LOGIN"Emmhh, tolong pelan-pelan Raiden. Nanti kau akan kubayar satu miliar, cukup layani aku dan buat aku hamil. Lalu kau boleh pergi," kata Jasmine pada pemuda berpakaian sederhana itu, yang kini memandangnya dengan pandangan sulit di jelaskan. **** Jasmine perempuan yang suka kebebasan, ia menikah dengan seorang duda tampan dan kaya raya bernama Zen, akan tetapi pernikahannya terasa hambar, karena Zen selalu sibuk dengan pekerjaan, suaminya juga sulit punya anak. Karena itulah, Jasmine membayar seorang pemuda tampan yang sedang butuh uang, untuk menjadi pemuas nafsu dan juga menemaninya saat bersenang-senang, semua itu Jasmine lakukan secara diam-diam. Hingga pada akhirnya sebuah kenyataan terungkap, membawa mereka pada takdir yang berbeda.
View MoreUap dari kopi panas mengepul, di temani dengan sepiring pisang goreng yang di sajikan untuk Shen. Wanita itu kini sudah memakai pakaian yang lebih bersih, dengan wajah yang sedikit tenang dan rileks dari sebelumnya. Tubuhnya nampak kurus, dari beberapa Minggu lalu saat mengunjungi panti asuhan tersebut. Mereka duduk di halaman teras bangunan itu. "Isi dulu perut ibu dengan nyaman." tutur beliau pemilik panti asuhan. Shen tersenyum samar, bentuk kasih Tuhan yang benar-benar luar biasa padanya dengan mengirimkan orang sebaik ibu panti asuhan. "Terima kasih ya Bu, sudah mau menerima saya kembali." Perempuan itu tersenyum lembut. "Kami selalu membuka pintu untuk siapapun, termasuk Ibu. Sebab, anak ibu juga dulu pernah kami rawat di sini." Shen mengangguk, ia jadi teringat dengan putranya. Entahlah, sekarang bagaimana dirinya akan memulai semuanya? apakah ia akan melanjutkan lagi pencarian putranya atau membiarkan tubuhnya tenang lebih dulu. "Untuk masalah putra ibu, sebaikny
Dug.Dug.Dug.Suara langkah kaki Shen berpacu dengan detak jantungnya sendiri. Kakinya terus berlari menyusuri jalan setapak yang dipenuhi ilalang tinggi, sementara napasnya semakin tidak beraturan. Udara malam yang dingin menusuk hingga ke paru-parunya, tetapi sama sekali tidak berani memperlambat langkah. Yang ada di dalam kepalanya hanya cara agar bisa menjauh dari rumah tua itu. Sebab, jika Damar menyadari dirinya menghilang dan Ratna kembali malam ini, kemungkinan besar mereka akan mengejarnya. Tubuh Shen langsung bergidik hanya membayangkan. Kakinya terus berlari meski telapaknya mulai terasa nyeri. Sandal tipis yang dikenakannya berkali-kali tersangkut akar pohon dan bebatuan kecil. Beberapa kali hampir terjatuh, tetapi kedua tangannya dengan sigap menahan tubuhnya agar tetap berdiri."Haah...""Haah..."Napasnya semakin tersengal. Dadanya terasa seperti diremas dari dalam. Namun Shen tetap memaksa dirinya bergerak, bukan saatnya untuk menyerah. Jalan setapak itu akhirnya b
Malam turun perlahan menggantikan sisa cahaya senja. Gudang itu kembali diselimuti kesunyian yang selama berhari-hari menjadi teman Shen. Namun kali ini, kesunyian itu terasa berbeda. Ancaman Ratna yang diucapkan beberapa jam lalu terus terngiang di kepalanya, membuat setiap detik berlalu dengan jauh lebih lambat. "Kau akan menyesali keputusanmu." Shen memejamkan mata sesaat, tidak tahu apa yang akan dilakukan Ratna. Tetapi ada sesuatu yang membuatnya yakin, jika ia tetap berada di tempat ini sampai esok pagi, kemungkinan untuk keluar hidup-hidup akan semakin kecil. Perempuan itu menarik napas panjang, berusaha menenangkan gemuruh di dalam dadanya. Kepalanya menggeleng kuat, mencoba untuk tidak panik. Karena semakin panik, akan besar kemungkinan ia melakukan kesalahan yang fatal. Beberapa menit kemudian, suara pintu kembali terdengar, dadanya sedikit merasa lega, karena yang muncul bukan mantan ibu mertua dan mantan kakak iparnya, melainkan Damar yang masuk sambil membawa sebot
"Harusnya kau tahu Hagia, aku begini untuk mu." suaranya serak, napasnya memburu di balik helm. Tangannya meremas setang motor hingga gemetar menahan emosi yang mendesak keluar. Rahangnya mengeras. Suara mesin yang menderu keras tak mampu meredam bising di kepalanya. Entah mengapa, kata-kata Hagia membuatnya merasa wanita itu tak pernah percaya padanya, seakan-akan meremehkan usahanya selama ini. Angin sore yang dingin menampar wajahnya, tapi panas di dadanya jauh lebih membakar. Raiden menatap lurus ke depan, membiarkan roda dua itu membawanya pulang pada sunyi yang menanti di rumah. Deru kasar mesin motor tuanya akhirnya terbatuk, lalu mati tepat di teras semen yang retak-retak. Pria tersebut tidak langsung turun. Ia bersandar pada setang besi yang mulai berkarat, membiarkan sisa getaran mesin tua itu merambat ke lengannya yang tegang. Kendaraan usang adalah saksi bisu betapa keras ia memeras keringat, namun hari ini, semua perjuangan itu terasa seperti lelucon besar. Rasa
"Baiklah... aku mau." Suara Raiden terdengar pelan, tetapi cukup jelas di tengah kamar yang sunyi. Jasmine langsung menoleh. Untuk pertama kalinya malam itu, senyum tulus terlihat di wajahnya. "Kau serius?" tanyanya memastikan. Raiden menelan ludah sebelum mengangguk pelan. "Aku akan beru
Jasmine menatap layar ponselnya sebentar sebelum berkata santai, "Nomor rekeningmu." Raiden masih belum sepenuhnya sadar. Dengan tangan gemetar, ia membuka aplikasi perbankan lalu menyerahkan ponselnya. Di sampingnya, pria bertubuh besar yang sejak tadi menagih utang ikut memperhatikan dengan cur
Saat orang-orang lain sibuk mengejar wanita kaya seperti Jasmine, dirinya malah ingin kabur. “Tidak,” ucapnya tegas. “Maaf, kau salah orang.” Tanpa memberi kesempatan Jasmine bicara lagi, Raiden segera berjalan keluar. Pintu kamar tertutup pelan. Menyisakan Jasmine yang hanya diam menatap keper
Jasmine duduk sendirian di sudut ruangan sambil menatap gelas di tangannya. Cairan berwarna keemasan di dalamnya sudah hampir habis, tetapi ia masih belum berniat pulang. Sorot matanya menyimpan kelelahan yang sulit disembunyikan. Ia baru saja meninggalkan pesta perusahaan suaminya, Zen. Di mata b






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews