Beranda / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 95. Hadiah untuk bayi

Share

95. Hadiah untuk bayi

Penulis: Harucchi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-29 23:59:50
“Kok malah bengong? Ini, diambil.”

Setelah sebuah helaan napas berat, Dimas meraihnya, memindahkan dua piring nasi dengan lauk urap, tempe-tahu goreng dan telur rebus ke tangannya sendiri. Keraguan yang mengisi dadanya kini digantikan oleh pasrah.

“Karina.” Wanita paruh baya itu menoleh ke arah Karina. “Di belakang masih ada satu piring lagi sudah Mama siapin untuk dibawa ke anak kos di atas. Anak kos ada tiga orang kan? Tolong bantu bawain satu piring lagi ke atas.”

Pundak Dimas menegang. Kesempatan. Wajahnya diangkat sedikit untuk menatap Karina. Tatapan mereka bertemu. Dunia seolah merapat pada satu titik. Kilasan bening itu tampak rapuh, seperti menahan sesuatu yang hampir tumpah.

“Jangan Ma!” Annaya yang sedang duduk di sofa tiba-tiba memekik. “Kak Karina kan lagi hamil muda! Jangan naik turun tangga dulu. Biar aku aja!”

Dan Dimas, tak bisa menahan rasa pedih yang memeras dadanya saat melihat Annaya bangkit dari sofa, lalu berjalan ke arah dapur.

Kesempatannya hila
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Ibu Kos Cantik   266. Kamu bisa bantu saya ketemu Revan?

    “Apa pun hubungan kamu dengan Revan sekarang. Saya perlu kamu tahu satu hal.” Dimas mengambil jeda, menatap Caca tajam selama beberapa saat. “Revan saat ini bukan sekadar mantan rekan kerja. Dia buronan.”Caca terpaku. Pulpen di tangannya terlepas, berdenting kecil di atas meja bundar sebelum menggelinding jatuh ke lantai karpet. Wanita itu tidak berusaha mengambilnya. Wajahnya yang semula tegang kini berubah pias.“Buronan? M-maksudnya gimana Pak?”“Oke. Begini.” Dimas mengeluarkan ponsel, membuka browser, mengetik nama ‘Reno Wijaya’ pada pencarian gambar. Begitu foto demi foto bermunculan memenuhi layar, Dimas memutar ponselnya menghadap Caca.“Kamu kenal orang ini?” Dimas memindahkan tatapannya pada Caca, menelisik. Wanita itu menggeleng polos.“Nggak Pak.”“Oke. Orang ini seorang pengusaha. Dia pelaku KDRT yang belum diadili. Dan sekarang, sedang dipantau polisi karena dicurigai terlibat dalam kasus peredaran obat terlarang.” Dimas tak melepas tatapannya dari Caca. “Dan Revan beke

  • Godaan Ibu Kos Cantik   265. Ca, dia buronan

    “Pagi.” Dimas melangkah masuk secara tiba-tiba dan membuat Caca bergerak panik menjauhkan ponsel dari telinga.“Pagi, Pak.” Caca membalas sambil merapikan mejanya yang sudah rapi.Dimas menangkap itu semua dari sudut mata. Dia tak perlu bertanya untuk tahu alasannya. Caca sudah memberi jelas semua petunjuk dan tanda.“Pak.” Caca kemudian membuka suara, terlihat seperti ingin buru-buru mengalihkan fokus Dimas ke situasi profesional. “A-ada banyak email masuk sejak Mas Revan nggak ke kantor. Telepon masuk untuk Mas Revan juga banyak Pak.”Dimas mengangguk, sudah bisa menebak ini akan terjadi. Untuk sementara sampai karyawan baru muncul, maka dirinya yang terpaksa harus babak belur.“Oke. Nanti saya coba tangani.” jawab Dimas sambil memijit dahi.“Lalu, data calon kandidat dari konsultan rekrutmen sudah saya kirim ke Bapak. Nanti silakan dicek ya Pak.” “Makasih, Ca.” Hari itu, sesuai dugaan, pekerjaan Dimas menumpuk. Gabungan efek ketidakhadiran Revan dan keputusan Dimas yang baru data

  • Godaan Ibu Kos Cantik   264. Melewatkan titik buta

    “Masih pengantin baru ya Mas?”Dimas membeku, tubuhnya kaku selama beberapa saat. Apa maksud pertanyaan itu? Sebuah dugaan melintas di kepalanya. Apa suara aktivitas intimnya dengan Karina dini hari tadi … terdengar sampai ke sebelah?Dimas meneguk ludah, mengumpulkan seluruh kepercayaan dirinya. Pria itu lalu menoleh dengan seulas senyum tipis yang cukup meyakinkan. “Nggak juga Bu. Nggak baru banget.” ucapnya lalu mengangguk pelan, memberi gestur pamit yang sopan. “Saya permisi.”Setelah kalimat itu lolos, Dimas melangkah pergi dan tak lagi menoleh. Jawaban tadi, rasanya cukup. Tidak langsung meluruskan, tetapi juga tidak terasa salah.Karena, mana mungkin dia mengaku kalau Karina bukan istrinya? Karina jelas sedang hamil. Mengakui kenyataan hanya akan membuat situasi menjadi runyam.Sambil melakukan perjalanan menuju apartemen, Dimas mengirim pesan teks ke Caca, memberi kabar bahwa dia akan berada di kantor sejak siang karena harus menangani apartemennya yang baru dibobol. Caca me

  • Godaan Ibu Kos Cantik   263. Masih pengantin baru ya Mas?

    Dimas membeku. Matanya melirik kaku ke sekitar. Benaknya berperang. Apa tidak apa-apa bila Karina tahu soal Reno dan Martha yang selama ini sebenarnya bersekongkol? Martha adalah teman Karina saat SMA. Apa Karina tidak akan terguncang?Tetapi, dia sudah berjanji untuk terbuka.Hembusan napas Dimas menjadi satu awalan sebelum dia menatap Karina lekat, “Kar.” ucapnya rendah. Dia lalu mengambil jeda sejenak, membasahi bibirnya, mencoba meredakan cemas yang membuat tenggorokannya tercekat. “Akhir-akhir ini, aku minta kamu jangan menghubungi Martha, atau menerima panggilan dari diam bukan tanpa alasan.” Dimas menarik napas panjang.“Martha terus-terusan mengulur status perceraian kamu, bukan karena Reno melakukan seuatu supaya berkas cerai kamu nggak diproses pengadilan. Tapi, kita sejak awal mempercayakan proses cerai ke orang yang salah.” Karina menatap Dimas tajam, “Maksud kamu … Martha memihak Reno?”Dimas mengangguk. “Lebih tepatnya, hubungan saling menguntungkan. Aku sempat lihat se

  • Godaan Ibu Kos Cantik   262. Malam panas di kontrakan

    “Ahh Dim … terus!” Karina mencengkeram rambut Dimas yang berkeringat. Tangannya gemetar, seakan sensasi yang menghujam tubuhnya mengalirkan sengatan nikmat yang tak sanggup ditahan.Waktu terus berlalu. Ruangan pengap itu membuat peluh di tubuh mereka semakin meleleh. Suara deru napas yang tersengal mengisi suasana. Keduanya lantas berakhir dalam posisi tidur menyamping dengan Karina memunggungi Dimas—masih dengan tubuh yang menyatu. Di antara hembusan napasnya yang memburu, Dimas menarik punggung Karina mendekat, berbisik rendah. “Sayang … Aku hampir ….”Karina mengangguk, langsung menyela. “Aku juga.” ucapnya dengan suara yang sama serak. Tangan wanita itu meraih pergelangan tangan Dimas, mencengkeram semakin erat seiring gerakan Dimas kembali menghujam, mendorong dengan sentakan yang membuat Karina meninggalkan bekas cakaran di lengan Dimas yang ototnya menegang. Tangannya menangkup gundukan kembar Karina, memberikan rangsangan ganda yang membuat wanita itu lekas sampai puncak.“A

  • Godaan Ibu Kos Cantik   261. Godaan di kontrakan

    Dimas tak mampu berkata-kata ketika jemari lentik Karina melayang perlahan di atas kancing kemejanya, melepas satu demi satu. Waktu seakan berjalan melambat. Setiap kali sentuhan itu bergerak turun, sengatan dalam tubuhnya terasa semakin membakar. Ketika Karina menyentuh kancing terakhir paling bawah, Dimas mengangkat sisi wajah wanita itu. Membuatnya mendongak menatapnya.“Kamu nggak capek Kar?” Dimas bertanya dengan suara rendah. Namun ruangan yang minim perabotan itu membuat suaranya memantul tegas ke seluruh penjuru ruangan. “Sebentar aja Dim.” Karina merapatkan sisi wajahnya di dada Dimas yang kemejanya telah tersingkap, menyisakan selapis kaos dalam tipis yang entah setipis apa, sampai kecupan bibir Karina sanggup menyentak tubuhnya. Tak berhenti sampai di sana, jemari wanita itu kini perlahan menyelusup masuk ke baliknya, mengusap area kulitnya yang kini terasa jauh lebih sensitif.Dimas menahan erangan. Gegas ditariknya tangan Karina dari sana, khawatir wanita itu makin membu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status