Share

60. Pulih

Author: Nannys0903
last update Last Updated: 2026-01-08 20:48:01

Bab 60

"Celina, kamu di rumah sakit? Kenapa ada tulisan rumah sakit?" Suara Denada meninggi karena terkejut melihat logo stiker di belakang tubuh Celina.

Ia juga sering dirawat jadi sudah paham dengan stiker itu. Ponsel di tangan ia dekatkan ke mata lalu dijauhkan lagi. Jelas sekali ada tulisan hospital.

"Celina. Apa yang terjadi denganmu. Kamu sakit? Kecelakaan atau mengalami hal ini. Katakan kepada Ibu."

"Iya, aku di rumah sakit, Bu. Tapi bukan aku hanya mengantar teman ke rumah sakit, Bu." Celina memaksa wajahnya untuk tersenyum. Salah satu kakinya bergerak gelisah. Semoga saja Denada percaya. Vina yang mendengarnya mulai ikut was-was. Ia masih memegang infus.

"Ah, Ibu kira kamu. Wajahmu juga pucat dan ada memar kayaknya di pipi. Itu jatuh atau apa? Memar itu."

Vina sudah mengoles alas bedak ke tempat memar di pipi Celina sebelum menerima panggilan tadi. Tapi masih terlihat oleh ibunya.

"Ibu ambil kacamata dulu. Sebentar." Denada mencari kacamatanya dulu. Entah ia letakkan di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    62. janjian.

    Bab 62 Bel berbunyi berkali-kali, Celina yang terlelap di ranjang membuka matanya. Ia bergegas bangun dan merapikan pakaian yang sempat kusut. Suara bel berbunyi lagi. Sepertinya yang datang tak sabaran ingin masuk. "Sebentar." Celina menatap dirinya di pantulan kaca. Riasannya sedikit luntur. Rambutnya acak-acakan. Ia langsung menyisir cepat rambut panjangnya. Celina membuka pintu. Luis berdiri dengan tubuh sempoyongan. Ia pasti mabuk. Supir yang sama mengantar Luis ke hotel itu. Ia juga yang menuntun majikannya sampai ke depan pintu. Setelah itu pergi dan bukan urusannya lagi. "Tuan, Anda mabuk?" Celina langsung memapah tubuh Luis ke dalam. Jarang sekali pria itu mabuk. Padahal Luis termasuk orang yang kuat dengan alkohol. "Kamu tidak menyambutku?" Walau mabuk Luis masih ingat permintaannya. Ia terkekeh dan menatap Celina. Gadis sederhana yang ia sukai. Luis ingin disambut ketika pulang dan melihat wajah manis Celina tersenyum menyapanya. "Maaf, Tuan. Aku ketiduran. Tuan lama

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    61. Kembali Pulang.

    Bab 61 Celina menunggu mobil yang akan menjemputnya pulang. Kali ini Andreas tak bisa menemani. Ia harus keluar kota untuk urusan bisnis. Celina sudah berpamitan dengan karyawan di Brain Mave. Semua baik kepadanya memberikan bingkisan terakhir sebagai kenang-kenangan. Mereka juga menjenguk Celina sewaktu di rumah sakit. Banyak ilmu yang ia dapatkan di tempat itu dan kenangan yang tak akan terlupakan. Luka-luka Celina juga sudah menghilang walau masih samar. Setidaknya tak terlalu menonjol dan mencurigakan. Ibunya pasti cemas dan marah. "Nona maaf telat," sapa supir berdiri di di hadapannya. "Jalanan macet parah." Celina paham apalagi siang hari begini. Wajah supir itu terlihat lelah dan takut. Kedua tangan bergetar. Ia masih beberapa bulan kerja. Tak ingin dipecat karena telat satu jam. "Tak apa. Ada koper satu lagi di kamar lantai atas. Tolong ambilkan. Ada minuman dingin di kulkas. Minumlah dulu. Aku masih ingin duduk di sini."Celina melihat wajah sopir merasa iba. Setelah men

