Share

Bab 241

Penulis: Janice Sinclair
Selesai berbicara, Gina mendengus dingin, lalu berbalik menuju ke toilet sambil nengangkat kepalanya dengan angkuh.

Kiana tidak ingin berurusan dengan Gina. Sepertinya, dia harus membicarakan hal ini pada Tristan nanti dan memintanya untuk menyelesaikan 'pengagum' merepotkan ini.

"Apa Gina sudah mengucapkan kata-kata kasar?"

Setelah Gina pergi, Adrian datang menghampirinya.

Kiana terdiam sejenak, lalu mendongak menatap Adrian.

"Ya, kata-katanya sangat kasar."

Adrian berkata dengan nada menyesal, "Anak ini sudah terlalu dimanjakan oleh keluarganya. Aku mewakilinya untuk minta maaf padamu."

Terlalu dimanjakan keluarganya?

Kata-kata itu bagaikan pisau, menancap tepat ke hati Kiana. Untungnya, hatinya cukup kuat sehingga tidak bisa melukainya.

"Dia mencintai suamiku, tapi dia nggak bisa memilikinya, jadi dia melampiaskan emosinya padaku." Kiana menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu bagaimana nilai-nilai kehidupannya terbentuk, tapi pasti ada hubungannya dengan didikan keluarganya. Jadi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 248

    Di sebuah warung makan pinggir jalan, Kiana tampak bersulang dengan Luis dan Nathan, menggunakan jus, sebagai ucapan terima kasih karena mereka telah memberikan bantuan besar hari ini."Aku berkorban begitu banyak untukmu, tapi kamu hanya mengundangku makan di sini? Pelit sekali." Nathan memandang sekelilingnya dengan jijik, terutama di saat melihat para anak laki-laki di meja sebelah meliriknya terus-menerus, yang mana membuatnya makin tidak senang."Waktu masih kuliah dulu, aku sering datang ke sini. Makanannya enak."Kiana melirik Nathan, yang masih mengenakan rok mini. Dia memang telah banyak berkorban, jadi Kiana pun menyodorkan sate ke tangan Nathan dan menyuruhnya makan yang banyak.Nathan mengerutkan bibir. Dia baru saja menggigit makanan, tiba-tiba salah satu anak laki-laki di meja bersiul padanya. Hal ini tentu membuat Nathan marah. Dia langsung bangkit dan mau memukul orang itu.Luis menariknya kembali. Dia memandang para anak laki-laki di meja itu, lalu merangkul bahu Natha

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 247

    "Nggak, nggak, nggak!" Yovan buru-buru melambaikan tangannya.Agnes menatap Yovan dengan jijik, lalu berkata kepada Erwin, "Silakan bersenang-senang. Kami akan datang bereskan nanti."Usai mengatakan itu, dia menarik Yovan untuk pergi, tetapi di saat itu, Kiana juga duduk tegak.Dia sadar sepenuhnya dan ada senyum mengejek di bibirnya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang telah diberi obat.Kiana membuang kantong plastik di tangannya, yang berisi anggur yang telah dia muntahkan."Karena tahu ada sesuatu di dalam anggur itu, aku tentu saja nggak akan menelannya."Sembari berbicara, Kiana juga berdiri dan menatap dingin tiga orang di depannya."Tapi aku benar-benar nggak menyangka kalian akan melakukan hal seperti ini!"Agnes menyipitkan matanya. "Kamu pura-pura pingsan. Kamu ...."Kiana mengeluarkan ponselnya dan mematikan tombol rekam."Kamu rekam pembicaraan kami?"Agnes terkejut. Mengingat apa yang mereka katakan di saat Kiana tidak sadarkan diri, dia langsung berkeringa

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 246

    "Aku memang pria kasar dan penampilanku juga menakutkan, tapi sebenarnya aku berhati lembut, terutama nggak akan menyakiti wanita cantik seperti Nona Kiana. Asal kamu minum segelas anggur ini, kita adalah teman. Masalah gaji orang-orang itu juga akan mudah diselesaikan."Erwin menatapnya dengan mata seolah-olah seorang pemburu yang menangkap mangsanya, siap untuk disajikan dan dinikmati.Kiana mengabaikan Erwin dan menatap Yovan, yang terus minum segelas demi segelas.Sebenarnya pria itu sedikit gugup, tetapi saat menyadari Kiana menatapnya, dia langsung memasang ekspresi sombong dan bahkan mengangkat alisnya."Pak Erwin sangat menyukaimu.""Jadi, kamu mengkhianatiku?""Ja ... jangan berpikir terlalu banyak. Pak Erwin hanya ingin berteman denganmu.""Aku bisa minum segelas anggur ini, tapi aku mau tahu, sebenarnya apa yang membuat gaji mereka terlambat dibayarkan?""Nggak ada masalah di aspek mana pun. Asalkan aku angkat bicara, mereka akan langsung membayarkannya," kata Erwin.Kiana m

