam melihat kondisi tantenya. “Kak, sini. Tante mau ngomong sama kamu,” panggil Karin. Arlan mengusap bahu Farin menyadarkan istrinya itu. Farin berjalan mendekati Karin dan berdiri menatap Tantenya yang terlihat sangat lemah.
Last Updated: 2026-10-10
Dosa Terlarang Bersama Pelatih

Dosa Terlarang Bersama Pelatih

Naya (19), kehidupan remaja yang penuh ambisi juga terjadi dalam hidupnya. Namun, semua berubah setelah mengenal seseorang yang tidak seharusnya dia kenal terlalu dekat. Pengalaman cinta pertama yang harusnya menjadi sebuah hal yang membuatnya merasa sempurna, berbalik menjadi hal yang seharusnya memang harus disembunyikan. Hal yang dia sadari harusnya tidak dia raih. Hubungan yang berawal dari profesionalitas hingga berubah menjadi personal yang tidak seharusnya itu kini menghantuinya. Bisikan demi bisikan membuat Naya dilema untuk menyelesaikannya atau malah melanjutkannya dalam diam. Jalan mana yang akan dipilih oleh Naya untuk menentukan masa depannya? Haruskah dia menyakiti dirinya sendiri atau orang lain di sekitarnya?
Read
Chapter: Bab 109
Naya menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum saat menatap toga yang sudah dipakainya dengan rapi. Sebuah ketukan membuat Naya menoleh ke arah pintu kamarnya. Terlihat papanya sedang berdiri di ambang pintu. "Boleh Papa masuk?" tanya papa Naya. Naya menganggukkan kepalanya dan mempersilakan papanya masuk. Papa Naya pun masuk ke kamar anaknya. Dia memperhatikan anaknya yang sudah terlihat sangat cantik. "Kamu gimana, Nay? Sudah merasa lebih lega?" tanya papa Naya yang berdiri di depan anaknya. "Apa pertanyaan ini menyangkut masalah Pak Ardi, Pa?" tanya Naya yang memastikan arah pertanyaan papanya. "Kalau Papa tanya masalah itu, apa boleh?" tanya papa Naya. Naya menganggukkan kepalanya. Dia sangat paham dengan kekhawatiran yang ada pada keluarganya. Naya tersenyum sebentar menatap papanya yang sedang menatapnya. "Aku baik-baik aja, Pa. Aku nggak ada hubungan lagi sama Pak Ardi. Papa bisa cek ponselku, Pa. Aku sama sekali ngak bohongkan Papa kali ini," jawab Naya ya
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 108
Waktu berlalu begitu cepat. Hari-hari yang penuh revisi akhirnya selesai. Naya pun sudah mendapatkan jadwal untuk melakukan sidang. Naya berjalan dengan Sari, yang baru saja melakukan bimbingan atas revisinya. Wajah lelah terlihat di wajah Sari. Namun, gadis itu hanya bergelayut manja ke sahabatnya yang ada di sampingnya. "Kenapa? Capek banget, ya, kamu?" tanya Naya yang mempersilakan sahabatnya bersandar pada bahunya."Jujur, capek banget. Revisiku kayak nggak pernah benar, Nay. Capek banget. Pengin cepat selesai, tapi kenapa rasanya kayak susah banget buat selesainya." Sari mencurahkan perasaannya dengan nada sedignya. "Sar, tenang aja. Pasti selesai kok. Jangan terfokus sama kecepatan orang menyelesaikannya. Setiap orang punya kecepatannya sendiri, Sar. Jangan menyamakan pace-mu sama orang lain. Itu yang akan membuat kamu semakin tertekan," kata Naya memberikan sedikit pandangannya. "Tapi, kamu tetap aja bisa menyelesaikannya dengan cepat, sementara aku belum selesai revisi," b
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 107
Naya bertemu dengan Sari di kampus. Sahabatnya itu pun sudah menunggu dirinya datang. Sari memeluk dirinya dengan erat."Kenapa kamu main peluk-peluk?" tanya Naya yang mulai melepaskan pelukannya. "Aku dengar semua yang terjadi sebelumnya. Kamu yakin baik-baik aja sekarang?" tanya Sari balik."Oh itu, udah baik-baik aja. Aku nggak mempermasalahkan apa pun lagi. Sekarang, aku benar-benar selesai sama dia, Sar." Naya mengatakan dengan tenang."Kamu yakin sudah sangat baik-baik saja, Nay?" tanya Sari dan berjalan bersama dengan sahabatnya. "Bukan yang sangat baik-baik saja, tapi cukup baik aja. Sudah mulai kebiasaan dengan ketidakhadiran dia di dalam hidupku." Naya menjawab dengan tenang."Kamu yakin, Nay? Aku tahu banget, kamu suka sekali menahan apa yang kamu rasakan, Nay. Nggak semua harus kamu lalui, tapi kalau yang satu ini, agaknya aku tidak bisa terlalu mendukungmu untuk melanjutkan apa yang membuatmu senang selama ini," kata Sari panjang.Naya tertawa pelan mendengar hal terseb
