author-banner
Harucchi
Harucchi
Author

Novel-novel oleh Harucchi

Godaan Ibu Kos Cantik

Godaan Ibu Kos Cantik

Di kosan barunya, Dimas—seorang programmer—tak pernah menyangka akan kembali bertemu Karina, guru les privat yang dulu diam-diam ia kagumi. Kekaguman yang dulu sempat berujung pada satu kesalahan fatal—saat Dimas mencium sang guru di tengah sesi belajar. Sejak itu, Karina menghilang tanpa jejak. Kini mereka bertemu lagi dalam keadaan yang jauh berbeda. Karina adalah pemilik kos tempat Dimas tinggal—dan juga seorang istri yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Suaminya kasar, tak setia, dan hanya memanfaatkan Karina demi menutup hutang keluarga. Sampai suatu malam, saat luka dan amarah menelan logika, Karina datang dengan mata sembab dan suara bergetar. “Dimas... hamili aku.” Akal sehat Dimas menolak. Gila. Tidak mungkin dia melakukannya. Karina mantan gurunya, pemilik kosnya, orang yang dia hormati, juga ... Wanita yang bersuami. Namun ... tubuh Dimas, juga setan dalam jiwanya menggelora, 'Bukankah suaminya kasar, tak setia dan tak lebih layak untuk membahagiakannya dibanding dirimu?' Detik itu, urat kewarasan Dimas terputus. Follow ig author : @harucchi224
Baca
Chapter: 335. Dapur gelap dini hari
“Gue mau minta tolong, Gus. Coba, lo deketin Caca. Bikin dia nyaman dan gali informasi pelan-pelan.”Agus dan Jimmy saling menatap heran satu sama lain. “Ini … soal permintaan tolong lo kemaren?” Jimmy bertanya sambil meletakkan mangkuk ke lantai.Dimas mengangguk. “Bener.”Sementara itu, Agus terdiam sejenak, lalu membuka suara, “Gali informasi apa ya Mas?” “Kemarin gue minta tolong sama kalian, buat selidiki seluruh penghuni kos ini. Salah satu di antara mereka, ada pelaku yang bikin gue dan Karina kemarin kecelakaan.” Dimas memejamkan mata kuat-kuat sejenak, “Dan selama pelakunya masih berkeliaran, bukan mustahil dia akan menyerang lagi. Karina dan gue sangat mungkin akan kembali dia serang.”Dimas memindahkan pandangan pada Agus. “Jadi, Gus. Gue minta, lo deketin Caca. Pancing dia untuk cerita soal gue.”Agus tampak meneguk ludah. “Sa-saya Mas?”“Dim, kalo Agus nggak mau, gue juga mau kok Dim!” Jimmy menunjuk dadanya sendiri. Matanya membeliak penuh semangat bagai ditawari segepo
Terakhir Diperbarui: 2026-02-13
Chapter: 334. Misi pedekate
“Sampe lo nipu, gue hancurin hidup lo!” jerit Zee, kemudian kembali menyeret motor.Dimas mendenguskan tawa miris, campuran kesal yang dia tahan dan rasa tak percaya. Bisa-bisanya ada perempuan setidak tahu terima kasih ini? Hampir Dimas mengabaikan teriakan itu ketika dia melihat sesuatu yang membuatnya tercengang.Tato di bagian tengkuk Zee.“Waduh, galak e pol.” Agus bersungut.“WOY! SANTAI KALI!” teriak Jimmy. “Ditolongin malah gak tau diri lo.” Sementara itu, Dimas terpaku. Matanya menyipit, menelisik lekat bentuk tato yang tercetak di tengkuk Zee. Tidak terlalu jelas bentuk apa coretan hitam itu. Namun karena sosoknya telah menjauh, ditelan gelapnya cahaya remang di pekarangan kosan, Dimas tak bisa menebak secara persis.Ini semakin menjadi pertanyaan. Kalau memang benar Zee adalah orang di balik kecelakaan itu, apa motifnya?Dimas mengangkat ponsel yang masih dia genggam, mengetik pesan ke nomor Rudi.[ Rudi, cek ulang semua riwayat penghuni kos bernama Zee. Saya lihat, dia pu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: 333. Perempuan rasa laki-laki
Tok! Tok! Tok! Tok!Seseorang mengetuk pintu.Tok! Tok! Tok! Lagi, dan ketukan terakhir terasa bagai siraman air es yang membekukan ketegangan seketika.Keduanya terpaku, saling menatap dengan napas memburu. Sepasang mata Dimas yang sebelumnya menggelap karena gairah, kini tajam dan penuh waspada.“Mbak … Mbak Karina …!”Mengenali suara pria yang khas itu, Dimas menghembuskan napas lega.Jimmy.Masih menatap Karina lekat, satu tangan Dimas menangkup sisi wajah wanita itu.“Aku cek dulu ke depan.” Satu kecupan kilat mendarat di bibir Karina. “Kamu, segera pakai baju. Istirahat.”Namun ketika Dimas hendak berdiri, Karina seperti tak memberi ruang untuknya bergerak. Alih-alih bangkit, wanita itu malah menahan tangan Dimas, seolah mencegahnya pergi.“Dim ….” Karina bergumam lirih. Ekspresinya murung, seperti belum rela jika hal yang tadi mereka lakukan akhirnya terjeda. Melihat reaksi itu, sebelah sudut bibir Dimas naik.“Aku temui Jimmy dulu, sebelum dia dobrak pintu.” ucapnya pelan, la