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 245

    "Aku dikepung sama mereka," kata Kiana dengan nada datar."Mereka mukul kamu?""Iya.""Hmph. Aku nggak tertawa. Aku cuma kasihan sama kamu. Tapi kamu nggak seharusnya meneleponku. Kamu seharusnya telepon polisi.""Apa Thevas tahu kalau perusahaan konstruksi belum bayar gaji mereka secara penuh?""Kamu tahu nggak?""Bagaimana aku bisa tahu?""Kalau begitu, aku lebih nggak tahu lagi, karena aku bukan penanggung jawab proyek perpustakaan ini.""Apa pun yang terjadi, Thevas juga punya tanggung jawab!""Itu sebabnya, aku suruh mereka mencarimu.""Yovan!""Para pekerja ini sudah bekerja keras. Bu Kiana, mana boleh hanya mengambil bonus, lalu lepas tangan, dan nggak melakukan apa pun?""Aku sudah mengundurkan diri dari Thevas!""Jadi, masalah ini sudah nggak ada hubungannya lagi dengan Thevas. Kamu tangani sendiri saja."Ini sungguh omong kosong. Semua kata-katanya tidak logis, tetapi Yovan mengucapkannya seolah-olah dia benar."Kalau mereka menun ....""Biarlah mereka menuntut. Kalau mereka

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 244

    Tepat di saat batang besi itu hendak menghantamnya, Kiana langsung menghindar dan meraihnya. Dia menguasai beberapa seni bela diri, tetapi dia bukanlah tandingan kekuatan pria kekar yang telah melakukan pekerjaan kasar sepanjang tahun. Jadi, begitu dia meraih batang besi itu, pria itu pun menghempaskannya dengan kasar.Kiana tetap tenang dan terkendali. Saat pria itu menyerang lagi, dia sengaja mundur ke tepi tangga dan kemudian dengan cepat berbalik ke samping.Karena tidak tangkas dan lengah, pria itu salah langkah dan jatuh ke depan.Memanfaatkan momen ini, Kiana menendangnya dari belakang. Begitu pria itu terjatuh ke tanah, dia segera menginjak bagian belakang lehernya untuk mengendalikannya.Namun yang lainnya juga telah menyusul. Apalagi, mereka semuanya lebih tinggi dan lebih kuat dari pria ini. Semuanya juga membawa senjata.Kiana mengambil batang besi dari tanah. Di saat orang-orang itu mendekatinya, Kiana mengangkatnya tinggi-tinggi, mengarahkannya ke kepala pria di bawahnya.

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 243

    Mengingat dirinya yang terasingkan kemarin, Rachel pun berkata, "Kiana, ayo kita jadi teman baik lagi."Kiana tergelak. "Memangnya kamu pantas?""Kiana ....""Dasar ngak tahu diri! Seharusnya kamu bercermin dulu!"Setelah melampiaskan emosinya, Kiana pun berbalik dan pergi.Karena dua mobil yang tertabrak masih belum diperbaiki, demi keselamatannya, Tristan pun menyuruhnya untuk menghubungi Pak Aska jika membutuhkan mobil. Nyatanya, Kiana bisa naik taksi sendiri. Dia juga tidak ingin merepotkan Pak Aska.Setelah meninggalkan kompleks perumahan, dia berjalan sebentar menuju sudut jalan. Tiba-tiba, beberapa pria yang bersembunyi di persimpangan jalan itu keluar dan mengepungnya.Kiana terkejut dan siap-siap berteriak minta tolong."Bu Kiana, kamu nggak ingat kami lagi?"Kiana menatap pria yang berbicara itu. Usianya sekitar empat puluh tahun, tinggi dan tegap, mengenakan pakaian kerja yang bernoda kapur, dan ekspresinya tampak marah.Dia berpikir sejenak. "Kak Yudi?"Pria itu mendengus.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status