Inicio / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 27. Terasa Hambar

Compartir

Bab 27. Terasa Hambar

Autor: Andy Lorenza
last update Fecha de publicación: 2026-01-24 03:26:45

Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya dengan kabar itu, namun setelah melihat sikap Deni yang akan kembali ke perusahaan senin lusa, kecurigaan itu seakan nyata dan ia yakini sepenuhnya memang terjadi.

Riko menghubungi Dola memberi tahu perih
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 138. Kerja Keras Dan Nasib

    “Iya Mbak, aku juga berharap demikian. Sejak istri Tuan yang dulu meninggal, Tuan Bram tak pernah terlihat sesemangat ini. Apalagi pergi ke tempat beginian, kesehariannya selalu ia habiskan waktu di kantor. Katanya jika berada di rumah lama-lama, pikirannya selalu tertuju pada almarhumah istrinya.” tutur Bi Sumi.“Kasihan juga melihatnya, begitu sabarnya Tuan Bram menghadapi Nyonya Dola yang hingga kini masih tak bisa menerima Tuan sebagai suaminya.” ucap Bi Lastri.Sementara di meja yang lain Bram dan Dola pun tampak ngobrol sambil menikmati makan malam mereka, obrolan mereka tak lagi menjurus pada masa lalu yang tentunya membuat masing-masing merasa sedih dan kembali trouma, hingga malam mulai larut pun mereka masih di lantai atas itu menikmati pesona danau.Hanya rasa kantuk yang melerai kebetahan mereka di lantai atas hotel itu, hingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat, memang diakui Dola suasana di sana mampu merefres pikirannya yang sempat dirundung kesed

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 136. Di Pinggiran Danau

    “Kamu sering ke sini ya, Bram?” justru Dola yang memulai pembicaraan, dan hal itu tentu membuat Bram senang.“Sering sih nggak, tapi aku pernah ke sini. Kamu sendiri?” Bram balik bertanya.“Aku nggak pernah ke sini, paling juga seringnya duduk-duduk di pinggir pantai.” jawab Dola.“Gimana, indah nggak suasana di sini?” tanya Bram, Dola anggukan kepala sembari tersenyum.“Di sini pesonanya indah dan lebih sejuk, mungkin efek hutan-hutan yang ada di sekeliling danau ini. Udaranya juga sangat segar!” ucap Dola, sembari mengitari pandangannya ke sekeliling danau.“Terakhir aku ke sini dulu dengan Yanti,” ujar Bram dengan tatapan lurus ke tengah danau.“Yanti? Siapa dia?” tanya Dola.“Dia istriku yang meninggal tahun yang lalu itu, sejak saat itulah aku nggak pernah lagi ke tempat ini.” jawab Bram yang nampak sekali menahan kesedihan di raut wajahnya.“Maaf, aku nggak bermaksud membuatmu sedih dengan pertanyaanku barusan.” ucap Dola merasa tak enak.“Nggak apa-apa, Dola. Aku udah dapat me

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 135. Asal Jangan Dimadu

    Eva hanya senyum-senyum saja saat tubuhnya dibopong dan dibaringkan di ranjang kamar itu, ia juga merasa heran karena tumben-tumbennya Rangga tak sabaran begitu. Biasanya juga Eva yang selalu memancingnya untuk bercinta, itu pun terkadang pancingannya jarang berhasil, karena Rangga sering tak ada mutnya untuk berhubungan.Sentuhan-sentuhan Rangga semakin liar, sempat membuat Eva dibakar gejolak api asmara, namun ia meragukan suaminya itu akan bertahan lama diranjang seperti yang kerap terjadi dan ia alami. Dugaan Eva tak meleset, Rangga hanya mampu bertahan sebentar saja, bahkan lebih cepat dari biasanya.Mungkin dipengaruhi gejolak yang terlalu meledak-ledak, hingga Rangga tak mampu memberi kepuasan lebih pada istrinya, namun Eva memaklumi hal itu dan baginya tak ada masalah, karena bagaimana pun juga Rangga adalah suaminya yang sah, Ayah dari anak-anak mereka.Eva membiarkan tubuh suaminya yang terbaring lemas di ranjang, dan tak lama Rangga pun tertidur. Mama-mama cantik itu ke kam

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 134. Suami Eva Pulang

    “Apa yang dikatakan Mama mu itu benar, Siska. Butuh peran orang tua dalam membimbing putra-putri mereka! Orang tua tak perlu malu menjelaskan soal perilaku sex dan pergaulan bebas, pada anak-anak mereka yang akan menginjak dewasa. Karena dampaknya benar-benar buruk untuk masa depan mereka nantinya, Papa juga salah telah mengabaikan itu semua.” tambah Pak Indra menarik napas merasa menyesal dengan sikapnya yang selama ini tak begitu perhatian pada putri semata wayangnya itu.“Kalau boleh Bibi tahu, gimana ceritanya hingga kamu memutuskan bercerai dengan Rudi?” kali ini Bi Minah yang bertanya, karena sejak tadi Siska hanya nampak diam mendengar nasehat kedua orang tuanya.“Sejak awal aku udah mengetahui kebiasaan buruk Rudi, Bi. Namun aku tetap saja ngotot, dan aku pikir ia benar-benar mau merubah kebiasaan buruknya itu setelah menikah dengannya tapi aku salah Bi, dia sama sekali tak berubah. Janji-janji yang ia ucapkan hanya pemanis kata di bibir saja,” ujar Siska.“Kebiasaan buruk yan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 133. Di Ibu Kota