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: 332. Dim, lakukan lagi
“Awas!” Buru-buru Dimas menarik pinggang Karina. Namun lagi-lagi sialnya, Dimas yang berencana menarik Karina berdiri malah ikut terseret dan jatuh berdebum di lantai dengan posisi ….Karina kini berada di atasnya, hanya dalam balutan handuk yang nyaris lepas.Sejenak, hanya terdengar suara tetesan air dari pipa bocor yang mengisi hening.Napas keduanya saling bertemu di udara. Tatapan mereka saling bertemu, mengilatkan beragam makna dalam satu waktu : kaget, bingung, dan juga ….Gelegak ‘dahaga’ yang selama beberapa waktu terakhir tertahan.Aroma harum khas selepas mandi dari rambut dan tubuh Karina yang masih basah menguar samar, menggelitik penciuman Dimas untuk menghirup lebih. Gundukan kembar milik wanita itu nyaris berada persis di hadapan wajahnya, menyedot perhatiannya secara total. Dimas meneguk ludah, merasakan bagian dalam dirinya di bawah sana mulai meronta.Tangan Dimas yang melingkar protektif di pinggang Karina bergeser turun, hendak membiarkan Karina mengubah posisi ag
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: 331. Gara-gara handuk dan keran bocor
“Janda ya?” bisikan itu disertai dengusan berbahaya. Benturan sendok dengan bibir gelas menciptakan suara ‘ting’ yang nyaring. Dimas tak sadar melepas sendok cukup kasar. Dadanya seakan terbakar.Dimas tidak menoleh, tetapi rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menegang. Kalimat tanya Irwan barusan cukup jelas menyiratkan ketertarikan. “Maksudnya apa?” tanya Dimas dengan suara bergetar menahan amarah. Semampu mungkin dia mempertahankan logika walau kesabarannya nyaris menyentuh batas.“Cuma nanya.” Irwan yang rambutnya kini dikuncir, berdiri sambil menyandar di dinding. Tangannya baru saja mengeluarkan sebatang rokok, lalu menyalakannya. Kepulan asap tipis mengudara di sekitar mulut Irwan sebelum dia berucap santai, “Cantik. Boleh juga.”Sialan!Dimas membalikkan bahu. Darahnya mendidih. Nyaris dia menarik kerah Irwan kalau saja—“Dim! Numpang hotspot hape lo dong!” —Jimmy tidak serta merta muncul di antara mereka.Dan tepat saat itu, Irwan melangkah pergi.Sial.Dia kehila
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: 330. Janda ya?
“Kamu yakin nggak apa-apa ikut bantu angkut barang-barang sampai sini?” tanya Karina yang sedang memperhatikan Dimas mengangkut tas tas besar milik wanita itu. Mereka kini sudah berada di rumah utama pemilik kos. “Maksudku nanti kalau ada yang lihat dan curiga?”“Nggak apa-apa. Cuma ngantar.” Bruk! Dimas membanting satu tas terakhir ke lantai. Napasnya sedikit terengah.Setelah menaruh seluruh tas, koper dan barang-barang Karina ke dalam, Dimas lalu berdiri sambil menarik napas panjang. Tampaknya dia perlu kembali intens berolahraga. Setelah sekian banyak drama menghantam hidupnya, dia memang kerap absen dari rutinitas gym. Ditatapnya Karina yang kini berdiri memperhatikannya dengan dahi berkerut cemas.Sejenak, waktu berlalu dalam hening. Keduanya saling bertukar tatapan sendu, sadar bahwa sebentar lagi akan ada hal berat yang muncul di antara mereka: jarak.Setelah sebuah helaan napas berat, Dimas menutup pintu depan yang masih terbuka. Dalam satu gerakan cepat, ditariknya Karina
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Misi Rahasia : Istri Bayaran CEO Impoten

Misi Rahasia : Istri Bayaran CEO Impoten

Demi menyelamatkan sang Papa yang dijebak hingga dipenjara, Sara menerima sebuah misi gila dari mantan istri calon suami misteriusnya. Tugas Sara, menggoda suaminya, membuatnya sembuh dari impotensi, lalu pergi agar sang mantan istri bisa kembali demi ambisinya. Namun, seiring waktu, misi demi misi mendekati pria dingin itu justru membuat pernikahan palsu mereka terasa semakin nyata. Ketika semua kebenaran terkuak, Sara dihadapkan pada pilihan yang rumit—menyelamatkan Papa, atau mengkhianati pria yang mulai ia cintai?
