Share

BAB 22

"Zoraaaaa Zoraa..." Teriak Ardan dari gerbang depan.

"Iyaa bentar... Tumben banget lo nggak telat." ucapnya sambil mengikat tali sepatu ketsnya di depan pintu.

"Hari ini ujian dari dosen nyebelin yang sering gue ceritain ke lo. Mati gue kalo sampe telat terus dikeluarin lagi."

"Oh, Ibu Jawa itu..."

"Namanya Bu Ratih!"

"Eyang Ratih?"

"Bu Ratih Zo, dia belum setua itu mau lo panggil Eyang. Udah ayo buruan!"

Setengah perjalanan sebuah mobil mewah mencegat di ujung jalan keluar dari gang. Mobil itu milik Andrean. Tak ada bosannya ia menganggu padahal sudah dianggap benalu dari masa lalu. Tak pernah bosan mengejar orang yang hatinya telah ia buat terlantar.

Tinnn tinnnn tinn....

"Woy minggir gue telat nih..," teriak Ardan.

"Gue nggak ada urusan sama lo! Kalo mau pergi ya pergi sana..." Serunya.

"Zo, gimana nih cecunguk!" Sahut Ardan mengadu.

"Udah duluan aja Dan, nggak apa-apa,"

Mae Takata

Kemanakah Elzora akan pergi? Siapakah sosok pelukis Art Style sesungguhnya? Kepada siapa hati Elzora akan tertambat? Nantikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut pada BAB selanjutnya :) Happy Reading and STAY TUNE!

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status