LOGINCelina menjual mahkota kewanitaan demi mengeluarkan ibunya dari penjara. Sang ibu dituduh karena mengelapkan dana perusahaan. Padahal sang ibu hanya dijadikan kambing hitam oleh seseorang. Tak ada satupun orang yang membantunya hingga ia mendapatkan tawaran bagus untuk melayani pria yang baru saja datang dari luar negeri. Ternyata orang yang menyewanya malam itu adalah dosen baru dari luar negeri, Luis. Setiap melihat Celina, Luis tak bisa menahan diri dan selalu ingin menyentuhnya. Ia melakukan berbagai cara agar gadis itu jatuh ke pelukan Doni sang kekasih Celina curiga dengan hubungan keduanya karena ia sering melihat Celina masuk ke ruangan Luis dengan tanda merah di leher kekasihnya. Begitu juga Sofia, calon tunangan Luis sering memergoki keduanya saling curi pandang. Hingga Celina dinyatakan hamil anak Luis. Apakah Luis mau bertanggungjawab atau mengabaikan Celina karena ia telah membayar gadis itu untuk memenuhi nafsunya atau justru Luis jatuh hati dengannya?
View MoreBab 84 Celina memutuskan untuk pergi dari kantor polisi, membatalkan laporannya apalagi tak punya bukti yang kuat. "Aku akan membalasnya nanti. Tunggu saja," ucap Celina. Saat ini Celina harus beberes dan pergi dari kota ini. Apalagi ibunya tak tahu yang dialami Celina. Ia harus membawa keduanya. Sesampai di rumah, Riana menunggunya di teras. Denada meminta Riana untuk mengantar ke pasar. "Bu, tidak perlu belanja lagi." Celina menahan tangan ibunya yang hendak pergi. Riana sudah berada di atas motor. "Barang di toko habis. Ibu harus beli." "Aku ingin bicara dengan kalian. Ada hal yang penting." Wajah Celina serius. Denada melihat mata anaknya sembab. Ia menarik Riana dan menyuruh karyawannya menjaga toko. Celina meminta ibu dan Riana berkumpul di ruang tamu. Ia harus melakukannya dan tak ingin meninggalkan mereka apalagi Riana jug sudah selesai ujian. Adiknya tinggal menunggu hasil kelulusan saja. "Ada apa Cel? Apa ada hal yang penting?" Denada duduk di samping Riana. Mere
Bab 83 "Celina, aku ...." Celina mengangkat salah satu tangannya. Ia menatap Fio kecewa. Tubuh Fio reflek berdiri. Kenapa Celina datang dan tak memberitahu dulu biasanya ia akan mengabari kalau dirinya akan datang. "Aku sudah mendengar semuanya. Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku, Fio? Kenapa? Apa salahku kepadamu? Apa selama ini aku pernah menyakitimu?" Berbagai pertanyaan dilontarkan. Celina tak bisa menahan air mata. Sahabatnya yang sudah dianggap saudara ternyata menusuk dari belakang dan memberikan tubuhnya kepada penjahat. "JAWAB FIO!" Tubuh Fio membeku. Ia tak bisa menjawab itu semua hanya saja Sofia adalah sepupunya. Selama ini tak ada saudara yang menganggapnya keluarga. Tapi kali ini Sofia mau pergi jalan-jalan, main dan curhat dengannya. Sofia juga sering membawa ke acara mewah bersama Sofia dari sana ia mendapatkan pria tampan dan idamannya. Beberapa bulan ini ia menghindari berkumpul dengan Vina dan Celina. Tapi mereka tak menyadari kejauhan Fio. Mereka mengang
Bab 82 Hati Celina sedikit tenang setelah mengambil keputusan demikian. Ia akan pergi, tapi sebelum itu ingin pamit dengan sahabatnya, Vina dan Fionita. Kali ini Celina ingin bawa motor sendiri. Cuaca tak begitu panas. Ia mengambil ponsel di tas sebelum berangkat. "Vin, kamu di rumah tidak?" Celina membawa dua bingkisan kenang-kenangan untuk mereka disimpan di dalam jok motor. "Ada. Tapi aku mau pergi sama Mama nanti siang." Vina melirik jam dinding masih ada dua jam lagi. "Aku mau ke rumah kamu. Ini lagi mau jalan. Sebentar doang mau ngasih sesuatu. Kamu di rumah siapa?" Vina selalu berpindah-pindah tempat kadang di rumah ibunya, nenek kadang tantenya."Rumah Mama. Dia juga pulang satu jam lagi. Datanglah ke sini." Vina tahu tentang proposal Celina. Ia sangat sedih melihat sahabatnya terpukul. Ia tak mudah percaya tentang gosip yang beredar. Berkali-kali berdebat dengan teman kampus di grup. Vina kekeh kalau itu semua hanya Fitnah. Celina pun belum membuka suara tentang hal it
Bab 81 “Aku tidak akan mengancammu hari ini,” ujar Riana sambil menyilangkan kaki. Suaranya datar, profesional. “Aku datang membawa pilihan untukmu. Semua yang aku berikan sangat menguntungkan." Padahal barusan saja ia mengeluarkan data keluarga Celina walau halus Celina paham kalau Riana Dewi mengancam cara yang tak terlihat dan elegan. Celina menelan ludah. “Pilihan apa?”“Aku tidak menawarkan uang,” lanjut Riana. “Aku tahu kamu akan menolaknya.” Riana Dewi melirik Celina dan tersenyum meremehkan. Tabungan Celina cukup banyak tentu saja uang itu dari Luis. "Tenang Celina. Aku tak akan menyentuh keluargamu. Meraka aman asal kamu mengikuti apa yang kuinginkan. Aku menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga dan penting dari hidupmu.”Riana menekan kata paling akhir. Napas Celina tercekat. Kedua kaki bergetar. Riana memperhatikan itu. "Pelayan berikan tempat duduk kepadanya." Riana tak memberikan kursi di sampingnya justru pelayan memberikan kursi lainnya."Silakan duduk Nona." C






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews