LOGINAku dimaki dan diperlakukan tidak manusiawi di rumah Om ku sendiri oleh Tante Dewi, hingga aku memutuskan untuk mencari kos-kosan dan tinggal di sana demi melanjutkan pendidikanku di kota itu. Untuk menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari, aku rela menjadi kuli angkat di pasar sepulang dari sekolah. Meskipun hidup pas-pasan namun aku lebih nyaman ketimbang harus tinggal di rumah Om Ramlan, namun masalah kembali datang ketika aku terjebak oleh birahi liar Bu Dola Guruku sendiri hingga membuat aku ketagihan untuk selalu melakukannya setiap kali Bu Dola mengajakku berhubungan badan. Masalah semakin runyam ketika hadir rasa nyaman di antara kami, hingga tumbuh benih-benih cinta. Akankah hubungan gelapku dengan Bu Dola terus berlanjut? Atau aku hanya sebatas pelampiasan nafsunya saja karena Bu Dola diketahui telah bersuami?
View MoreBram mengajak kedua pembantunya itu ke luar dari dalam kamar Dola, agar istrinya itu dapat istirahat dan tidur nyenyak. Bram, Bi Lastri dan Bi Sumi menuju ruangan depan, sambil duduk mereka tetap memasang telinga kalau-kalau Dola terbangun dan muntah-muntah lagi.“Apa yang terjadi, Tuan? Tak pernah Nyonya seperti itu?” tanya Bi Lastri.“Entahlah Bi, aku juga nggak tahu penyebabnya. Saat aku mengikuti Dola tadi, tiba-tiba ia membelokan mobilnya ke sebuah night club.” jawab Bram.“Night club? Tempat apaan tu, Tuan?” tanya Bi Lastri yang memang baru mendengar istilah itu.“Night club itu tempat hiburan malam, di sana banyak sekali tersedia minuman-minuman beralkohol. Dola minum banyak sekali, hingga ia mabuk berat seperti itu. Untung saja aku mengikutinya, kalau tidak entah hal apa lagi yang bakal terjadi di dirinya sebab tempat itu juga banyak pria-pria nakal yang suka memanfaatkan wanita-wanita untuk keuntungan pribadi mereka.” tutur Bram.“Wah, berbahaya sekali tempat itu Tuan!” seru
Satu jam kemudian Bram tak lagi sabar menunggu di luar, ia nekad untuk ikut masuk ke dalam night club itu, dari kejauhan ia melihat istrinya itu tengah duduk di sofa leter U yang di depannya terdapat meja kaca yang telah tersedia berbagai macam minuman beralkohol. Seorang pria menghampiri Dola yang saat itu sudah mulai dalam pengaruh minuman beralkohol itu, Dola hanya senyum-senyum saja saat pria itu duduk di sampingnya.“Sendirian aja nih, boleh aku temani?” sapa pria itu, Dola hanya tersenyum anggukan kepala.“Ayo, ikut minum!” tawar Dola diiringi tawa kecilnya.“Makasih.” ucap pria itu, menuangkan sedikit minuman ke dalam gelasnya kemudian menambah isi gelas yang ada di genggaman Dola.“Oh ya, kenalkan namaku Rocky.” ujar pria itu mengulurkan tangan.“Dola,” jawabnya menjabat tangan pria bernama Rocky itu.Rocky tahu jika wanita yang ada di sampingnya itu untuk pertama kalinya masuk ke dalam ruangan itu, karena Rocky memang pria yang selalu datang setiap malamnya ke night club itu
“Maafkan aku Tante, mungkin sikap yang aku ambil ini menyakiti perasaan Tante. Tapi aku punya alasan sendiri untuk melakukan semua itu,” ucap ku, sebaliknya Dola merasa tak puas dengan penjelasan singkat ku itu.“Alasan apa yang membuatmu melakukan semua ini, pergi dan menghilang secara diam-diam begini?” tanya Dola yang masih berurai air mata.“Sebaiknya kita lupakan saja hubungan yang pernah terjadi selama ini di antara kita, Tante. Bagaimana pun juga semua angan-angan yang pernah ada di hati kita itu, takan mungkin terwujud sampai kapanpun jua.” tutur ku.“Maksudmu apa Ryan, dengan berkata begitu?”“Tante, tidak kah Tante sadari hingga saat ini seorang pria yang mendampingi Tante dengan sabar itu sangat mencintai dan berharap suatu saat dapat membahagiakan diri Tante. Aku nggak boleh menurutkan egoku, begitu pula dengan Tante. Terimalah dia yang memang pada kenyataan telah menjadi suami sah Tante itu! Aku yakin dengan kesungguhan dan kasih sayang yang ia miliki, akan dapat membahag
“Oh, jadi Bu Eva itu ya yang punya kos-kosan di dekat kampus yang kamu maksudkan?”“Ya, Mbak.” jawab ku diiringi senyum.“Wah, beruntung kamu. Udah nggak nyewa tempat, kediamanmu juga dekat dari kampus ini. Oh ya Ryan, aku belum sempat minta maaf sama kamu,” ujar Siska.“Minta maaf? Rasanya Mbak Siska nggak pernah deh, melakukan kesalahan apa-apa.”“Masa kamu udah lupa, waktu kejadian di kos-kosan dulu itu. Waktu aku minta tolong sama kamu untuk dibenerin pompa air yang macet, saat itu aku benar-benar lagi kacau pikirannya hingga mendesakmu untuk melakukan itu.” tutur Siska.“Oh, aku udah melupakan kejadian itu. Walaupun awalnya aku sempat kepikiran kenapa itu musti terjadi. Nggak apa-apa Mbak, toh semuanya itu udah terjadi dan udah cukup lama. Jadi lupakan saja, dan tak perlu juga merasa bersalah.” ujar ku.“Iya Ryan, usia kita sepertinya nggak terlalu jauh beda. Aku mungkin lebih tua 2 tahunan dari kamu, jadi panggil nama aja. Nggak enak juga kedengarannya dipanggil Mbak, apalagi ki
Siang itu aku pulang dari sekolah bersamaan dengan selesainya jam mengajar Bu Dola, hingga aku tak perlu naik angkot untuk menuju rumah Guru ku itu melakukan tugas ku bekerja di sana, seperti biasa sebelum memulai pekerjaan aku dan Dola makan siang bareng di meja makan.“Hari ini kira-kira apa yang
“Hemmm... Aku nggak pernah ingin berkata yang nggak sejalan dengan hatiku, Tante. Apa yang aku lihat dan nilai, akan aku katakan apa adanya.” Dola menatap lekat ke wajah ku seolah-olah mencari kebenaran atas semua yang aku ucapkan, Dola kemudian tersenyum dan merasa yakin kalau aku benar-benar berk
Sepulang dari sekolah kembali aku dibawa Dola ke rumahnya, rencana ku saat itu akan melanjutkan pekerjaan yang kemarin siang terbengkalai membuat saluran pembuangan air.“Ryan, sebelum melanjutkan pekerjaanmu yang kemarin ada baiknya kita makan siang dulu!” ujar Dola.“Ya Tante,” ulas ku yang baru
Ataukah Tante Dewi hanya cari muka saja, pura-pura ramah padanya di depan Om Ramlan? Atau ia sekarang benar-benar telah berubah dari sikapnya yang dulu terkesan arogan? aku tak mau memikirkan itu terlalu mendalam, yang penting bagi ku saat itu telah memenuhi undangan Om Ramlan di acara ulang tahunn






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews