Chapter: Bab 77Kalimat yang keluar dari bibir Daffa sebelumnya, mampu membuat Naya dan Sari terdiam. Mereka saling memandang. Naya pun menoleh ke arah Miya dan Daffa secara bergantian. "Kata ayahmu kan nggak boleh, berati masih nggak boleh, Daffa. Aku juga masih belum boleh," kata Naya yang mencoba memberikan alasan pada Daffa. "Daffa, kenapa kamu suka Kak Naya?" tanya Sari. "Kak Naya cantik, baik, suka temani aku main dan suka temani aku jajan," jawab Daffa dengan senyum yang mengembang. Setelah Daffa menjawab seperti itu, Ardi datang kembali ke meja mereka dan memberikan makanan untuk istri dan anaknya. Tidak lupa dia menyapa dua mahasiswi yang sedang makan di meja tersebut. Naya dan Sari menganggukkan kepalanya, membalas sapaan Ardi. Naya menendang pelan kaki Sari dan mencoba mengirimkan kode untuk segera menghabiskan makanan mereka. Sesekali mereka mengobrol agar terlihat tidak terlalu buru-buru. Sementara itu, Ardi mengobrol dengan Daffa. Miya hanya memperhatikan interaksi ayah dan anak it
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 76Setelah memijat Ardi, Naya ikut merebahkan tubuhnya di samping Ardi yang tertidur pulas, setelah dipijat. Naya tidak tertidur dan hanya memainkan ponsel di samping Ardi. Dia menunggu Ardi terbangun dan mengajaknya pulang.Naya memainkan game di ponselnya dan tidak banyak melakukan apa pun, agar tidak mengganggu Ardi yang sedang tertidur. Sesekali Naya menoleh ke arah Ardi yang baru saja mengubah posisinya. Naya tersenyum melihat wajah Ardi yang terlihat tenang dalam tidurnya.Cukup lama Ardi tertidur, saat membuka mata, pria itu tersenyum melihat Naya bertahan di sampingnya. Tidak ada percintaan liar, tapi keberadaan Naya di sampingnya mampu membuat rasa lelah itu terangkat. Ardi mencolek pelan bahu Naya, saat gadis itu sibuk dengan ponselnya."Oh, Bapak sudah bangun?" Naya menoleh ke arah pria yang baru bangun itu. "Kamu nggak tidur selama saya tidur?" tanya Ardi."Nggak. Main game sangat seru, Pak." Naya menaruh ponselnya dan membalikkan badannya menghadap ke arah Ardi. Ardi mengu
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 75Hubungan Naya dan Ardi yang sempat merenggang itu, membuat Ardi sering murung. Bahkan hal itu disadari oleh Miya. Dia sangat peka akan perubahan suaminya yang akhir-akhir ini semakin murung. Tidak tinggal diam, Miya kini duduk di samping suaminya yang sedang sibuk membaca tugas mahasiswanya. Secangkir kopi yang tadi diminta oleh pria itu, bahkan belum tersentuh lagi. Miya masih diam dan menunggu pria itu meletakkan tugas mahasiswanya. Ardi yang merasa janggal karena istrinya terus menemaninya, dia pun menaruh file draft tugas akhir itu di sampingnya dan meraih cangkir kopi di hadapannya. Dia menyeruput sebentar dan menoleh ke arah istrinya yang ada di sampingnya. "Kenapa? Aneh banget kamu temani aku lembur, Sayang." Ardi mengatakannya dengan normal dan berusaha membuat Miya mencurigainya. "Aku merasa ada yang aneh sama kamu, Sayang," jawab Miya."Aneh? Apanya yang aneh?" tanya Ardi yang mengernyitkan dahinya. "Kamu akhir-akhir ini kayak murung gitu, Sayang. Ada masalah di kampus?
Last Updated: 2026-01-15
Chapter: Bab 74Seperti yang dijanjikan Naya sebelumnya, dia bertemu dengan Ardi setelah latihan. Namun, tidak di luar kamus. Mereka malah bertemu di kolam berenang.Naya memasukkan kakinya di kolam. Dia menunggu Ardi yang masih mengambil barangnya di kantor. Naya pun tidak banyak protes. Dia hanya ingin mendengar kebenaran dari pria itu.Setelah cukup lama Naya bermain air, akhirnya Ardi datang dan duduk di samping Naya. Dia tidak ikut memasukkan kakinya, tetapi menyilakan kakinya.“Masih nggak mau ngomong dan hanya mau dengarkan saya apa gimana, Nay?” tanya Ardi yang penasaran dengan mood gadis di sampingnya itu.“Sejujurnya, masih ada rasa kesal, tapi saya juga nggak bisa hanya mendengarkan satu pihak.” Naya membalas dengan tenang, sembari menggerakkan kakinya di kolam.“Jujur, saya nggak tahu, kamu akan menganggap saya membuat pembelaan atau bagaimana, tapi saya hanya ingin menceritakan apa yang saya tahu sebelumnya, Nay.” Ardi mengatakannya dan menoleh ke arah gadis yang asyik memainkan kakinya
Last Updated: 2026-01-14
Chapter: Bab 73Naya menatap Ardi yang terdiam, meski tangannya masih memeluknya dengan erat. Pertanyaannya yang tiba-tiba membuat Ardi langsung terdiam. Naya menyentuh bibir bawah Ardi dengan ibu jarinya, membuat pria itu tersadar dari lamunannya."Jadi, Bapak sungguhan kenal sama Ores?" tanya Naya yang langsung mendudukkan tubuhnya, membuat Ardi ikut mendudukkan tubuhnya juga."Nay, nama Reski kan banyak. Nggak mungkin cuma ....""Nama Reski memang banyak, tapi cowok yang jadi selingkuhan mantan Ores, nomor pribadi Bapak yang saya cek. Jujur sama saya, Bapak kenal Ores nggak?" Naya memotong perkataan Ardi sebelum dia memberikan bualan yang mungkin semakin membuat dirinya meragukan apa yang sudah dia cek sebelumnya. "Iya, saya kenal ommu itu." Ardi menjawab dengan pelan.Naya menghela napas dan segera ke kamar mandi. Dia merasa sangat kecewa, meski dia sudah menduga. namun, dia merasa ada yang berat di dalam hatinya, saat mendengar sendiri dari mulut Ardi. Ardi yang melihat Naya yang berlalu begit
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 72Naya berjalan di mal sendirian. Dia ingin menghilangkan pikirannya yang berantakan akhir-akhir ini. Dia menuju ke sebuah toko buku.Naya membaca blurb sebuah novel yang ada di deretan best seller. Dia berdiri tenang dan menimbang satu persatu novel yang ada di depannya. Dia sangat ingin membeli di antara buku-buku tersebut.Saat asyik membaca novel yang ada di depannya, Naya dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Naya menoleh adan menatap Miya yang tiba-tiba menghampirinya. Naya menaruh kembali novel di tangannya dan memperhatikan Miya."Ada apa, ya, Bu Miya?" tanya Naya yang tidak paham dengan kedatangan Miya secara tiba-tiba dan menegurnya. "Akhir-akhir ini nggak ada latihan basket kah?" tanya Miya."Ada, kenapa, Bu?" balas Naya. "Suami saya mulai jarang pulang terlambat banget," jawab Miya pada Naya yang hanya memperhatikannya. "Oh, karena nggak ada turnamen dalam jangka waktu yang mepet, jadi Pak Ardi memang memberikan kami kelonggaran
Last Updated: 2026-01-12