Baca
Chapter: 35. Gara-gara DVD Player
Sara beranjak bangkit dan mencoba mengejar untuk memeriksa siapa sosok di balik kamera itu. Namun rumah megah ini mendadak sunyi. Tak ada jejak siapa pun di sekitar. Satu hal yang Sara yakini, ada seseorang yang ditugaskan untuk mengawasi Sara di rumah ini. Siapa yang memberi instruksi? Sara mencurigai beberapa pihak. Deana, atau seseorang di keluarga Vincent—Ibu mertuanya atau mungkin Kakek. Jika dipikir, pertemuan terakhir Sara dengan sang Ibu mertua adalah di hari pernikahannya. Hingga saat itu, Sara yakin wanita paruh baya yang kerap dipanggil Nyonya Martha itu masih belum sepenuhnya menerima Sara. Vincent juga tak pernah membahas beliau. Dan, tak ada tanda-tanda Nyonya Martha berencana menemui Sara. Tampaknya ada sesuatu di balik itu. Sara harus menanyakan hal ini pada Vincent. Walau sebenarnya Sara tak ingin mengambil pusing. Karena toh dia hanya sementara di rumah ini. Tetapi, bagaimana jika misinya membutuhkan waktu lebih lama? Jangan-jangan pihak yang tak me
Terakhir Diperbarui: 2025-09-12
Chapter: 34. Kecupan di kening
"Kenapa? Karena aku menciummu? Karena aku tidur denganmu?” pekik Sara, lekas membuat Vincent memejamkan mata kuat-kuat. Tangannya mengusap wajah, tampak frustasi.Bi Laila dan seorang pelayan lain yang sedang berada di dapur berjalan keluar ruangan dengan kepala menunduk, berpura-pura tak mendengar ucapan Sara yang barusan lolos tanpa filter.Sementara itu, Eric di ambang pintu bergeser kikuk, memindahkan tubuhnya agar berada di ruangan sebelah.Vincent membuka mulut, tampak akan memprotes ucapan Sara, namun wanita itu lebih dulu memotongnya,“Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?”“Dengar. Aku nggak suka, kamu bertemu banyak orang. Nggak ada yang bisa jamin kamu nggak akan bertemu kembali dengan orang-orang seperti Yuta.” Vincent menatapnya tajam, penuh tekanan. “Paham?”Sara semakin mengernyit, menunjukkan penolakan keras, “Kamu mau mengurungku di rumah?”“Kamu bisa kembali latihan bermain gitar.” ucap Vincent memberi solusi.Iya, mungkin benar. Tetapi Sara kini kehilangan momen
Terakhir Diperbarui: 2025-09-11
Chapter: 33. Dipecat
Vincent merebahkan kepalanya yang penat di atas bantal. Matanya dipejamkan kuat-kuat. Tangannya memijit pelan pelipis.‘Kamu boleh tidur di kamarku.’Kalimat yang dia ucapkan tadi itu terus terngiang di kepala. Bagai mimpi buruk yang mencekik kewarasannya. Dia sendiri menyesali kebodohannya yang belakangan ini begitu mudah takluk pada pesona Sara. Segala yang ada pada wanita itu, entah sejak kapan menggoyahkan pertahanannya hingga luluh lantak.Suara yang kadang terdengar manja, tatapan mata yang berbinar indah, bibir yang ranum …Dan sentuhan hangat yang menari lembut di bibirnya ….Semua berkelebat liar di kepala Vincent. Mengacaukan debar jantungnya hingga tanpa sadar tangannya mencengkeram rambutnya kuat. Pria itu menghela napas berat. Sejujurnya, dia menikahi Sara tanpa diiringi niat untuk ‘hadir’ sebagai suaminya. Jangankan menjadi suami, menikah kembali pun dia tak berminat.Namun kini … apa hatinya mulai goyah? Sekarang … apa yang dia inginkan?“Vin ….” Vincent membuka mata
Terakhir Diperbarui: 2025-09-10
Chapter: 32. Kamu boleh tidur di kamarku
