Share

62.

Penulis: Alvarezmom
last update Tanggal publikasi: 2025-11-18 03:56:44

“Sekarang… kami hanya butuh satu hal darimu lagi,” bisik Nadine, langkahnya maju perlahan. Cahaya senter di tangannya membuat wajahnya terlihat setengah terang, setengah gelap—seperti seseorang yang sudah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang ambisinya sendiri.

Raina merasakan punggungnya bersentuhan dengan dada Elvano. Lelaki itu langsung merapatkan tubuhnya, tangannya terangkat melindungi. Raka berdiri selangkah di belakang Nadine, namun sorot matanya jelas—dingin dan fokus, seperti harimau
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Tanpa Ingatan   99.

    Pagi itu datang dengan cara yang hampir tak terasa—seperti napas yang masuk perlahan tanpa disadari. Tidak ada perbedaan besar dari hari sebelumnya, namun Raina merasakan sesuatu yang halus berubah di dalam dirinya. Bukan perubahan yang mengguncang, melainkan pergeseran kecil yang membuat segalanya terasa lebih jernih.Ia duduk di kursi dekat jendela, secangkir teh hangat di tangannya. Uap tipis naik perlahan, menghilang di udara yang masih sejuk. Di luar, langit belum sepenuhnya terang. Ada jeda antara malam dan pagi yang selalu ia sukai—ruang singkat di mana dunia belum benar-benar sibuk.Di ruang itu, pikirannya tidak berlari.Ia tidak sedang merencanakan hari. Tidak pula mengulang percakapan kemarin. Ia hanya… ada.Dan untuk beberapa menit, itu cukup.Di kantor, suasana terasa sedikit lebih padat dari biasanya. Ada beberapa agenda yang saling berdekatan, dan beberapa keputusan yang harus segera diambil. Namun yang berbeda bukanlah situasinya—melainkan cara Raina memasukinya.Ia ti

  • Gadis Tanpa Ingatan   98.

    Langit pagi itu tidak sepenuhnya cerah, namun juga tidak muram. Ada gradasi abu tipis yang justru membuat cahaya terasa lebih lembut saat menyentuh jendela rumah Raina. Ia berdiri cukup lama di sana, tidak terburu-buru memulai hari. Bukan karena ia tidak punya pekerjaan, tetapi karena ia memilih memberi ruang sebelum melangkah.Di dalam dirinya, ada satu kesadaran yang semakin menguat—bahwa kecepatan tidak lagi menjadi ukuran. Kedalamanlah yang kini ia jaga.Hari itu, sebuah pertemuan penting telah dijadwalkan. Bukan krisis, bukan pula kesempatan besar, tetapi sesuatu yang berada di antara keduanya: evaluasi arah jangka panjang organisasi. Topik yang dulu akan membuatnya tegang sejak pagi, kini ia sambut dengan rasa ingin tahu yang tenang.Di ruang rapat, suasana terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada ketergesaan membuka presentasi. Tidak ada suara dominan yang langsung mengambil alih arah diskusi. Orang-orang duduk, membuka catatan, dan—yang paling terasa—siap mendenga

  • Gadis Tanpa Ingatan   97.

    Pagi itu tidak datang dengan cara yang biasa. Bukan karena cahaya yang berbeda, atau suara yang lebih nyaring, melainkan karena ada sesuatu di dalam diri Raina yang terasa lebih siap—seolah ia berdiri di ambang bab baru yang tidak ia rencanakan, namun ia sambut tanpa ragu.Ia berdiri sedikit lebih lama di depan jendela, memandangi jalan yang mulai ramai. Tidak ada pikiran yang mendesak. Tidak ada daftar panjang yang berputar di kepala. Hanya satu kesadaran sederhana: hari ini akan berjalan, dan ia akan menjalaninya.Di kantor, suasana terasa sedikit berbeda. Ada dinamika baru yang mulai terbentuk—bukan karena kebijakan baru, melainkan karena orang-orang di dalamnya mulai mengambil peran dengan lebih utuh.Raina merasakannya bahkan sebelum rapat dimulai.Dalam sebuah diskusi tim, ia sengaja duduk lebih ke belakang. Ia ingin melihat, bukan memimpin. Dan seperti yang ia harapkan, percakapan mengalir tanpa perlu diarahkan olehnya.Ada perbedaan pendapat. Ada argumen yang belum sempurna. N

  • Gadis Tanpa Ingatan   96.

