INICIAR SESIÓNTepat di saat batang besi itu hendak menghantamnya, Kiana langsung menghindar dan meraihnya. Dia menguasai beberapa seni bela diri, tetapi dia bukanlah tandingan kekuatan pria kekar yang telah melakukan pekerjaan kasar sepanjang tahun. Jadi, begitu dia meraih batang besi itu, pria itu pun menghempaskannya dengan kasar.Kiana tetap tenang dan terkendali. Saat pria itu menyerang lagi, dia sengaja mundur ke tepi tangga dan kemudian dengan cepat berbalik ke samping.Karena tidak tangkas dan lengah, pria itu salah langkah dan jatuh ke depan.Memanfaatkan momen ini, Kiana menendangnya dari belakang. Begitu pria itu terjatuh ke tanah, dia segera menginjak bagian belakang lehernya untuk mengendalikannya.Namun yang lainnya juga telah menyusul. Apalagi, mereka semuanya lebih tinggi dan lebih kuat dari pria ini. Semuanya juga membawa senjata.Kiana mengambil batang besi dari tanah. Di saat orang-orang itu mendekatinya, Kiana mengangkatnya tinggi-tinggi, mengarahkannya ke kepala pria di bawahnya.
Mengingat dirinya yang terasingkan kemarin, Rachel pun berkata, "Kiana, ayo kita jadi teman baik lagi."Kiana tergelak. "Memangnya kamu pantas?""Kiana ....""Dasar ngak tahu diri! Seharusnya kamu bercermin dulu!"Setelah melampiaskan emosinya, Kiana pun berbalik dan pergi.Karena dua mobil yang tertabrak masih belum diperbaiki, demi keselamatannya, Tristan pun menyuruhnya untuk menghubungi Pak Aska jika membutuhkan mobil. Nyatanya, Kiana bisa naik taksi sendiri. Dia juga tidak ingin merepotkan Pak Aska.Setelah meninggalkan kompleks perumahan, dia berjalan sebentar menuju sudut jalan. Tiba-tiba, beberapa pria yang bersembunyi di persimpangan jalan itu keluar dan mengepungnya.Kiana terkejut dan siap-siap berteriak minta tolong."Bu Kiana, kamu nggak ingat kami lagi?"Kiana menatap pria yang berbicara itu. Usianya sekitar empat puluh tahun, tinggi dan tegap, mengenakan pakaian kerja yang bernoda kapur, dan ekspresinya tampak marah.Dia berpikir sejenak. "Kak Yudi?"Pria itu mendengus.
Apa Adrian mengenalinya?Jantung Kiana berdebar kencang, tetapi dia segera menenangkan diri dan menatap Adrian."Apa maksud perkataan Tuan Adrian?"Mungkin karena pencahayaan di restoran barusan agak redup, dia tidak bisa melihat wajah Kiana dengan jelas, jadi dia pun meliriknya lagi sekarang."Kudengar, Tuan Tristan menghabiskan 200 miliar untuk membeli lukisannya Mutia demi kamu."Rupanya karena masalah ini. Namun, Kiana lebih penasaran lagi."Aku sangat menyukai lukisan-lukisan Nyonya Mutia, baik dari segi gaya maupun konsep artistiknya.""Hanya karena itu?" Adrian mengangkat alisnya.Kiana tersenyum, tetapi tidak menjawab. Sebaliknya, dia bertanya, "Tuan Adrian juga mengajukan tawaran sebesar 120 miliar. Itu karena apa?"Dia mengira pria itu akan memberikan jawaban asal-asalan, tetapi pria itu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Mutia dulunya pernah menjadi wanita yang paling kucintai."Kiana mengerutkan kening. Bagaimana dia bisa mengatakan ini tanpa beban psikologis apa pun?"Kamu
Selesai berbicara, Gina mendengus dingin, lalu berbalik menuju ke toilet sambil nengangkat kepalanya dengan angkuh.Kiana tidak ingin berurusan dengan Gina. Sepertinya, dia harus membicarakan hal ini pada Tristan nanti dan memintanya untuk menyelesaikan 'pengagum' merepotkan ini."Apa Gina sudah mengucapkan kata-kata kasar?"Setelah Gina pergi, Adrian datang menghampirinya.Kiana terdiam sejenak, lalu mendongak menatap Adrian."Ya, kata-katanya sangat kasar."Adrian berkata dengan nada menyesal, "Anak ini sudah terlalu dimanjakan oleh keluarganya. Aku mewakilinya untuk minta maaf padamu."Terlalu dimanjakan keluarganya?Kata-kata itu bagaikan pisau, menancap tepat ke hati Kiana. Untungnya, hatinya cukup kuat sehingga tidak bisa melukainya."Dia mencintai suamiku, tapi dia nggak bisa memilikinya, jadi dia melampiaskan emosinya padaku." Kiana menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu bagaimana nilai-nilai kehidupannya terbentuk, tapi pasti ada hubungannya dengan didikan keluarganya. Jadi
Begitu tiba, keduanya langsung menjadi pusat perhatian. Baik pelayan maupun pelanggan, semuanya menatap mereka.Adrian adalah artis besar. Selain identitas itu, dia juga punya label lain yang memenangkan hati publik.Seorang ayah yang baik.Dalam banyak wawancara, dia sering menyebut putrinya, Gina, dan mengatakan bahwa kelahirannya memberi makna bagi hidupnya. Dia bertekad untuk menjadi ayah yang bisa dibanggakan putrinya. Oleh karena itu, dia antusias terhadap kesejahteraan publik dan selalu mempertahankan sikap positif.Karena dialah, publik mulai mengenal Gina. Mereka menjuluki Gina sebagai Putri Salju, seorang putri konglomerat yang tumbuh dalam kasih sayang keluarganya, tetapi tidak sombong, rendah hati, dan sopan.Di antara para tamu, ada seorang penggemar Adrian, yang dengan bercanda berseru, "Kak Adrian, aku nonton semua film dan serial TV yang kamu bintangi. Aku sangat menyukaimu! Aku juga menyukai putrimu. Apa keluarga kalian menerima menantu matrilokal?"Semua orang tertawa
"Kamu bersekongkol dengan orang luar untuk menindas istrimu? Apa ini sikap seorang pria sejati?""Hei, wanita tua. Keluar dari rumahku!"Melihat ibunya maju, Yovan bergegas membantu. Ibu dan anak itu menyerang ibunya Rachel dari dua sisi. Yang satunya menggunakan sapu untuk memukulnya dan yang satunya lagi menendangnya. Agnes akhirnya bisa melawan balik."Kalian bertiga menyerang ibuku!"Rachel tampak emosi. Melihat ibunya dirugikan, dia bergegas membantu.Namun begitu dia maju, dia ditabrak seseorang dan terjatuh ke bawah."Ah! Sakit sekali! Keluar darah!"Akhirnya, mereka pun berhenti berkelahi.Melihat tubuh bagian bawah Rachel benar-benar berdarah, ibunya Yovan berteriak gemetar, "Cepat panggil ambulans!"Melihat kekacauan di seberang, Kiana tertawa terpingkal-pingkal.Ambulans datang dan bergegas pergi ke rumah sakit, menyisakan Agnes di seberang sana.Suasana hatinya sedang baik. Dia dengan santai menyesap kopinya, lalu bangkit dan berjalan langsung ke pintu depan rumah Kiana dan