“I-itu ….” Sara membelalak ketika Vincent mengernyit menatap layar ponsel Sara. Buru-buru direbutnya benda pipih itu dari tangan Vincent. Namun, pria itu menahannya.“Itu cuma spam! Bukan pembelian!” Sara berseru panik. Tangannya mencoba merampas ponsel yang dicengkeram erat oleh Vincent. “Lepas! Berikan ponselku!” pekiknya seraya mendelik kesal.“Kalau hanya spam, lantas kenapa kamu sepanik ini?” Vincent menatap Sara lekat, guratan curiga menggantung di wajahnya. Pria itu semakin mendekat, membuat Sara refleks menjauh.“Ada yang kamu sembunyikan?” desaknya dengan suara rendah.Sara meneguk ludah. Ini gawat. Kalau sampai Vincent berhasil mengakses ponsel Sara, bukan hanya pembelian barang-barang mesum itu, tetapi juga pesan rahasianya dengan Deana yang bisa terbongkar.Sara menarik paksa ponselnya dalam satu sentakan cepat. Namun, gerakan itu membuat Vincent yang memegang ponsel ikut tertarik. “Aakkkh!”Bagai dihisap gravitasi, tubuh Sara miring ke belakang, kepalanya nyaris terjere
Terakhir Diperbarui: 2025-09-10
Chapter: 31. Ketahuan?
Penerangan di ruangan itu redup, hanya mengandalkan lampu dinding kecil di dua sudut. Sehingga tidak terlalu jelas apa yang berada di sekitar. Sara menelan ludah, ragu untuk masuk. Namun rasa ingin tahunya menang. Langkahnya diayun perlahan seiring daun pintu berderit. Suasana gelap memaksa Sara meraba dinding, mencari saklar. Ketika cahaya lampu menerangi sekitar, Sara membelalak. Ruangan itu diisi beberapa alat musik. Ada gitar klasik, grand piano, biola, juga ada buku partitur dan lemari kaca besar berisi beragam piala dan piagam. Sara berkeliling. Tangannya menyentuh perlahan pintu kaca yang melapisi beragam piala. Dibacanya sebuah ukiran teks pada salah satu piala yang ukurannya paling besar dan elegan. Juara satu kompetisi piano Internasional. Vincent Suryadinata. Senyum Sara mengembang tipis. Tak disangka Vincent menyukai musik. Sara pun begitu. Hanya saja, impian dan minat itu harus padam sejak Sara meninggalkan rumahnya yang dijual, lalu pindah dan hidup ber
Terakhir Diperbarui: 2025-09-08
Chapter: 30. Menyusun strategi
Langit sudah gelap saat Sara berjalan keluar menuju balkon kamar. Udara dingin malam menusuk kulitnya yang terbalut gaun malam berlapis kimono panjang.Terbayang kalimat dokter saat siang tadi dia temui setelah waktu jenguknya habis.“Secara garis besar, perkembangan kondisi pasien cukup baik. Jika progresnya terus sebaik ini, sepertinya paling cepat malam ini sudah bisa pindah ke kamar rawat biasa. Semoga saja.”Bagai bongkahan batu besar dipindahkan dari dada, kelegaan merayapi Sara.Walau demikian, Sara yakin, ini perbuatan Deana. Entah dengan cara apa—mungkin menyuap melalui perpanjangan tangannya di dalam lingkungan internal Lapas, membuat skenario keji, hingga Papa berakhir mengalami kekerasan dari rekan satu sel. Atau mungkin dengan cara keji lainnya?Merasakan udara dingin yang kian membuatnya menggigil, Sara memutuskan kembali ke kamar. Langkahnya diayun pelan seraya menutup pintu balkon. Diliriknya jam digital di atas nakas. Pukul sembilan malam. Sudah selarut ini dan Vince
Terakhir Diperbarui: 2025-09-07
Anda juga akan menyukai
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.4M Dibaca
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M Dibaca
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M Dibaca
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M Dibaca
Istri Manisku yang Berkuasa
Istri Manisku yang Berkuasa
Urban · Paman Guo Gagap
4.0M Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status