    Itu berawal sejak aku tak mampu membendung godaan dari Dola Guru ku sendiri, untuk bercinta di bekas gudang perpustakaan sekolah. Sejak saat itu hingga sekarang ini, hubungan badan layaknya pasangan suami istri merupakan hal yang tak asing lagi bagi ku, bahkan aku merasa ketagihan dan takan mampu membendung saat gejolak itu telah menguasai diri ku.*****Ibu Kota sore itu diselimuti mendung, gerimis yang sejak tadi turun kini semakin rapat, hanya hitungan menit saja hujan lebatpun mengguyur seluaruh kawasan kota Jakarta itu. Beruntung Pak Syamsul dan Intan telah selesai dengan urusan mereka di sebuah kampus kedokteran ternama di sana, hingga saat itu mereka hanya nampak duduk-duduk santai saja di ruangan tengah rumah Vina adik paling bungsu dari Bu Karmila.Vina pun saat itu sudah pulang dari tokonya, karena ia pun telah mengetahui cuaca selepas siang sudah mulai tidak bersahabat, yang tinggal ditokonya itu beberapa orang karyawannya saja. Vina salah satu pemilik toko pakaian grosiran

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 132. Mengerjakan Pekerjaan Ayah

    “Ya harus begitu, Mila. Banyak loh orang-orang yang kehidupannya mampu seperti Mila dan Syamsul, namun anak-anak mereka justru ogah-ogahan sekolah, apalagi sampai melanjutkan ke perguruan tinggi.” ujar Ayah, yang melihat di desa itu beberapa orang yang terbilang mampu kehidupannya tak begitu menyokong anak-anak mereka dalam hal pendidikan, mereka seolah-olah acuh dan membiarkan begitu saja.“Ya Mas, nggak jauh-jauh kok tetangga di sebelah ini juga membiarkan anak-anak mereka putus sekolah. Padahal mereka cukup mampu dari segi ekonomi dibandingkan yang lain! Tapi sudahlah Mas, yang terpenting sekarang kita memikirkan bagaimana putra-putri kita kelak berhasil dalam pendidikan mereka.” tutur Bu Karmila, Ayah mengangguk.“Oh ya, kamu udah sarapan Ryan?” sambung Karmila bertanya pada ku.“Sudah Tante, tadi minum segelas kopi hangat dan sepotong panganan yang dibuatkan Ibu.” jawab ku.“Hanya itu saja?”“Iya Mila, Ryan ini memang sejak dulu tak pernah mau sarapan pagi. Paling juga segelas ko

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 56. Sederhana Namun Bahagia

    “Lele goreng Ibu benar-benar lezat! Sudah lama aku nggak pernah menikmati makanan selezat yang Ibu masak ini,” puji ku, membuat Ibu tersanjung.“Memangnya di kota nggak pernah kamu temui ikan lele yang dimasak seperti yang Ibumu masak, Ryan?” tanya Ayah.“Ada sih lele goreng, tapi lele nya bukan le

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 55. Keceriaan Di Desa

    “Berangkat jam berapa tadi, Nak?” tanya Ibu yang tak dapat menyembunyikan rasa kangen pada ku putra sulungnya.“Dari terminal bus jam 8 pagi, Bu.” jawab ku yang telah duduk di ruang depan bersama kedua orang tua dan adik-adik ku.“Oh ya Bu, Ayah! Aku berhasil meraih rangking 1 di kelas dan naik ke

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 51. Membuat Kolam Ikan

    Siang itu kembali aku bareng dengan Dola dari sekolah menuju rumah megah milik Guru cantik itu, setelah makan siang bersama dan beristirahat sejenak, aku menuju perkarangan belakang rumah lokasi galian kolam ikan yang dikerjakan para pekerja dari toko bangunan langganan Dola, galian itu benar-benar

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 46. Persiapan Menikah

    “Kamu kenapa, Cindy? Kok kelihatan bingung begitu? Apa kamu masih meragukan keseriusanku untuk menikahimu besok siang?” tanya Deni yang melihat Cindy seperti memikirikan sesuatu, wajahnya pun memperlihatkan kecemasan.“Nggak kenapa-kenapa kok, sayang. Mungkin aku belum benar-benar fit, hingga wajah

    last updateÚltima actualización : 2026-03-26
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status