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    60. Pulih

    Bab 60 "Celina, kamu di rumah sakit? Kenapa ada tulisan rumah sakit?" Suara Denada meninggi karena terkejut melihat logo stiker di belakang tubuh Celina. Ia juga sering dirawat jadi sudah paham dengan stiker itu. Ponsel di tangan ia dekatkan ke mata lalu dijauhkan lagi. Jelas sekali ada tulisan hospital. "Celina. Apa yang terjadi denganmu. Kamu sakit? Kecelakaan atau mengalami hal ini. Katakan kepada Ibu.""Iya, aku di rumah sakit, Bu. Tapi bukan aku hanya mengantar teman ke rumah sakit, Bu." Celina memaksa wajahnya untuk tersenyum. Salah satu kakinya bergerak gelisah. Semoga saja Denada percaya. Vina yang mendengarnya mulai ikut was-was. Ia masih memegang infus. "Ah, Ibu kira kamu. Wajahmu juga pucat dan ada memar kayaknya di pipi. Itu jatuh atau apa? Memar itu." Vina sudah mengoles alas bedak ke tempat memar di pipi Celina sebelum menerima panggilan tadi. Tapi masih terlihat oleh ibunya. "Ibu ambil kacamata dulu. Sebentar." Denada mencari kacamatanya dulu. Entah ia letakkan di

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    59. Feeling Seorang Ibu

    Bab 59Kedua netranya menatap deretan pesan dan panggilan masuk. Ia memilih satu pesan yang paling terpenting, netra Celina membesar membaca pesan itu. Pesan dari adiknya membuat dirinya terkejut dan panik. [Ibu sakit, asmanya kumat. Ia ingin bertemu Kakak. Pulanglah, Kak.] [Kak, Ibu cariin Kakak] [Kak asma Ibu kambuh] Puluhan pesan dan panggilan dari adiknya memanggil Celina. Tapi saat pesan itu dikirim. Celina sedang berada di hutan dan dikelilingi pria yang hendak melecehkannya. Firasat seorang Ibu tidak bisa diabaikan. "Aku harus pergi!" Celina hendak bangkit. Tapi Vina menahannya. "Ada apa? Kamu masih sakit, gak boleh pergi. Lihatlah tubuhmu." "Ibuku sakit. Dia cariin aku. Riana kirim pesan sejak semalam. Aku harus lihat keadaan Ibu. Asmanya kambuh." "Tapi, kamu bilang gak mau lihat ibumu sedih. Lihat keadaan kamu, Cel. Kalau kamu pulang pasti ia tahu kejadian semalam. Ibumu pasti ikut sakit juga." Celina terdiam ia menatap tubuhnya yang memar. Apa yang dikatakan Vina me

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    58.Trauma

    Bab 58 Celina mengalami trauma berat hingga ia berteriak histeris. Vina datang menjenguknya. Ia tahu keadaan Celina ketika menghubungi sahabatnya itu. Ponsel Celina ditemukan di saku celana pria yang melecehkannya. Andreas membawa kembali ponsel Celina. Hingga ponsel itu berdering berkali-kali dan terpaksa menjawab panggilan Vina yang tertulis di kontak sahabatku Vina..Tapi berbeda dengan panggilan dari adiknya Celina. Andreas tak menjawab panggilan itu. Ia memilih Vina dan mempercayainya. Gadis itu langsung menuju rumah sakit setelah mendengar Celina berada di sana karena hampir dilecehkan. Vina terisak melihat keadaan Celina yang terbaring di atas brankas. Baru saja masuk ke ruangan. Tubuh Vina membeku, kedua matanya terpaku dan napasnya tersedak di tenggorokan. Celina berteriak seperti orang gila. Hampir saja ia ambruk kalau tangannya tidak berpegangan ke gagang pintu. "Bagaimana bisa begini? Kurang ajar sekali mereka berani melecehkan sahabatku." Vina menggenggam erat jema

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    57. Terlepas

    Bab 57 Tiba-tiba sesuatu di dalam diri Celina runtuh. Ia berteriak, meronta-ronta, air mata lolos di ujung mata. Tak ada suara yang lain selain mereka bertiga. Suara tawa dan tangisan yang mengiba. Celina membayangkan hidup bahagia bersama ibu dan adiknya, tapi nasibnya tragis. "Ibu, Riana." Senyum mereka terlihat jelas di netra. Wajah bahagia, suara mereka mengema di telinga Celina. Bayangan mereka ketika mengoda Celina. Masa-masa indah bersama ibu dan adiknya berputar kembali. Setetes air mata lolos begitu saja. Tragis untuk hidupnya. Tangan pria yang berada di atas tubuh mencari cela di seluruh tubuh Celina. Sorot matanya siap memangsa dan menikmati santapan gratis. Suara tawa penuh kemenangan mengema di telinga Celina. Tubuh Celina memar dan kedua netranya terpejam. Di lubuk hatinya terbayang sosok ayahnya menunggunya di taman yang sangat indah. Wajah pria itu sedih dan tertunduk pilu. "Ayah. Maafkan aku." Lirihnya melihat sosok itu menjauh dari netranya. Celina hanya bis

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status