تسجيل الدخولSarah yang tidak mau kalah pun langsung mengangguk tanpa ragu, “Ya, tentu saja. Kita lihat … seberapa kompeten agen yang kau maksud itu, Nona.”“Jika dia buruk maka aku tidak akan berikan tip sedikitpun untuk dia,” lanjut Sarah kejam.Lora tertawa kecil menanggapinya, “Oh, Nona. Sungguh itu sesuatu yang tidak diperlukan sebab kami sudah membayar penuh berikut dengan tip untuk agen itu. Jadi, bersantailah!”Sarah membalasnya dengan senyuman sinis.“Mari! Kita akan bertemu dengan agen tersebut di sana!” Lora menuju ke arah bagian sebuah tempat yang mirip dengan restoran terbuka.Bryan mengerutkan kening, sedikit agak cemas.Tetapi pria muda itu tetap berjalan dengan menggandeng kekasihnya. Keduanya sama-sama sedang berpikir serius. Sarah sebetulnya ingin mengetahui apakah mantan kekasihnya itu benar-benar telah berubah menjadi orang kaya dan memiliki kekayaan yang banyak. Dan karena jika itu terjadi maka dia berpikir untuk memikirkan kembali hubungannya dengan Elang. Apalagi jika ke
Bryan mendecakkan lidah mendengar perkataan Sarah. Pria itu menaikkan alis kanannya lalu berkata, “Sarah, apa maksudmu berbicara seperti itu kepadaku? Kau … meragukan kekayaannya aku miliki ya?”Sarah mengangkat bahunya, tanda dia tidak mengerti, “Yah, kau tadi mengatakan ingin membeli gedung di sini, tapi … setelah kita berkeliling selama hampir 2 jam lamanya, nyatanya kamu tidak membeli satu pun dari gedung di sini.”“Itu karena tidak ada yang cocok dan tidak ada yang sesuai seleraku,” jawab Bryan.Sarah mengernyitkan dahi, “Kau bilang kalau gedung-gedung di kawasan Green Rose ini adalah gedung-gedung terbaik. Lalu kenapa kamu bilang tidak ada yang membuatmu tertarik, Bryan?”“Bukannya kamu itu pergi ke sini karena kamu sangat tertarik dengan desain-nya ya?” Sarah menambahkan dengan alis mengerut.Bryan mendesah jengkel dan dengan cepat menanggapi ucapan kekasihnya itu, “Yah, di dalam website mereka gedung-gedung ini terlihat begitu menawan dan berkilau. Tapi … siapa yang menyangka
Gadis cantik yang mengenakan blazer berwarna merah dan juga sepatu yang warnanya sama itu tertawa keci menanggapi semua perkataan sepasang kekasih itu.Lora Armani yang berusia 23 tahun itu pun kemudian menanggapi dengan senyuman yang merekah di bibirnya, “Tapi … sayangnya itu benar, Nona. Mobil itu merupakan salah satu mobil yang dimiliki oleh Elang. Dia … baru membelinya beberapa hari yang lalu.”Elang mengernyitkan dahi.Yasa baru membeli mobil itu dan sekarang meminjamkannya kepadaku? Apa dia tidak salah? pikir Elang bingung.Tapi rupanya Yasa memang tidak meminjamkan mobil itu kepadanya.Lora dengan santai menjelaskan, “Kalau kalian tidak percaya. Aku bisa menunjukkan dokumen resmi mobil ini yang atas nama kekasihku yang tercinta ini.”Elang terkejut luar biasa dan kini memahami bahwa Yasa memang sengaja membelikan mobil itu untuknya.“Itu … bagaimana bisa?” Bryan menata tak percaya sembari mengagumi betapa mewah dan kerennya mobil itu.Bahkan setelah dia melihat seorang sopir pr
“Oh, Sayang. Kamu ini … benar-benar sangat baik sekali.” Lora berkata dengan penuh kelembutan dan sedikit nada manja. “Aku benar-benar beruntung sekali memilikimu, Sayang,” lanjut Lora dengan senyuman manis menghiasi bibir mungilnya yang merah merona.Bryan yang melihatnya menjadi begitu sangat iri. Terlebih lagi gadis yang berdiri dekat Elang itu benar terlihat begitu sangat mulus seperti seorang artis yang memiliki perawatan yang bagus. Sarah jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita itu. Bryan benar-benar merasa kesal.Dia bahkan mulai terheran-heran mengapa gadis secantik dan semudah itu bisa dekat dengan Elang.“Nona, kau ini ….”Lora sontak memutar arah pandangnya dan menatap dengan tatapan penuh tanya ke arah Bryan yang telah terpesona kepadanya dan juga Sarah yang wajahnya sudah tertekuk karena kesal.“Sayang, siapa mereka ini? Apa … mereka teman-temanmu, Sayang?” Lora bertanya tanpa melepaskan tangannya dari tangan Elang.Bryan melirik ke arah tangan putih Lora dan s
Mata Sarah yang begitu cantik itu melebar dengan sempurna begitu mendengar cara Elan menjelaskan hubungan mereka berdua dulu.Sedangkan orang yang dipikir Elang merupakan kekasih Sarah itu sontak menoleh ke arah Elang yang sedang berdiri dengan begitu santainya.Pria yang berpenampilan begitu rapi lengkap dengan dasinya yang menghiasi setelan jas mewahnya itu pun menghardik Elang, “Heh, jangan mengada-ngada! Wanita cantik seperti Sarah ini tidak akan mungkin mau berpacaran denganmu. Dasar miskin!”Elang tertawa kecil menanggapi itu, “Faktanya kami memang pernah bersama walaupun hanya sebentar. Kalau kau tidak percaya aku bahkan memiliki buktinya.”“Lang, cukup!” Sarah berteriak dengan wajah merah. Wajahnya yang memerah itu bukan menandakan bahwa dirinya sedang begitu malu, tapi justru sebaliknya wanita cantik itu terlihat sangat marah setelah Elang mengatakan hal yang menurutnya amat memalukan itu.“Kenapa, Sarah? Kamu tidak mau mengakui hubungan kita di depan kekasih barumu ini ya?
Karena Harris masih terdiam saja, Elang pun kembali berbicara, “Oh, jadi memang itu diperlukan ya.”“Baiklah, itu sama sekali tidak masalah,” Elang berkata dengan nada santai. Dia lalu berkata, “Lora.”Lora, sang asisten cantik yang memang menunggu dengan tidak sabar untuk menjalankan tugas pertamanya itu pun menyahut, “Ya, Tuan. Apa yang Anda perlukan?”Harris yang mendengar bagaimana cara gadis cantik itu berbicara kepada pemuda yang dia anggap miskin itu semakin bingung. Hanya dalam satu kalimat saja dia langsung mengerti bahwa gadis itu terlihat sedang berbicara dengan sopan kepada bosnya. Jadi, pemuda yang terlihat lusuh ini adalah orang kaya? Tapi, mengapa dia berpenampilan seperti orang miskin seperti itu? Harris berkata dalam hati. Lora yang menyadari ekspresi aneh Harris itupun segera berkata, “Tuan, jika Anda tidak keberatan maka saya akan menunjukkan-”“Tidak perlu, Nona. Itu … sama sekali tidak perlu,” Andrew buru-buru berkata untuk mengambil tugas Harris.“Maafkan kam