    Pagi itu tidak datang seperti biasanya.Bukan karena langitnya berbeda, atau karena ada kejadian besar yang menunggu. Justru sebaliknya—semuanya tampak biasa. Namun ada satu hal yang terasa berubah: Raina tidak langsung bangkit dari tempat tidur.Ia terjaga, mata terbuka, tetapi tubuhnya tetap diam beberapa saat. Bukan karena malas, bukan pula karena lelah yang berlebihan. Ia hanya… memilih tinggal sejenak.Mendengarkan napasnya sendiri.Merasakan detak jantung yang stabil.Ada ketenangan yang tidak ia buru, namun hadir dengan sendirinya.Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak merasa perlu segera memulai hari.Beberapa menit kemudian, ia bangkit perlahan. Tidak ada rasa terburu-buru. Tidak ada dorongan untuk mengejar sesuatu.Hari itu dimulai dengan cara yang lebih lembut.Di kantor, suasana justru berkebalikan.Sejak pagi, pesan masuk silih berganti. Sebuah isu yang sebelumnya kecil tiba-tiba membesar. Kesalahan komunikasi dengan mitra eksternal berkembang menjadi

  • Gadis Tanpa Ingatan   95.

    Langit pagi itu tidak sepenuhnya cerah. Awan tipis menggantung, membiarkan cahaya matahari menyelinap perlahan tanpa menyilaukan. Raina memperhatikannya sejenak dari balik jendela, merasakan sesuatu yang akrab—bahwa tidak semua hari harus terang untuk terasa cukup.Ia menjalani rutinitas paginya dengan tenang, tanpa tergesa. Gerakan yang sama, namun dengan kesadaran yang terus diperbarui. Air hangat yang menyentuh wajahnya, suara langkah di lantai, aroma teh yang perlahan naik—semuanya terasa seperti penanda kecil bahwa ia hadir.Di kantor, suasana tidak selalu seimbang seperti hari-hari sebelumnya. Ada ketegangan tipis yang terasa sejak pagi. Beberapa proyek berjalan bersamaan, dan koordinasi antar tim mulai menunjukkan celah.Raina tidak langsung masuk ke ruang rapat.Ia berjalan lebih dulu ke beberapa meja, menyapa singkat, memperhatikan tanpa mengintervensi. Ia ingin memahami sebelum bertindak.Dari percakapan-percakapan kecil itu, ia menangkap satu pola: bukan masalah kemampuan,

  • Gadis Tanpa Ingatan   94.

    Cahaya pagi itu jatuh dengan cara yang berbeda—tidak sekadar menerangi, tetapi seolah mengajak. Raina berdiri di depan jendela sedikit lebih lama dari biasanya, secangkir teh hangat di tangannya, sementara pikirannya tidak berlari ke daftar pekerjaan. Ada sesuatu yang berubah dalam caranya memulai hari: ia tidak lagi bertanya apa yang harus diselesaikan, melainkan apa yang ingin ia jaga.Di kantor, dinamika terus bergerak, namun kini ia merasakannya seperti aliran, bukan tekanan. Orang-orang datang dengan pertanyaan, dengan ide, dengan ketidaksempurnaan mereka—dan Raina tidak lagi melihat itu sebagai sesuatu yang harus diperbaiki dengan cepat. Ia melihatnya sebagai bagian dari proses yang hidup.Suatu pagi, seorang anggota tim datang tanpa janji. Wajahnya tampak ragu, seolah belum sepenuhnya yakin apakah ia harus berbicara.“Boleh masuk?” tanyanya pelan.Raina mengangguk, mempersilakan duduk tanpa tergesa.“Ada yang mengganjal?” tanyanya lembut.Orang itu men

  • Gadis Tanpa Ingatan   65.

    Raina menarik napas panjang, membiarkan dinginnya udara malam menembus paru-parunya, seakan membersihkan kepanikan yang masih bersemayam di dadanya. Surat ayahnya masih tergenggam erat di tangannya—rapuh, berusia tua, namun menyimpan sesuatu yang selama ini ia rindukan: penjelasan.Di dalam gedung

  • Gadis Tanpa Ingatan   64.

    Ketika pintu ruang bawah tanah itu menutup perlahan di belakang mereka, lorong kembali hening, hanya terdengar detak napas dan denting air yang jatuh dari langit-langit batu. Cahaya bulan menembus celah-celah kecil di atas, membentuk garis-garis samar di lantai yang lembap. Raina menatap halaman so

  • Gadis Tanpa Ingatan   63

    Lorong bawah tanah itu masih diselimuti ketegangan yang berat. Setelah amukan dan teriakan Nadine mereda—lebih karena kehabisan tenaga daripada sadar diri—yang terdengar hanyalah napas terengah semua orang dan tetesan air dari langit-langit batu.Raina berdiri di tengah ruangan, menggenggam buku ha

  • Gadis Tanpa Ingatan   61.

    Malam merayap perlahan ketika matahari tenggelam di balik pepohonan pinus. Cahaya keemasan terakhir memudar, disusul udara dingin yang menusuk kulit. Rumah aman itu tenggelam dalam senyap, seakan menahan napas menjelang sesuatu yang penting.Raina berdiri di depan jendela kamar, memandangi bukit ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status