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 106
Waktu berlalu dengan cepat. Namun, kekhawatiran Naya sama sekali tidak terjadi. Bahkan saat magangnya sudah hampir selesai pun, semua ketakutannya tidak terjadi.Ada rasa syukur, karena dirinya tidak membawa pengaruh buruk untuk perusahaan tempat dirinya belajar. Namun, tidak dipungkiri, bahwa dirinya juga menjadi bahan gosip untuk teman-temannya. Naya pun tidak bisa mengelak dengan bahasan skandal yang ada.Dia sangat sadar apa yang sebelumnya dia lakukan. Terlebih menyangkut hubungannya dengan Ardi. Namun, dia tidak bisa membela dirinya sama sekali.Hari ini, Naya harus menyelesaikan semua proses untuk magangnya. Dia mendatangi meja Pak Tiko dan membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani ole pria itu. Namun, pria itu tidak seperti biasanya dan meminta Naya untuk menemuinya di pantry.Naya pun segera berjalan ke pantry, di mana biasanya Pak Tiko membuat kopi untuk menemani menyelesaikan pekerjaannya. Dia duduk di depan kitchen island. Dia menatap Pak Tiko yang sedang memasukka
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 105
"Pernah kamu berpikir untuk bercerai sama aku?" tanya Miya yang duduk di kasur. Langkah Ardi benar-benar terhenti di ambang pintu. Dia membalikkan badannya dan menatap istrinya. Dia menghelakan napas sebelum dirinya menjawab pertanyaan istrinya itu"Pernah, dan bahkan kalau kamu lupa, aku pernah memberikan surat perjanjian cerai saat kamu mengatakan, kamu mengandung Daffa." Ardi menjawab dengan sangat tenang. Semua dia katakan tanpa ada keinginan untuk menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu.Di dalam hatinya, Ardi sudah merasa sangat malu. Namun, dia ingin istrinya juga tahu, bahwa selama ini cinta untuk wanita yang memberinya keturunan itu tidak pernah ada. Semua yang dia rasakan hanya rasa tanggung jawab untuk menjaga aib keluarganya. Namun, Miya memang tidak mudah percaya dengan apa yang ada."Masih tidak percaya denganku?" tanya Ardi pada istrinya.Tidak ada jawaban dari Miya yang keluar. Namun, dia menatap Ardi dengan wajah tanpa ekspresi. Melihat hal itu, Ardi memilih meningg
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 104
Hubungan Naya dan Ardi benar-benar berakhir di hadapan kedua orang tua Naya. Ardi dan Miya keluar dari rumah Naya. Mama Naya mengantar keduanya. Sementara itu, Naya menangis di dalam pelukan papanya. Tanpa menghakimi perasaan anaknya, papa Naya memeluk erat anaknya. Dia mengusap lembut punggung anaknya, mencoba memberikan kekuatan untuk anaknya. Naya tidak mengatakan apa pun, hanya menangis di dalam pelukan papanya. "Tenang, Nay. Papa ada di sini sama kamu. Papa hanya nggak mau kamu salah jalan, Nak. Papa tahu, kamu baru belajar mengenal cinta, tapi memang tahta tertinggi tentang cinta adalah melepaskan, Nay. Kamu nggak boleh merusak dan mengambil milik orang lain, Nak. Papa nggak mau kamu dijadikan olok-olokan publik." Papa Naya mencoba membuat Naya sadar, apa yang mereka lakukan adalah untuk Naya."Aku tahu, Pa. Cuma rasanya sakit juga. Ternyata melepaskan tidak semudah itu." Naya mengatakannya dengan suaranya yang bergetar."Benar. Melepaskan memang tidak semudah itu. Maka dari i
Last Updated: 2026-04-21
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status